
Ting...
Terdengar suara norifikasi pesan di handphone milik Salsa , dengan segera Salsa membuka pesan tersebut
Pesan tersebut adalah pesan dari Ardan dan isinya adalah
" aku sudah dalam perjalanan bersiaplah jangan membuatku menunggu nantinya , kita nanti akan bertemu dengan Ibu ." Itulah isi pesan yang di terima Salsa
" Iya ."
Salsa hanya membalaskan dengan satu kata
" Ternyata ketemu sama Ibu Nayra ." Gumam Salsa
Tak Lama Kemudian
Ardan datang dengan setelah jas berwarna hitam yang membalut tubuhnya yang kekar ia berjalan dengan begitu gagah dan memepesona
" Sudah lama ." Tanya Ardan saat sampai di hadapan Salsa
" nggk juga ." Jawab Salsa singkat
" Ya sudah ayo ." Ajak Ardan , Salsa pun mengangguk mereka berjalan beriringan bak sepasang kekasih yang hendak berkencan
Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil milik Ardan dan mulai melaju membelah jalanan kota
" Apa Ibu Nayra sudah menunggu ." Tanya Salsa sekedar basa basi
" beliau sedang dalam perjalanan ke lokasi ." Ucap Ardan pandangan nya terfokus ke depan
" Emangnya mau ketemuan dimana ." Tanya Salsa lagi
" mall ." Ucap Ardan singkat , Salsa mengangguk
" Apa kamu tidak sibuk hingga bisa punya waktu sebanyak ini ." Tanya Salsa penuh keheranan
" Yang aku temui adalah Ibuku mana mungkin aku tidak bisa meluangkan waktuku untuk dirinya ." Ucap Ardan
" emang nggk tinggal serumah apa ya ." Heran Salsa dalam hati tapi ia tak akan bertanya tentang hal itu
" Apa Ibu Nayra yang meminta kita bertemu dengan beliau ." Tanya Salsa
" hmm ." Ardan hanya menjawabnya dengan sebuah deheman singkat ia sama sekali tak melirik ke arah Salsa pandangannya terfokus ke depan
Karena bingung mau ngobrol apa lagi Salsa pun memilih diam , susah memang jika berada dalam satu lingkup dengan orang yang tidak banyak bicara
Salsa pun lebih memilih memainkan handphonenya melihat informasi terkini , karena sangking asiknya dengan benda yang ia pegang Salsa tak menyadari keadaan sekitar ia baru sadar saat mobil Ardan berhenti
" kenapa berhenti ?" Tanya Salsa ia pun menatap sekitar nampak sedang terjadi kemacetan ringan dan terdapat beberapa warga yang bergerombol
" Sedang terjadi apa?" Tanya Salsa ia memasukkan hpnya ke tas miliknya
" Sepertinya baru terjadi kecelakaan ." Jawab Ardan dan turun dari mobil karena pansaran Salsa pun ikut turun dan mengikuti Ardan ia mengekor di belakang pria itu
" kenapa kamu di belakangku ." Tanya Ardan yang nampak tak suka
" sstt.. diamlah ." Ucap Salsa yang kini berjalan di samping Ardan namun nampak waspada
" terserahlah ." Ucap Ardan masa bodo dan ia melangkah mendekati warga yang berkerumun
" Permisi ." Ucap Ardan yang mampu membuat warga tersebut menoleh
Ardan pun melirik ke arah korban yang terlihat
" Panggil ambulance ." Pinta Ardan , seseorang pun segera menelefon ambulan
" aneh sekali ada orang kecelakaan malah di tonton aja tidak segera di selamatkan ." Batin Ardan yang tak habis pikir dengan orang orang tersebut
Ardan melirik Salsa yang nampak tak baik baik saja
" Kamu kenapa ." Tanya Ardan melihat wajah Salsa yang sedikit pucat
" Nggk papa ayo ke mobil ." Ucap Salsa dan menarik tangan Ardan ke mobik dengan langkah cepat ia segera masuk ke mobil
Terlihat tubuhnya bergetar dan wajahnya sedikit pucat bisa di simpulkan jika perempuan itu ketakutan
Ardan yang melihat itu panik
" Kamu tidak apa apa ." Tanya Ardan cemas , Salsa menggeleng dan berusaha menetralkan nafasnya
" Jalankan mobilnya kak ." Ucap Salsa , Ardan pun menurut dan segera menjalankan mobilnya ia terlihat masih khawatir akan perempuan itu yang tiba tiba seperti ketakutan
Setelah jauh dari lokasi tadi Ardan memberhentikan mobilnya di tepian
" Kamu kenapa ?" Tanya Ardan memegang pundak Salsa
" Hufh..nggk papa koq kak ." Ucap Salsa yang kini sudah mulai tenang
" jujur kepadaku tadi kamu kenapa ?" Tanya Ardan yang kini berbicara dengan tegas
" Aku tidak kenapa napa hanya..sedikit merinding saja ." Ucap Salsa , Ardan nampak tak percaya dan tidak puas akan jawaban yang di berikan oleh Salsa
" Jujur Sa ." Tegas Ardan
" Aku..aku..takut ." Ucap Salsa terbata bata tiba tiba ia bayangan tadi melintas di otaknya ..
" Takut dengan apa.." Tanya Ardan ia memperhatikan wajah Salsa yang terlihat ketakutan kembali
" Apa ada seauatu yang membuatmu ketakutan di sana tadi ." Tanya Ardan lembut
" K..orban itu..." Lirih Salsa keringat dingin mulai membasahinya
" Korban.. apa ada yang salah dengannya ." Tanya Ardan heran
" lukanya...aku..takut..dia..terlihat mengenaskan ." Ucap Salsa dan langsung memeluk Ardan ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang pria itu
" luka ?" Ardan masih bingung tapi ia mencoba menenangkan Salsa
" Jangan bahas itu lagi aku tidak ingin memgingatnya ." Ucap Salsa memelas
" iya iya tenanglah ada aku disini ." Ucap Ardan lembut dan menenangkan Salsa
Beberapa saat kemudian Salsa sudah mulai tenang dan Ardan melanjutkan perjalanannya diam diam ia bertanya kepada Aunty Sarah melalui pesan kenapa Salsa tadi begitu
Ting
Aunty Sarah membalas pesan Ardan
" Tolong tenangkan Salsa hingga ia tenang lagi , dia seperti itu karena trauma nya terhadap kecelakaan yang menimpa orang tuanya , dia akan seperti itu jika melihat orang yang terluka sampai mengeluarkan darah ." Begitulah pesan dari Aunty Sarah
" Ternyata begitu , dasar bodoh jika dia takut kenapa tadi turun ." Dengus Ardan dalam hati dan melirik sekilas Salsa yang sudah tenang secara perlahan
*Bersambung
Author: Maaf ya readers klau ada sesuatu yang di ulang dan nggk jelas 🙏🙏