
Setelah kepergian para office boy kini tinggallah Ardan dan Daniel di ruangan tersebut
" Kenapa kau datang kesini ?"Tanya Ardan
" Tanpa ada tujuan hanya ingin saja ."Jawab Daniel jujur apa adanya
"Owh..tumben sekali ." Ucap Ardan karena tak biasanya kembarannya itu datang ke perusahaannya tanpa ada alasan penting
" Memangnya tak boleh ?"Tanya Daniel
"bukan tak boleh heran saja ." Ucap Ardan beranjak dari sofa dan duduk di kursi kebesarannya
" Serah kau lah ."Ucap Daniel malas berdebat dan merebahkan tubuhnya sofa
"Apa kau tidak ada pekerjaan lain , bukan kah kau sedang sibuk di rumah sakit ?" Tanya Ardan
" Sudah selesai , aku ingin istirahat jangan ganggu !" Ucap Daniel tak mau di ganggu
"hmm ." Ardan pun membiarkan Daniel bersikap semaunya dan ia pun kembali mengurusi pekerjaannya tanpa menganggu pria itu
Beberapa saat kemudian
tok...tok...tok
" Permisi Tuan..rapat akan segera di mulai ."Ucap Pak Dio sambil melirik Daniel sekilas
"Oke ..." Ucap Ardan bangkit dari duduknya dan keluar bersama dengan Pak Dio meninggalkan Daniel sendirian di situ
***
Hidup tanpa masalah memang terasa hambar tapi jika terlalu banyak masalah itu tak menyenangkan , semua orang pasti ingin hidup tenang tapi tak semua kehidupan yang tenang itu akan berakhir bahagia
Lika liku kehidupan yang rumit itulah yang membuat seseorang merasa hidupnya berarti dan merasakan dunia manusia yang sebenarnya
" Hidupku terasa hambar apa aku bikin masalah aja kali ya ." Ucap Salsa berfikir sambil membaca sebuah majalah di genggamannya , memang ia rasa hidupnya hanya begini begitu saja tanpa ada yang istimewah
" Au akh...bingung malahan mau gimana mending jalanin sealurnya aja dari pada motong jalan ."Ucap Salsa menutup majalahnya dan meletakkannya di meja lalu perempuan itu bergegas pergi makan siang
**
Tak terasa kini waktu telah berlalu dengan sangat cepat tak terasa pun kini umur telah semakin tua
Waktu telah menelan semuanya dengan cepat dan ringkas tanpa meninggalkan celah sedikit pun
Sebuah acara yang lumayan megah telah terlangsungkan dengan lancar
Seseorang berdiri di atas panggung dengan senyuman yang manis menghiasi wajahnya yang cantik
Sebuah gaun mewah telah melekat di tubuhnya yang begitu sexy dan menawan
" Selamat ulang tahun sayang ." Ucap Aunty Sarah memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Salsa yang berumur 24 Tahun
" Kau sudah besar nak...semoga Tuhan selalu melindungimu ."Ucap Aunty Sarah tersenyum bahagia
" Makasih Aunty ."Jawab Salsa pelan ia tak menyangka akan merayakan hari kelahirannya dan di hadiri banyak orang setelah tahun tahun sebelumnya hari special ini ia lewati tanpa ada kenangan di dalamnya
" Selamat hari jadi Sa..semoga kau menjadi lebih dewasa dan selalu dalam lindungan tuhan ." Ucap Uncle Jhon
" Iya Uncle ." Ucap Salsa
Setelah mendapat ucapan selamat tahun dari kedua Uncle dan Aunt nya kini Sang Nyonya Nayra mendakatinya dan memberikan ucapan kepadanya
Setelah itu pun mereka malakukan potong kue
1....2...3
Setelah mengabadikan moments tersebut Salsa memotong kue menjadi lebih kecil dan memberikan suapan pertama kepada Aunt nya kemudian Uncle Jhon dan Nyonya Nayra
Setelah ketiga orang tua itu terdengar suara tepuk tangan dan meminta Salsa memberikan suapan keempat kepada sang kekasih
"Ayo Sa..lakukanlah ." Bisik Aunty Sarah , Salsa menggeleng karena ia malu untuk melakukannya
