
"Iya, sayang." Jawab Shasya. "Nanti kita lanjutkan." Bisik Shasya pada Hanna lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Hanna, aku pinjam Shasya dulu." Imbuh Bram.
"Siap!" Jawab Hanna diiringi dengan kekehannya. Setelah kepergian Shasya dan Bram yang sudah menuju ke kamarnya. "Let's go, waktunya kita tidur." Ucap Hanna sambil beranjak dari ruang itu bersama Lucy, dan menuju ke kamar Lucy.
"Mommy, I want to tell Cinderella's story tonight." (Mommy, aku ingin di ceritakan dongeng cinderella malam ini.) Ujar Lucy, sambil berlari mengambil buku dongeng tentang cinderella, lalu menyerahkannya pada Hanna.
"Ok, baiklah. Sebelum itu, kau harus sikat gigi dulu sekarang." Imbuh Hanna, yang kembali meletakkan buku itu ketempat tidur, setelah meraihnya dari tangan Lucy. Lalu, membawa Lucy ke kamar mandi. Dan menuntunnya untuk sikat gigi sebelum tidur.
Setelah selesai, Hanna kembali membawa Lucy ketempat tidur. Lalu berbaring bersama Lucy, sambil menceritakan dongeng cinderella sesuai dengan permintaan Lucy.
*
"Apa Hanna tidur dengan Lucy malam ini?" Tanya Bram memastikan, sambil membuka kemejanya.
"Sepertinya iya." Sahut Shasya, lalu menyiapkan baju ganti untuk Bram. Setelah selesai, Shasya mendekati Bram lalu memeluknya manja. "Apa kita bisa melakukannya malam ini? Selagi ada Hanna yang menjaga Lucy." Bisik Shasya lembut.
"Aku sangat lelah hari ini." Tolak Bram seperti biasa. Setelahnya, ia melepaskan tangan Shasya yang sedang melingkar di pinggangnya dan masuk kedalam kamar mandi.
Shasya harus kembali kecewa, Bram selalu saja menolak ajakannya berhubungan intim selama beberapa bulan terakhir ini.
*
"Bagaimana? Kau menikmati pekerjaan disana?" Tanya Raffael, melalui panggilan videonya.
"Sangat!" Sahut Rey, sambil meletakkan ponselnya di atas meja, lalu ia sendiri menikmati makan malamnya.
"Apa acara grand openingnya berjalan dengan lancar?" Tanya Raffael lagi.
"Tentu.." Jawab Rey datar seperti biasa.
"Maaf, aku tidak bisa menghadiri acara itu. Disini aku sedang sangat sibuk!" Ucap Raffael menyesal, karena tidak terbang ke London untuk menghadiri acara grand opening cabang Zillow Group.
"Kau dilarang keras untuk kesini!" Ucap Rey akhirnya, sambil menatap ke arah layar ponselnya.
"Hahaha.. mengapa memangnya, apa kau menyimpan wanita rahasia disana." Tebak Raffael asal.
"Baiklah .. baiklah .. Aku tidak akan kesana. Jadi jika terjadi sesuatu di sana, jangan hubungi aku atau minta bantuanku!" Ancam Raffael akhirnya.
Sedangkan Rey, membalasnya dengan kembali terkekeh.
"Sudah, ini sudah sangat larut. Aku ingin istirahat sekarang." Ucap Rey, sambil kembali meraih ponselnya. Setelah menyimpan piring kotor ke wastafel.
"Mama mu memintaku untuk mencarikanmu seorang istri." Ujar Raffael sambil tertawa menggelegar. Karena ia tahu, Rey akan menolaknya dengan keras pasti.
"Katakan padanya, jangan repotkan orang lain dalam hal itu." Sahut Rey, selalu malas ketika sudah bahas tentang wanita.
"Dia hanya takut, kau terlampau sakit hati. Lalu jadi beralih dari wanita ke-"
"Kau gila!" Pekik Rey sebelum Raffael sempat melanjutkan kalimatnya. Membuat Raffael kembali tertawa menggelegar.
"Apa kau sangat bahagia akhir akhir ini, aku perhatikan kau semakin banyak tertawa sekarang." Imbuh Rey, sambil berbaring di tempat tidur.
"Tidak juga! Aku hanya ingin kembali menikmati hidup. Tidak sepertimu, yang entah kapan bisa move on dari masa lalumu itu."
"Masa lalu ku sebentar lagi akan kembali menjadi masa depanku!"
Kalimat itu langsung mengundang tanda tanya di wajah Raffael.
"Sudah, aku mau tidur. Selamat malam." Tit tit tit.....
Panggilan itu langsung dimatikan oleh Rey, sebelum Raffael sempat bertanya apa maksud dari kalimat yang baru saja ia ucapkan itu.
Benar saja, disana Raffael sedang berfikir keras, apa maksud dari ucapan Rey itu.
*
Hanna, memandangi wajah polos Lucy yang kini sedang tertidur didalam pelukannya. Air matanya mengalir dari sudut matanya perlahan. "Mama benar benar sangat merindukanmu, sayang." Lirih Hanna sambil mengusap pelan puncak kepala Lucy, lalu mengecupnya lembut.
Setelahnya, Hanna juga memejamkan matanya lalu. Lalu tertidur!
Next >>>