Terjebak Cinta 2 Tuan Muda

Terjebak Cinta 2 Tuan Muda
Episode 56


Kegiatan malam ini cukup menguras tenaga sesampainya di apartemennya Salsa langsung merebahkan dirinya di ranjang , ia tersenyum malu bayangan setiap detik kejadian tadi terus terlintas di otaknya , masa masa romantis yang tercipta sungguh tak pernah pergi dari pikiran Salsa


" Ah so sweet ."Ucap Salsa guling guling di atas ranjang sambil menggigit bibir bawahnya , ia tak kuasa untuk menahan senyumannya yang mana menandakan betapa bahagianya ia saat ini


Salsa bangkit dari tidurnya ia pun segera melepas gaunnya dan berganti dengan baju tidur kemudian langsung tarik selimut dan memejamkan matanya


Karena lelah tak butuh waktu yang lama Salsa langsung terlelap dan jatuh ke alam mimpi yang penuh kehaluan


.......


Pagi Hari..


"hoaaammm๐Ÿ˜ช." Salsa menguap silauan sinar matahari yang menerobos gorden jendela dan menyinari wajahnya membuat Salsa terbangun


"jam berapa sih koq dah di tengah tengah aja tuh matahari ." Ucap Salsa mengambil ponselnya dan membukanya


" Whatt!!!๐Ÿ˜จ JAM 8 ." Pekik Salsa terkejut ia tak menyangka jika jam sudah menunjukkan pukul 8 pantas saja sinar mentari sudah terlihat dengan jelas batang hidungnya


Mungkin karena kelelahan dan semalam tidur nyenyak jadi Salsa bangun kesiangan akibat enggan bangkit dari mimpinya


" kenapa bisa bangun kesiangan sih ."Heran Salsa pada dirinya sendiri , ini pertama kali baginya bangun lebih dari jam 7 tanpa bangun sebelumnya walau hanya sebentar , sungguh tidurnya semalam sangatlah nyenyak dan menghayutkan


" mandi dulu deh ." Ucap Salsa dan berjalan ke kamar mandi ia melakukan ritual mandi seperti biasa dan keluar sudah dengan baju baru ala rumahan


Setelah itu Salsa memesan makanan siap saji karena akhir akhir ini ia malas memasak sendiri jadi Salsa mencari yang praktis saja


Tak butuh waktu yang terlalu lama 25 menit setelah ia memesan kini pesanannya telah datang Salsa menyambutnya dan menerimahya tak lupa ia membayar nya dengan cash dan pergi menyajikan makanannya di piring dengan rapi


Di tempat lain


Seseorang pria tengah duduk di sebuah kursi sambil memegang sebuah foto di genggamannya


"Hmmm , jika dirinya menggunakan cara seperti itu maka aku akan menggunakan cara yang lebih cantik , tanpa status , harta , tahta dan pesona namun dari ketulusan , kesetiaan dan kepercayaan hmm.. ku rasa cara itu menarik dan pasti berhasil walaupun mungkin akan sedikit sulit karena menyadari perasaan yang ada di antara sebuah pertemanan itu susah ." Ucapnya memandangi seseorang yang ada di dalam fotonya


"aksi di mulai ๐Ÿ˜ˆ๐Ÿ˜ˆ๐Ÿ˜ˆ๐Ÿ˜ˆ." Ucapnya memulai menyusun rencana secara matang matang


.


.


" APAA! jadi sebelumnya kamu marahan sama Salsa , astaga Ardan kenapa kamu bisa sampai gitu sih sama Salsa untungnya kalian dah saling maaffan kalau belum awas saja kamu !" Nyonya Nayra mengomeli Ardan putranya saat mendengar informasi dari anak buahnya jika Ardan dan Salsa pernah bertengkar๐Ÿ˜‚


" mau apapun alasannya kamu harus ngalah karena kamu laki laki , jangan sakiti hati perempuan walau hanya candaan." Tegas Nyonya menasehati putranya tersebut agar tidak menyakiti seorang perempuan baik fisik maupun batin


" Iya Bu..nggk bakal aku ulangi deh." โœŒ Ucap Ardan entah serius atau tidak akan yang ia ucapkan


"hmm bagus kalau begitu ." Ucap Nyonya Nayra dan pergi dari hadapan Ardan


"hufh..." Ardan menghela nafas panjang panjang dan duduk di sofa yang ada di kamarnya ya saat ini ia sedang berada di kamarnya


"Hmm ๐Ÿ˜ƒ." Ardan membayangkan kegiatan semalam sungguh romantis sekali ternyata dan juga menghayutkan bisa membuat ia tenang dan nyaman


" Semalam dia sangat cantik sekali senyumannya tawanya , juga ekspresinya saat sedang kesal itu membuatnya semakin cantik dan mempesona ."Gumam Ardan menerawang kejadian semalam mengingat setiap detik momens romantis semalam


..........


