
Sahira reflek memegangi perutnya, "Beneran pak? Duh, saya jadi malu deh kalau emang benar perut saya bunyi terus," ucapnya.
"Gausah malu, wajar kok perut kamu bunyi. Pasti cacing-cacing di dalam sana udah pengen banget dikasih makan tuh," ucap Saka.
"Iya sih benar pak, saya juga ngerasa lapar banget. Yaudah, saya mau makan deh pak," ucap Sahira.
"Nah gitu dong, kamu emang harus makan Sahira. Tapi, tadi emangnya di rumah kamu gak sarapan dulu apa gimana?" tanya Saka.
"Saya sebenarnya mau sarapan pak, tapi terus tiba-tiba pak Alan datang dan saya akhirnya gak jadi deh buat sarapan," jawab Sahira.
"Lah kok gitu sih? Si Alan itu gak suruh kamu sarapan dulu emangnya?" tanya Saka.
"Pak Alan minta saya buat sarapan kok pak, tapi saya nya yang gak mau. Soalnya saya gak enak lah kalau pak Alan harus nunggu lama," jawab Sahira.
"Ya terus dia gak ajak kamu sarapan di luar dulu gitu?" tanya Saka.
Sahira menggeleng sebagai jawaban, sontak Saka menggeram kesal dengan tangan terkepal. Sahira pun agak kaget melihatnya, belum pernah ia melihat Saka seperti itu sebelumnya.
"Kurang ajar tuh anak! Masa dia gak ajak karyawannya sarapan dulu sih?" ujar Saka.
"Pak Alan taunya saya ini udah sarapan pak, jadi ini bukan salah pak Alan," ucap Sahira.
"Kamu gausah belain dia Sahira, biar aja dia nanti saya tegur supaya gak begitu lagi!" ucap Saka.
"Eh jangan pak! Nanti saya malah gak enak sama pak Alan, takutnya hubungan kita jadi kayak dulu lagi, saya gak mau pak," larang Sahira.
"Biarin aja Sahira, sekali-sekali tuh Alan harus dikasih tau biar dia gak seenaknya sama kamu," ucap Saka emosi.
"Gapapa kok pak, jangan diperpanjang lah urusannya nanti malah jadi ribet!" ucap Sahira.
"Kamu kenapa belain si Alan terus sih? Apa sih yang udah dia lakuin ke kamu, sampai kamu jadi begini sama dia?" heran Saka.
"Eee sa-saya..." Sahira terlihat gugup.
Tiba-tiba saja Saka meraih dua tangan gadis itu dan menggenggamnya, sang empu pun terkejut lalu berdebar-debar dibuatnya. Saka mencondongkan tubuhnya ke depan lebih dekat dengan Sahira, tentunya hal itu membuat Sahira semakin tak karuan.
"Kamu ada rasa sama Alan ya? Soalnya saya lihat-lihat, tiap kali kamu dekat sama dia pasti kamu selalu beda gitu. Ini baru tebakan saya sih, bisa salah bisa juga benar," ucap Saka.
"Ya enggak lah pak, mana mungkin saya suka sama bos saya sendiri?" sangkal Sahira.
"Tapi, dari ekspresi kamu tuh kayak menandakan kamu itu suka sama dia loh. Hati-hati aja Sahira, kadang yang awalnya gak suka bisa jadi suka loh!" ucap Saka.
"Ah bapak ini terlalu lebay deh, saya gak bakal mungkin suka sama pak Alan kok. Saya sadar saya ini kan cuma karyawannya," ucap Sahira.
"Kalau sama saya?" tanya Saka.
Deg!
Seketika Sahira langsung hendak muntah mendengar pertanyaan Saka, ia kaget sekaligus bingung mengapa Saka bertanya seperti itu. Namun, tiba-tiba Saka justru tertawa dan membuat Sahira semakin bingung. Gadis itu tak mengerti apa yang lucu sehingga Saka tertawa begitu.
"Hahaha, kamu kenapa ekspresinya jadi kayak gitu Sahira? Kamu gak paham sama pertanyaan saya apa gimana?" ujar Saka.
