
Aaaaaaa..
Hup
"π³ BAANGG...DANIEELLπ‘." Pekik Salsa dengan suara yang sangat nyaring di telinga Sontak saja Daniel mundur satu langkah dan menutup telinganya π
" Astaga Sa..jan teriak juga kali...bisa sakit nih telinga kalau kamu teriak sekenceng itu ."Ucap Daniel mengomel
" Salsah siapa gigit jari orang !"Ucap Salsa kesal
" kan nggk sengaja Sa.."Ucap Daniel mengelak
"nggk peduli ." Ucap Salsa pergi duduk lagi di sofa
" nah lu ngambek lagi hadeeh.."Gumam Daniel tepuk jidat karena tidak sengaja jari Salsa ia lahap saat Salsa menyuapinya membuat perempuan itu kembali marah
" Aiss...Sa.. jan marah mulu napa nanti cepet tua loh ."Ucap Daniel
"Nggk Peduli sekarang pergi sana..dari sini ." Usir Salsa
" tega amat Sa..kamu ngusir aku nggk kasian apa sama aku ."Ucap Daniel memelas
"BODO AMAT aku nggk peduli , udah cepetan pergi ." Ucap Salsa berkacak pinggang
"nggk mau Sa..aku mau disini ." Ucap Daniel
"Bukan urusan ku..cepet pergi ." Ucap Salsa menunjuk arah pintu
" Sa.."Daniel memelas
"Nggk usah ngedrama pergi...Bangπ¬." Ucap Salsa menarik tangan Daniel dan membawanya ke arah pintu dan Daniel pun memberontak tak mau pergi
"Nggk...mau Sa..." Ucap Daniel
" P-PERGIIIII."Ucap Salsa kesal dan menarik Daniel hingga paksa hingga tiba di luar pintu ia pun segera mendorong Daniel keluar
" Sa...jan gitu dong kan nggk sengaja maafin ya ." Ucap Daniel memelas dengan penuh harap
"Nggk peduli cepet pergi jangan manja." Ucap Salsa dengan nada ketus
" πππSaaa...please lah jan gini maaf tadi nggk sengaja π."Ucap Daniel berusaha masuk pintu
"Pergi atau aku teriak! cepet pergi ." Ucap Salsa dengan eskpresi garang macam mak mak π
" Beneran tega nih kamu ngusir aku π’?"Tanya Daniel dengan eskpresi seperti korban penganiayaan
" Hmm ." Salsa bersikap dingin pada Daniel
"Saa..." Salsa tak peduli dan segera menutup pintu , Daniel pun berusaha menghalangi agar pintu tak di tutup
"Saa..please lah ." Ucap Daniel memelas dan memohon dengan penuh harap
Salsa tak mendengarkan Daniel
bruakkkπ
Pintu tertutup dengan keras
"OMG...kupingku berdengung ." Ucap Daniel menutup telinganya
"ni cewek galak amat dah ." Ucap Daniel
..
Salsa pun segera mengunci pintu dan melangkahkan kakinya hendak ke sofa tapi ia berbalik lagi dan memastikan apakah pria itu pergi atau tidak karena tak ada suara apapun
"Ngintip deh ." Ucap Salsa berjalan mengendap endap ke arah jendela ia pun membuka gorden sedikit dan mengintip secara hati hati takut ketahuan π
Setelah melihat dengan jelas Salsa terbelalak
" Astagaπ± Bang.." Ucap Salsa terkejut kala melihat Daniel tengah tergeletak tak berdaya di lantai
Paniknya Salsa tanpa pikir panjang ia segera membuka pintu dan keluar
" Bang...bangun...bang...jan pura pura deh ."Ucap Salsa panik dan khawatir ia menoel noel pipi Daniel tapi tak ada respon
"pingsan beneran kah π°." Ucap Salsa kalang kabut ia pun menepuk nepuk pipi Daniel sambil memangku pria itu
" Bang...jan...bikin panik lah , bangun Bang! Bang Daniel bangun ."Ucap Salsa gigit bibir bawahnya ia semakin panik Saat Daniel tak kunjung meresponnya ataupun membuka mata
"Bang Dan bangun ." Ucap Salsa bingung ia pun meminta bantuan kepada seseorang bapak bapak yang sengaja lewat π:D
"Kenapa nih mbak ?" Tanya bapak itu
