My Boss, Is My Husband

My Boss, Is My Husband
Disibukkan Dengan Dua Wanita


"Kau sudah lama menunggu?" Tanya Rey pada Myesa, yang ternyata sudah menunggunya di depan gedung apartemen.


"Hemm lumayan." Imbuh Myesa, kemudian melajukan mobilnya.


"Sorry, tadi aku harus siapkan sarapan dulu untuk Hanna. Kemarin ada sedikit accident, jadi hari ini ia harus istirahat total dirumah." Ujar Rey, yang langsung mengeluarkan iPad nya dan langsung menyibukkan diri dengan itu. Sebenarnya, ada pekerjaan yang harus ia kerjakan. Tapi tiba tiba saja Myesa menelponnya semalam dan memohon agar Rey mau menemaninya kesuatu tempat hari ini. Awalnya Rey sudah menolak, tapi Myesa tetap memaksa. Akhirnya, Rey tak punya pilihan kecuali hanya bisa mengikuti kemauan gadis itu.


"Apa yang terjadi pada Hanna." Aktingnya bagus sekali, ia langsung menunjukkan ekspresi khawatirnya.


"Kram perut. Mungkin karna stres!" Jawab Rey tanpa menoleh, dan tetap fokus dengan iPad nya.


"Stres? Stres kenapa?" Myesa memastikan.


"Ada gosip tentangnya di kantor." Imbuh Rey sambil merogoh ponselnya dari saku jas nya karena berdering. "Sebentar.." Lanjutnya, lalu menerima panggilan itu.


"Iya, hallo.."


"Maaf pak, mengganggu waktu Anda. Saya panita dari acara Lelang Amal. Saya ingin mengkonfirmasikan apa Anda bisa menghadiri acara lelang amal pada tanggal yang sudah ditentukan?" Ujar si panitia itu dari seberang telpon sana.


"Bisa saya beri kepastiannya besok?" Ucap Rey, sambil menoleh ke arah Myesa.


"Tentu pak, tapi mohon dikonfirmasi secepatnya."


"Baik!" Rey langsung mematikan panggilan itu.


*


Satu minggu berlalu...


Waktu menunjukkan pukul 20.15 waktu setempat.


"Maaf, sudah merepotkanmu kali ini." Imbuh Rey, saat mengantar Hanna ke acara lelang amal. Akhirnya, Rey meminta Hanna untuk mewakilinya menghadiri acara itu.


"Santai saja.." Ujar Hanna, diiringi dengan senyumannya seperti biasa.


Saat itu, Hanna masih belum tahu. Rey memintanya untuk mewakili dirinya ke acara itu karena ia lebih memilih untuk merayakan pesta ulang tahun Myesa. Hanna dengan polosnya, mengiyakan dan dengan sukarela menggantikan Rey di acara itu.


"Emp.." Hanna mengangguk, lalu turun dari mobil dan bergegas masuk kedalam gedung dimana acara amal itu akan diselenggarakan.


Pun begitu dengan Rey, yang kembali melajukan mobilnya. Menuju apartemen Myesa untuk menjemput gadis itu. Setelahnya, mereka akan pergi makan malam romantis di restoran yang sudah di pesan.


Mengenakan loose midi dress yang agak longgar untuk menutupi bentuk perut baby bump nya dan heels yang tak terlalu tinggi. Hanna, melangkah memasuki gedung yang sudah di penuhi oleh orang orang hebat itu. Ia dipersilahkan untuk menuju ke kursinya, setelah menunjukkan undanganya.


"Silahkan, Nona." Imbuh salah seorang pelayan.


"Terimakasih." Ucap Hanna, setelahnya duduk disana. Ia tampak sedikit gugup, ini kali pertama ia menghadiri acara seperti itu.


Hanna langsung menyibukkan diri dengan brosur barang yang akan di lelang nantinya. Tentu, ia agak bersemangat karena sudah mendapatkan izin dari Rey. Bahwa ia bisa beramal dengan nominal seberapa pun maunya di acara itu. Bermodalkan black card ditangannya, Hanna sangat antusias untuk mengikuti step by step acara itu.


*


Rey dan Myesa, memasuki restoran dengan private room yang sudah di dekor khusus untuk acara makan malam itu. Lalu, mengapa Rey sampai segitunya? Rela tidak menghadiri acara lelang amal dan bahkan sampai meminta Hanna menggantikannya hanya untuk merayakan ulang tahun Myesa? Alasannya karena, Myesa berjanji ini yang terakhir kalinya. Setelahnya, ia berjanji tidak akan lagi meminta hal sekonyol ini pada Rey. Dan mereka akan berteman layaknya teman biasa. Myesa juga tidak akan menggangu rumah tangga Rey dengan Hanna. Ia akan mengikhlaskan Rey untuk Hanna.


Karena itulah, Rey dengan bodohnya mengikuti kemauan Myesa.


"Terimakasih Rey.." Ucap Myesa dengan raut wajah berbinar.


"It's okay.. Terimakasih juga, karena akhirnya kau bisa mengerti dan merelakan hubungan kita." Balas Rey, tanpa curiga sedikitpun pada gadis itu.


"Of course.." Sambil menunjukkan senyuman terbaiknya. "Foto untuk kenang kenangan?" Tawar Myesa sambil mengangkat sedikit ponselnya.


"Tentu .." Rey setuju.


Myesa langsung bangkit dari duduknya, menghampiri Rey yang sedang duduk di hadapannya. Lalu berfoto bersama. Kebahagiaan sama sama terpancar dari keduanya.


Bagi Rey, ini akhir dari kisahnya dengan Myesa. Setelah ini, ia akan bisa dengan tenang menjalani rumah tangga dengan Hanna.


Sedangkan bagi Myesa, ini adalah bagian dari rencananya. Setelah ini, ia yakin Rey akan kembali menjadi miliknya.


Next>>>