Terjebak Cinta 2 Tuan Muda

Terjebak Cinta 2 Tuan Muda
Episode 27


" Dengerin ya semenjak kedatangan lo kesini baik itu setelah orang tuanya nggk ada atau masih ada , kasih sayang yang seharusnya gue dapet lo rebut dalam sekejap mata , Granma sama Granpa lebih sayang sama lo dari pada gue yang cucu kandungnya , mereka selaku turutin kemauan lo walaupun itu aneh


Bukan hanya mereka tapi kasih sayang mommy sama Daddy juga , mereka lebih perhatian ke lo dari pada gue , dan setelah orang tua lo nggk ada , Mommy sama Daddy mereka kasih lo perhatian lebih bahkan mereka jarang ngobrol sama gue cuma karena lo


Mereka nggk peduli sama gue tapi mereka peduli sama lo yang bukan siapa siapanya ." Nafas Irene memburu ia meluapkan amarahnya saat ini , matanya memerah karena menangis


Salsa terdiam mendengar semua kata kata yang diucapkan oleh Irene saat ini , jujur ia juga merasakan sakit hati karena hal ini


Tak hanya sekian saja Irene terus mengeluarkan semua unek-uneknya yang ia simpan selama ini , baik perkataan kasar ataupun lembut


Plakkk..


Irene mengakhiri perkataannya dengan sebuah tamparan yang ia berikan pada Salsa , ia menampar Salsa dengan keras dan pasti menyakitkan


Salsa memegangi pipinya yang panas ia ingin menangis saat ini tapi ia tahan


" maafin aku kak ."Lirih Salsa menunduk


" maaf lo nggk guna , gue bencii banget sama lo lebih baik lo mati ." Ucap Irene yang bebar benar marah


" Gue udah muak liat muka lo yang sok manis ." Ucap Irene


" Maaf ." Hanya kata itu yang keluar dari mulut Salsa ia bingung harus melakukan apa agar Irene memaafkannya


" Lebih baik lo mati ." Ucap Irene ia mencekik Salsa dengan amarah yang masih menbakar dirinya


" K..kak..l.e.ppasin ." Ucap Salsa terbata bata karena tercekik


Tanpa mendengarkan Salsa Irene langsung mendorong kursi roda Salsa yang membuat Salsa jatuh tersungkur di tanah


" aws ." Rintih Salsa lirih tak hanya mendorong dan mencekik Salsa Irene menginjak kaki Salsa yang sakit


" sakit..." Rintih Salsa dalam hati hati dan fisiknya kini terluka dan dilukai oleh saudaranya sendiri


Ia tak boleh menangis sekarang , ia harus menahannya


" IRENEE ! APA YANG KAU LAKUKAN NAK!." Bentak seseorang yang tak lain adalah Uncle Jhon dengan suara yang keras


Irene terlonjak kaget ia gelagapan


" Daddy....Mommy ." Gumam Irene yang melihat Uncle Jhon dan Aunty Sarah berjalan ke arah mereka dengan ekspresi yang tak bisa di katakan dengan kata kata


Plakkkk...


Setibanya di hadapan putrinya Uncle Jhon langsung melayangkan tamparan untuk yang pertama kalinya sedangkan Aunty Sarah membantu Salsa berdiri terlihat dengan jelas raut kekecewaan di wajah dua orang tua tersebut


Irene tersenyum miris ia tertawa kecil lebih mendekat ke menertawakan dirinya


" Daddy bilang Daddy mendidikku dengan baik oke memang Daddy mendidikku dengan baik tapi dengan kekerasan dan tak pernah memberiku kasih sayang kalian selalu berusaha membuatku mandiri di usia dini ." Ucap Irene


" Dan satu lagi dia bukan saudariku dia hanyalah penumpang di rumah ini dan sewaktu waktu akan pergi..." Ucap Irene menunjuk Salsa


" Irene...apa yang kamu bicarakan kami menyayangimu ." Kali ini Aunty Sarah angkat bicara


" Kalau kalian menyayangiku tidak mungkin kalian tidak bisa mengerti perasaanku , kalian tidak tau apa yang kurasakan selama ini...semua yang berhubungan dengan ku selaku kalian duakan bahkan diriku sendiri kalian duakan demi yang lain


Aku anak kalian apa bukan sih Mom..Dad.. Jika aku anak kalian tolong hargai aku tolong anggap keberadaanku jangan jadikan aku bayang bayang terlihat dengan jelas namun tak pernah di anggap keberadaannya ." Ucap Irene air matanya memgalir dengan jelas akhirnya setelah memendam begitu lama ia bisa melampiakan ketidaknyamanannya selama ini


Uncle Jhon Dan Aunty Sarah tersentak mereka tak mengira jika Irene ternyata merasa sakit hati akan perbuatan mereka


" Mommy dan Daddy jahat aku benci kalian semua ." Ucap Irene berlari ke kamarnya dengan air mata yang mengalir sekuat apapun seseorang tak akan bisa menahan air mata apabila itu bersangkutan dengan keluarganya


Disini Salsa merasa bersalah ia seperti sudah menjadi perusak keluarga orang lain


" Uncle...Aunty maaf ." Lirih Salsa saat Irene sudah hilang dari pandangan mereka


" ini bukan salahmu Sa..maafkan Irene ya Sa..kita kekamar kakimu memar ." Ucap Uncle Jhon dan mengangkat Salsa dan membawanya ke kamar Salsa lalu ia menelefon Dokter Daniel untuk datang


" Aunty dan Uncle kenapa sudah pulang ." Tanya Salsa ia sedikit heran kenapa Aunty dan Unclenya sudah pulang padahal ini baru sebentar


" tadi ada yang harus Uncle ambil lagi di rumah tapi.." Uncle Jhon tersenyum tipis ia tidak melanjutkan kalimatnya karena rasanya ituvtak enak dikenang


" Uncle keluar dulu ya sayang..." Ucap Uncle pamit ia mengecup kening Salsa singkat lalu berlalu


Tak lama kemudian Daniel datang karena Daniel sudah datang maka Aunty Sarah pun keluar dari kamar tersebut


Setelah keluarnya Aunty Sarah , wajahnya sendu dan murung ia tak mungkin menangis sekarang karena ada dokter


" Hallo nona ." Sapa Daniel , Salsa hanya tersenyum tipis dan mengangguk semua ini berbeda dengan ekspresinya sebelumnya saat bertemu dengan Daniel


" dia kenapa ." Batin Daniel bertanya tanya


" Saya periksa dahulu ya nona ." Ucap Daniel memeriksa kaki Salsa yang memar sedangkan Salsa saat ini tengah berusaha menahan tangisannya ia menengadahkan wajahnya agar air matanya tak menetes walaupun itu susah


Daniel sedikit melirik Salsa ia baru menyadari jika perempuan itu terlihat sedih dan terpuruk


" Menangislah jika itu membuatmu tenang jangan terus ditahan karena itu membuatmu semakin sakit hati ." Ucap Daniel lembut


*Bersambung