Sekretaris Cantik Milik Ceo

Sekretaris Cantik Milik Ceo
Bab 154. Melihatnya


Saka masih tampak panik dan cemas lantaran ia belum berhasil menemukan adiknya sampai saat ini, padahal sudah berkali-kali ia berusaha mencari Alan dengan mengelilingi kota tetapi hingga kini pria itu masih belum ditemukan. Saka pun dibuat bingung dan tak tahu harus mencari kemana lagi saat ini, pasalnya semua tempat yang biasa didatangi adiknya itu sudah coba ia cek dan tetap saja Alan tidak berada disana.


Kini pria itu berhenti di pinggir jalan karena tak tahu lagi harus kemana, ia turun dari mobilnya dan memijat dahinya karena kebingungan. Lalu, ia memutuskan melangkah menuju warung di depan sana dan membeli minuman dalam botol. Ia terus berpikir keras bagaimana caranya untuk bisa menemukan Alan, pasalnya hingga kini ia belum mengetahui dimana keberadaan pria itu.


"Duh Alan, kamu tuh kemana sih? Capek nih saya cariin kamu terus tiap hari, tapi gak ketemu juga! Emang dasar adik nyusahin!" geram Saka sembari meminum air di tangannya.


Tanpa diduga, tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti di dekat Saka dan membuat pria itu keheranan. Seorang wanita tampak keluar dari mobil itu dan melepas kacamatanya, Saka pun terbelalak karena sadar bahwa wanita itu adalah Floryn. Ya Floryn kini berhenti di depannya, ia tersenyum sambil menyapa Saka dan mengulurkan tangannya ke arah pria itu dengan lembut.


"Halo bang! Lagi ngapain berdiri disini aja? Capek banget kayaknya," ujar Floryn menegurnya.


Saka tersenyum seraya menyentuh tangan gadis itu, "Iya Flo, saya masih cari Alan nih. Kamu gimana, udah ketemu belum sama dia?" ucapnya.


"Umm, belum sih bang. Ya cuma sebenarnya kemarin itu aku sempat ketemu sama Alan dan bicara sebentar sama dia," ucap Floryn lirih.


"Apa? Terus terus, dia ada dimana sekarang? Kenapa kamu gak ngabarin saya?" panik Saka.


"Eee maafin aku bang, a-aku mau bilang ke abang tapi dilarang sama Alan. Dia ancam aku katanya aku gak boleh kasih tahu ke abang apapun soal dia," jelas Floryn.


Saka melepaskan tangan gadis itu dan memutar bola matanya kesal, "Okay, terus sekarang dia dimana? Kamu kasih tahu aku!" ujarnya tegas.


"A-aku gak tahu dia dimana,"


"Jangan bohong Floryn! Kamu bilang kemarin kamu ketemu dia kan, tolong kasih tahu saya sekarang dimana dia!" sentak Saka.


Floryn sampai memejamkan mata akibat bentakan pria itu, bahkan detak jantungnya bergerak cukup keras dan ia benar-benar ketakutan dibuatnya. Saka pun merasa bersalah, pria itu tak menyangka jika dia akan melakukan itu pada sosok wanita lugu seperti Floryn yang sebenarnya tak memiliki kesalahan. Akhirnya Saka mendekati Floryn, lalu memegang kedua bahu gadis itu dengan kuat.


"Eee Floryn, saya minta maaf ya? Sa-saya tadi kelepasan udah bentak kamu, saya cuma kebawa emosi karena Alan belum ditemukan!" ucap Saka.


"I-i-iya bang, gapapa kok. Aku juga cuma kaget aja tadi dengar abang bicara kasar begitu, soalnya aku baru kali ini dibentak sama orang. Tapi, aku beneran gapapa kok," ucap Floryn gugup.


"Okay, sekali lagi saya minta maaf. Tapi, tolong kamu kasih tahu saya dimana keberadaan Alan saat ini!" pinta Saka.


"Aku waktu itu ketemu Alan di warung pinggir jalan, terus aku gak tahu lagi dia dimana. Karena habis itu, dia pergi dan gak bilang mau kemana. Maaf ya bang?" ucap Floryn menjelaskan.


Saka menghela nafasnya, "Yaudah gapapa, kalo gitu kamu mau temani saya lagi gak untuk cari Alan?" ucapnya.


