
"Where's Mommy, Uncle?" (Dimana Mommy, paman?) Tanya Lucy di sela sela gosok giginya.
"Hemm.. Maybe outside." (Mungkin diluar) Tebak Rey.
Setelahnya, mereka pun keluar dari kamar. Dan mendaptai Hanna sedang menyusun makanan di meja makan.
"Mommy.." Panggil Lucy, dan membuat Hanna menoleh.
"Hi honey.." Balas Hanna, langsung menyambut kedatangan Rey dan Lucy dengan senyuman semangatnya.
Hanna meraba kening Lucy, untuk mengecek suhu badannya.
"Very good, your fever has gone down." (Sangat bagus, demammu sudah turun.) Imbuh Hanna, lalu ikut duduk setelah semua di rasa sudah beres.
"Mommy, thank you for breakfast this morning." (Mommy, terimakasih untuk sarapannya pagi ini.) Ucap Rey bahagia, mereka bak keluarga kecil yang sedang menyambut 0agi yang indah.
"You're welcome, Enjoy your breakfast, uncle." (Sama sama, selamat menikmati sarapannya, paman.)
"Wait! Wait. If you are called Mommy, I should be called Daddy." (Tunggu tunggu, kalau kau di panggil Mommy, seharusnya aku dipanggil Daddy.) Protes Rey.
"Mommy, I'm really hungry." (Mommy, aku sudah sangat lapar.) Sela Lucy akhirnya.
Membuat Rey dan Hanna langsung terkekeh.
"Sorry sorry honey, which one do you want to eat first?" (Sorry sorry sayang, jadi kau ingin makan yang mana terlebih dulu.) Tanya Hanna, yang kini fokusnya tertuju pada Lucy.
*
"Bye uncle... " Imbuh Lucy, saat mengantar Rey yang akan berangkat kerja.
"No, call uncle, daddy. From now on okay." Ucap Rey sambil terkekeh lalu mengecup lembut pipi Lucy yang sedang berada di gendongan Hanna saat ini.
"Aku berangkat dulu ya.." Ujar Rey sambil mengacak puncak kepala Hanna.
"Emp! Hati hati mengemudinya." Imbuh Hanna, melepas kepergian Rey.
Hanna kembali menuju ke ruang tengah. "Okay, now what should we do?" (Oke, sekarang apa yang harus kita lakukan?) Tanya Hanna pada Lucy.
"Mommy, can you call Mama?" (Mommy, bisa kau telpon Mama?) Pinta Lucy.
"Of course, wait a moment." (Tentu, tunggu sebentar.) Hanna beranjak dari ruang tengah, menuju ke kamar untuk mengambil ponselnya yang di letakkan di atas nakas.
Setelahnya, Hanna menghubungi Shasya melalui video call. Setelah kembali ke ruang tengah.
*
Pagi ini, Tante Lalita begitu bersemangat. Ia akan menemui teman dan calon mantunya.
Setelah setuju untuk menjodohkan anak anak mereka melalui panggilan telpon. Hari ini, Tante Lalita akan menemui gadis itu dan menyampaikan niatannya itu secara resmi pada gadis itu.
Rasanya Tante Lalita tidak perlu memperkenalkan lagi Rey pada gadis itu. Tentu, siapa yang tak kenal Rey. CEO muda yang sudah begitu sukses di bidangnya. Fotonya sudah terpampang di beberapa majalah yang diterbitkan oleh perusahaan Zillow Group atau majalah dari perusahaan lainnya.
Dan untuk kali ini, Tante Lalita akan memakai sedikit pemaksaan agar Rey mau mengikuti keinginan. Ia ingin Rey menikah tahun ini juga. Tante Lalita rasanya sudah tidak sabar ingin menimang cucu.
Setelah dirasa sudah selesai dengan polesan terakhirnya, Tante Lalita pun beranjak dari kamarnya menuju ke mobilnya. Dan melaju ke tempat yang sudah disepakati bersama temannya itu.
"Ayo, Pak. Kita berangkat sekarang." Imbuhnya pada supir pribadinya.
"Baik, Nyonya." Balas supir pribadi Tante Lalita, setelahnya langsung mengemudikan mobil itu.
Next>>>