
"ROOARRGHH!!!" Naga itu meraung ke langit hingga membuat seluruh daratan bergetar. Dengan badai petir ungu, membuat suasana ini kian mencekam.
JDAR!!
JDARR!!
Suara guntur yang menggelegar juga ikut menyahuti raungan naga. Alhasil kilatan cahaya petir sekilas menyinari wajah mengerikan naga tersebut.
Kemudian naga itu bergerak, dengan posisi yang masih melilit, mata merahnya menatap orang-orang dibawahnya dengan kejam. Terdapat senyum sinis di mulut penuh taringnya, kumisnya yang panjang juga bergerak seolah berkata bahwa dirinyalah yang paling agung, makhluk-makhluk seperti kalian hanyalah rendahan!
Sombong!
Setelah itu Ia perlahan melepaskan diri dari kristal. Dengan santainya naga ini bergerak ke depan. Ekornya yang panjang juga mulai melepaskan kristal putih. Saat setelah membebaskan diri, badannya yang besar meliuk-liuk di langit.
Walaupun inti dunia dewa hanya setinggi satu mil, namun lebarnya mencapai 4 ibukota besar. Sehingga naga ini yang tadinya melilit kristal putih memiliki ukuran puluhan kali lebih besar dan panjang dari benda itu. Lalu, naga ini menegakkan kepala dan bagian tubuh depannya hingga terlihat kaki-kakinya yang besar, penuh cakar.
Sudut mulutnya Ia tarik, hingga terlihat seringaian yang menakutkan.
"Suku dewa, kalian sungguh lancang sampai membangunkan dewa ini.." Ujarnya dengan suara berat penuh serak. Ucapannya yang terbilang arogan, bergema di sebagian Alam surga. Auranya juga penuh intimidasi yang membuat setiap orang ingin bertekuk lutut. Kecuali ketiga saudara Xing, dan beberapa dewa/dewi lainnya.
Mulut Xing Shi berkedut, matanya yang indah juga berkedip. Terdapat kilatan cahaya yang menyala saat mendengar omongan naga itu.
"Lalu kenapa? Bukankah kau bangun hanya demi menghancurkan dunia dewa...
... Apakah Aku benar, roh inti dunia dewa, Naga ungu Surgawi?" Balas Xing Shi sembari mengeraskan rahangnya penuh amarah.
Naga itu- Naga ungu Surgawi tertawa terbahak-bahak di tengah gemuruh langit yang masih menyala. Entah kerasukan apa, Naga ungu Surgawi kemudian menatap Xing Shi dengan tatapan gila.
"Bocah bau.. dewa ini mencium aroma manis dari dalam tubuhmu. Sama halnya seperti perempuan muda yang dewa ini benci. Menyerah lah, dan dewa ini akan berbaik hati untuk memangsa Mu. Bukankah.. suatu kehormatan..?"
Xing Shi yang masih melayang dengan sayapnya yang lebar berwajah gelap. Ia benar-benar menatap Naga ungu Surgawi dengan kebencian yang mendalam. Urat-urat lehernya juga sedikit terlihat.
Menyerah?
Mangsa?
Makanan?
Suatu kehormatan?
Omong kosong! Dia jadi makanan? Siapa yang ingin?! Pikirannya emosi.
"BERANINYA KAU BERKATA SEPERTI ITU KEPADA ADIKKU!!" Xing Liang yang berada agak jauh dari Xing Shi tersulut emosi. Rambut pirangnya melayang-layang. Wajahnya yang marah benar-benar tidak pernah Xing Shi lihat.
Dengan cepat, Xing Liang bergumam. Seketika itu dibelakangnya muncul ratusan ribu tombak berwarna emas dengan kobaran api panas yang menyala-nyala.
Detik berikutnya, tombak-tombak tersebut melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Naga ungu Surgawi.
BOOMMM..!!!
Selain tombak emas, ratusan bola air raksasa juga ikut melesat mendampingi serangan Xing Liang. Xing Wu yang juga jauh dari Xing Shi terlihat penuh amarah, tak lebih baik dari kakak laki-lakinya.
"ARGGH!!"
Kepulan asap seketika menutupi sebagian tubuh depan Naga ungu Surgawi. Jamur raksasa itu menutupi penglihatan orang-orang yang menatap erat pertarungan diatas langit.
