
Tidak mau menunda atau mengulur waktu, meski mereka baru jet leg pulang dari provinsi Y. Malam itu juga, Aslan dan Kia hendak mencari rumah Pak Sentot, sahabat Pak Tiko.
Kia samar- samar ingat, saat kecil dulu, Bapaknya pernah bilang ke Kia mau berhenti bekerja. Bapak Kia pernah sakit semingguan, tanganya gemetaran dan setiap malam mengigau.
Saat itu, ibu Kia masih hidup. Bapak dan Ibu Kia sampai sempat membuka toko sebagai ganti mendapatkan sumber penghasilan.
Sayangnya ibu Kia sakit- sakitan dan butuh biaya pengobatan. Ayah Kia dipanggil dan diajak Pak Sentot kerja lagi. Ayah Kia pun ikut dan nurut kerja lagi.
Kia juga ingat bapaknya mengamankan beberapa benda dan berkas pada sebuah kotak yang dia simpan rapat. Kia pernah dengar bapaknya ngobrol dengan ibunya, kotak itu adalah kotak kebenaran yang harus diperjuangkan, tapi bapak Kia tidak tahu harus meminta pada siapaa, bapak Kia hanya pegawaai rendahan. Oleh sebab itu ibu Kia menyarankan agar Bapak Kia meminta bantuan orang lain.
“Abang nggak pernah ingat nama Pak Sentot?” tanya Kiaa.
“Tidak, tapi ayah mertua Abang tau!” jawab Aslan.
“Oh!”
“Kamu nggak capek kan?” tanya Aslan ke Kia.
“Nggak, Abang, kalau emang Tuan Alex dalang dari semua ini, diaa harus dapat ganjaran yang setimpal Bang!” ucap Kia.
“Ya! Abang juga berfikir begitu!”
“Ya udah Kia ganti baju dulu ya!”
“Iya, awas aja kamu pakai baju begini! Abang hukum!” jawab Aslan melirik Kia yang sekarang sangat seksi.
“Ya!” jawab Kia.
Kia kemudian masuk ke ruang ganti memilih hoody longgar, celan kulot kain dan hijab pashmina instan. Kia tampil santai tertutup tapi tetap cantik. Mereka keluar dari kamar dan pamitan.
"Lhoh. Den Aslan sama Non Kia mau kemana lagi?" tanya Mbok Mina heran.
"Kita mau ada perlu Mbok. Sepertinya akan larit malam pulangnya, Mbok Mina dan Mbak Narti jangan tungguin kita ya!" jawab Kia memberi pesan.
"Lhah emang mau kemana Non? Apa mau jenguk Den Pangeran?" tanya Mbok Narti.
"Bukan, Mbok!"
"Apa, Mbok Narti ingat karyawan Mamah yang mamanya Pak Sentot?" tanya Aslan kemudian.
"Sentot?" tanya Mbok Mina dengan ekspresi mengingat sesuatu.
"Iya!" jawab Aslan.
"Apa Dul Sentot ya?" tanya Mbok Mina.
"Apa yang Mbok Mina ingat tentang dia?"
"Dia pegawai yang pintar utak atik komputer, tapi semenjak Ibunya Den Aslan meninggal kan beliau keluar Den. Emang ada apa to?" tanya Mbok Mina.
"Apa Mbok Mina pernah dengan nama Surya?" tanya Aslan lagi.
"Tidak Den!" jawab Mbok Mina.
Aslan mengangguk, karena mungkin Mbok Mina dipekerjakan di rumahnya setelah ibunya menikah dengan Tuan Agung.
"Ada apa sih Den?" tanya Mbok Mina.
"Nggak apa-apa, ya udah kita pergi dulu!" jawab Aslan berpamitan.
"Asslamu'alaikum ya Mbok!" ucap Kia sopan.
"Waalaikum salam! Hati-hati Den, Non!"
"Ya!"
Aslan dan Kia kemudian menjemput pengacaranya di tempat yang mereka tentukan. Mbok Mina yang melihat ekspresi serius Aslan dan Kia kemudian mematikan televisi mengajak Mbak Narti tidur. Mbok Mina tapi tidak tidur, Mbok Mina mengambil air wudzu, tadarus Al- Qur'an mendoakan Aslan dan Kia.
*****
Sementara Meta, tidak jadi datang ke acara Stev si artis kaya raya itu karena harus mengobati Will. Meta juga tidak jadi dibelikan tas.
Sementara, Cyntia selesai dari acara promo dan temu fans serial dramanya langsung datang ke acara Stev. Cyntia yang merupakan artis pendatang baru yang serial dramanya sukses, viral tentu saja diundang.
Bukan Cyntia yang berusaha menyaingi teman-teman selebgram dan artisnya. Dengan gaya Cyntia yang sesuai dengan jati diri Cyntia, Cyntia justu menjadi role model dan pusat perhatian. Teman-teman Cyntia mengagumi fashion Cyntia yang simple elegan dan cantik.
Cyntia dan Shella karena berada di keramaian party tidak ada yang melihat hp atau media sosial. Rendra yang sedang mabuk apalagi, terlebih Kia dan Aslan mereka sama sekali tidak menengok televisi apalagi media sosial.
"Maaf ya Sayang, kamu jadi ikutan capek!" tutur Aslan.
"Kia juga harus tau demi Bapak Bang" ucap Kia bersemangat.
"Ya udah kamu tidur ya! Tunjukan alamatnya, kalau udah sampai Abang bangunin!" tutur Aslan lembut. Kia pun tidur, ponsel diletakan di tas.
