Queen Of Casino

Queen Of Casino
Bab 23: Pembalasan


Hari demi hari Je berlalu begitu cepat, entah sudah berapa bulan dia bersemayam dalam tubuh Jenni. Keduanya selalu berolahraga bersama di pagi hari, tak jarang Je bahkan mengajarkan beladiri di rooftop tempat di tinggal mereka di kala senggang. 


Hal yang tak Je ketahui adalah jika dia selalu diawasi bahkan ketika berada di rumah karena tanpa sengaja, tak jauh dari tempat tinggalnya merupakan hunian mewah para kaum kalangan menengah ke atas. Di mana salah satunya merupakan William Scorpion, pria yang mengawasi Je dari apartemennya sendiri dengan teropong pribadi. 


Pagi itu, Je melangkah keluar dari rumah sewanya dan turun ke bawah karena dia tinggal di bagian atap. Namun, setibanya di tepi jalan tampak sebuah mobil hitam mewah lengkap dengan pemiliknya terparkir tepat di depannya. 


Je memicingkan mata ketika mobil itu tiba-tiba saja membunyikan klaksonnya. Hingga tak lama kemudian, terlihat seorang pria hanya mengenakan kaos putih dan kaca mata hitam yang bertengger mulai melangkah keluar dari kendaraan tersebut. 


"****!" umpat Je ketika menyadari itu adalah pria semalam yang tampak begitu mesum baginya. 


Dia hendak segera beranjak pergi, tetapi dengan cepat pria itu meraih tangannya hingga tubuh Je seketika berbalik dan menabrak tubuh Liam. "Mau melarikan diri, Gadis Kecil?" 


Sebuah lekuk bibir tampak mempesona jika wanita lainnya yang melihatnya, sayangnya bukan Je wanita itu. Dia segera menatap tajam ke arah Liam dengan pandangan permusuhan dan nada bicara dingin. "Mau apa kau, Paman?" 


"Aku akan mengantarmu." 


"Tak perlu." Je berusaha melepaskan cengkraman Liam di tangannya, tetapi pria itu terlalu kuat untuk dilawan. 


"Jangan banyak bicara dan ayo ikut atau kau akan terlambat!" Tanpa membuang waktu, Liam mengangkat tubuh gadis itu layaknya sebuah karung beras bulog dengan mudahnya dan meletakkan di kursi samping kemudi. Lantas dia sendiri berputar dan duduk di sampingnya. 


Liam hanya tersenyum kecil di kala melihat wajah cemberut Je yang malah tampak begitu mempesona baginya. Sungguh sebuah kenekatan dalam mendekati perempuan yang tak pernah Liam lakukan sebelumnya. 


Dia pun segera menyalakan mesin dan melaju menuju sekolahan Je. Sebelumnya Liam sudah menerima beberapa data gadis itu, meskipun terasa janggal, nyatanya semua informasi tersebut benar adanya. 


Tidak ada obrolan di antara keduanya selama perjalanan. Hanya sesekali Liam melihat ke arah Je yang sejak tadi tampak menggerutu tak ada habisnya. Hingga beberapa saat kemudian, karena sudah tak tahan dengan kecepatan pria itu barulah Je mulai berbicara. 


Suara teriakan Je membuat Liam tersadar dari keterkejutannya. Dia tak menyangka jika Je akan seagresif ini sebagai seorang wanita. Saking dekatnya keduanya, mungkin orang lain akan mengira mereka tengah berbuat mesum sebab tubuh yang saling menempel. 


"Hei! Cepat pindah, Paman Mesum! Atau aku akan menabrakkan mobilmu ini sampai hancur tak tersisa!" ujar Je sambil menggerakkan kemudi mobil ketika merasakan sesuatu milik Liam malah mengeras di bawah sana karena dia dudukdi pangkuan pria itu. 


Dia bukanlah gadis di bawah umur yang tidak mengerti tentang hal itu. Tanpa membuang waktu sebelum semakin menyiksa diri, Liam memilih untuk bergeser dari posisinya dan beralih ke kursi samping kemudi. Pria tersebut membiarkan Je menjalankan kendaraan. 


Namun, belum sempat Liam mengenakan sabuk pengaman, gadis itu sudah terlebih dulu menancap gas dengan kecepatan tinggi. "Wohooo! Senangnya bisa bermain-main kembali," teriak Je dengan sebuah senyuman di wajahnya. Akan tetapi, malah membuat Liam seketika membelalakkan mata dan mulai berpegang pada bagian atas. 


Meskipun terkejut akan apa yang dilakukan Je. Liam hanya menatap ke samping dan memerhatikan kebahagiaan gadis itu. Entah berapa lama Je tak mengemudikan mobil selama berada di tubuh Jenni. Walau memiliki banyak uang, nyatanya di kehidupan ini dia tidak terlalu memerlukan mobil karena akan terlihat terlalu mencolok nantinya. 


Je mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, bahkan menyalip beberapa mobil di depannya cukup gesit. Tak lama kemudian, tibalah mereka di kawasan sekolahan Je, tetapi gadis itu tak memelankan laju kendaraan dan malah berputar di depan gerbang beberapa kali hingga menyebabkan orang lain di sekitar sana menyaksikan hal itu. 


Je men-drifting mobil hingga berputar beberapa kali, membuat Liam terombang-ambing cukup keras dan kepulan asap putih dari roda yang bergesekan dengan aspal tampak memenuhi sekitar. Tak lama kemudian, gadis itu menghentikan kendaraan dengan perasaan puas, sedangkan Liam segera turun dari sana karena merasa perutnya diaduk-aduk cukup parah.


 Entah berapa banyak pria itu mengeluarkan isi perutnya di tepi jalan. Je hanya menatap sinis tanpa rasa iba kepada pria itu dengan sebuah seringai di wajahnya. "Terima kasih atas tumpangannya, Paman," ujar Je yang hanya melambaikan tangan dan bergegas pergi meninggalkan Liam. 'Rasakan pembalasanku.'


"Dasar gadis kejam," ucap Liam melihat kepergian Je sambil terus mengeluarkan isi perutnya.


To Be Continue...



...William Scorpion...