
Kata orang pasangan itu selayaknya lumbung dan tutupnya, ada yang bilang lagi seperti cobek dan alat penumbuknya, dan ada yang bilang lagi seperti pintu dan kuncinya.
Aslan menatap lurus ke depan dengan tatapan mata kosong. Entah kenapa setelah bertemu dengan Pangeran dan Kia, hati Aslan lebih terpakai dari sebelumnya yang hanya memakai pikiran dan akal.
Seperti sekarang, Aslan berfikir harus menemukan Alena dan ayahnya segera, tapi perasaan Asla berkata lain, sepertinya perlu ada pembicaraan lebih dulu agar kedua belah pihak tidak kaget. Apalagi Alena sedang sakit.
Selain itu pula, Aslan jadi memikirkan bagaimana hidup Alena ke depanya.
“Pak ke rumah Paulina!” ucap Aslan tiba- tiba di persimpangan meminta supirnya mampir ke rumah lamaanya.
“Baik Tuan!” jawab Pak Tomo tanpa membantah, padahal dalam hati Pak Tomo bertanya, katanya tadi kangen istri, kok malah ke rumah istri tua, apa Aslan kangen istri tua? Kan sudah bercerai, ah ya sudahlan, Pak Tomo tidak bisa menebak isi hati Aslan.
****
Nicholas kini seperti tawanan nenek sihir yang diperbudak untuk memenuhi hasrat keinginan nenek sihir itu.
Mau Nicholas setelah melewati pergumulan panas dan panjanng bersama Paulina, Nicholas pulang menemui istri dan anaknya seperti biasanya agar tetap bisa mempunyai keduanya.
Sayangnya Paulina kini mulai posesif dan tidak mau ditinggal. Bahkan Paulina mengancam, akan menemui Dokter Maghdalena, istri Nicholas.
Nicholas pun memberikabar istrinya harus menginap dan tidak pulang. Dokter Lena tidak menjawab seperti biasanya sebagai istri solekhah. Nicholas pikir karena Lena marah liburan keluarga mereka tertunda. Nicholas tidak tahu kalau kini hati istrinya berkecamuk dengan berbagai prasangka dan praduga, Dokter Lena juga sedang mengumpulkan bukti dan menghubungkan setiap kejadian yang dia curigai.
“Sayang, seharian ini, dari kemarin aku sudah menemanimu, biarkan aku pulang ya!” tutur Nicholas pamit.
“Apa kau lupa? Temani aku menemui Pak Sentot bawahan ayahku!” jawab Paul sewot.
Nicholas diam dan mengusap tengkuknya, Nicholas mulai panik memikirkan istrinya yang tak menghubunginya seperti biasanya jika dia pergi menginap.
“Aku akan menemanimu, tapi aku harus pulang dulu!” jawab Nicholas lagi.
“Kamu akan bilang kan? Jadwal kamu pagi adalah mengantar putrimu ke sekolah agar mereka tak pernah curiga padamu? Aku lelah dengan semua alasanmu, apa kamu lupa anak yang ada di perutku juga anakmu yang butuh kamu!” jawab Paulina merajuk dan meminta perhatian Nicholas.
Nicholas pun terdiam tak bisa berkutik.
“Iya aku tahu Sayang, maafkan aku!”
“Aku sekarang sudah sendirian, kapan kamu akan menikahiku?” tanya Paulina semakin menuntut.
Nicholas garuk- garuk kepala lagi menyembunyikan ekspresi mulai kesal ke Paulina.
“Bukankah PR kita sekarang adalah membantu ayahmu, tidak mungkin aku menikahimu sekrang di saat seperti ini. Kan sudah rencana kita, biarkan anak kita orang menganggap anak Aslan, setelah itu baru kita menikah, oke?” jawab Nicholas berkelit.
Paulina diam, mendengar perkataan membantu ayahnya Paulina luluh.
“Ya udah ayo kita datang ke alamat ini!” ucap Paulina menunjukan kos- kosan lama Pak Sentot.
Mereka berdua kemudian keluar dari hotel siang itu. Mereka berdua belum mendengar dan belum tau tentang pernyataan Cnyntia kalau orang- orang sudah mulai tak percaya Paul dan membicarakanya. Saat mereka berdua jalan berdua, netizen comel yang tak sengaja melihat mereka berjalan tak menyiakan kesempatan untuk mengambil gambar saat mereka bergandengan tangan masuk ke mobil.