"nggk tau pak..tau tau dah pingsan bantuin angkat ya pak ." Pinta Salsa
"koq di bawa masuk nggk ke rumah sakit aja pak ?" Tanya Salsa
"eh...anu... mbak saya ini juga mau ada urusan jadi kalau ke rumah sakit nggk bisa ." Ucapnya terbata bata
"ah...gitu ya ya udah nggk papa ." Ucap Salsa ia pun menyuruh bapak itu membawa Daniel ke kamar nya saja karena kalau di taruh di sofa tentu saja tidak bisa karena sofanya berantakan π
Setelah selesai meletakkan Daniel di ranjang Bapak itu pamit undur diri
Kini Salsa duduk di samping Daniel ia bingung mau melakukan apapun
"minyak akh iya kasih minyak angin ." Ucap Salsa mengambil minyak angin di laci dan mendekatkannya di hidung Daniel agar Daniel dapat menciumnya (kagak tau nama lainnya apa π)
" Ayolah bang..bangun..." Ucap Salsa mulai panik karena Daniel tak kunjung membuka mata
"hiks...bang...jangan kaya gini lah jangan bikin aku takut hiks.." Ucap Salsa sedikit terisak buru buru ia menghapus air matanya
"Bangun Bang ." Ucap Salsa lemah π
" Please Bang.. bangun aku janji deh nggk bakalan marahan lagi sama abang.. please bang bangun hiks..."Ucap Salsa yang benar benar di landa rasa takut
ππ
Daniel membuka satu matanya dan melirik gadis itu ia pun berpura pura baru bangun
" Argh...kepalaku ."Ucap Daniel sambil memegang kepalanya agar terlihat lebih nyata
" eh Bang udah bangun ?"Tanya Salsa antusias senyum ceria mengembang di wajahnya
"emm..iya ." Jawab Daniel dengan suara pelan
" Ada yang sakit nggk Bang ?"Tanya Salsa takut jika ada luka yang serius
" Nggkk..cuma agak pusing aja ."Ucap Daniel
" haush Sa."Ucap Daniel memegangi tenggorokannya
"oh iya bentar aku ambilin air dulu ." Ucap Salsa beranjak dari duduknya dsn segera pergi mengambil air putih
Karena Salsa sudah pergi Daniel nampak berjodet senang karena rencananya telah berhasil untuk mendapatkan maaf dari gadis itu
"horeee yuhu...gue berhasil ." Ucap Daniel senang bukan kepalang rencananya berjalan dengan mulus ππ
"lanjut acting lagi gesss ." Ucap Daniel kembali ke posisi semula
ceklek
Salsa masuk ke dalam dengan segelas air
"ini bang minumnya ." Ucap Salsa memberikan segelas air putih kepada Daniel dan Daniel pun segera menerimanya lalu meneguknya hingga tinggal setengah
" makasih Sa."Ucap Daniel memberikan gelas itu pada Salsa
" Iya Bang...Oh ya Bang aku minta maaf ya karena dah bikin abang pingsan..aku nggk tau kalau bakal kaya gini ."Ucap Salsa meminta maaf dengan tulus ia menunduk
"Nggk papa koq Sa..namanya nggk sengaja ." Ucap Daniel tersenyum dan mengelus rambut Salsa
"lah..koq nangis ." Kaget Daniel karena melihat mata Salsa berkaca kaca
" Nggk koq aku nggk nangis ."Ucap Salsa
" Tapi kelihatan Sa.. ya sudah lah nggk usah sedih lagi oke kita baikkan ." Ucap Daniel
"makasih Bang ." Ucap Salsa tersenyum bahagia
" Ini di kamar kamu ?"Tanya Daniel basa basi
"iya bang ." Jawab Salsa dan duduk di samping Daniel
"owh...ciwi banget ya ." Ucap Daniel
" aa..iya ."Jawab Salsa setengah malu dan grogi apalagi saat tangan Daniel merangkulnya
" ya udah kita ke ruang tamu lagi ya ."Ucap Daniel
"emang udah benar bener sembuh ?" Tanya Salsa
"iya aman koq yuk ." Ucap Daniel
" ya udah yuk ." Mereka pun pergi ke ruang tamu kembali dan Salsa selalu memperhatikan Daniel takut jika pria itu masih lemas
****Bersambung
ngakak gaessss***