
Nyonya Nayra berjalan dan menuju sebuah ruangan dimana di situ Paman dan bibi Daniel berada yang tak lain adalah adik iparnya
Ia pun masuk dan menunduk sopan jika soal kekuasaan memang ia menang tapi soal kekeluargaan ia kalah besar
" Huh..sekarang publik sudah tau status kalian jadi kami tidak bisa lagi menutupinya dan memisahkan kalian , kamu boleh menemui Daniel sepuasnya tapi ingat sedikit saja kamu menyaikitinya baik lahir maupun batin maka kami tidak akan segan segan mengambilnya lagi ."Tegas Paman Daniel penuh penekanan dan ancaman yang serius
"saya tidak akan pernah menyaikiti putra saya sendiri ." Ucap Nyonya Nayra tegas dan penuh wibawa
" Karena tidak ada yang di bahas kami permisi ."Ucap Paman Daniel pergi di ikuti Bibi Daniel keduanya pergi meninggalkan tempat itu
Nyonya Nayra menghela nafas kemudian dia bangkit dari duduknya dan pergi pulang ke mashion mewahnya , karena hari ini adalah hari bahagia maka ia akan mengadakan acara makan malam bersama kedua putranya
momen istimewa yang tak pernah terlupakan sepanjang masa selama ia hidup di dunia ini , kebahagiaan yang tiada tara
2 Minggu kemudian
Hari ini Salsa terpaksa mengikuti kemauan dua tuan muda yang memaksanya untuk pergi keluar bersama
Kini ia tengah menunggu kedua pria itu di sebuah cafe sambil termenung , akhir-akhir ini dua pria itu semakin gencar memberi ia perhatian lebih yang menurut Salsa berlebihan sekali
Tak butuh waktu lama dua pria tampan itu datang memghampiri Salsa dengan beriringan
"Maaf membuatmu menunggu lama ." Ucap Ardan
"no problem ." Jawab Salsa singkat jelas dan padat
"yuk langsung pergi ke tempat tujuan ." Ucap Daniel mengajak keduanya agar segera berangkat
"ayo." Saut Salsa mereka pun berjalan beriringan dan memasuki mobil yang di tumpangi Ardan dan Daniel tadi saat berangkat ke situ
sebagai yang tertua maka Ardan lah yang bertugas menyupir alias memgendarai mobil sedangkan Daniel duduk di kursi depan dan Salsa di belakang sendiri
"memangnya kita mau kemana ?" Tanya Salsa pada kedua pria itu
"Jalan jalan ke suatu tempat yang menyenangkan ." Ucap Daniel
"oh.." Salsa mengangguk paham dan diam tanpa mau bertanya apapun itu
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang kini mereka telah tiba di sebuah tempat bermain π
"kesini?π kirain mau kemana ." Batin Salsa
"yuk masuk ." Ajak Ardan mereka memasuki area tempat bermain itu namun bukan ke situ melainkan memasuki sebuah bangunan , mereka mendapatkan sebuah pelayanan yang baik
Di sepanjang jalan Salsa memgamati sekitar
"cukup indah." Gumam Salsa lirih tempat itu nampak sepi namun menenangkan hati
ceklek...
