Menjadi Yang Kedua

Menjadi Yang Kedua
Peristirahatan Terakhir..


Author_PoV


*


Aziz menempuh perjalanan dari kampung halaman sang istri ke kota kelahirannya hanya dalam waktu tidak sampai satu jam. Kabar yang ia terima lebih membuatnya hilang akal di bandingkan kelahiran putrinya. Kabar buruk tentang Ummanya yang telah pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya menjadikan otaknya hampir tidak waras.


Walau tidak ada air mata yang membasahi wajah tangannya, namun raut kesedihan atas kehilangan Ummanya tidak bisa ia tutupi dari siapapun, termasuk istri dan seluruh keluarganya. Justru Anni yang tergugu mendengar kabar tersebut. Walau pertemuan antara dirinya dengan Ibu mertuanya terbilang singkat, akan tetapi Anni bisa merasakan kehangatan yang luar biasa dari Almarhumah Ibu mertuanya.


Begitu sampai di depan rumah, ternyata suasana sudah tampak ramai, di depan dan di dalam rumah banyak sekali orang-orang yang berdatangan berziarah untuk Almarhumah istri dari Pak Haji Ostman Abdullah..


" Assalamulaikum.." Aziz masuk ke dalam rumah dengan kondisi yang sungguh memperhatinkan. Pakaian yang di pakai tidak lagi rapi, rambut acak-acakan, akan tetapi Aziz tidak peduli dengan penampilannya saat itu.


Yang terpenting melihat tubuh yang terbujur kaku di atas karpet yang di bentangkan, dan juga di tutupi oleh kain jarik. Beberapa orang tetangga yang sedang membacakan doa ada yang khusuk, ada pula yang sekilas menatap Aziz lalu melanjutkan membaca doa kembali.


Mungkin jika tidak sedang dalam keadaan berkabung seperti sekarang, pasti banyak orang yang akan menertawakan penampilan dirinya. Dan untuk saat ini, Aziz bersikap masa bodoh.


Memang air mata ia tahan mati-matian, namun semua orang juga tahu jika saat ini Aziz sedang merasakan kepedihan yang luar biasa. Pria yang sudah menghasilkan lima anak tersebut langsung bersimpuh di bawah telapak kaki sang Ibu yang sudah kaku itu, menciumnya sembari membacakan doa yang terbaik untuk Almarhumah Ibunda tercintanya.


Arga Cacaknya yang melihat apa yang di lakukan Aziz hanya diam saja, ia sangat mengerti bagaimana perasaan Adiknya sama halnya dengan dirinya saat ini. Namun ia masih bisa mengendalikan dirinya.


Meski demikian, ditinggalkan oleh seseorang yang kita sayangi tetap menjadi hal yang menyedihkan dan terkadang sulit untuk diterima. Tidak mudah melewati momen ketika kita ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi, butuh waktu dan ketegaran dalam melewatinya. Namun, itulah kehidupan, kita harus bersiap untuk ditinggalkan atau meninggalkan. Harus tetap tegar dalam menghadapinya.


Beberapa saat kemudian Almarhumah Ummanya sudah di mandikan juga di pakaian pakaian terakhirnya berwarna putih, semua anak-anaknya ikut memandikan sang Ibu, begitupun dengan sang suami. Setelahnya sholat jenazah pun segera di laksanakan dengan Aziz sebagai Imamnya.


Dengan suasan haru, wajah yang tentu saja bersedih sulit untuk di tutupi, semua orang pun ikut mengantarkan jenasah sang Umma ke tempat peistirahatan terakhirnya. Kedua anak laki-lakinya secara bergantian ikut menjadi roda kereta yang membawanyanya itu , sedangkan putrinya Atin memilih berjalan bersejajar dengan para sepupu perempuannya tepat di belakang kereta. Sementara sang Abah tinggal di rumah untuk menemani tamu yang datang berziarah, sanak saudara juga para teman-temannya yang datang dari jauh.


" Assalamulaikum,," Ujar seseorang yang baru saja masuk ke dalam rumah, saat si Abah sedang duduk di karpet bawah menemani para tamu laki-laki.


" Waalaikumsalam.." Sahut semua orang yang duduk di dalam.


" Maaf Guk baru datang, kami turut berduka cita atas kepergian Almarhumah Neng Salimah. Semoga Guk sama anak-anak di beri ketabahan dan kesabaran. Semoga Allah, Rahmanir Rahim memperluas kuburnya dan meneranginya dengan berkah-Nya. Neng orang yang baik, Allah akan menempatkannya di Jannatul Firdaus, Aamiin..." Ujar Umar memeluk tubuh Guknya.


Umar merasa harus terus memberi semangat untuk keluarga besar Guknya. Bukankah di saat ada kerabat atau saudara kita yang sedang merasakan dukacita, menjadi kewajiban kita untuk menghiburnya dan memberikan doa yang terbaik?


