
Rey dengan cepat kembali mengambil langkah, keluar dari apartemen. Ia tak bisa hanya tinggal diam disana, ia harus mencari keberadaan Hanna. Ia tidak bisa membiarkan Hanna pergi, apalagi dalam keadaan mengandung anaknya seperti itu. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada mereka berdua?
Rey tidak perduli dengan surat cerai itu, itu sama sekali tak berlaku baginya. Ia masih bisa mendaftarkan pernikahan mereka lagi detik itu juga.
Rey melaju dengan kecepatan tinggi, menuju ke kediaman Hanna. Sedangkan jantungnya, terus saja berdegup. Kemana ia harus mencari Hanna jika Hanna tak berada di kediamannya. Karena ia yakin, kalau Hanna pergi secara diam diam seperti itu, ia tidak mungkin akan kembali ke kediamannya. Bukankah itu akan sangat mudah untuk ditemukan.
Walaupun begitu, Rey tetap melaju ke arah kediaman Hanna. Karena ia tidak ingin melewati sekecil apapun kemungkinannya.
Dan benar seperti dugaan Rey. Rumah itu terlihat sangat sepi, tak ada tanda tanda Hanna ada didalam sana.
Setelah merasa usahanya mengetuk pintu dan memanggil manggil nama Hanna tampak sia sia. Rey kembali melaju ke tempat lain. Sepanjang jalan, ia terus memperhatian barang kali saja tampa sengaja ia melihat Hanna dari salah satu pejalan kaki disana.
Tiba tiba saja Rey teringat, mungkin saja Hanna menghubungi Raffael. Dengan cepat, ia meraih ponselnya. lalu menghubungi kontak Raffael.
"Hallo Rey.." Jawab Raffael, saat menerima panggilan dari Rey.
"Apa Hanna ada menghubungimu?"
"Hanna? Menghubungiku untuk apa?" Tanya Raffael tampak bingung.
Rey kembali meremas kasar tengkuknya, berarti Hanna tidak menghubungi Raffael. Lalu kemana kemungkinan ia akan pergi, Rey benar benar bingung. Ia tak dapat memikirkan dimana Hanna bisa berada saat ini. Rey semakin panik, pasalnya itu semakin larut malam.
"Hanna pergi dan meninggalkan surat cerai di apartemen!" Imbuh Rey, akhirnya.
"Apa!" Sepertinya, Raffael juga terkejut. Bahkan sangat terkejut dengan kabar itu. Bagaimana mungkin, sedangkan Hanna berkata padanya, akan memperjuangkan pernikahan itu demi anaknya. Tapi mengapa tiba tiba saja ia justru pergi dan memilih bercerai dengan Rey?
"Sudah dulu, aku sedang mencarinya sekarang." Ucap Rey, setelah itu langsung mematikan panggilan itu.
Sedangkan Raffael, langsung menghubungi kontak Hanna. Tapi sayangnya, kontak itu tidak aktif.
"Baik, Pak." Sahut sekretaris Raffael, tampa banyak bertanya.
*
Hanna, menghilang bak ditelan bumi. Rey maupun Raffael, tak dapat menemukannya. Hingga berita itu pun sampai di telinga Om Surya dan Tante Lallita.
"Bagaimana itu bisa terjadi Rey?" Pekik Tante Lalita sedikit histeris. Ia tak pernah membayangkan, akan kehilangan menantu sekaligus cucunya dalam waktu bersamaan seperti itu.
Sedangkan Rey, hanya dapat menunduk dalam. Pun begitu dengan Om Surya, yang tak dapat berkomentar atau bertanya apapun. Penjelasan Rey rasanya sudah cukup, walaupun sulit untuk dipahami. Karena yang ia lihat, hubungan Rey dan Hanna baik baik saja. Hanna pun tak pernah mengeluh atau tampak tak menikmati pernikahan itu. Tapi, mengapa ia justru pergi begitu saja?
Itu pertanyaan yang ada di benak semua orang.
Setelah kejadian itu, Rey tampak seperti kehilangan semangatnya. Ia tampak murung dan sering melamun. Kehilangan Hanna dan Anaknya, seperti pukulan terberat dalam hidupnya.
*
Berbeda halnya dengan Myesa. Ia bahkan sampai mengadakan party dengan Mamanya untuk merayakan keberhasilan mereka.
Keduanya tampak begitu puas, setelah menghancurkan hubungan Hanna dan Rey.
"Mama memang luar biasa." Puji Myesa.
"Tentu saja, ini bahkan bukan apa apa. Mama bahkan sudah menyusun puluhan bahkan ratusan rencana untuk membuat mereka berpisah jika andai saja rencana ini gagal." Ucapnya sambil tertawa menggelegar.
"Mama... Itu sangat berlebihan." Sahut Myesa yang juga ikut tertawa.
Next>>>