
***Yuhuu dah sampai episode segini lho tapi koq yang baca cuma dikit π bantu promosiin dong readers biar nih novel banyak yang baca , nggk maksa sih π
Next aja ya π
ππππππππππππππ***
Setelah mematikan sambungan telefon dari Daniel ia menuju sofa sambil melihat ke arah Salsa " kenapa dia lama sekali pingsannya ." Gumam Ardan
" Huh ." Ardan merebahkan tubuhnya di sofa dan diam diri , rasa kantuk pun mulai menyerangnya membuat ia terlelap
........
Tak terasa kini jam sudah menunjukkan pukul 4 sore Ardan terbangun dari tidurnya 2 jam yang lalu
" Haish sudah jam segini dia tidur apa pingsan sih ." Heran Ardan mau ganggu tapi takut karena jika diganggu di saat pingsan karena itu maka keadaan Salsa akan memburuk di kemudian waktu
Ardan pun kembali duduk tapi setelah di rasa duduk terus membuatnya bosan ia pun berdiri dan mondar mandir di samping ranjang Salsaπππ
" Cepatlah bangun Sa." Gumam Ardan π¬ yang sedikit tak sabaran ini baru pertama kalinya ia menjalani hal seperti ini
" Ish.." Ardan menendang meja di sampingnya dan itu menimbulkan suara yang lumayan keras
" Ups.." Ucap Ardan yang terkejut sendiri karena ia telah membuat suara kegaduhan
" haish...π¬ ngapain bunyi sih ." Geram Ardan yang jadi marah marah tak jelas untuk tidak ada yang jatuh
" ughh kakiku ." Keluhnya karena kakinya sedikit sakit akibat menendang meja tersebut
" emm..." Salsa mengerjap erjapkan matanya ia perlahan lahan mulai sadar
" eh." Ardan kaget ia pun segera mendekati Salsa
" Kamu udah bangun ?" Tanya Ardan , Salsa mengangguk dan berusaha untuk duduk, Peka Ardan pun membantu Salsa duduk
Kepala Salsa masih sedikit pusing
" Apa masih sakit, atau butuh sesuatu ." Tanya Ardan
" Tidak ." Ucap Salsa singkat
" Jam berap ini ?" Tanya Salsa sambil memperhatikan sekeliling
" Jam 4 , ini ada di kamarmu ." Jawab Ardan
" hah?.. kenapa aku bisa ada disini bukankah tadi di kantor?" Heran Salsa
" Tentu saja aku membawamu nona ." Jawab Ardan
" jadi...dan apa kakak gk pulang dari tadi ?" Tanya Ardan
" emm ."
" Maaf kak udah ngrepotin ." Ucap Salsa tak enak hati karena telah merepotkan Ardan
" Jangan berkata seperti itu ini sudah tugasku dan maaf karena keteledoranku tadi kamu jadi seperti ini ." Ucap Ardan tulus
" π iya ." Jawab Salsa
" Apa benar tidak ada yang sakit lagi?" Tanya Ardan memastikan
" Hanya kepalaku sedikit pusing ." Ucap Salsa jujur apa adanya
" apa mau ku panggilkan dokter ?" Tawar Ardan
" Tidak usah kak..aku sudah baikkan ." Ucap Salsa
" Serius?" Tanya Ardan Salsa pun mengangguk yakin
" Ya sudah kalau begitu ." Ucap Ardan
" Kau mau makan apa biar aku pesankan ." Tanya Ardan
Salsa menggeleng
" Aku sedang tidak ingin makan kak ." Ucap Salsa
" Tapi kamu belum makan dari tadi siang Sa..dan kamu butuh nutrisi ." Ucap Ardan
" Baiklah ." Salsa pasrah
" π mau makan apa ?" Tanya Ardan
" Terserah kakak saja yang penting bisa dimakan ." Ucap Salsa
" Apa mau sesuatu ." Tanya Ardan
" Aku haus ." Lirih Salsa
" oke..tunggu disini ." Ardan pun pergi mengambil minum untuk Salsa , ia melayani Salsa dengan penuh kelembutan dan kesabaran
Selesai mengambil minum Ardan memberikannya pada Salsa
" Makasih ." Ucap Salsa setelah selesai minum
" hmm ."
