
Dengan perasaan kecewa, sedih dan campur aduk Andre keluar dari cafe lalu membawa kembali mobilnya tanpa tujuan. Hari ini kebetulan ia bebas dari jadwal pemotretan, jadi ia pun bingung akan kemana selanjutnya. Pertemuan dan makan malam yang ia rencanakan sebagai permintaan maaf pada Nayla pun gagal. Jangankan makan, minuman yang dipesan tadi juga belum habis mereka minum.
Andre berhenti di sebuah minimarket, membeli bir kaleng dan roti lalu menikmatinya di kursi depan minimarket. Hanya ia yang seorang diri di mejanya. Sedang meja lain terisi dengan beberapa orang yang asik mengobrol sambil berselancar menikmati wifi gratis. Pandangannya menerawang sambil terus menghisap vapor vanilanya dan sesekali meneguk birnya.
Seketika matanya melihat seorang cewek pengunjung minimarket keluar dengan makanan cup ditangannya lalu menyuapkan pada seorang cowok yang tengah menunggu di teras minimarket sambil bermain ponsel. Si cowok pun merasakan enak lalu meminta lagi tapi si cewek menggodanya dengan menolak dan pergi menjauh. Andre tersenyum tipis melihat sepasang kekasih itu. Memorinya pun kembali ke enam tahun lalu...
*Flashback On*
Seorang cowok di salah satu SMA tengah dihukum oleh guru kelasnya karena mengajak teman-temannya membolos tapi gagal. Ia diberi hukuman berdiri menghadap bendera merah putih sampai jam pelajaran usai. Dialah Andre.
Saat jam istirahat kedua pun ia belum dibebaskan dari hukuman. Hingga harus menahan perutnya yang mulai keroncongan karena lapar. Ia hanya bisa menelan ludah saat siswa lain berseliweran sambil makan bermacam-macam cemilan dari kantin. Tak ada yang peduli pada wajah memelas Andre, semua hanya memandang sekilas lalu pergi. Tapi lain halnya dengan salah satu siswi berambut panjang curly yang lewat dengan membawa sebungkus besar bakpao mini. Dia menatap Andre tak tega, perlahan ia pun mendekati Andre. Ya, itulah Allea.
"Kamu dihukum?"
"Bukan, di kasih hadiah!" jawab Andre ketus. "Udah tau kaya gini masih nanya lagi.." lanjut Andre membuat Allea nyengir.
"Hihii...sorry" jawab Allea lalu melahap sebuah bakpao mini yang membuat Andre ingin meneteskan air liurnya.
"Aduhh..." Andre meringis sambil memegangi perutnya.
"Kamu kenapa?"
"Laper.."
"Kasihan..." gumam Allea lalu celingak-celinguk melihat suasana.
Saat dirasa aman dan tak ada guru yang melintas Allea kemudian buru-buru menjejalkan tiga bakpao mini ke mulut Andre. Andre pun terperanjat kaget tak mengira tapi ia melahapnya dengan senang.
"Cepat habisin, aku pura-pura jalan dulu nanti aku kasih lagi!" bisik Allea.
Andre pun mengangguk mengerti lalu menunduk mengunyah bakpao yang penuh dimulutnya. Entah kenapa bakpao itu terasa lebih enak dari bakpao mana pun. Lebih empuk, lembut dan rasa coklatnya creamy. Apa mungkin karena ia sedang sangat lapar?
Beberapa saat kemudian Allea datang lagi pura-pura melintas. Kali ini dengan siomay cup ditangannya. Allea celingukan lagi, aman...pikirnya. Lalu ia pun menyuapkan satu siomay ke mulut Andre.
"Satu lagi dong, dikit banget!" protes Andre sambil menyendok sendiri siomay ditangan Allea.
"Enak ya? Makanya besok minta dihukum lagi biar dapat siomay gratis" kata Allea terkikik.
Andre pun sewot. "Ogah! Ayo besok kita bolos. Aku tau tukang siomay yang enak, kalo kesiangan udah habis soalnya, gimana?" tawar Andre malah mengompori Allea sambil menyendok lagi. Allea menggeleng sambil meruncingkan bibirnya.
"Jangan telurnya, itu buat aku. Kamu kentangnya aja!" cegah Allea saat Andre ingin mengambil telur di siomaynya.
"Jangan, aku baru makan sedik-"
"Ek-hem!" seseorang mendehem.
Keduanya pun menoleh lalu nyengir saling pandang. Tanpa sadar guru BK sudah ada di belakang mereka. Buru-buru mereka mengunyah siomay yang masih di mulut.
"Allea. Ngapain kamu disini?" tanya pak Rudi guru BK mereka.
Allea salah tingkah. "Hmm...hehe, maaf pak ada orang kelaparan ini tadi. Kasian pak, korban bencana alam.." jawab Allea ngawur. Andre memelototinya.
"Kamu mau dihukum juga?" tanya pak Rudi.
"Hehe..gak dong pak"
"Kalo gitu, silakan.." pak Rudi merentangkan satu tangannya menyuruh Allea pergi. Allea pun mengangguk.
"Allea...minumnya mana, pedes ini!" kejar Andre saat Allea mulai menjauh. Allea pun tak bisa berbuat apa-apa lagi karena ia sudah ketahuan.
"Minta pak Rudi" jawab Allea tak bersuara lalu berjalan menuju kelas sembari makan sisa siomaynya.
Akhirnya Andre hanya bisa pasrah menahan pedas di mulutnya karena sambal di siomay Allea yang terlalu banyak. Mana mungkin juga ia meminta pada Pak Rudi yang sudah menatapnya tajam seolah ingin menambahinya hukuman.
#Flashback Off#
Dari situlah pertama kali Andre mengenal Allea saat mereka SMA dulu. Gadis periang yang baik hati, yang perlahan membuatnya jatuh cinta setengah mati. Meskipun rasa cinta itu tak pernah ia ungkapkan dan hanya ia isyaratkan lewat sikapnya sehari-hari. Allea bahkan masih menempati hatinya hingga saat ini.
Andre mengusap wajahnya berulang kali.
Sudah lama ia tak bertemu Allea dan ngobrol baik-baik. Terakhir bisa ngobrol saat ia memberinya hadiah ulang tahun untuk Allea. Andre kangen saat-saat itu. Tapi ia sendiri yang justru menciptakan kebencian di hati Allea. Andre yang gelap mata jadi berbuat kasar hingga mengancamnya di apartemen Allea waktu itu. Semua berawal karena Sandy diam-diam menikahi Allea, itulah yang membuatnya tak bisa merebut hati Allea lagi. Itulah yang membuat perjuangannya terhenti.
Semua gara-gara Sandy...ya, Sandy memang harus diberi pelajaran. Karena sudah berani dan lancang mengambil hati Allea hingga Allea luluh bahkan mencampakkannya, pikir Andre mulai memanas lagi hatinya.
Andre meneguk birnya hingga habis lalu meremas kalengnya sampai penyok tak berbentuk.
"Sandy...awas lu! Elu memang pantas menerima akibatnya nanti! Kamu liat aja, kamu tunggu aja!" gumam Andre kembali dirasuki kebencian.
Kebencian yang makin meletup hingga ubun-ubun kepalanya. Secepatnya ia harus memikirkan cara agar Sandy bisa masuk ke perangkapnya. Ia akan membuat Allea malu memiliki suami seperti Sandy. Andre lalu mengutak-atik ponselnya menghubungi seseorang lewat chat. Tak berapa lama setelah chat dibalas, ia menyunggingkan senyum. Andre tak sabar menanti saat itu tiba..