****
Di tempat lain, ternyata Tuan Alex dan Paul mengeluarkan somasinya. Mereka berdrama dj depan kamera tentang perceraianya.
"Iya, saya umumkan, sejak hari kemarin, saya resmi sudah bukan istri Aslan Nareswara lagi! Berat memang, ini sangat berat untuk saya!" tutur Paul dengan kepandaian aktingnya. Paul menampakan muka memelasnya.
"Kenapa sangat tiba-tiba, Nyonya Paulina?" tanya para awak media.
"Sebenarnya ini sudah berjalan sejak 3 bulan lalu. Saya juga sudah mondar mandir ke Pengadilan. Saya memang tidak menceritakan ke siapapun. Saya berjuang demi anak saya, saya berjuang agar rumah tangga saya tetap bertahan. Saya masih berharap suami saya mengerti saya dan kembali kepada saya istrinya dan Alena anak saya. Tapi sepertinya, perjuangan saya tidak berhasil!" ucap Paul dengan berderaian air mata palsunya.
"Apa maksud anda Nyonya Paul? Apa itu artinya kalian bercerai karena orang ketiga?" tanya wartawan lagi.
Paul pura- pura menunduk, menyeka air matanya di depan kamera.
"Sebenarnya saya tidak ingin ya, membuka ini di depan kamera, walau bagaimanapun. Aslan adalah ayah anak saya. Dia adalah laki-laki panutan untuk Alena. Saya tidak bisa mengatakanya, tapi bagaimana lagi, kenyataanya sangat menyakitkan!?" ucap Paul sok bijak.
"Jadi benar karena orang ketiga?" tanya wartawan lagi.
"Saya, selalu berusaha menjadi istri yang sempurna untuk suami saya. Sebenarnya ini sudah lama, saya mencoba bertahan selama ini demi Alena. Sampai saya bertanya pada suami saya kenala melakukan ini? Saya juga meminta maaf, karena kekurangan saya sampai suami saya mencari kebahagiaan lain, tapi tetap saja semua itu tidak berarti!" tutur Paul lagi sangat pandai.
"Jadi Tuan Aslan sudah lama berhubungan dengan perempuan ini?" tanya wartawan lagi.
"Iya. Bahkan mereka, mereka ternyata sudah punya anak dan menikah di belakang saya!" ucap Paul lagi menangis lagi.
"Wah, berarti sudah lama?" tanya wartawan lagi.
"Saya sebenarnya tidak keberatan jika harus dimadu, tapi ternyata istri muda suami saya tidak menginginkan itu. Dia tidak cukup hanya berbagi kasih sayang dengan suami saya. Suami saya berubah, dia ingin suami saya menjadi miliknya, dia tidak mau berbagi. Padahal saya hanya memikirkan anak saya. Lebih dari itu, dia juga ingin menguasai apa yang jadi hak anak saya! Dia ingin menguasai harta suami saya!" ucap Paul lagi.
"Wah, anda mulia sekali Nyonya Paulina. Kalau boleh tau siapa istri muda Tuan Aslan Nyonya?"
"Kalian akan tau sendiri nanti, saya tidak mau dituduh membuat citra jelek anak suami saya. Anak suami saya sangat mirip dengan suami saya. Dia bahkan meminta segala cara agar anaknya bisa menandingi anak saya dan mengambil anak saya. Itu sebabya, saya berjuang mendapatkan hak anak saya meski harus kehilangan ayahnya!" ucap Paul lagi pandai. Sok-sokan memakai teka-teki tapi jelas ingin memojokan dan menghancurkan Ipang.
"Maksud Nyonya Paul? Apa anak dari Tuan Aslan itu juga bersaing dengan saudaranya, yaitu Nona Alena?"
"Sudah ya jangan bahas mereka. Intinha sebelum harta suami saya jatuh ke istri muda dan anaknya itu, saya berjuang mendapatkan harta anak saya. Saya berharap dengan begitu suami saya kembali ke saya dan Alena, tapi tetap saja suami saya dibutakan oleh perempuan itu. Meski harus kehilangan harta, anak dan istrinya, suami saya lebih memilih perempuan itu!" ucap Paul lagi seakan dia menjadi perempuan paling menderita.
Paul membuat pernyataan agar dirinya tidak dianggap menguasai harta Aslan. Paulina membuat narasi agar dirinya baik.
"Siapa dia Nyonya?"
"Biar kalian tau sendiri tanpa saya memberitahu!" jawab Paul playing fictim, pura-pura menjaga padahal sudah mengumbar aib bahkan memfitnah Aslan.
"Apa dia ibu Pangeran?" tanya salah satu wartawan yang waktu itu bertemu Kia dan Aslan di Bus.
"Saya rasa sudah cukup sampai di sini ya pertemuan kita. Saya mohon doa ke teman-teman semua, saya dan anak saya diberi kekuatan untuk mengikhlaskan dan menghadapi semua ini dengan baik" jawab Paul lagi sok bijak, lalu pergi.
Paul berencana membuat sensasi step by step agar suasananya panas dulu. Malam itu pun media sosial dan elektronik langsung digemparkan dengan gosip Paul yang resmi bercerai karena di hianati
Berbagai timeline berita tentang Paul muncul banyak sekali di berada media sosial. Semua memuji Paul dan memojokan si peremouan pelakor.
Yang membuat heboh lagi adalah foto saat Aslan naik bis bersama Kia. Akun media sosial itu langsung ramai diserbu netizen. Foto Kia dan Aslan langsung menyebar kemana-mana.