Tak Lama kemudian pesanan datang Ardan pun mengambilnya dan menaruhnya di meja ia hanya memesan satu porsi untuk Salsa
Ardan pun hendak menyuapi Salsa tapi Salsa menolaknya
" Biar aku sendiri kak..aku bisa melakukannya ." Ucap Salsa
" Biar aku saja..kau harus istirahat biar cepat sembuh ." Ucap Ardan menolak permintaan Salsa
" π."
Ardan pun mulai menyuapi Salsa dengan telaten dan berhati hati setelah selesai menyuapi Salsa ia menaruhnya di dapur kemudian kembali lagi ke kamar
" Kakak udah makan kah?" Tanya Salsa
" kamu tidak perlu tau ." Ucap Ardan dengan ketus membuat Salsa memanyunkan bibirnya π
Hening....
" Kakak pulang saja ini sudah petang lagian aku sudah sudah baikkan dan bisa melakukan semuanya sendiri ." Ucap Salsa dengan lembut
" Jika aku mau pulang aku akan pulang tidak usah di atur ." Ucap Ardan
" Hish π." Salsa menunduk dan cemberut
....
" Kalau dia ada disini gimana aku mau ganti baju coba , Ya Tuhan π«." Gumam Salsa lirih selirih lirihnya ia jadi tidak leluasa jika ada orang lain di kamar nya
" Aku pamit pulang dulu kamu tidak apa apa kan di tinggal ?" Tanya Ardan
" Aku tidak apa apa kak, makasih udah mau rawat aku ." Ucap Salsaπ
" Iya..kalau gitu byee jika ada apa apa hubungi aku cepat ." Ucap Ardan berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut
Ardan pun pergi ke rumahnya
Di Apartemen Salsa
" huh..." Salsa menghela nafasnya panjang panjang ia pun berdiri walaupun masih lemas dan menuju kamar mandi
Di kamar mandi
Salsa mencuci wajahnya dengan air rasanya mau mandi tapi lemas jadi Salsa memutuskan untuk ganti baju saja ia berjalan menuju ruang ganti dan berganti baju
selesai berganti baju Salsa duduk di ranjang ia memijit pelipisnya yang sedikit pusing padahal tadi sudah mendingan
" Ughh ." Rintihnya
tes...
Salsa merasa ada sesuatu benda cair yang mengalir di hidungnya ia pun mengelapnya dan terkejut
" D..darah ." Ucapnya sedikit gemeteran dengan segera Salsa berlari ke kamar mandi dan mengusap darah yang mengalir di hidungnya
berkali kali ia berusaha memghentikannya tapi tetap saja susah dan terus mengalir
" Ku mohon berhentilah ." Batin Salsa ,keringat dingin mulai keluar tubuh Salsa pun bergetar
" Berhentilah ." Ucap Salsa ia berusaha susah payah menghentikannya tapi sangatlah susah
pandangannya juga mulai samar samar , kepalanya terus berputar membuat Salsa perlahan lahan mulai kehilangan kesadaran dan brukk....
***Bersambung
Author: Author yakin disini pasti ada yang mikir gini , katanya Ardan itu orangnya dingin cuek gk suka sama perempuan tapi koq sama Salsa lembut banget jadi gini ya , kan Ardan itu anaknya penurut sama Ibunya jadi dia bakalan nurut sama apapun yang di perintah Ibunya dan secuek cueknya ia sama seseorang Ardan tetep punya hati nurani dia tau dimana waktunya dia berbuat cuek atau tidak
π**