Tapi itu tidak lama, tiba-tiba saja asap-asap itu menghilang layaknya terkena hembusan angin kencang.
Sedangkan Naga ungu Surgawi yang telah terlihat, tampak memamerkan wajahnya yang khas. Terdapat luka sayatan di beberapa titik dan jangan lupa beberapa kulitnya juga ada yang sedikit gosong.
Kemudian wajahnya berubah menjadi lebih garang, mata merahnya menyala seolah dapat menerkam apa saja yang dilihatnya. Kemudian Ia meraung, tapi kali ini penuh amarah.
"BERANI KALIAN MENYERANG DEWA INI!! LIHAT!! DEWA INI AKAN MEMBERI HUKUMAN KEPADA SUKU DEWA SAMPAH KALIAN!!"
Kemudian dari dalam mulutnya muncul percikan-percikan petir berbagai warna. Dari merah sampai hitam. Lalu berputar-putar membentuk bola besar. Dan bahkan mencapai setengah tubuhnya.
"Gawat! Makhluk ini berniat untuk menghancurkan Alam surga dalam satu serangan!" Ujar Xing Shi agak gelisah. Kemudian Ia menatap kedua kakaknya secara bergantian. Mereka berdua juga menoleh, lalu menganggukkan kepalanya. Ini sangat berbahaya, pikir ketiganya serius.
Lalu, ketiga orang rupawan tersebut terbang hingga berada di atas awan. Mereka tidak perlu khawatir dengan petir-petir ungu karena ketiganya menggunakan artefak sekali pakai untuk menghalaunya. Retakan ruang? Itu sudah berada jauh dari area ini.
Sayap Xing Shi, Xing Liang, dan Xing Wu melebar hingga 50 meter. Setelah itu, ketiganya mengarahkan kedua sayapnya ke depan hingga saling bersentuhan.
Simbol di tiap pupil mereka yang berbeda menyala, selaras dengan warna rambut. Kemudian, dari dalam ujung sayap muncul berbagai energi yang memenuhinya.
Dari ujung sayap Xing Shi muncul bola putih keemasan seukuran 4 bola basket lalu cahaya tersebut gadis ini tembak hingga terlihat garis besar di langit. Tapi orang-orang di bawah hanya bisa melihat sayup-sayup karena dihalangi oleh awan hitam.
Xing Liang dan Xing Wu juga, mereka menembakkan cahaya emas kebiruan dan biru laut dari ujung sayap hingga ketiga garis cahaya membentuk Piramida tanpa alas bila diperhatikan.
Setelah saling menyatu, dari titik puncak Piramida menembakkan garis lagi kebawah yang berbentuk spiral dengan warna emas, putih, dan biru saling berputar-putar seakan ingin menyatu.
Setelah spiral terbentuk sepanjang setengah mil, dari ujung bawah kemudian membentuk lempengan berupa halo besar berdiameter 15 mil. Hanya sebagian kecil dari ukuran bola Naga ungu Surgawi. Tapi tidak masalah, efek serangan ini juga tidak main-main.
Dapat dilihat, satu meter dibawah halo raksasa muncul ukiran dan huruf-huruf kuno yang melayang-layang dengan teratur. Bentuk-bentuk kuno itu saling berputar, akibatnya awan hitam dibawahnya menepi dan fluktuasi udara juga ditimbulkan hingga berputar dengan pusatnya adalah halo raksasa itu.
Bulu kuduk mereka berdiri. Aura ini amat mencekam yang membuat mereka terintimidasi hingga sulit untuk bernapas. Bahkan sebagiannya mengeluarkan seteguk darah segar ataupun telah pingsan.
Amat mengerikan!
Dalam satu hari, kejadian luar biasa terjadi di Alam mereka. Mungkin, matahari benar-benar akan terbit dari barat. Pikiran mereka campur aduk.
Kembali ke sisi para putri dan pangeran.
Setelah awan hanya menyelimuti kulit halo, dari bawah ukiran dan huruf kuno muncul 3 lapis lingkaran lagi. Berukuran setengahnya, lingkaran atas berwarna biru dengan simbol yang serupa dengan mata Xing Wu. Lingkaran tengah, putih keemasan dengan simbol layaknya mata Xing Shi. Dan paling bawah berwarna emas sedikit biru, juga memiliki simbol sesuai pupil Xing Liang.
