Terjebak Cinta 2 Tuan Muda

Terjebak Cinta 2 Tuan Muda
Episode 77


Mereka terus mengobrol hingga obrolan mereka terhenti kala terdengar suara notifikasi pesan


Salsa pun mengambil handphonenya dan melihatnya sebentar


Irene πŸ’¬


gue tunggu di kamar gue sekarang!


"😳 aish..nih anak ." Batin Salsa


" em..Aunty aku mau istirahat dulu boleh nggk ?"Tanya Salsa


"Ya udah boleh koq ." Ucap Aunty Sarah , Salsa pun tersenyum dan segera bangkit dari duduknya menuju lantai atas


Bukan ke kamarnya melainkan ke kamar Irene


"lama banget sih πŸ˜’." Ucap Irene dengan nada kesal


"Emang jalan dari sana kesini deket apa ." Ucap Salsa


"bodo amat nggk peduli ." Ketus Irene mungka nya cemberut dan kesal mungkin karena pesanannya tidak di penuhi


" mau ngapain ?"Tanya Salsa menyakan tujuan Irene membawanya ke situ


" Serius lu nggk beliin tas itu πŸ™?"Tanya Irene dengan raut wajah sedih


" Seperti yang lu lihat."Jawab Salsa tanpa dosa


"ikh....lu ma ngeselin cuma nyuruh beliin tas segitu aja nggk mau ." Ucap Irene cemberut


" Yee... itu tas mahal ya emang lu pikir dompet gue cukup apa πŸ˜’."Ucap Salsa


" Lu kan kaya Sa.. masa 5 M itu aja udah ngeluh ."Ucap Irene berdecak kesal , maksa banget kayanya anak ini


" Masa ? 5 M lho 😧 itu banyak kali ."Ucap Salsa


" dikit lah orang kekayaan lo pribadi aja ada 140 an M ." Ucap Irene tak mau kalah


"πŸ˜‘ sok tau aja ." Ucap Salsa mati kutu


"tapi bener kan itu masih punya lho pribadi belum peninggalan keluarga lo yang Triliunan ." Ucap Irene


" au akh...jan bahas masalah militer lagi ." Ucap Salsa


" Gue kan cuma ngingetin kalau lo itu lebih dari sekedar kaya πŸ˜ƒ jadi masalah tas harga 5 M itu nggk seberapa ."Ucap Salsa


" Yayaya ."


"Serius nggk sih Sa..itu tas idaman gue banget lho 😭 ." Ucap Irene memelas


" πŸ˜‘ maksa banget sih ." Ucap Salsa tak habis pikir


"ya harus dong πŸ˜‚." Ucap Irene merasa tindakannya adalah benar


"hufh...Ada di apartemen gue kalau nggk ketinggalan ." Ucap Salsa pasrah ya ia memang sudah membelikannya namun sengaja menjahili Irene


" 😱 Serius ? jadi lu beliin OMG thanks Saaa." Ucap Irene senang sekali karena permintaannya di turuti ia pun reflek langsung memeluk Salsa dengan erat membuat Salsa hampir kehabisan nafas


"ikh...l.lepasin ." Ucap Salsa


"ups...sory terlalu senang soalnya πŸ˜‚." Ucap Irene cengengesan


"hmm .." Salsa hanya berdehem dan kemudian ia duduk


" Oh..ya gue juga mau minta maaf kalau dulu pernah musuhin lu , lu mau kan maafin gue ?"Tanya Irene dengan tulus membuat Salsa terbelalak namun kemudian tersenyum


"tentu saja gue mau maafin lu ." Jawab Salsa


"Makasih Sa...jadi sekrang kita temenan nih ?" Tanya Irene


"Bukan teman tapi saudara ." Ucap Salsa bangkit dari duduk nya dan memeluk Irene dengan hangat


"Makasih ." Ucap Salsa


"gue yang seharusnya bilang makasih ke lu ." Ucap Irene membalas pelukan Salsa dengan lembut


Setelah cukup lama berpelukan mereka pun saling melepas pelukannya


" Masalah tas ...nanti sore gue kirim ke sini ."Ucap Salsa


"oke makasih ." Ucap Irene


"udah mau pulang ?" Tanya Irene


"iya...kangen ma kasur πŸ˜‚." Jawab Salsa sambil tertawa kecil


"hahaha...ada ada aja deh lu ya udah byeee hati hati ." Ucap Irene ikut tertawa


"byeee eonnie πŸ€—." Ucap Salsa melambaikan tangannya kemudian keluar kamar ia menemui Aunty Sarah yang ada di ruang tamu kemudian pamit pulang