" Ayo dong Sa..nggk papa sayang ." Bisik Aunty Sarah lagi membuat Salsa terpaksa melakukannya
" mana yang mau di suapin ?"Tanya Salsa dalam hati karena pria yang ia nantikan tidak ada di atas podium
" Ish...nggk peka deh ."Gumam Salsa menggerutu ya kali ia harus datang dan menghampirinya di tengah tengah kerumunan
Mau manggil juga nggk enak...padahal orang yang di tuju tengah menatapnya dengan senyuman dan tatapan mata yang sulit di artikan seolah olah berkata agar Salsa menghampirinya
Manja nya orang ini
"nggk mau Aunty ." Balas Salsa dengan berbisik juga
Para hadirin pun semakin bersemangat untuk menantikan moments itu
"ikh..dasar.." Gumam Salsa kesal ia pun turun dari panggung dan berjalan menghampiri oria itu
Tentu saja hal itu menjadi pusat utama semua orang , dengan menahan malu karena tak percaya diri
Salsa pun mempercepat langkahnya dan kini tibalah ia di depan pria itu
Memiliki selisih tinggi yang cukup banyak membuat Salsa dapat melihat pria itu tersenyum dan sengaja melakukannya
" Jan marah baby ." Ucap nya sambil memgelus pipi mulus Salsa dengan lembut dan tatapan yang penuh cinta
" Senyum doang." Bisiknya dengan lembut dan tersenyum manis membuat Salsa kembali tersenyum apalagi saat mendapat sentuhan lembut darinya
" Ayo ikh ." Ucap Salsa malu dan segera menarik pria itu untuk naik ke atas panggung
" Iya iya 😂."Ucapnya gemas melihat ekspresi Salsa yang imut
Mereka pun berjalan dengan serasi dan menuju atas panggung
" Wowww...prok...prok...prok ."
Terdengar suara tepukan tangan di saat Salsa telah menyuapkan sepotong kue ke orang di hadapannya itu
" Kyaaa...."
Detik...demi detik...pun berlalu kini acara satu persatu telah usai dengan lancar tanpa ada halangan
Para undangan pun juga telah mulai meninggalkan acara nya
Kini Salsa tengah duduk di sebuah kursi sendiri ia menselonjorkan kakinya yang pegal karena berdiri terus dari tadi
Tiba tiba ada yang menutup matanya dari belakang menggunakan tangan nya yang kekar
" Ish..apaain sih lepasin !"Ucap Salsa dengan nada kesal namun seulas tersenyum nampak di wajahnya
" hehe ." Orang itu tertawa pelan kemudian melepaskan tangannya dan beralih duduk di samping Salsa
"udah bisa nebak ya ." Tanya nya kepada Salsa
" ya iyalah , kan kita dah berhubungan cukup lama ."Ucap Salsa sambil menyenderkan kepalanya di pundak pria itu
" manja deh sekarang ." Ucap Pria itu
"nggk papa lah manja sama kekasih sendiri nggk ada yang larang ." Ucap Salsa
" Ish...makin gemes deh sama kamu Sa. " Ucap Pria itu mencubit pipi Salsa dengan gemas
" ikh...jangan gitu lah kak ." Ucap Salsa cemberut dan menghentikan tangan nakal kekasihnya itu
"hihi...habisnya kamu itu imut..gemesin tau nggk ." Ucap Pria itu
"lebih gemesin kamu tau dari pada aku ." Ucap Salsa yang mencubit pipi kekasihnya dengan gemas
"uyuyu imut deh ." Ucap Salsa tersenyum senang dapat menguyel nguyel pipi kekasihnya
" udah lah yank..jangan di cubitin terus nanti kalau tembeb gimana 😣." Ucapnya dengan nada manja
" nggk papa tembeb yang penting aku suka , malah makin suka xixi ." Ucap Salsa tertawa
" Ikh..kamu mah nakal ." Ucapnya dengan nada kesal
" hahaha..aku nggk nakal cayank..mana berani aku nakal di depan cintaku ini..bisa bisa di tinggal nikah duluan nanti aku ." Ucap Salsa
Muachhh
Pria itu mencium pipi Salsa dengan gemas
" Miss you ."
"Miss You Too ."
.
****Bersambung
😳 koq gini readers*** ?