My Boss, Is My Husband

My Boss, Is My Husband
Undangan Makan Malam


"Jadi Anda ibunya?"


Tante Rosa langsung menoleh. Dan seketika menjadi gelagapan karena kepergok Rey.


"Ma-masudku."


"Ayo silahkan duduk." Rey mempersilahkan Tante Rosa untuk duduk dihadapan.


"Apa anda tahu, mengapa anak anda di tahan?" Rey kembali bertanya, ketika Tante Rosa sudah duduk di hadapannya.


Tante Rosa hanya terdiam, jika ada sangkut pautnya dengan Rey berarti dia sudah tahu apa kesalahannya.


"Tapi sayangnya aku tidak punya banyak waktu sekarang. Jadi, biarkan pengacaraku yang menjelaskannya nanti." Rey kembali beranjak dari duduknya. "Oh ya satu lagi." Rey kembali berbalik. "Pengacara ku bukan Jessica!" Tandasnya, setelah itu berlalu pergi.


"Selamat siang, bu. Saya Yayank pengacara Pak Rey." Yayank memperkenalkan diri


*


Sedangkan Myesa, sudah gelisah dan ketakutan didalam sana. Ia masih belum tahu, mengapa ia di jebloskan kedalam penjara.


Tak lama kemudian. Tante Rosa datang menemuinya.


"Ma.. Apa yang terjadi?" Tanyanya, langsung menangis.


"Maafkan Mama sayang, ini semua salah Mama. Mama tidak hati hati dalam bertindak." Tante Rosa pun menangis ketika melihat putrinya berada di balik jeruji itu.


Tante Rosa pun akhirnya menjelaskan apa yang terjadi pada Myesa. Myesa terduduk lemas, bukan karna masuk penjara. Melainkan karena ia tak lagi punya harapan untuk memiliki Rey.


"Semuanya sudah berakhir, Ma." Lirihnya.


Tante Rosa, tak tahu harus menghibur Myesa seperti apa. Ia pun bingung dengan apa yang harus dilakukan. Dan bagaimana caranya ia membebaskan Myesa dari dalam sana. Pasalnya, bukti yang di miliki pihak Rey begitu kuat.


Tante Rosa pulang dalam keadaan lesu. Ia hilang harapan!


*


Setelah mengantar Lucy pada Shasya, Rey dan Hanna kembali ke London.


Sedangkan Hanna, masih belum tahu apa yang terjadi pada Myesa.


Ia kembali ke apartemennya, pun begitu dengan Rey yang juga kembali ke apartemennya setelah kembali ke London.


Tanggal pertunanganannya sudah di tentukan, tapi ia belum tahu bagaimana cara ia memberitahukannya pada Hanna.


Berbeda halnya dengan Hanna. Ia tampak begitu bahagia, menikmati hari harinya kembali dengan Rey. Jelas Rey sudah sangat berubah.


Kini, Rey sangat perhatian dan menunjukkan kasih sayangnya secara nyata dan terang terangan. Memperlakukan Hanna bak seorang putri.


Hanna begitu bersyukur, akhirnya Tuhan kembali mengirimkan Rey dalam hidupnya.


Ia sudah bertekad, memutuskan untuk menceritakan tentang anak mereka pada Rey.


*


"Apa kau punya waktu nanti malam?" Tanya Rey di sela sela kesibukan mereka di kantor.


"Hemm sepertinya, punya. Kenapa memangnya?"


"Aku ingin mengajakmu makan malam." Lanjut Rey. Ia berniat, untuk memberitahukan Hanna tentang pertunanganan itu.


"Baiklah.." Hanna mengangguk semangat.


Setelahnya, mereka kembali melanjutkan pekerjaan masing masing.


*


Hanna sudah siap dengan dress berwarna peach, rambut yang terurai dan makeup yang membuat kecantikannya tampak lebih sempurna.


Ia melajukan mobil menuju apartemen Rey.


Setelah sampai, ia langsung mengayunkan langkahnya menuju unit 303. Ia tampak begitu mantap, ingin mengungkapkan kisah 3 tahun lalu dan apa yang terjadi pada anak mereka.


Ting tong...


Ia menekan bel, dan tak perlu menunggu lama, hingga pintu apartemen itu pun terbuka. Rey memberi akses agar Hanna bisa masuk.


"Terimakasih.." Ucap Hanna, lalu melangkah menuju meja makan yang sudah terhidang makanan dan dihiasi lilin.


Rey tampak sedikit tegang. Ia sedang mengumpulkan keberanian untuk mengutarakan semuanya.


Next >>>