Queen Of Casino

Queen Of Casino
Bab 19: King–Queen


Hari-hari berlalu begitu cepat, tak terasa perubahan dalam diri Je terlihat cukup signifikan. Berbulan-bulan sudah dia terbiasa hidup berdampingan dengan jiwa Jenni di sampingnya. Lambat laun bukan hanya Je yang sudah mulai menikmati hidup, tetapi Jenni juga sama halnya. 


Rasa rendah diri Jenni, perlahan mulai terkikis. Bahkan tak jarang gadis itu ikut bersama Je dan teman-temannya ke kasino dan mempelajari trik yang digunakan Jessi. 


Tanpa mereka sadari, setiap perubahan dalam diri Je selalu diperhatikan oleh pria di tempat perjudian. Sejak gadis itu masih gemuk hingga sudah langsing dan tampak mempesona. Pria tersebut bahkan meletakkan anak buahnya untuk mengawasi kehidupan Je selama ini. 


"Kare, menurutmu bagaimana cara mendekati wanita?" tanya Liam di kejauhan dengan pandangan menatap ke bawah, tempat di mana Je selalu berjudi bersama teman-temannya. 


"Apa Anda sungguh menyukainya, King?" 


Berbulan-bulan sudah Liam hanya bersembunyi di balik layar sambil melihat keceriaan di wajah Je dari kejauhan. Bukan tanpa alasan pria tersebut melakukan hal itu. Hanya saja dia belum yakin dengan apa yang kini dirasakan. Bagaimana mungkin  William Scorpion–King Casino–jatuh hati pada seorang gadis di bawah umur. 


"Entahlah, aku hanya merasa ingin memilikinya," jawab Liam sambil terus menatap ke arah Je. 


"Bagaimana kalau Anda memberinya bunga, King? Atau coklat? Bukankah dia masih remaja?" ujar Kare dengan polos karena dia sendiri bukan tipe pemain, jadi tidak mengerti apa yang seorang gadis suka.


"Cih, kau pikir gadis seperti itu menyukai hal yang kau sebutkan tadi." Liam berdecih dan memandang sinis ke arah asistennya. 


Namun, dengan polosnya Kare yang polos hanya bisa menggaruk tengkuk yang tak gatal sambil menyengir kuda. "Memangnya apa yang di sukai gadis seperti itu, King?" 


"Uang," ucap Liam dengan sebuah seringai di wajahnya. Dia lantas meletakkan gelas wine di tangan ke meja dan hendak melangkah pergi. "Jangan ikuti aku! Lihat saja aku akan memberimu aba-aba atau tidak!" 


"Baik, King." 


 


Gadis itu kini sudah cukup terkenal di kalangan para pemain kasino. Entah berapa banyak uang yang berhasil dia kuras dari kantong para pengusaha tua maupun muda yang datang ke tempat itu. Hingga kini dijuluki 'Queen'.


Penampilannya yang kini cantik membuat gadis tak lagi diremehkan. Bahkan tak jarang setiap orang dari mereka berusaha mendekati dengan berbagai cara. Namun, hanya sia-sia hasilnya karena Je tak sama dengan wanita lain yang suka memanfaatkan uang pria, tetapi menukar dengan tubuh. Hal itu pula yang membuat Liam semakin tertarik pada perempuan berharga diri tinggi tersebut. 


"Argh." Lagi dan lagi, suara geram pria yang uangnya habis dikuras Je tampak begitu frustrasi hingga membanting kartu miliknya ke atas meja dan beranjak pergi. 


Di kala Sam dan teman-temannya tengah bersorak ria melihat kemenangan Je. Saat itu pula tanpa membuang waktu Liam duduk di kursi tepat di hadapan gadis tersebut. 


Hal itu tentu saja membuat para pemain lainnya seketika berkumpul di meja tersebut. Termasuk Sam yang langsung ternganga dan menutup mulut tak percaya menatap ke arah pria yang kini berada di depan Je. 


"Ki–king," ujar Sam dengan gugup, tetapi terdengar jelas oleh Je. 


Siapa orang di Asia yang tak kenal William Scorpion. Sang King Casino di Macau yang sangat jarang mau bermain dengan orang lain yang tidak selevel dengannya. Bahkan orang sekaya apapun belum tentu memiliki kesempatan itu. Berkelana membangun tempat perjudian di mana-mana termasuk Scorpion Casino.


"Sepertinya kau cukup terkenal sampai-sampai mereka berkerumun seperti lalat yang hinggap di kotoran," ucap Je dengan sorot tajam ke arah Liam tanpa basa-basi. 


Bukannya marah, tetapi Liam malah tersenyum kecil hingga membuat para pelanggan wanita terpesona dibuatnya. Sementara itu, pelanggan pria hanya bisa menggigit jari, bahkan tak jarang dari mereka mulai membuat taruhan atas permainan King dan Queen dari Casino tersebut. 


"Bukankah mereka lebih seperti para tamu undangan yang menyaksikan sepasang pengantin paling mengesankan di pelaminan." Sebuah senyum indah terlukis di wajah Liam tatkala melihat Je yang tampak memejamkan mata sambil menghela napas panjang. Sungguh gadis yang cukup pandai mengatur emosi di usianya.


To Be Continue ...