Terjebak Cinta 2 Tuan Muda

Terjebak Cinta 2 Tuan Muda
Episode 3


Di Tempat Bimo


Pria itu nampak bingung dan cemas bagaimana ia bisa seceroboh ini


" arghhhhhh ." Teriaknya Frustasi menendang meja di hadapanya


" Nggkk...ini nggk boleh terjadi ....Salsa nggk boleh pergi dari gue..tapi gimana ." Bimo nampak berfikir keras memikirkan apa yang harus ia lakukan saat ini


" ayolah..." Bimo masih berusaha berfikir


" gue harus kasih alasan tapi apa akhh ."


" Alasan apa yang harus gue ucapin biar dia nggk curiga ." Ucap Bimo berfikir keras ia mengecek hpnya


drttt....drttt.


Seseorang menelfon Bimo


" ck..Ya ada apa ." Ucap Bimo dengan nada kesal


" Astaga sayang kamu kenapa sih pagi pagi dan kesel aja kelihatannya ." Ucap seseorang di seberang sana


" huh.. keadaannya lagi gawat ." Ucap Bimo


" maksudnya gawat gimana ."


" Jadi gini...." Bimo menceritakan kejadian tadi kepada sang penelefon


" What.. !!!. Trus gimana dong beb..kalau dia tau rencana kita bakalan gagal total dong ."


" Aku juga lagi mikir Lus.." Ucap Bimo


" Mmm...apa aku aja ya yang ke sana ."


" Emang kamu mau ngapain ke sana ." Tanya Bimo heran


" Ya aku akan bersikap biasa biasa aja kaya biasanya trus nanti kamu juga kesana tapi cari alasan yang pas dulu buat di kasih ke Salsa ." Ucap Lusi


" oke deh ."


" ya udah byee sayank 😘.'


Sambungan telefon terputus


Bimo segera bersiap siap menuju apartemen yang Salsa tempati


....... ....... ........ ......... .........


Di Apartemen Salsa


" 😢 ." Perempuan itu masih terduduk lemas di lantai meratapi nasibnya


" Kalian jahat ...hiks. "


" Aku menyesal mengenal kalian."


" pengkhianat ."


hiks...hiks...


( ting...tong...ting...tong)


Suara Bel di apartemen Salsa berbunyi , hal itu mampu mangalihkan pikiran gadus tersebut


Salsa menghapus air matanya ia merapikan penampilannya dan mengintip melihat siapa yang datang


" Lusi...ngapain dia kesini .." Gumam Salsa


" oke gw akan buktiin lebih lanjut lagi ." Ucap Salsa lirih ia mengabaikan nya sejenak untuk merapikan penampilannya agar tak terlihat sehabis menangis setelah itu ia membuka pintu apartemennya


" Siapa ya ." Ucap Salsa sambil membuka pintu


" Morning Sa." Sapa Lusi dengan senyuman yang mereka


" eh Lusi morning too..yuk masuk ." Ajak Salsa membalas senyuman Lusi , mereka duduk di sofa ruang tamu


" Tumben pagi pagi udah kesini Lus ." Tanya Salsa


" emang nggk boleh ya kalau gw datang kesini pagi banget ." Tanya Lusi


" NGGAK BOLEH PAKEK BANGET , GW JIJIK BANGET SAMA LO LUS ." Batin Salsa berteriak


" ya boleh dong kita kan SAHABAT SEJATI ." Ucap Salsa menekankan kata sahabat sejati


" ini sih Bimo bohong atau gimana sih , di liat liat Salsa kaya baik baik aja ." Batin Lusi


" 😊."


ting...tong...ting...tong


" mana ku tau , gw liat dulu ya ." Ucap Salsa beranjak membuka pintu


ceklek


" Sa..." Ucap Bimo


" huh...kalau aja gw gk lagi sandiwara udah hw grebek kalian berdua ." Geram Salsa dalam hati


" Tumben pagi pagi kesini janjian ya ." Tanya Salsa


" nggk tuh ." Jawab Lusi


" owhh kirain." Salsa mangut mangut


"Sa...aku mau..." Ucapan Bimo terpotong


" masuk dulu kak." Ajak Salsa menarik tangan Bimo masuk ke dalam dan mereka duduk dengan posisi Salsa di samping Bimo dan Lusi berhadapan dengan Bimo


" Tadi mau ngomong apa." Tanya Salsa


" Aku mau bicara empat mata sama kamu ." Ucap Bimo lembut


" disini aja toh yang kita omongon nggk ada yang penting sama sekali ." Ucap Salsa


" Tapi .ini tentang kita berdua Sa kan nggk enak kalau ada orang lain yang denger ." Ucap Bimo


" Orang lain ya ." Ucap Salsa melirik Lusi


" Sa..please ya ." Ucap Bimo


" Bisa keluar dulu nggk Lus." Ucap Bimo pada Lusi


" oke ." Lusi pun menjauh dari situ


...


"apa ..?."


" Soal tadi pagi...itu nggk seperti yang kamu kira. " Bimo memegang tangan Salsa


" aku nggk pernah main belakang sama kamu ..."


" Dan tadi itu...dia kerabat jauh aku bukan selingkuhanku." Ucap Bimo memasang wajah memelas


" Tadi pagi apa ya 🤔...emang ada apa sih...dan tadi main belakang maksudnya apa ya ." Tanya Salsa berpura pura


" tidak asyik jika langsung bubar lebih enak di buat drama jadi bisa lebih menarik dan aku punya alasan buat hancurin kalian 😏." Batin Salsa menyeringai


" 😲.. kamu nggk tau ." Heran Bimo ia mengingat yang menelfonnya dan itu benar nama Salsa tidak mungkinkan ia salah baca


" lha emang apa yang terjadi ." Ucap Salsa


" mmm.ya udah deh nggk jadi.." Ucap Bimo


" sial...koq gini sih ini sebenarnya Salsa tau apa enggak ." Batin Bimo + Lusi


" Gimana sih ." Dengus Salsa


" kita keluar yuk.." Ajak Bimo


" nggk deh aku sibuk.." Ucap Salsa


" ya udah deh aku pulang dulu byee syang ." Ucap Bimo pergi , Salsa mengantarkan sampai pintu lalu Lusi menghampirinya


" Udah selesai ."


" udah ."


" mau pulang juga ." Tanya Salsa


" ia nyokap suruh beli sesuatu ." Ucap Lusi


" Ya udah daaa." Tanpa Sengaja pandangan Salsa terarah pada sebuah tanda kissmark di leher Lusi yng terbuka


deg


" Apa sampai di situ hubungan mereka walaupun hal ini sudah biasa di negeri ini tapi..ini menyakitkan ." Batin Salsa


" daaa." Lusi pun pergi


Setelah kepergian dua makhluk itu Salsa memikirkan rencananya


" gw tau mereka setelah ini janjian jdi gw harus ngikutin kemana mereka pergi dan cari waktu yang pas buat bongkar semuanya , hari ini juga semuanya bakalan terbongkar ." Ucap Salsa bertekat ia segera menuju kamarnya dan bersiap siap mengikuti Lusi dan Bimo


*Bersambung