
Daniel sedikit melirik Salsa ia baru menyadari jika perempuan itu terlihat sedih dan terpuruk
" Menangislah jika itu membuatmu tenang jangan terus ditahan karena itu membuatmu semakin sakit hati ." Ucap Daniel lembut
Salsa yang mendengar itu makij tak bisa menahan air matanya ia pun pada akhirnya menangis sambil menutup wajahnya
Isakan tangisannya begitu pilu karena tak tega , Daniel pun duduk di samping Salsa dan mengelus elus punggung perempuan itu dengan lembut
30 Menit berlalu , tangisan Salsa sudah mulai reda , Salsa menghapus air matanya dan berkali kali menbuang nafas untuk meredakan rasa sakit tersebut
" makasih ." Ucap Salsa lirih , Daniel hanya tersenyum tipis walaupun Salsa sudah tak menangis tapi masih tersisa sedikit isakan
" Bisakah saya memulai pemeriksaan ." Tanya Daniel kenapa Salsa , Salsa mengangguk sekilas
Daniel pun mulai memeriksa Salsa setelah itu ia memberikan Salep yang dapat menghilangkan bekas memar tersebut
" Terima kasih dok dan maaf menganggu waktunya ." Ucap Salsa setelah Daniel selesai melakukan tugasnya
" ini sudah kewajiban saya nona , kalau begitu saya permisi selamat malam dan selamat beristirahat ." Ucap Daniel pamit undur diri
" Selamat malam juga dok , dan nanti kalau Aunty sama Uncle mau masuk bilang aja aku udah tidur ." Ucap Salsa, Daniel pun mengangguk paham
Salsa tersenyum tipis dan memandangi Daniel yang melangkah pergi dari ruangan tersebut setelah Priq itu lenyap dari kamarnya Salsa merebahkan dirinya dan menyelimuti tubuhnya ia memiringkan badannya membelakangi pintu
Kata kata yang di ucapkan Irene terus tergiang giang di memorinya yang membuat ia kembali menangis
" hiks...hiks.. apa aku telah merebut kebahagiaan seseorang apa aku telah menghancurkan hidupnya , aku tidak ingin yang perusak sesuatu hiks ." Gumam Salsa
Di Luar Ruangan
Daniel keluar terlihat Uncle Jhon dan Aunty Sarah menunggu mereka tampak cemas
" Apa terjadi hal serius pada Salsa dok." Tanya Aunty Sarah antusias saat melihat Daniel keluar dari kamar Salsa
" Tidak ada hal yang perlu di takutkan , memarnya akan sembuh setelah beberapa hari ." Jelas Daniel
" syukurlah ." Ucap Uncle Jhon dan Aunty Sarah bernafas lega
" Tapi mengapa pemeriksaan nya begitu lama ." Tanya Uncle Jhon heran
" Itu tadi karena Nona Salsa mengajak saya mengobrol banyak , sekarang ia tengah istirahat ." Ucap Daniel terpaksa berbohong
" owh begitu , ya sudah terima kasih dok ." Ucap Uncle Jhon
" Sama sama Tuan klau begitu saya pamit pulang dahulu ." Ucap Daniel pamit undur diri
" Apa tidak makan malam dahulu dok ." Tawar Aunty Sarah
" Terima kasih atas tawarannya Nyonya tapi saya masih ada urusan setelah ini ." Ucap Daniel menolak dengan halus
" Ya sudah kalau begitu hati hati di jalan dok ."
" Baik Nyonya Tuan , Permisi selamat malam ." Ucap Daniel membungkuk sedikit dan berlalu pergi di antar Uncle Jhon dan Aunty Sarah sampai teras rumah setelah Daniel pergi
Aunty Sarah hendak menemui Salsa tapi di larang oleh Uncle Jhon
" Tapi..Dad aku ingin memastikannya langsung ." Ucap Aunty Sarah
" Masih ada hari esok , lebih baik temui Irene ." Ucap Uncle Jhon , Aunty Sarah tersadar akan putrinya ia segwra menuju kamar Irene
Tok....tok....tok
Aunty Sarah mengetuk pintu kamar Irene sambil memanggil nama Irene
" Irene sayang buka nak..ini Mommy ." Ucap Aunty Sarah namun berkali kali ia berbicara tak ada sautan dari dalam
Ia khawatir jika terjadi sesuatu dengan Irene
" Ren..buka pintunya Daddy sama Mommy mau bicara denganmu ." Ucap Uncle Jhon dua orang tua itu tengah merayu anaknya agar membuka pintu kamar tersebut
" PERGII.. KALIAN JAHAT JANGAN PERNAH MENEMUIKU , KALIAN KEJAM ." Teriak Irene dari dalam kamar setelah sekian lama berdiam diri
" Irene maafkan Mommy sayang.." Ucap Aunty Sarah
" PERGIII..KALIAN TIDAK MENYAYANGIKU ." Teriak Irene lagi di sertai tangisan
" Irene..jangan begitu nak , kami menyayangimu lebih dari apapun itu ." Ucap Uncle Jhon
" Pembohong .jika kalian menyayangiku kalian tidak mungkin menelantarkan ku. " Ucap Irene menangis tersedu sedu rasa panasnya tamparan tadi masih berasa sampai saat ini yang lebih menyakitkaj yaitu orang tuanya baru menemuinya sekarang bukan tadi setelah tragedi terjadi
Hatinya sebagai seorang anak tentu saja sakit hati atas perlakuan kedua orang tuanya
" Kita bicarakan baik baik nak.jangan begini Mommy sangat menyayangimu ." Ucap Aunty Sarah yang mulai menangis , jiwa keibuannya tentu saja tersakiti apabila melihat putrinya tersakiti dan itu karenanya
" Pergi..mom..Dad.. aku butuh waktu untuk sendiri ." Ucap Irene dengan nada suara yang merendah dari sebelumnya
tubuhnya terperosot jatuh ke lantai ia bersender di ranjangnya dan menangis
Malam ini menjadi saksi bisu atas pertekaian kekuarga kecil ini , air mata membanjiri rumah tersebut
Suasana dan rasa yang belum pernah terjadi sebelumnya dan ini merupakan yang pertama kalianya
semua diam dalam kesedihannya tak ada yang berbicara hanya diam dan menangis dalam kesunyian malam ini
Langit seolah ikut merasakan kesedihannya , langit yang cerah tadinya kini tiba tiba mendung dan menurunkan air hujan dengan begitu derasnya
Petir pun ikut berirama menemani turunnnya hujan di malam hari yang sunyi ini
Para pelayan di situ hanya diam walaupun mereka mendengar semuanya
Salsa yang belum tertidur mendengar semua teriakan dari lantai atas ia menutup telingannya karena tak sanggup lagi untuk mendengar semua hal tersebut
air matanya terus menetes tanpa henti dadanya sakit karena semua ini , ia merasa terpojok dan menjadi masalah untuk keluarga ini
hiks...hiks...
*Bersambung