Terjebak Cinta 2 Tuan Muda

Terjebak Cinta 2 Tuan Muda
Episode 63


" Nggk ada yang bisa nolak ajakan dari seorang Daniel😎."Ucap Daniel dengan nada sombong


"rencana berhasil tinggal hati yang bergerak ." Ucap Daniel


Skip/


Kini Hari minggu telah tiba dengan penuh percaya diri dan semangat yang memggebu gebu Daniel mengendarai mobilnya menuju apartemen Salsa


Setibanya di sana ia segera mengetuk pintu apartemen Salsa , dan tak butuh waktu lama Salsa langsung membukanya


" Morning Sa ."Sapa Daniel


"Morning too bang , masuk dulu yuk ." Ajak Salsa , Daniel pun memgangguk dan melangkah masuk namun ia menghentikan langkahnya secara dadakan kala melihat ada orang lain di apartemen itu siapa lagi kalau bukan Ardan yang kini tengah duduk manis


"Sialan ." Kesal Daniel dalam hati , ia yang tadinya semangat kini menjadi malas dan mood nya hancur seketika


"emm..Bang..sebelumnya maaf itu πŸ‘‰πŸ‘ˆ." Salsa menunduk dan bingung mau mengatakan apa ia tak enak hati kepada Daniel


" Gue kesini karena ada urusan sama dan ini karena perintah dari Ibu , btw emangnya lo mau kemana sama Salsa ?"Tanya Ardan angkat bicara


" πŸ˜‘ nyebelin ganggu suasana aja dasar Hyung laknat ."Umpat Daniel dalam hati , tak menjawab pertanyaan Ardan Daniel malah mengajak Salsa berbicara


"tapi hari ini jadi kan Sa ." Tanya Daniel memastikan


" emm..gimana ya nih aku bingung mo jawab apa ?" Batin Salsa


" kalau mau pergi pergi aja tapi gue ikut ."Saut Ardan yang lagi lagi berbicara tanpa di tanya


"gue nggk tanya lo , jadi diem πŸ˜’." Ucap Daniel menatap tajam Ardan


"gue cuma bantu jawab aja koq 😚 ." Ucap Ardan tanpa dosa


" serah lo gue nggk peduli ." Ucap Daniel dengan ketusnya


" kalau kak Ar mau ya udah kita berangkat bertiga nggk papa kan bang ."Ucap Salsa ia sangat dilema saat ini


" jadi ini sesuai sama keputusan tuh Hyung laknat πŸ˜‘ gue nggk ada apa apanya gitu hah , sakit woii hati gue πŸ˜­πŸ”«." Batin Daniel yang merasa posisinya kini tidak ada gunanya dan tak di anggap miris sekali


" terserah ."Ucap Daniel mendengus kesal dan melangkah keluar terlebih dahulu , mau membatalkan acara hari ini tapi dia tidak mau kalah dengan Ardan


" aduh pasti bang Daniel marah gimana dong ." Batin Salsa cemas


" Em..ya udah yuk Kak keluar ."Ucap Salsa mau keluar bareng Daniel tadi nggk enak hati sama tamu


" ayo ."Ucap Ardan dan keluar beriringan dengan Salsa , mereka kini sudah tiba di parkiran dan melihat Daniel tengah menunggu sambil menyenderkan tubuhnya di mobil


" Masuk mobil gue ."Ucap Daniel singkat dan bergegas masuk lalu duduk di kursi kemudi , tak banyak bicara Ardan dan Salsa langsung masuk dan hendak duduk di bangian belakang


" Lo di depan lah Hyung ya kali gue di jadiin sopir gimana sih ."Gerutu Daniel yang sangat sangatlah jengkel dengan Ardan


" Ups..sory lupa ."Ucap Ardan yang semakin menambah kekesalan adiknya , dia kan memang suka begitu dengan Daniel


Ardan kini duduk di depan di samping Daniel dan Salsa di belakang sendiri


Daniel mulai menjalankan mesin mobil dan melaju membelah jalanan kota di mobil itu hanya ada keheningan karena Daniel yang sedang kesal , Ardan yang sejatinya jarang ngobrol dan Salsa yang sedang dilema antara harus memilih dia atau dia πŸ˜‚


