
Setelah melakukan perjalanan cukup lama akhirnya pesawat mereka landing. Hari masih sangat pagi saat mereka keluar dari bandara dan mencari taksi. Untuk selanjutnya langsung menuju hotel yang telah dipilih oleh papa mereka untuk beristirahat.
Sampai di kamar hotel, mereka tak langsung istirahat setelah menaruh barang bawaan, malah justru segera menuju resto dan memesan sarapan karena mengejar view matahari yang akan terbit.
Bersamaan dengan itu satu per satu puluhan balon udara naik. Itulah view yang mereka tunggu-tunggu, terutama Allea. Ia sangat excited melihatnya. Tentu saja Sandy tak melewatkan moment itu, sembari menunggu sarapan mereka datang ia memotret Allea beberapa kali setelah itu mereka pun berfoto dengan berbagai gaya dan ekspresi.
"Bagus banget ya!" seru Allea masih sambil menatap balon-balon udara yang lewat.
"Iya. Kamu suka?" tanya Sandy yang sudah melingkarkan tangannya di pinggang Allea.
"Suka banget. Papa kita koq pintar ya cariin tempat buat honeymoon?" kata Allea lalu mereka terkikik sama-sama membayangkan bagaimana lucunya dua papanya berselancar di internet mencari tempat menarik lalu menyerah dan menghubungi travel agent.
"Mereka sengaja mungkin kasih tempat yang romantis gini, biar nanti kalo kita pulang dapat oleh-oleh cucu" bisik Sandy ditelinga Allea.
Wajah Allea langsung memerah mendengarnya tapi ia cuma tersenyum memalingkan wajah malunya.
Tapi Sandy mengejar kemana wajahnya berpaling lalu menangkap bibir Allea, memagutnya dengan lembut tapi intens. Terlebih Allea menyambutnya dengan hangat. Tentu saja disekitar mereka hanya ada segelintir orang yang sibuk masing-masing, karena itulah Sandy berani melakukannya.
"Sayang...aku pengen kamu" bisik Sandy saat melepas ciumannya.
Allea tersenyum. "Emang gak capek?" Sandy menggeleng. "Nanti ya, kita sarapan dulu" kata Allea mengalihkan. Tapi Sandy mengangguk sambil menatapnya nakal.
Pesanan sarapan mereka datang, tanpa berlama lagi mereka segera mulai mencicip satu per satu menu yang mereka pesan. Pastinya beberapa ada yang asing di lidah mereka biarpun tetap nikmat.
Setelah dirasa kenyang dan puas menikmati balon udara yang lewat mereka pun kembali ke kamar hotel dan membersihkan diri. Sambil menunggu Sandy selesai mandi Allea merebahkan badannya di sofa dan melihat-lihat hasil foto mereka di resto tadi. Semuanya terlihat bagus dan estetik, ia tak sabar ingin membagikannya di sosmed nanti begitu pulang ke tanah air.
"Lihat apa sayang?" tanya Sandy yang tau-tau sudah di depannya dengan baju bersih dan beraroma sabun mandi. Allea menoleh dan mendapati wajah fresh suaminya.
"Lihat foto-foto yang tadi, bagus-bagus deh semuanya" jawab Allea. "Gak sabar nih pengen upload ke sosmed pas pulang nanti" lanjut Allea antusias.
Sandy lalu ikut melesakkan tubuhnya di sofa tempat Allea berbaring. Mereka pun berbaring berdesakan sambil asik bercerita mengomentari foto-foto di ponsel.
"Nanti pengen kemana lagi?" tanya Sandy.
"Kemana ya?" Allea tampak berpikir. "Aku sih sebenarnya pengen naik balon udara tadi sayang, kamu pengen gak?"
"Mau juga sih, tapi kan harus pagi berangkatnya. Besok aja ya sayang, gimana? Aku pesankan online dulu tiketnya"
"Ya gak papa. Nanti malam berarti kita jalan-jalan aja sambil cari makan malam di luar, mau gak?" tawar Allea menoleh ke wajah Sandy yang sangat dekat.
"Iya mau, sekalian beli oleh-oleh buat semua yang dirumah" jawab Sandy disusul anggukan Allea.
Lalu Allea beringsut hendak mendudukkan tubuhnya.
"Mau kemana sih?" tanya Sandy menahan tangan Allea.
"Sempit..." jawab Allea manja.
Sandy kemudian bangun dan dengan gerakan cepat mendudukkan tubuh Allea di pangkuannya. Mengunci tubuh Allea dengan kedua tangannya.
"Yang 'sempit' itu kamu sayang, bukan sofanya..." bisik Sandy membuat Allea menunduk tersipu.
Wajah mereka pun bertemu, kening mereka saling menyandar, Sandy menautkan hidungnya ke hidung Allea.
"Aku mau nagih hutang nih.."
