Terjebak Cinta 2 Tuan Muda

Terjebak Cinta 2 Tuan Muda
Episode 75


Jam di dinding telah menunjukkan pukul 12:45 yang mana sudah waktunya untuk makan siang


Karena kelelahan Salsa tertidur pulas di ranjang dan ia terbangun kala mendengar suara ketukan pintu


"Hoaammm πŸ˜ͺ ." Sama menguap dan mengedipkan matanya berkali kali karena lumayan silau dengan cahaya yang ada di kamar tersebut


tok...tok...tok


Suara ketukan pintu terdengar kembali


"Iya sebentar ." Saut Salsa bangkit dari tidurnya ia merapikan rambutnya sebentar kemudian membuka pintu sedikit


" eh😐 Bang Daniel ada apa bang ?"Tanya Salsa sedikit kaget karena Daniel yang mengetuk pintu


" Baru bangun tidur ya 😊?"Tanya Daniel tersenyum manis ia melihat penampilan Salsa yang sedikit acak acakan


" heheπŸ˜… i.iya Bang ."Jawab Salsa tertawa menahan malu


"ya sudah cuci muka dulu ya , setelah itu ke meja makan ☺." Ucap Daniel lagi lagi di sertai senyuman


"ah..iya Bang ." Ucap Salsa kikuk kemudian setelah mengatakan itu Daniel berlalu pergi dan Salsa langsung menutup pintu


" OMG malu maluin banget masa udah jadi tamu malah tidur dan gitu pakek di bangunin lagi sama Tuan rumah πŸ˜– aaaa...πŸ™ˆ."Ucap Salsa mengutuk dirinya sendiri ia pun bergegas ke kamar mandi dan cuci muka


Setelah selesai ia keluar kamar


"pengen pulang 😭." Batin Salsa ia ingin segera kembali ke kediamannya karena merasa tak enak di situ selain itu juga mau melakukan ini itu tidak bisa bebas


Salsa berjalan satu langkah demi langkah dan ia memghentikan langkahnya


" meja makan nya dimana πŸ˜•?"Gumam Salsa sangat pelan ia bingung karena tak tau dimana keberadaannya


Mashion itu terlalu luas dan besar hingga sulit untuk mengenali tempat tempat nya


"aish...kaya orang kesasar aja deh 😩 gimana nih ya kali aku harus tanya dulu ." Batin Salsa dilema


Sedang berfikir tiba tiba seseorang berhenti di sampingnya


"ngapain berhenti di sini Sa?" Tanya Ardan ya orang itu adalah Ardan yang juga ingin ke meja makan


" Emm..itu..kak bingung jalannya lewat mana ."Jawab Salsa pelan


"owh πŸ™‚... mau ke ruang makan kan ya udah bareng aja sekalian ." Ucap Ardan


"serius?" Tanya Salsa


"iya , yuk ." Ajak Ardan dan mereka pun berjalan beriringan menuju ruang makan setibanya disana Daniel dan Nyonya Nayra sudah datang


" maaf nunggu lama Bu ."Ucap Salsa


"nggk koq Sa..duduk disini samping Ibu ." Ucap Nyonya Nayra memberi tahu dimana Salsa akan duduk , perempuan itu pun mengangguk dan duduk di samping Salsa


" Anggap rumah sendiri aja Sa😊 jangan terlalu kaku ya ."Ucap Nyonya Nayra sambil mengelus rambut Salsa


"er...iya Bu ." Jawab Salsa berusaha bersikap netral walaupun susah , bagaimana tidak ia harus masuk ke kediaman keluarga super duper kaya namun rumit ini dan ia di perlakukan bak salah satu anggota keluarganya yang lebih parah mereka pernah terlibat masalah asmara πŸ˜–


Mereka pun mengambil makanan untuk diri masing masing seperlunya kemudian makan dengan tenang tanpa ada percakapan sama sekali semuanya fokus ke makanan di hadapan mereka masing masing


Setelah menghabiskan makanan mereka masing masing


" oh..ya Sa.. malam ini kamu nginep di sini ya pleaseπŸ™." Pinta Nyonya Nayra memelas


Salsa tercenggang dan bingung mau jawab apa


"T.tapi Bu ."


