Queen Of Casino

Queen Of Casino
Bab 62: Bergerak Sekarang


Kepanikan terjadi akibat kejadian kecelakaan yang menyebabkan banyak korban tersebut menjadi perbincangan banyak orang. Sopir dinyatakan tewas di tempat, sedangkan beberapa pengunjung restoran lainnya mengalami luka-luka. 


Seorang pria melangkah menyusuri lorong rumah sakit bersama beberapa tenaga medis lainnya dengan perasaan tak menentu. Gadis yang dia cintai kini terbaring lemas di atas brankar dengan tubuh bersimbah darah tak sadarkan diri. “Aku mohon bertahanlah, Je,” ucap Liam menahan air buliran hangat yang berkumpul di pelupuk matanya. 


Dia tidak pernah mengalami perasaan sehancur ini sebelumnya.  Sosoknya yang terbiasa kejam bahkan seolah tak bisa merasakan sakit, meskipun terkena peluru yang bersarang di tubuhnya atau puluhan sayatan benda tajam yang merobek kulitnya. Namun, sungguh berbeda dengan saat ini karena hatinya terasa sangat sakit seakan terhimpit, tetapi tak berdaya untuk melakukan apa-apa.


“Mohon tunggu di luar, Tuan!” pinta seorang perawat sesampainya mereka di ruang gawat darurat.


Liam hanya bisa menunggu sambil mengusap kasar wajahnya. “Hah, Sial! Beraninya mereka berbuat seperti itu pada Je,” marah Liam sambil meninju tembok di belakangnya. 


Tak lama kemudian, seorang pria paruh baya dan pria muda dengan wajah khawatir bergerak ke arah Liam. “Apa yang terjadi, Nak. Bagaimana kondisi jenni saat ini?” tanya Su Man To tanpa basa-basi. 


“Dia sedang ditangani tim medis,” jawab Liam singkat kemudian menatap Richard di samping Su Man To. “Bisakah kau menjaganya sebentar? Aku pasti akan menemukan pelaku sebenarnya.”


Richard hanya mengangguk setuju, sebelum pelaku utama melarikan diri lebih jauh lagi, sebaiknya segera ditemukan daripada harus larut dalam kesedihan akan apa yang dialami Je. “Pergilah! Nanti aku kabari jika terjadi sesuatu.”


Liam segera bergerak keluar dari rumah sakit. Dia menghubungi anak buahnya sebelum mengendarai mobil. “Temukan wanita itu secepatnya atau serahkan kepalamu saat ini juga!” ucap Liam yang langsung mematikan sambungan telepon setelah memberikan ancaman. 


Dia pun segera melaju dengan kecepatan tinggi menuju  tempat di mana para anak buahnya sudah berkumpul. Sebelumnya Liam memang sudah menyiapkan rencana penyerangan besar-besaran jika terjadi sesuatu dengan sang kekasih. 


Semenjak kecelakaan yang menimpa Je beberapa bulan yang lalu, Liam tidak pernah lagi bersantai dan mengumpulkan kekuatannya tanpa sepengetahuan Je. Dia sudah bersiap jika terjadi kemungkinan terburuk nantinya, sejak penangkapan Ahn Jay. Sayangnya, Liam tak mengira jika mereka akan menyerang dari belakang di saat pihaknya tengah lengah. 


“Kita bergerak ke sana sekarang. Jangan biarkan dia sampai lolos!” berbulan-bulan mereka mencari sang wanita kaki tangan Ahn Jay yang bersembunyi, tetapi baru kali ini mereka menemukan jejaknya seolah hilang tertelan bumi. Jika tidak segera dibasmi, mungkin wanita itu akan mengumpulkan kekuatan di tempat lain dan kembali dengan dendam yang lebih berbahaya lagi nantinya. 


Liam sudah tidak bisa mentolerir apa yang mereka lakukan. “Jangan harap kalian bisa bebas hari ini!” ucapnya seraya berputar arah dan menekan lebih dalam pedal gas di kakinya menuju pelabuhan.


Tak perlu waktu lama, Liam tiba di tempat tersebut dengan amarah yang menggebu. Seluruh anak buahnya sudah sedia, dan bersia untuk menerima perintah darinya. “Di mana wanita itu?”


“Di sana, Tuan,” jawab Kare menunjuk sebuah kapal yang sepertinya bersiap untuk berlayar.   


Beruntung kapal yang digunakan wanita itu bukanlah kapal umum, melainkan kapal pribadi dengan beberapa anak buah yang terlihat begitu jelas.


 Sayangnya, Liam juga bukanlah pria biasa. Sebuah kapal miliknya telah dipersiapkan untuk menunjang kemudahan dalam mengejar lawan. Berbeda dengan milik lawan yang tampak cukup mewah. Apa yang digunakan Liam hanyalah sebuah kapal barang, di mana terbiasa mengambil atau mengirim barang. Namun, terdapat persenjataan lengkap di dalamnya karena memang dikhususkan untuk dapat bertahan dari para pembajak di lautan, layaknya sebuah kapal militer.


“Kita bergerak sekarang!” 


To Be Continue... Jangan lupa mampir ke karya Rissa Selanjutnya tentang Mommy Laura, yang berjudul Istri Tawanan Tuan Arogan