Mereka memasuki sebuah ruangan dan terlihatlah sebuah pemandangan yang langsung menghadap ke pegunungan
"wow..memang disini ada pegunungan ?" Tanya Salsa ia sungguh takjub dengan pemandangan yang ada sungguh indah dan seperti nyata
"entah ." Saut Daniel yang memang tak tau sedangkan Ardan hanya diam tak menyaut
"ow π―." Salsa pun duduk di sebuah tempat yang di sediakan di situ terdapat beberapa kue dan teh tempatnya berdesain ala ala kerjaan ππ
"seperti berada di kerjaan , astaga ku tak menyangka jika di sekitar tempat bermain ada bangunan seperti ini sungguh menakjubkan ." Puji Salsa dalam hati ia berdecak kagum akan dekorasi dan desain bagunan ini
"Apa kau tak pernah ke tempat seperti ini sebelumnya?" Tanya Daniel yang diam diam memperhatikan ekspresi Salsa dari tadi
Salsa hanya mengangguk dengan cepat sebagai jawabannya atas pertanyaan yang Daniel lontarkan
"pantas saja ." Ucap Daniel tersenyum tipis
"Silahkan dinikmati ." Ucap Daniel menuangkan teh ke cangkir yang di sediakan dan meneguknya
aromanya dan rasanya sangat nikmat
"minumlah ini enak ." Ucap Daniel sambil menikmati teh tersebut dan memandang pemandangan alam yang ada
" oh ya ."Salsa pun ikut mengambil teh dan meminumnya nya
"hmm..benar benar enak beda dengan teh yang biasanya ." Puji Salsa akan citarasa teh tersebut
"Cobalah ini enak lho kak ." Ucap Salsa mengajak Ardan untuk ikut minum teh bersama
"Aku sedang tidak berselera ." Jawab Ardan singkat , dia tidak terlalu suka minum teh
"Cobain lah kak rugi lho kalau gk nyobain ." Ucap Salsa yang masih membujuk Ardan untuk mau ikut minum teh bersama
"tidak terima kasih Sa." Tolak Ardan
π’
Daniel nampak memperhatikan mereka dengan tampang seperti teraniaya
"ayolah kak sedikit saja ." Ucap Salsa memohon agar Ardan mau ia memasang wajah imut
"please.." Pinta Salsaπ
"Minum ya ." Ucap Salsa
"hmm ." Ardan pun meraihnya dan meneguknya
"enak kan ?" Tanya Salsa
"ukhuuk...uhuuukk ." Daniel keselek saat sedang minum
"eh ." Ardan dan Salsa menoleh
"aduh bang hati hati dong ." Omel Salsa dan membantu Daniel ia memberikan pria itu air putih
" Udah baikkan kan ?"Tanya Salsa dengan raut wajah khawatir
"iya ." Ucap Daniel tersenyum tipis
Dalam hati Ardan tengah tertawa karena ia tau apa penyebab Daniel adiknya keselek yang tak lain adalah adegan dimana Salsa membujuknya tadi , oohh sungguh kasihan sekali pria itu ππ
"Sialan lo hyung π¬ ." Batin Daniel kesal tapi tetap berusaha tersenyum
"beneran nggk ada yang sakit lagi ." Tanya Salsa memastikan
"iya Sa udah sembuh koq nggk ada yang sakit ." Jawab Daniel sambil tersenyum kepada Salsa
"syukurlah kalau gitu lain kali hati hati bang jangan sampai keselek lagi minumnya pelan pelan aja ." Ucap Salsa menceramahi kecerobohan Daniel tadi agar lebih hati hati
"Iya aku ngerti koq ." Ucap Daniel
"π ya udah yuk lanjut lagi ." Ucap Salsa tersenyum manis semanis madu π
...
...
Setelah seharian menghabiskan waktu bertiga dan terus bersama kini petang sudah menyapa , maka dengan itu semuanya pulang ke tempat masing masing
"hah...badanku pegal sekali Ya tuhan ." Ucap Salsa merenggangkan otot otot badannya yang pegal karena beraktivitas seharian tanpa istirahat
Setelah melepas aksesorisnya Salsa pun pergi mandi , perempuan itu berendam di dalam bathup yang terisi air hangat
"hmm...nyaman sekali." Ucap Salsa menikmati hangatnya air tersebut membuat ia tenang dan nyaman
Setelah cukup lama berendam Salsa pun segera ganti baju dengan baju tidur dan bergegas tidur karena hati telah malam
"Sekarang waktunya tidur semoga mimpi indah ." Ucap Salsa kemudian merebahkan tubuhnya dan menyelimutinya
Salsa pun memejamkan matanya dan perlahan lahan mulai memasuki alam mimpi yang penuh dengan imajinasi dan haluan semata
..
Malam ini Daniel dan Ardan tinggal di mashion milik Nyonya Nayra
"Baru pulang?" Tanya Nyonya Nayra pada kedua putranya
"Iya mom ." Saut keduanya serempak
"habis senang senang nih kelihatannya, ya udah kalian istirahat sana pasti capek ." Ucap Nyonya Nayra lembut
"iya mommy ." Keduanya pun pergi ke kamar masing masing yang jaraknya tak jauh dan bergegas membersihkan diri
****bersambung
Jangan lupa like , komen , vote , rate and gift ya Readers buat dukung author selalu π***