Perjalanan kali ini menempuh jarak yang cukup panjang , mereka mulai memasuki daerah perdesaan pemandangannya pun mulai asri dan sejuk


Terpukau dengan keadaan sekitar Salsa sedikit melupakan isi hatinya tadi


"masih jauh ya bang ?'Tanya Salsa


"hmm ." Saut Daniel dengan deheman yang tak tau artinya apa


" Kalau di tanya jawabnya jangan hmm..hmmm doang yang lo ajak bicara belum tentu tau ."Ucap Ardan membuat Daniel mendelik dan menatapnya tajam


" Jangan asal nyaut aja kenapa sih nggk di ajak ngomong juga tapi nyaut ."Kesal Daniel


"gue cuma menasehati kali ." Ucap Ardan tak mau kalah


" Serah dasar penganggu ."Ucap Daniel kesal


" Huh...😬 lo tuh bisa diem nggk sih Brisik tau nggk ."Ucap Daniel sedikit meninggikan nada suara


" woi bang kak jangan berantem dong , kita kesini mau happy happy bukan berantem ."Ucap Salsa yang tak tahan mendengar keributan tak jelas itu


" dia yang mulai ."😣 Ucap Daniel yang masih kesal


" koq gue lagi 😌."Ucap Ardan


"Ikh..udah lah maafan napa jangan mengotori hari ini dengan keributan kalian ,dan juga Kak Ar jangan mancing mulu ." Ucap Salsa


" dengerin tuh ."Ucap Daniel yang nerasa di bela


"gue bukan pemancing Salsa ." Ucap Ardan tak mau mengaku


" namanya itu mancing emosi kakak 😬."Geram Salsa


"oh ya baru tau ." Ucap Ardan tanpa dosa 😝


" Dan gue bang Daniel jangan gampang emosi ."Ucap Salsa


" gue cuma kesel ." Tegas Daniel


"sama aja kali bang ." Ucap Salsa dengan nada bicara yang lebih lembut


" dengerin tuh jangan gampang emosian nanti udah tua tapi belum laku 😝."Ledek Ardan


"KAK! diem ." Tegas Salsa


"iya iya ." Ucap Ardan langsung tutup mulut


" 😣 ."


" Udah ya jangan marahan lagi ."Ucap Salsa bak ibu yang menasehati anak anaknya πŸ˜‚πŸ˜‚


"iya ." saut keduanya serempak


"senyum dong 😊." Ucap Salsa


Ardan pun tersenyum ☺ sedangkan daniel hanya tersenyum tipis bahkan hampir tak terlihat


Kini suasana menjadi sendikit bersahabat dan tak setegang tadi , semakin lama semakin pula suasana tersebut mencair


"Kita mau kemana kak koq belum sampai sampai ?" Tanya Salsa


" ke suatu tempat ."Jawab Daniel singkat dan Salsa hanya mengangguk setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam mereka tiba di sebuah Danau yang begitu Indah yang berada di sebuah perdesaan tempatnya bersih dan terawat


"wow cantik ." Puji Salsa , mereka bertiga turun dan berjalan dengan posisi Salsa di tengah tengah Ardan dan Daniel


" Kamu suka?"Tanya Daniel


"suka koq thanks ya bang. " Ucap Salsa tersenyum manis kek madu yang manisnya alami bukan buatan


" Dih tadi ngomong sama gue ngegas mulu nah sekarang jadi kek roti kecelup air lembut banget πŸ˜£πŸ˜’." Ucap Ardan dalam hati


" Duduk sana yuk ." Ucap Daniel mengajak Salsa duduk di sebuah tikar yang memang telah di siapkan terlebih dahulu tempatnya sepi namun indah


"😊 ." Salsa menghirup udara disitu yang begitu sejuk sambil tersenyum , sudah lama sekali ia tidak menghirup udara yang begitu sejuk nan asri


Desa dan kota memang berbeda walaupun di kota ada perpohonan tapi mayoritas tetap berada di samping jalanan yang mana udara tentu juga bercampur namun jika di desa udaranya begitu asri karena jarang terdapat polusi udara , mungkin jika ada itu hanya dari kendaraan


Hijau rumput pun terlihat begitu segar dan subur , air danau pun sangat jernih


Sangat Indah


****Bersambung


Hati ku jatuh ke*** padanya namun keadaan memaksaku bersamanya