Queen Of Casino

Queen Of Casino
Bab 40: Siapa Je?


William mengantarkan Je pulang ke rumah sewanya, sedangkan dia memutuskan kembali ke apartemen dengan langkah gontai. Layaknya ibu hamil yang tengah morning sickness, pria itu terus saja mengeluarkan isi perutnya tak ada henti. Sungguh sesuatu yang cukup menyiksa sebagai seorang pria. 


Setibanya di apartemen, Liam langsung berlari menuju kamar mandi dan kembali memuntahkan segala isi perutnya. Kare yang kebetulan ada di sana mengerutkan beberapa  lapis kulit di dahi melihat tingkah aneh William saat itu. “Anda hamil, King?” tanya pria tersebut yang seketika mendapatkan lirikan tajam dari Liam.


William tak menjawab dan bergerak ke arah sofa sambil memegang perutnya yang kini terasa kosong. “Kau yakin informasi tentang Je itu benar?” Dia kembali mempertanyakan kinerja anak buahnya tersebut sambil memicing tajam. 


Informasi yang dia dapat sebelumnya dari Kare hanyalah Jennifer To, gadis polos berusia tujuh belas tahun yang biasa saja. Namun, mengingat apa yang terjadi hari ini, Liam jelas tahu jika Je merupakan orang yang terlatih dalam hal bela diri, bertarung, maupun perjudian. Bahkan cara berpikir dan kekejamannya bisa dibilang setara dengan mafia kelas kakap yang pastinya sudah terbiasa dengan hal-hal berbahaya cukup lama.


Sementara itu, Liam sendiri selalu mengamati pergerakan Je selama berbulan-bulan. Jadi, dia jelas paham jika Je bahkan hanya melakukan aktivitas rutin seolah apa yang terjadi sudah menjadi kebiasaannya, termasuk drifting mobil. Butuh waktu bertahun-tahun untuk mahir dalam hal itu, dan pastinya seorang pengajar yang handal, sedangkan Je tampak melakukan semua itu seorang diri tanpa perlu bantuan siapapun.


“Sebenarnya, King.” Kare tampak menggaruk tengkuknya sendiri yang tak gatal. Bukan karena apa, tetapi pria itu tampak gugup mengatakan hal yang belum lama dia ketahui kepada bosnya. 


“Apa?” ketus Liam dengan sedikit membentak.


“Sebenarnya belum lama ini saya mendapatkan informasi kalau Nona Je sebelumnya adalah korban perundungan yang mencoba bunuh diri. Dia tak hanya dibenci oleh teman-temannya karena gemuk, tapi juga oleh keluarganya sendiri dan dianggap sebagai pembawa sia!” ujar Kare dengan sedikit hati-hati.


Liam hanya bisa terdiam mendengar pengakuan Kare. “Dirundung?” Sebuah tawa renyah seakan tak percaya dengan kalimat anak buahnya lolos begitu saja dari bibir Liam. “Dia bahkan sanggup melukai orang tanpa berkedip ataupun memikirkan korbannya hidup atau mati, dan apa tadi kau bilang? Dirundung? Apa kau anggap aku ini bodoh, Kare?"


Belum sempat Kare membela diri, Liam sudah lebih dulu berbicara panjang kali lebar. "Sekarang coba kau pikir? Mana ada gadis tujuh belas tahun sanggup memukul kepala beberapa pria dengan tubuh tegap begitu mudah? Bahkan tidak ada satupun yang tampak sadar setelah itu," ucap Liam sambil memijat pangkal hidungnya sendiri. 


Kare hanya memanggut-manggut mendengar cerita bosnya itu. "Memang seharusnya kalau masih gadis bertindak bagaimana, King?" 


Pertanyaan menyebalkan yang keluar dari mulut Kare seketika menyebabkan sebuah sepatu pantofel hitam melayang keras dan mendarat tepat di kepalanya. "Bodoh! Paling tidak, jika dia seperti yang kau bilang akan duduk dan berdiam diri mobil. Bukan malah ikut bertarung dan menganggap itu kesenangan."


"Bukankah itu berita bagus, King. Berarti Nyonya Scorpion nantinya adalah wanita tangguh."


"Sialan kau!" Liam menendangkan kakinya kepada Kare sambil mendengus kesal. "Cepat cari informasinya lebih rinci atau akan kutebas kepalamu dan tukar saja dengan kepala babi!" 


Kare lantas membungkuk kecil dan memilih bosnya yang tampak murka. Namun, sedetik kemudian dia kembali berbalik sejenak. "Apa perlu saya belikan alat tes kehamilan dulu, King?" 


"Sialan kau!" Sebelah sepatu kembali melayang, tetapi sang anak buah sudah berlari terbirit-birit terlebih dahulu.


To Be Continue..