"please ya Sa... satu malam aja besok kamu udah boleh pulang ke rumah kamu , ya mau ya ." Pinta Nyonya Nayra membuat Salsa pasrah dan tak dapat menolak


" Baiklah Bu..Salsa mau ."Ucap Salsa tersenyum tipis , cuma satu malam jadi tenang toh tinggapnya di dalam rumah


"😊 makasih ya Sa ." Ucap Nyonya Nayra tersenyum bahagia karena permintaannya di turuti


" Iya Bu πŸ™‚."Jawab Salsa


" Mom...setelah ini aku pamit ke Rumah sakit dulu ya ."Ucap Daniel berpamitan


" ada pasien ?"Tanya Nyonya Nayra


"iya Mom ." Jawab Daniel


"ya udah hati hati ." Ucap Nyonya Nayra kemudian pria itu pamit keluar


"Kamu hari ini free Ar ?" Tanya Nyonya Nayra


"iya Bu ." Jawab Ardan


" ya udah jadi Kita ada temennya ."Ucap Nyonya Nayra


***


Sehabis makan siang Salsa pergi ke kolam renang yang ada di situ


Ia pun duduk di pinggir kolam renang dan mencelupkan kakinya


"seger πŸ˜ƒ." Ucap Salsa nyaman akan kondisi air tersebut jernih dan bersih


Ia pun menikmati suasana tersebut hingga Ardan datang menghampirinya


"kau disini rupanya ?" Ucap Ardan berdiri di samping Salsa


"iya , aku tertarik dengan bagian mashion yang ini , tempatnya luas dan indah ." Ucap Salsa memfokuskan pandangannya di sekitar kolam renang tersebut


" Iya kah ? aku baru sadar jika dekorasi nya sangat indah ."Ucap Ardan selama ia tinggal di mashion itu ia jarang berkeliling mashionnya jadi kurang memperhatikan kondisi sekitar


" Memang selama ini yang kak Ar perhatin apa koq baru nyadar πŸ˜‚."Ucap Salsa terkikik geli


" kamu ."Ucap Ardan membuat Salsa langsung diam


"apaan sih πŸ˜’." Ucap Salsa cemberut


"Tapi serius lho ." Ucap Ardan menerawangan sesuatu di masa depan


" yayaya ."Ucap Salsa pasrah saja


" Oh..ya saat ini kamu belum punya kekasih kah ?"Tanya Ardan


"πŸ˜‘ pertanyaan apa itu jelas jelas aku belum punya horang masih di kejar kejar kalian .Batin Salsa mendengus kesal


" Kepo banget ." Ucap Salsa


" Kalau belum..perjuangin orang yang lagi menantikan kamu walaupun nggk terlihat tapi dia tulus ."Ucap Ardan kemudian berlalu pergi


Salsa mencerna perkataan Ardan


"maksudnya dan siapa yang di maksud. " Tanya Salsa dalam hati ia berpikir apa yang di maksud Ardan dan inti dari perkataannya


" au akh ."Ucap Salsa bodo amat kemudian ia kembali menikmati segarnya air kolam tersebut walaupun perkataan Ardan masih tergiang di kepalanya


" Humm🀐."


*


" Ku harap kalian berbahagia πŸ€—." Ucapnya tersenyum tulus


..


Di rumah sakit


Daniel baru saja sampai di rumah sakit ia pun memakirkan mobilnya dan langsung masuk ke dalam menuju ruangannya


"Selamat Siang Dokter ." Sapa asisten pribadinya


"ya ."


" Bagaimana kondisi pasien yang ku tangani ?"Tanya Daniel sambil duduk di kursi kerjanya


" Sudah stabil Dokter dan hari ini siap untuk di operasi ."Ucap Asisten pribadi Daniel menjelaskan kondisi pasien yang di tangani Daniel hari ini


"oke...jam berapa operasinya ?" Tanya Daniel


"jam 2 Nanti Dokter ." Ucap nya


" lalu apa saja jadwalku hari ini ?"Tanya Daniel lagi


Sang asisten pun menjelaskan jadwal kegiatan Daniel satu hari penuh ini dengan sangat detail dan rinci


"Kau boleh pergi ." Ucap Daniel


"Baik dokter permisi ." Ucap nya pamit undur diri


Setelah asistennya pergi Daniel mengecek laporan keuangan di rumah sakit tersebut


Ia melihat dan membacanya dengan cermat dan teliti agar tak terjadi kesalahan dalam mengelolanya nanti


Daniel begitu fokus dengan berkas di hadapannya , tatapan mata yang lembut dan meneduhkan namun sikap dan ekspresi wajah yang dingin


Sangat mempesona dan menawan


**


Di rumah bukan berarti Ardan hanya bermalas malasan apalagi saat ini statusnya masih menyendiri maka ia pun bersantai sambil bekerja , mengerjakan hal hal yang ringan dan tak terlalu menguras otaknya seperti membaca beberapa hal tentang dunia bisnis yang menambah wawasannya agar lebih luas tentang dunia perbisnisan


" Oh...lumayan ."Ucapnya melanjutkan kegiatan membacanya


" Jadi...begini caranya bagus...dengan ini aku bisa dengan mudah menanganinya , Buku yang berguna ."Ucap Ardan tersenyum puas akan apa yang baru saja ia dapatkan


*Bersambung


Koq sifatnya kaya ketukar ya readers πŸ€”πŸ˜΅ gimana dong nih πŸ™ˆ