Terjebak Cinta 2 Tuan Muda

Terjebak Cinta 2 Tuan Muda
Episode 86


Mereka kini telah di ruang tamu dan Salsa membereskan bekas makanan tadi hingga bersih dan rapi


Salsa pun duduk dan tiba tiba Daniel merebahkan dirinya dan menjadikan paha Salsa sebagai bantalan


"pinjem bentar ya ." Ucap Daniel dan Salsa mengangguk sebagai jawaban


Salsa pun menyalakan tv dan mereka menonton bersama , kali ini Daniel bersikap sangat manja pada Salsa


seperti anak kepada Ibunya ๐Ÿ˜‚


" ikh...Bang gerak mulu napa ."Ucap Daniel karena tak bisa diam


"hehe...maaf Eomma ." Ucap Daniel bak anak kecil


"apaan eomma eomma aku bukan Ibumu ." Ucap Salsa protes


" ya udah deh ganti Chagiya ."Ucap Daniel seketika membuat Salsa diam dan salah tingkah


" apaan sih ."Ucap Salsa


" aduh...malu ya ."Ucap Daniel menggoda Salsa


"enggak udah diem ." Ucap Salsa yang semakin salah tingkah ia pun segera mengalihkan pandangannya ke arah lain


" haha oke aku diam ๐Ÿ˜‚."Ucap Daniel tutup mulut


Hening...


Tercipta keheningan yang cukup lama hingga Salsa kembali bertanya


" btw kenapa abang..kesini ?"Tanya Salsa dari tadi sibuk ribut mulu sampai lupa tidak menanyakan alasan Daniel ke situ


" emm..mau main...bosen sendiri di rumah ." Ucap Daniel


"tapi kenapa ke rumah perempuan kenapa nggk main sama teman cowok nya aja ?" Tanya Salsa


"pengennya sama kamu ." Ucap Daniel


" ish.."๐Ÿ™ˆ


" Kalau lagi nggk ada kerjaan abang sukanya ngapain ?"Tanya Salsa


"tidur malas malasan mungkin ." Jawab Daniel membuat Salsa mengeryit


" ketahuan deh kalau mager banget ." Ucap Salsa geleng geleng kepala


" Takdir tak dapat di hindari ." Ucap Daniel


" Aneh..."Ucap Salsa geleng geleng kepala dengan pria satu ini dingin di luar manis di dalam dan mageran


" Oh ya abang bisa nyanyi nggk ?"Tanya Salsa


" hmm..bisa lah dikit dikit ." Ucap Daniel


" ya udah nyanyi gih buat aku ."Ucap Salsa antusias


"yakin mau denger ?" Tanya Daniel bangkit dadi tidurnya dan duduk


"iya ." Jawab Salsa


"oke ." Ucap Daniel ambil posisi


" 1 2 3 ." Salsa pun pasang telinga dan bersiap siap mendengarkan suara Daniel saat menyanyi


Daechwita daechwita ja ullyeora daechwita


Daechwita daechwita ja ullyeora daechwita


Daechwita daechwita ja ullyeora daechwita


Daechwita daechwita jaโ€…ullyeoraโ€…daechwita


dst....


Daniel menyanyikan lagu berjudul Daechwita tersebut dengan bersungguh sungguh


Kini satu lagu telah ia nyanyikan hingga akhir


" Tentu dong aku gitu loh ."Ucap Daniel sombong


"dih..nyesel aku muji abang ๐Ÿ˜’." Ucap Salsa


" hehe.."Daniel cengengesan kemudian mereka kembali ke posisi awal


**


"Bang ." Panggil Salsa pelan


"kenapa ?" Tanya Daniel


"laper ." Ucap Salsa


" Belum makan dari tadi , jangan belum belum sarapan apapun ?"Tanya Daniel menyelidik dan Salsa menggangguk


" astaga Sa..jangan di ulangi lah kalau sakit gimana ya udah kamu tunggu di sini biar Chef Daniel masak dulu ."Ucap Daniel beranjak dari duduk nya menuju dapur


"emang bisa masak ?" Tanya Salsa tak percaya


"bisalah apasih yang nggk aku bisa ." Ucap Daniel dengan sombongnya


"kumat lagi ." Batin Salsa tepuk jidat ia pun duduk di meja makan lebih tepatnya di kursinya bukan mejanya ya