Mereka pun langsung menuju ke kosan lama Pak Sentot saat menjadi asisten ayahnya.
“Sepertinya ini tak berpenghuni Sayang!” ucap Nicholas. Pak Sentot kan memang sudah meninggalkan kehidupan kotanya.
“Coba kutanya tetangga samping!” jawab Paul.
Paul kemudian menyuruh supirnya bertanya ke mantan tetangga Pak Sentot.
“Maaf Nyonya, rumah ini sudah ditinggalkan sejak 5 tahun lalu!” jawab Supir melapor.
“Hhhh!” Paulina menghela nafas kesal. Padahal kata anak buahnya ini alamat akurat kediaman Pak Sentot.
“Ke Mamah sekarang!” ucap Paul ingin menemui ibunya.
Paul belum memeriksa ponselnya yang memberitahu Alena di rumah sakit, Paul bahkan tidak memikirkan Alena. Paul hanya memikirkan bagaiamana mengatasi masalah ayah dan ibunya yang menurutnya lebih gawat.
“Sayang, sekarang waktuna aku pulang ya!” ucap Nicholas lagi meminta.
“Apa kau tidak mau menemui ibuku?” tanya Palina menuntut waktu Nicholas lagi.
“Maaf Sayang, sepertinya sekarang bukan waktunya! Ibumu kan sedang sakit,, aku takut dia akan marah padaku,” jawab Nicholas beralasan lagi.
Paulina pun menurut dan percaya, Paulina menjenguk ibunya sendirian. Nicholas kemudian pergi ke villanya.
Saat sampai Villa, Nicholas tercengang karena istri dan anaknya tidak ada di situ. Nicholas kemudian pulang ke rumahnya. Rumah Nicholas pun sama halnya dengan villanya sepi.
“Kemana Lena? Kenapa dia tak menjawab teleponku?” gumam Nicholas panik.
Nicholas kemudian menghubungi Lena sekali lagi, jika kemarin dan tadi pagi berdering dan hanya diabaikan, sekarang teleponya dialihkan.
“Apa Lena marah terhadapku?” batin Nicholas.
Nicholas kemudian pergi ke klinik istrinya. Sesampainya di klinik Nicholas langsung turun dan mengampiri perawat yang berjaga, karena itu klinik milik istrinya Nicholas masuk begitu saja.
“Ibu di dalam?” tanya Nicholas ke perawat.
“Maaf, Tuan Dokter Lena meninggalkan klinik satu jam lalu, kami juga sedang membereskan pekerjaan dan akan segera pulang!” jawab perawat memberitahu.
“Oke, apa ibu mengatakan sesuatu, kemana dia pergi?” tanya Nicholas.
“Tidak Tuan!” jawab Perawat, Nicholas mengangguk lalu pergi sembari mengacak acak rambutnya.
Nicholas sangat kenal dokter Lena, sejak pacaran Lena sangat bucin dengan ketampanan Nicholas, Lena juga selalu perhatian, mengalah dan menurut. Ini kali pertama Lena mengabaikan pesan dan panggilan Nicholas.
“Kemana dia? Kenapa tidak bisa dihubungi sih?” gumam Nicholas kesal.
Sementara di klinik sepeninggal Nicholas, perawat saling mencibir. Mereka baru saja melihat unggahan internet tentan pernyataan Rendra, Cyntia dan foto dirinya bersama Paul.
“Tega banget ya Pak Nicholas? Kurang apa coba Dokter Lena?”
“Iya, udah baik, cantik, setia solekhah, masih aja digituin?”
“Gue jadi gedeg sama si Paul itu!”
“Gue gedek sama keduanya ishh, pen gue tonjok tuh!”
“Kenapa tadi enggak?”
“Hehehe, takut gue kurus.
“Hahahaha!”
Perawat itu pun berkemas dan menutup klinik.
Kini satu persatu para paparazi yang ingin akun media sosianya viral mendapatkan bukti- bukti drama si kedua artis itu tanpa disuruh dan dibayar. Sayangnya si pelaku tidak tahu kalau kini dirinya menjadi cemoohan orang- orang.
Tanpa diketahui Nicholas juga mertua dan keluarga besar Dokter Lena membaca, melihat dan mendengar berita tentang dirinya. Mertua Nicholas yang sejak awal menentang Nicholas menjadi menantunya kemudian memanggil Lena dan anaknya ke rumahnya tanpa sepengetahuan Nicholas.