"Hutang apa sayang?" Allea menahan senyum mendengar Sandy menagihnya. Ia mengalungkan tangannya ke leher Sandy sambil sesekali mengusap rambut belakang hingga tengkuknya.
"Tadi kamu bilang habis sarapan mau kasih apa?"
"Gak mau kalo cuma cium" rajuk Sandy.
"Terus maunya?"
"Mau semua.." jawab Sandy berbisik ditelinga Allea lalu mulai menggesekkan hidungnya dileher jenjang Allea menghirup parfum segarnya. Membuat Allea kegelian hingga meremas rambut Sandy.
Selanjutnya sudah bisa ditebak, mereka pun kembali bersenang-senang menikmati menjadi pengantin baru. Tak puas hanya di sofa bahkan mereka berpindah ke tempat tidur sampai selesai dan sama-sama kelelahan karena sejak landing pun belum beristirahat ditambah pergulatan siang ini. Akhirnya mereka pun tertidur sambil saling memeluk dibalik selimut.
❤️ ❤️ ❤️ ❤️ ❤️ ❤️ ❤️
Malamnya sesuai rencana, mereka pun asik jalan-jalan menikmati kuliner sekaligus membeli oleh-oleh untuk keluarga dirumah. Suasana malam disana ramai dan banyak sekali street food yang memanjakan lidah. Dari mulai kebab, pide pizza khas turki, roti baklava dan dondurma es krim matic khas Turki. Tak lupa pula mereka mencoba minum cay, teh Turki yang rasanya unik.
Puas berkuliner mereka berniat balik ke hotel, karena besok harus bangun pagi untuk acara naik balon udara. Saat akan masuk hotel Sandy menerima telpon dari papanya yang menanyakan kabar mereka. Sandy pun berbicara agak menepi dari keramaian. Sambil menunggu suaminya selesai menelpon Allea melihat-lihat ponselnya. Lalu tiba-tiba...
"Allea? Allea is that you?" seorang cowok dengan wajah blasteran mendekati Allea. Allea mengangkat wajahnya lalu mengernyit.
"Yess..?" jawab Allea sambil mengingat-ingat.
"It's David, you remember? Your friend in junior school?" kata cowok itu.
"Oowh..ya ya, I remember. How are you? What are you doing here?" Allea lalu ingat siapa cowok di depannya.
David salah satu teman sekelas pindahan dari Aussie saat mereka SMP. Mereka satu kelas selama dua tahun saja, karena di tahun ketiga David harus ikut orang tuanya yang berpindah tempat kerja lagi. Dulu Allea lah yang suka diminta David membantunya belajar bahasa indonesia. Kini cowok blasteran itu menjelma jadi cowok dengan wajah tampan. Allea pun hampir tak mengenalnya.
"Im a holiday with my family and my girl.." jawab David.
"Owh wow...where's your girl?" tanya Allea ikut senang. Lalu David menunjuk ke salah satu street food es krim dimana ada seorang gadis cantik dan sexy bersama keluarga David sedang mengantri es krim.
"Allea...your so beautiful now, I really miss you" ucap David memuji sambil melihatnya lekat.
Allea tersenyum. "Oh ya? Bay the way, masih bisa bicara bahasa indonesia?" tanya Allea mengalihkan.
"Sure. Tentu saja masih bisa" jawab David dengan logat yang kaku lalu mereka tertawa.
"Sayang...ini siapa?" tiba-tiba Sandy mendekat menghentikan tawa mereka.
"Eh..ini teman aku waktu SMP. Oh ya David, kenalkan ini Sandy...my husband" kata Allea.
"Wow...you has maried?"
"Yess..right. Ini kita sedang honeymoon" jawab Allea.
Lalu Sandy pun berjabat tangan dengan David dengan saling ber-hai.
"Wow...congrat for you guys! And kalian honeymoon di tempat yang tepat, I think.." kata David.
"Tengkyu.." kata Allea.
"Yess...maybe, memang tempat yang tepat untuk pengantin baru" jawab Sandy.
"You know Sandy, kamu beruntung bisa menikah dengan Allea. Your so lucky" kata David.
"Ya, very very lucky" jawab Sandy mantap. "Kalo begitu, kita pamit ya" lanjut Sandy ingin segera membawa Allea pergi.
"Ya David, sampai ketemu lagi ya, bye" kata Allea.
"Bye, tengkyu. God bless you both" balas David melambai lalu berlari menuju keluarganya.
Mereka pun lanjut masuk menuju hotel, Sandy terlihat berekspresi sedikit lain tapi ia tak banyak bicara dan hanya menggandeng tangan Allea sampai mereka tiba di kamar.
Allea keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri. Diam-diam ia menatap suaminya yang sedang duduk di ranjang dengan wajah kusut sembari melipat tangan. Allea geleng-geleng kepala sambil mengulum senyum lalu mendekat...