" Terima kasih Mar, atas doanya. Ayo ajak istrimu untuk makan di dalam. Maaf anak-anak masih di pemakaman saat ini. Anggaplah di rumah sendiri." Sahut Ostman yang masih nampak bersedih, namun berusaha ia tutupi. Umar sangat memahami itu.


Sementara istrinya Maryam memilih untuk ke belakang, tepatnya ke dapur dengan para Ibu-Ibu tetangga yang datang sekedar membantu memasak makanan untuk dina geblak tradisi selamatan orang yang baru saja meninggal. Bahkan mungkin keduanya akan menginap hingga tujuh hari mendatang.


" Maaf ada yang bisa di bantu?" Tanya Maryam yang baru saja bergabung dengan para Ibu-Ibu yang sibuk memasak.


" Eh, Neng Maryam ya? Baru datang Neng?" Tanya salah seorang Ibu yang di rumahnya tepat di sebelah Mushola, masih saudara sepupuan dengan Abah Ostman.


" Oh, ya sudah terima kasih. Biar saya yang mencuci berasnya kalau begitu." Si Ibu yang berumur sebaya dengan Maryam itu pun berpindah mengerjakan yang lain. Para perempuan Ibu-Ibu pun bekerja sama saling bahu-membahu agar cepat menyelesaikan masakannya.


**


Begitu sampai di TPU, Aziz, Arga, dan juga sepupu mereka yang bernama Ghamitah keponakan Abahnya langsung turun ke dalam liang yang akan menjadi rumah terakhir Umma Salima. Semua proses pun terus di lakukan hingga dengan di akhiri membacakan serangkaian doa untuk Almarhumah.


Allohumma tsabbit 'indal mas'alah manthiqohu.....


Semua orang yang ikut hadir ke pemakaman pun satu persatu meninggalkan tempat setelah menyampaian pesan turut berbela sungkawa. Kini tinggalah inti keluarga saja yang masuk duduk berjongkok di samping kanan dan kiri pusaran.


" Cak ajak Neng pulang lebih dulu, Aziz masih ingin disini sebentar saja." Pintanya pada kedua saudaranya tanpa beralih menatap ke pusara sang Ibu.


" Baiklah, tapi segera pulang ya, kasihan Abah. Ayo Neng." Ajak Arga membantu berdiri dan langsung merangkul Nengnya yang terlihat begitu terpukul. Walau ia pun sama dengannya, namun sebagai seorang pria ia berusaha untuk lebih tegar.


Arga mulai melangkah pergi bersama Atin meninggalkan pemakaman setelah menepuk pundak sang Adik yang masih betah duduk berjongkok di samping pusara sang Ibu. Arga berusaha memahami, terlebih Ibu mereka meninggal tak lama setelah kepergian sang Adik dari RS.


Sepeninggal kedua saudaranya, tinggalah Aziz seorang diri masih menatap nanar ke arah batu nisan yang terdapat coretan nama sang Ibu juga tanggal lahir juga tanggal kematiannya.


" Umma,, maaf jika kata-kata yang pernah terucap oleh bibirku, anakmu ini terkadang telah menyakiti perasaanmu, sungguh aku menyesal telah membuatmu sedih karena kelakuanku. Terima kasih Umma atas setiap air susu yang mengalir dalam darahku. Tanpa Umma, aku bukanlah siapa-siapa. Terima kasih karena selalu menyayangi Putra-putrimu Umma." Lirih Aziz, yang kemudian akan membacakan doa yang terakhir sebelum ia pergi pulang ke rumah.


" Allahummaghfir lahaa warhamhaa wa 'asfihaa wa fu'anhaa wakrim nudzulahaa wawasi' mudholahaa wagsilhaa bilmaai watsalji wal barodi wanaqqohaa min khotooyaa kamaa naqoitats tsaubal abyado minad danasi wabdilhaa daarol khoiron min daarihaa eaahlan khoiron min ahlihaa wajaudzan khoiron nin jaudzihaa waadhilnaj jannata wa a'idzahaa min adzaabil qobrii au min adzabin naar. "


" Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia, maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), pasangan yang lebih baik daripada pasangannya (di dunia), dan masukkan dia ke surga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka". 


.


.


.tbc


Selamat Hari Raya Idul Adha. Hidup adalah timbal balik. Apa yang kamu berikan akan kembali, apa yang kamu tanam akan tumbuh, dan apa yang kamu kurbankan akan berbuah pahala. Selamat berkurban dan mohon maaf lahir batin untuk teman Readers semuanya...


**


Mohon dukungan dari semuanya, tekan like dan favoritenya,, dan juga hadiahnya jangan lupa..🌷🌷🌷


Terima kasih sudah mampir membaca, maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.