2 Hari Kemudian


Hah...tak terasa dua hari telah berlalu dengan cepat menelan hari hari tanpa terasa , berlalu begitu saja tanpa dapat di tahan kepergiaannya ๐Ÿ˜ฅ 2 hari itu pula Ardan dan Salsa semakin dekat hingga terdengar ke telinga publik


Siang hari


setelah pulang dari rumah sakit Daniel menghubungi Salsa melalui pesan


Daniel


๐Ÿ’ฌ Hai


๐Ÿ’ฌSiang Sa.


๐Ÿ’ฌ Gimana kabarmu ?


Tiga pesan telah terkirim dengan tanda 2 centang abu abu


Dengan Sabar Daniel menunggu balasan dari Salsa ia kini tengah duduk di kamarnya


"kenapa lama sekali๐Ÿ˜ฌ." Ucap Daniel yang tak sabaran agar pesannya segera di baca oleh Salsa


5 menit kemudian


Salsa


๐Ÿ’ฌ siang juga bang , kabarku baik bagaimana dengan abang sendiri


Tau Salsa sudah membalas pesannya dengan sigap pun Daniel membacanya


Daniel


๐Ÿ’ฌKabarku baik , sibuk ya koq jarang kelihatan


Salsa


๐Ÿ’ฌEnggak bang aku nggk sibuk dan juga sering nongol abang aja ya nggk pernah kelihatan kemana aja sih ?๐Ÿ˜•


Daniel


๐Ÿ’ฌ gitu ya ? akhir akhir ini aku sibuk Sa lagi ada pasien kritis jadi harus 24 jam stay di rumah sakit


Salsa


๐Ÿ’ฌ ohh ๐Ÿ˜ฏ gitu ya bang trus keadaan pasiennya sekarang gimana ?


Daniel


๐Ÿ’ฌ udah membaik keadaannya


๐Ÿ’ฌ btw kamu sibuk nggk ? kalau enggak keluar yuk


Salsa


๐Ÿ’ฌ gk sibuk sih ๐Ÿค” gimana ya ?


Salsa berfikir sejenak antara menerima tawaran Daniel atau tidak


Salsa


๐Ÿ’ฌ oke deh bang kapan tuh ๐Ÿ™‚


Daniel senang bukan kepalang karena Salsa menerima ajakannya


Daniel


๐Ÿ’ฌ kamu bisanya kapan , aku sih ngikut aja soalnya lagi nggk ada kerjaan


Salsa


๐Ÿ’ฌ kalau sekarang aja gimana mumpung belum terlalu siang


Daniel


๐Ÿ’ฌ oke sekarangnya 30 menit lagi aku tiba di apartemen kamu


Salsa


๐Ÿ’ฌ oke


Percakapan pun berakhir dan Daniel segera bersiap siap, pria itu bergegas mengganti bajunya dengan pakaian yang lebih bagus dan cocok sesuai kegiatan yang akan di lakukan


Setelah dirasa semuanya beres dan sempurna termaksud isi dompet Daniel pun pergi keluar kamar dan mengendarai mobilnya menuju apartemen Salsa


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh daniel kini tiba di apartemen Salsa terlihat Salsa sudah menunggunya , kedua manusia itupun masuk ke mobil dan melaju pergi meninggalkan tempat tersebut secara perlahan


"kemana ?" Tanya Daniel


"ke bioskop yuk ." Ajak Salsa


"siang siang gini? Tanya Daniel memastikan Salsa mengangguk yakin untuk pergi ke bioskop


" oke ." Daniel pun menjalankan mobilnya ke studio bioskop terbaik di kota tersebut walaupun harus menempuh perjalanan yang cukup panjang


keduanya keluar dari mobil dan masuk ke area studio bioskop ternyata cukup ramai tempat tersebut


Skipp/


Kini mereka sudah berada di dalam bioskop dan siap menyaksikan film yang di tayangkan di layar lebar tersebut , sesuai keinginan Salsa mereka menonton film romantis semasa remaja dan Daniel hanya bisa pasrah walaupun ia tak suka film seperti itu


Beberapa menit kemudian Film mulai di putar , Salsa memperhatikan dan mengkhayati film dengan sungguh sungguh karena sejatinya ia pencinta drama


Sedangkan Daniel lebih memilih memakan popcron dan sesekali melihat ke layar dan perempuan yang ada disampingnya itu


*Bersambung