
brakkkk
Ardan memggebrak meja , terlihat jelas guratan kemarah di wajahnya
" Apa kamu sudah bosan hidup hah...!" Bentak Ardan
" Apa kamu ingin membunuh atasanmu." Geram Ardan
" M..aaaf Tuan..sa..ya tidak tau jika minuman itu tertukar ." Ucapnya gemeteran karena takut akan amarah Ardan
" Maafmu tidak berguna , baru seminggu masuk kerja saja sudah membuat onar bagaimana jika sebulan !" Ucap Ardan dengan penuh amarah
" Sekali lagi saya minta maaf Tuan ." Ucapnya menunduk dan mengantupkan kedua tangannya
" Pergi...kali ini kamu saya beri kesempatan tapi jika lain kali .😡" Ardan menatap tajam orang itu , setelah mendapat maaf orang itu langsung pergi karena sayang nyawa
Setelah kepergian orang itu yang tak lain adalah sekertaris sementaranya , Ardan menuju kamar di ruangan tersebut
ia mengambil kursi dan duduk di samping ranjang dimana Salsa tengah terbaring
" Maaf karena keteledoranku kamu jadi seperti ini lagi 😢." Ucap Ardan yang merasa bersalah ia menggenggam erat telapak tangan Salsa
" Cepatlah sadar.. jangan membuatku panik seperti tadi ." Ucap Ardan lirih ia memandangi wajah perempuan yang begitu pucat tersebut , bagaimana ia tidak panik
sebelumnya saja wajahnya normal normal saja tapi dalam beberapa saat langsung berubah drastis jadi pucat dan ia juga tau akibat dari hal tadi
Ardan mengelus rambut Salsa dengan penuh kelembutan
" Apa aku bawa dia pulang saja dari pada disini , jika di rumahnya mungkin dia bisa lebih istirahat dengan tenang ." Gumam Ardan sambil berfikir hingga akhirnya pun ia memutuskan untuk membawa Salsa pulang
Ardan menelefon Pak Dio dan memberitahu jika ia akan pulang duluan dan tidak akan kembali untuk hari ini , dan juga Ardan menyuruh Pak Dio untuk menyiapkan mobilnya , Pak Dio pun mematuhi perintah bossnya ia segera melaksanakan tigasnya tersebut
Ardan pun mengangkat tubuh Salsa ala bridal style , ia menggendongnya dan membawanya keluar dengan hati hati , di bantu Pak Dio yang membawa tas Salsa juga yang bertugas membuka lift
Ardan memeperhatikan perempuan itu yang masih pingsan , keadaannya sudah tak sepucat tadi tapi tetap saja mengkhawatirkan
Setibanya di lantai dasar Ardan berjalan keluar kantor tak sedikit karyawan yang berbisik bisik
karena bingung dan penasaran
" Eh bukannya itu perempuan tadi kenapa bisa di gendong Tuan Muda." Ucap Si Q
" Kelihatannya pingsan deh ." Ucap Si U
" Kenapa ya ? koq aneh banget sampai di gendong sama si Boss ." Ucap Si O
" Wah kenapa tuh ya ." Ucap Si G
Dan banyak lagi pemikiran para karyawan yang tentunya berbeda beda
Karena banyak karyawan yang menghentikan pekerjaan mereka di tengah jalan karena melihat Sang Boss menggendong perempuan sontak Pak Dio memberikan mereka semua tatapan tajam dan memerintah untuk melanjutkan pekerjaan masing masing tanpa banyak bergosip tidak penting
Sampai di depan mobil Pak Dio membukakan pintu lalu Ardan meletakkan Salsa di bangku depan dan memasang tali pengaman setelah itu ia langsung menuju posisi kemudi
setelah memberikan tugas kantor pada Pak Dio Ardan langsung melesat pergi , hari sudah menunjukkan pukul 11 dan cuaca hari sangat panas
Siang ini ia terkena kemacetan karena ada kericuhan , Ardan berdecak kesal
" shitt..! apa yang mereka lakukan ! apa tidak tau ada yang darurat disini ." Geram Ardan ia menekan bel berulang ulang membuat pengemudi lain yang merasa terganggu menoleh ke arahnya dan ada juga yang memaki
Cukup lama kemacetan terjadi hingga akhirnya jalanan kembali lancar , Ardan pun melajukan mobilnya ke apartemen 123
Setibanya di sana ia segera membawa Salsa menuju kamar Salsa , ia tau pin pintu kamar tersebut jadi ia tak harus pikir pusing
Setelah masuk ke dalam Ardan membaringkan Salsa di kasur kamar Salsa ia membaringkan Salsa dengan pelan dan penuh kehati hatian dan juga kelembutan setelah itu Ardan merapikan posisi Salsa dan tempat tidurnya
" hah..." Ardan menghela nafas ia mendudukkan tubuhnya di sofa dan melepas jas kerjanya
Ardan duduk tenang di situ , perhatiannya tak pernah teralihkan dari perempuan di hadapannya itu
" Kapan sadarnya sudah 2 jam ia pingsan ." Ucap Ardan ia takut jika terjadi hal serius dengan Salsa akibat salah konsumsi tadi
Sedikit informasi
Salsa dari dulu alergi akan kacang- kacangan baik apapun itu jika memakannya ia akan merasakan sesak didada , pusing di kepala dan hidungnya mengeluarkan darah
Hal itu akan bereaksi setelah 2 menit ia mengonsumi jenis tersebut perubahannya juga drastis , jika parah maka ia bisa pingsan sampai satu hari atau bahkan lebih
Selain itu Tubuh Salsa juga tidak bisa menerima beberapa jenis sayuran dan alkohol jika ia sampai memakan atau meminum itu maka ia akan mual dan juga pusing yang amatlah sakit
Maka dari itu Salsa tidak pernah menyentuh alkohol sedikitpun , walaupun ia minum wine atau hal sejenisnya ia akan mencari yang tidak mengandung alkohol atau dengan kadar alkohol terendah
Tapi sebisa mungkin ia akan menghindari hal tersebut karena tidak ingin menyakiti dirinya sendiri
Lanjut ke cerita...
Ardan masih setia menunggu Salsa tersadar dari pingsannya ia terus menjaga Salsa yang masih pingsan dan tidak beralih dari kamar tersebut
Karena merasa Salsa tak kunjung bangun juga akhirnya Ardan menelefon Daniel
Tak butuh waktu lama telefon tersambung
" Kapan dia akan bangun kenapa sampai sekarang belum sadar juga...apa ada hal serius yang terjadi dan tidak kau ketahui ." Tanya Ardan berturut turut
" 😒 sabarlah apa lo pikir melawan rasa sakit itu mudah , katanya sudah tau semua tentangnya tapi hal begini saja tidak tau ." Ucap Daniel mengomei Ardan
" Hei...ini tidak ada sangkut pautnya dengan diriku..." Kesal Ardan ia berbicara menjauh dari Salsa karena takut menganggu
" Sama saja toh...dia dulu pernah seperti itu dan kau tau itu tapi kenapa seolah olah baru pertama kali ." Ucap Daniel
" Huh..bertanya denganmu seperti bertanya pada patung tidak nyaut ." Kesal Ardan dan memutuskan sambunga. telefon ia berdecak kesal sudah khawatir di bikin kesal pulang
pening di kepala memikirkan hal ini
.
****Bersambung
😘 jangan lupa like komen dan vote ya guys juga gift nya biar author tambah semangat untuk update dan doain semoga karya ini cepat lulus kontrak 😊***