Setelah formasi-formasi ini selesai. Dari ujung lingkaran paling bawah keluarlah tiga pisau emas kebiruan. Tapi, itu hanya ujungnya saja dan belum tentu pisau.
Detik berikutnya, tiga ujung raksasa turun yang membentuk trisula besar sepanjang satu mil. kobaran api dan suara dengungan seketika keluar yang menyebabkan angin kencang menerbangkan berbagai benda dibawahnya.
Tak hanya itu saja, dari lapisan tengah muncul empat pedang raksasa dari elemen cahaya berukuran setengah mil. Dua cakram cahaya raksasa juga muncul dan berada disela-sela antar dua pedang. Seperti trisula sebelumnya, angin kencang juga berfluktuasi.
Lalu terakhir, lapisan milik Xing Wu bergetar yang kemudian turunlah Naga es sepanjang satu mil. Naga itu meraung ke langit seolah menantang Naga ungu Surgawi.
"ROARGHH..!!!"
Xing Liang dan Xing Wu memuntahkan seteguk darah segar, karena bagaimanapun juga mereka masih memiliki cedera internal yang parah. Tapi, tidak apa, mereka masih mampu bertahan untuk satu hari.
Setelah persiapan selesai, formasi ketiganya telah terbentuk sempurna. Empat pedang dan dua cakram mengelilingi trisula dengan Naga es yang juga berputar-putar diantara badan apinya.
Ketiga warna ini bersinar di bawah penyimpangan waktu langit. Naga ungu Surgawi juga telah berhasil menyelesaikan serangannya. Bola petir kehitaman raksasa dengan dua lingkaran elemen angin yang mengelilingi, membuat serangan ini penuh intimidasi.
Aura agung dan suci mendominasi serangan tiga saudara Xing, sedangkan aura dominasi penuh kehancuran berasal dari bola Naga ungu Surgawi.
Kemudian, Naga ungu Surgawi luncurkan ke atas hingga daratan dibawahnya porak-poranda karena terkena hembusan angin kencangnya.
Tidak ingin membuang waktu lagi, Xing Shi, Xing Liang, dan Xing Wu mengarahkan tangannya kebawah. Seketika itu, formasi milik ketiganya melesat dengan suara deru angin yang keras.
Pria sepuh yang berada di atas tanah mendadak tegang.
"Ya, leluhur. Apakah mereka ingin menghancurkan daratan ini?" Ujarnya lirih.
Karena telah menyelesaikan array telerportasi Surgawi Kuno, pria tua ini kemudian melayang keatas. Ia menambahkan array pelindung di luar pedang perak. Tidak tanggung-tanggung, array yang Ia buat mencapai puluhan ribu.
Tidak selesai sampai sana, Ia juga membentuk puluhan ribu array lagi di luar array sebelumnya hingga pada akhirnya menyelimuti seluruh Alam surga dalam durasi setengah menit.
Walau tidak bisa bertarung untuk saat ini, setidaknya mengeluarkan tenaga untuk membuat array juga tidak masalah. Hanya saja, pria sepuh itu merasa tulangnya retak lagi.
Ia mengibaskan tangannya kasar, kemudian turun ketempat semula. Pria sepuh mendengus. Dan mulai berdoa kepada leluhur semoga ketiga pangeran dan putri selamat.
"HAHA! Menarik sungguh menarik, ada makhluk yang mampu mengeluarkan aura intimidasi seperti dewa ini.. Yah, tapi kalian tetap tidak akan mengalahkan dewa yang agung ini. Hanya lelucon!" Ujar Naga ungu Surgawi bergema di gemuruh langit. Ucapannya penuh kesombongan, tapi dapat dimaklumi karena memang hewan khas ini kuat.
Bahkan jika Xing Shi bertarung satu lawan satu belum tentu gadis itu menang. Setelah beberapa detik terlewati, akhirnya kedua serangan telah berada diposisi yang dekat.
9 meter.
8 meter.
7 meter.
6 meter.
5 meter.
……
1 meter.
BOOOMMMM..!!!
JDAR!! JDAR!!
WUNG!! DRRTT!!
...____________________...
...🍁[Bersambung... ]🍁...
...…………………………………………...
...Readers~ Jangan lupa like dan komennya, it's easy guys~...
...See U~...
...-Marionatte Rose-...