Salsa memandangi Daniel yang sibuk berkutat dengan bahan makan dan alat alat dapur ia memperhatikannya dengan sangat intens tak percaya jika pria itu ahli dalam urusan dapur suami idaman deh ๐Ÿ˜ pengen author karungin jadinya


Setelah kurang lebih 30 menit kini Daniel telah menyelesaikan kegiatannya ia pun membawa kan beberapa hidangan di meja makan dan menatanya dengan rapi


" wow kelihatannya enak nih bang ."Ucap Salsa yang begitu berselera sast melihat penampilan makanan di hadapannya


"tentu saja rasa dan khasiat nya sudah di jamin." Ucap Daniel


"Makasih bang sory dah ngrepotin ." Ucap Salsa


"no problem santai aja ." Ucap Daniel mereka pun menikmati masakan Daniel dan ya rasanya luamayan lah , walaupun bagi pecinta masakan yang begitu menyukai masakan yang ini itunya banyak agak aneh tapi wajar saja dia dokter jadi takarannya di buat pas agar seimbang dan baik untuk tubuh ๐Ÿ˜Ž


Setelah selesai sarapan di jam makan siang mereka mencuci bekas makanan tersebut bersama sama dengan hati riang gembira


" Oke..selesai ."Ucap Salsa mengelap tangannya yang basah


" ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya Sa.."Ucap Daniel bersiap untuk pulang


"lah dah mau pulang aja bang ." Ucap Salsa ada rasa tak rela di hatinya


" iya Sa. dah siang soalnya nggk enak juga masa seharian di dalam rumah terus sama cewek apa kata orang coba ."Ucap Daniel membuat Salsa tersadar


"oh iya ya dari tadi jadi๐Ÿ˜ฑ gue berduaan hampir seharian sams cowok nih ." Batin Salsa terkejut karena baru menyadarinya


" ya udah deh bang hati hati ."Ucap Salsa mengantarkan Daniel sampai depan pintu dan melambaikan tangannya , pria itu pun membalas dan perlahan lahan mulai berlalu pergi hilang dari pandangannya


Setelah itu Salsa masuk kembali ke rumah


"hah..nggk kerasa dah siang dan tadi berduaan mulu ๐Ÿ˜— ." Ucap Salsa kini beranjak ke kamarnya ia bahkan lupa belum mengecek email apakah ada pesan dari Yuna tentang pekerjaan dan setelah ia lihat ternyata ada banyak sekali pesan yang berkaitan tentang pekerjaan


Salsa menepuk jidatnya kemudian ia segera membuka satu persatu pesan tersebut dan mengerjakan semua tugas yang di berikan oleh Yuna kepadanya


Siang itu ia habiskan untuk bekerja mengerjakan pekerjaan yang lumayan banyak membuat ia harus menguras tenaga dan membutuhkan waktu yang tak sedikit


Pukul 2 siang ia telah menyelesaikan semuanya dan segera membereskan beberapa berkas yang ia pakai tadi ke tempat semula dan menatanya ulang


Setelah semuanya rapi Salsa pun merebahkandirinya di sofa


" mandi dulu deh gerah dahan ."Ucap Salsa beranjak ke kamar mandi dan ia pun berendam terlebih dahulu untuk menyegarkan tubuhnya setelah 20 menit berendam ia kemudian memutuskan untuk mandi dan berganti baju setelahnya


Kini ia sudah nampak segar dan lebih fresh , maka dari itu pun Salsa memilih untuk duduk santai sambil memperbaiki kukunya ia mengecat ulang kukunya agar lebih cantik


"wow warna ini cantik ." Ucap Salsa tersenyum senang


Hari ini ia habiskan dengan bersenang senang tanpa ada beban yang menghalang walaupun ada rasa takut dan amarah tapi itu adalah bumbu komplit hidup bahagia tanpa ada masalah hidup itu akan terasa hambar


Malam telah menyapa Salsa pun ambil posisi untuk tidur dan mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena sibuk beraktivitas seharian penuh


Ia pun memejamkan matanya dan berharap bisa mimpi indah dan juga bisa bertemu dengannya dalam mimpinya malam ini agar ia bisa tidur nyenyak di temani seseorang walau hanya dalam mimpi semata


*Bersambung