Walaupun dengan berat hati dan terpaksa Aunty Sarah mengizinkan Salsa untuk pulang sekarang


Setelah dari kediaman Uncle Jhon Salsa langsung pergi ke apartemennya tapi sebelum itu ia mampir ke supermarket untuk membeli beberapa persediaan makanan ringan setelah dirasa cukup ia langsung membayarnya dan bergegas pulang


Setibanya di apartemen Salsa segera masuk dan menata belanjaannya ia kemudian masuk ke kamar dan melepas aksesorisnya


"eughh gerah banget mandi deh kalau gitu ." Ucap Salsa yang merasa udara begitu panas sehingga cepat gerah


Ia pun pergi ke kamar mandi dan berendam di dalam bathup


Salsa berendam selama 15 menit lamanya kemudian ia mandi selama 5 menit setelah selesai Salsa pun berganti baju dengan pakaian santai


"Gini kan enak ." Ucap Salsa


Bingung mau apa di rumah sendiri Salsa pun mengambil beberapa snack dan membawanya ke kamarnya lalu Salsa memgambil handphone nya dan membuka sebuah aplikasi game


Ia pun bermain game sambil memakan cemilan , kegiatan yang menyenangkan namun kurang berfaedah 😿


***


Di Kantor Ardan


Ardan tengah mengerjakan beberapa dokumen yang harus di tanda tangani olehnya sebelumnya ia juga membaca artikel tersebut sebelum di tanda tangani agar tak terjadi kesalahan di masa yang akan datang


Karena ia sedang menjalankan proyek yang cukup besar membuat ia lumayan sibuk dengan urusan pekerjaan yang menumpuk


tok...tok...tok


"Permisi Tuan ." Ucap Sang sekertaris Ardan


" masuk !"Ucap Ardan fokus ke berkas di hadapannya


Sang sekertaris yang bernama Yulia itu pun masuk dan membawa beberapa berkas di tangannya


Ia berjalan ke arah Ardan dengan penuh percaya diri


"Ini berkas yang akan di gunakan untuk rapat nanti Tuan silahkan di cek terlebih dahulu untuk memastikannya ." Ucap Yulia dengan nada lembut


"hmm ." Ardan hanya menyahutinya dengan deheman kemudian mengambil dokumen yang di bawa Yulia tadi kemudian memeriksa nya


Yulia nampak terus memperhatikan Ardan yang fokus membaca dengan tatapan penuh nafsu dan rasa ingin memiliki


"kau akan menjadi milikku Tuan ." Batin Yulia bertekat untuk mendapatkan isi hati sang boss yang dingin itu


" oke semuanya sudan benar persiapan rapat nanti dengan benar ."Ucap Ardan tanpa memandang Yulia karena Yulia tengah menggunakan pakaian yang begitu memperlihatkan lekuk tubuhnya


"Lain kali jika kau masih ingin bekerja disini gunakan pakaian yang pantas ." Ucap Ardan dengan nada dingin


" B.baik Tuan saya tidak akan mengulanginya ." Ucap Yulia sedikit ketakutan


" Apa Tuan menginginkan kesuatu ?"Tanya Yulia dengan nada lembut


" Suruh Pak Dio datang kemari ."Ucap Ardan


"Baik Tuan permisiπŸ˜™." Ucap Yulia berjalan berlenggak lenggok seperti jalanan yang penuh tikungan di pegunungannya


Yulia pun pergi menemui Pak Dio dan mengatakan jika beliau di panggil oleh Ardan


Pak Dio pun bergegas menemui atasannya itu


" Selamat siang Tuan ada yang bisa saya bantu ?"Tanya Pak Dio dengan formal dan sopan


" Tolong ambilkan saya air putih Pak ."Ucap Ardan


Kenapa ia tidak meminta orang lain dan kenapa harus pak Dio karena hanya Pak Dio lah yang paling Ardan percaya di kantor ini jadi apa apa iya akan menyuruh Pak Dio walaupun kurang sopan karena menyuruh orang yang lebih tua darinya tapi mau bagaimana lagi


"Baik Tuan tunggu sebentar ." Ucap Pak Dio bergegas mengambilkan Ardan air putih di dapur


****Bersambung


hiks...maaf lama ya readers baru megang hp soalnya 😭***