"I-i-iya pak, saya gak ngerti maksudnya bapak tanya begitu tuh apa," ucap Sahira.
"Baik pak!" Sahira mengangguk saja dan kembali melahap makanannya.
•
•
Sementara itu, Yoshi menghampiri Cat yang sedang mencuci piring di dapur toko. Tiba-tiba lelaki itu memeluknya dari belakang dan melingkarkan tangannya di pinggang sang gadis, sontak hal itu membuat Cat merasa terkejut dan hampir saja piring di tangannya itu pecah.
Tentu saja Cat meminta Yoshi untuk segera melepaskannya, sebab ia tak mau jika nanti ada yang melihat dan menaruh salah paham padanya. Yoshi sebelumnya memang tidak pernah seperti itu, menyentuh wanita saja ia jarang apalagi sampai memeluk dari belakang secara tiba-tiba.
"Lu apa-apaan sih Yos? Ngapain lu peluk gue kayak gini? Lepas ah, gue gak mau ada yang lihat!" ucap Cat meronta-ronta.
"Sssttt, gak akan ada yang lihat kita kalau kamu gak berisik Cat. Aku cuma mau bicara sama kamu, aku penasaran banget apa benar kamu suka sama aku atau enggak," ucap Yoshi.
"Iya iya, tapi jangan disini dong!" pinta Cat.
"Terus dimana lagi? Cuma ini satu-satunya tempat yang aman buat kita ngobrol Cat, please lah kamu jawab sekarang pertanyaan aku!" ucap Yoshi.
"Gue lagi kerja Yos, jangan ganggu gue nanti piringnya bisa pecah!" ucap Cat.
"Gak akan, aku bantu kamu nanti cuci piringnya. Sekarang kamu jawab dulu apa kamu beneran suka sama aku atau enggak!" ucap Yoshi.
"Yos, gue bakal jawab kok, tapi nanti. Ayolah lepasin gue dulu!" ucap Cat.
Bukannya menurut, Yoshi justru memutar tubuh Cat hingga menghadap ke arahnya dan menekan kedua pundak gadis itu. Yoshi menatap tajam ke arahnya dari jarak dekat, membuat jantung Cat berdebar tak karuan.
"Please Yos, udah ya gue mau lanjut kerja?" ucap Cat yang hendak berbalik.
"Eits, kamu pikir kamu bisa lepas dari aku? Gak bisa Cat, kamu harus jawab dulu pertanyaan aku yang tadi!" tegas Yoshi.
"Apaan sih Yos? Lu gak ngerti apa sama yang gue bilang barusan? Gue mau kerja dulu," ujar Cat.
"Aku gak akan lepasin kamu sebelum kamu jawab pertanyaan aku!" ucap Yoshi.
"Gue mau kelarin cuci piring dulu Yos, nanti gue jawab kok dengan jelas," ucap Cat mulai kesal.
"Apa susahnya sih tinggal jawab sekarang? Iya atau enggak gitu, gampang kan?" ujar Yoshi.
"Gampang menurut lu, belum tentu gampang menurut gue juga Yos. Bagi gue itu susah tau, udah ah awas gue mau kerja!" ucap Cat.
"Cat, sekali lagi aku tanya ke kamu, apa benar kamu suka sama aku?" ucap Yoshi dengan tegas.
Tampaknya kali ini Yoshi benar-benar serius, ia memegang kedua bahu Cat dan menatap tajam wajahnya dari jarak dekat. Cat yang ditatap seperti itu sontak kagok, ia mencoba mengalihkan pandangannya karena tak berani terlalu lama bertatapan dengan lelaki itu.
"Cat, Yoshi!" suara wanita mengagetkan keduanya, sontak Yoshi serta Cat bergegas menoleh ke asal suara dan menemukan Wati berdiri disana.
Wati menggeleng tak percaya dengan apa yang dilihatnya, pemandangan yang jarang sekali ia lihat terjadi di dapur sana. Pantas saja sedari tadi mereka berdua tak kunjung keluar, rupanya mereka sedang asyik bercengkrama disana. Itulah yang ada di dalam pikiran Wati saat ini.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...