"Mau mau aja sih bang, tapi kita mau cari Alan kemana? Kita kan gak tahu dia ada dimana sekarang," ucap Floryn.


"Eee...."


TIN TIN TIN...


Mereka dibuat kaget saat tiba-tiba terdengar sebuah suara klakson mobil dari arah belakang, sontak mereka langsung menoleh dan melihat ke mobil tersebut untuk mencari tahu siapa sebenarnya yang ada di dalam sana dan untuk apa dia menghentikan mobilnya di dekat sana.


"Bang, itu siapa ya? Kok kayaknya dia sengaja berhenti di dekat kita?" ujar Floryn terheran-heran.


"Hehe iya juga ya?" Floryn terkekeh atas ucapannya sendiri yang menurutnya amat bodoh.


Entah reflek atau disengaja, Saka malah mencubit gemas pipi Floryn dengan kuat sehingga membuat sang empu tersentak dan mematung saat itu juga. Dan yang lebih penting, kelakuan Saka itu dilihat langsung oleh seseorang yang baru turun dari mobil tadi. Tidak lain tidak bukan, orang itu ialah Nawal yang merupakan mantan kekasih Alan.


"Pak Saka!" Nawal langsung menegur pria itu dan melambaikan tangan ke arahnya.


Sontak Saka terkejut dan menoleh ke asal suara, ia membulatkan matanya begitu melihat Nawal berada disana. Karena tak ingin terjadi kesalahpahaman disana, Saka bergegas melepaskan tangannya dari wajah Floryn. Jujur ia menyesal telah melakukan hal itu, ia juga tak mau jika sampai kelakuannya justru membuat masalah.


Nawal kini melangkah mendekatinya, ia berhenti tepat di hadapan Saka serta Floryn dan tak lupa turut menyapa gadis itu yang ia kenali sebagai pacar pura-pura Alan. Ya Nawal juga tak menyangka dengan apa yang dilihatnya tadi, ternyata Floryn justru lebih dekat dengan Saka dibanding Alan yang katanya kekasihnya itu.


"Eh ada kamu juga disini, lagi apa? Kok kamu malah sama pak Saka sih, katanya kamu pacar baru Alan dan kalian udah mau nikah?" tanya Nawal sedikit mengejek Floryn.


"Umm aku lagi nemenin bang Saka cari Alan, soalnya sampai sekarang kita masih belum bisa temuin dia," jawab Floryn berusaha santai.


"Iya itu benar, kamu sendiri ngapain disini Nawal? Ada kepentingan apa sampai kamu datang ke tempat ini? Atau kamu cuma ingin temuin saya dan bicara yang enggak-enggak?" sahut Saka.


"Ah kok anda bicara begitu sih, pak Saka yang terhormat?"


"Stop bilang saya seperti itu! Kamu gausah sok jadi wanita formal deh Nawal, yang ada ucapan kamu itu bikin saya emosi!" geram Saka.


"Ahaha, iya iya saya minta maaf. Terus saya harus panggil anda apa dong?" ucap Nawal terkekeh.


"Terserah kamu, tapi jangan pernah panggil saya seperti itu lagi!" tegas Saka.


"Okay, aku panggilnya mas Saka aja deh. Oh ya, omong-omong soal Alan tadi aku sempat lihat dia loh pas di jalan mau kesini," ucap Nawal.


Deg!


Saka pun tersentak mendengarnya, ia langsung mendekati Nawal dan fokus menatapnya. Ya tentu Saka ingin tahu dimana keberadaan adiknya, sebab Nawal mengatakan kalau dirinya sempat melihat Alan tadi. Meski sebenarnya Saka agak ragu dengan ucapan Nawal, karena selama ini yang ia tahu Nawal adalah sosok gadis aneh.


"Terus dimana dia? Kamu lihat dia dimana Nawal?" tanya Saka dengan tegas dan emosi.


Nawal tersenyum santai menanggapinya, "Iya, aku tadi ngeliat dia di depan supermarket gitu. Dan kamu tahu gak dia lagi sama siapa?" ucapnya.


"Enggak, emang dia sama siapa?" tanya Saka.


"Dia lagi berduaan sama Sahira, pacar kamu." Nawal meneruskan ucapannya dan sengaja ingin membuat Saka emosi pada adiknya sendiri, lalu keributan pun akan terjadi diantara mereka.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...