Legenda Sang Dewi Bulan

Legenda Sang Dewi Bulan
11. Kehancuran Yang Membawa Petaka


Setelah mengucapkan kata-kata itu. Dia berbalik. Terdapat raut ketegasan di wajahnya. Lalu Ia menaikkan sudut mulutnya. Itu begitu cantik dan cantik.


"Seperti yang biasa Ayahanda lakukan. Aku Xing Shi.. Juga akan membuat dunia ini aman" Ucapnya pelan. Tapi, terdengar sangat halus dan begitu merdu.


"Bukankah Begitu, Ayahanda...?" Ia berjalan satu langkah, dan seketika itu Ia menghilang bagai terkena hembusan angin.


Puluhan mil dari tempat ini.


Naga ungu Surgawi meraung-raung marah ke langit. Niat hati ingin mengancam Xing Shi dengan menyakiti saudaranya. Namun, kini Dirinya harus menelan fakta bahwa dua kakinya terpotong. Bukankah seolah Dia terkena batunya sendiri? Karma? Betapa sialnya Dia.


Dan lebih parahnya lagi, sistem regenerasi tubuhnya tidak dapat bekerja untuk menyembuhkan kakinya. Tatapannya menjadi merah darah. Ia meraung lagi hingga membuat badai disekitarnya kian lama kian mengencang.


"Bocah!! Kau dengan berani membuat kaki dewa ini terpotong. Maka, kau harus tahu apa akibatnya!!" Ujar Naga ungu Surgawi mengeraskan rahangnya.


"Bagaimana akibatnya?"


BANG..!!


Sebilah pedang raksasa tiba-tiba muncul dan menghantam kepala baja Naga ungu Surgawi dengan telak. Hewan itu meringis, lalu menatap sosok kecil diatasnya dengan niat membunuh.


"BOCAH!"


Xing Shi tidak menghiraukan teriakan naga itu. Ia lalu menggeser pedang putihnya kebawah hingga membuat hewan itu meraung untuk kesekian kalinya lagi.


Naga ungu Surgawi memuntahkan bola petir hitam menuju Xing Shi dengan cepat. Melirik sekilas, lalu Ia menghilang. Kemudian, perempuan itu muncul lagi di sisi lain.


DUNG...


Karena menghindar, bola petir hitam itu pada akhirnya mengoyak daratan hingga menjadi Kubang besar. Mata Naga ungu Surgawi berkilat, Ia mencari dimana Xing Shi berada.


Xing Shi yang tidak ditemukan tersenyum tipis. Lalu, Ia mengayunkan pedangnya lagi hingga menghantam punggung Naga ungu Surgawi.


BANG!


Lalu, Ia mengeluarkan cakram raksasa berwarna emas. Tapi, samar terdapat titik-titik berwarna ungu yang tidak pernah Xing Shi gunakan. Dan, lagi-lagi benda itu menghantam kepala Naga ungu Surgawi hingga hewan itu terhempas ke tanah dengan keras.


BANG!


BOOMMM..!!


"ROARGHH!!" Naga itu-Naga ungu Surgawi meraung keras penuh amarah. Kepalanya telah dipenuhi darah akibat sayatan yang dalam, bekas serangan perempuan itu.


"Apakah sakit?" Tanya Xing Shi dingin, tapi ada raut tidak peduli di wajahnya.


Merasa terhina, Naga ungu Surgawi kemudian melesat menuju Xing Shi berada. Wajahnya sangat marah. Kemudian Ia melemparkan topan-topan hitam dengan ukuran tidak lazim kepada perempuan itu.


Tak ingin diam, Xing Shi kemudian melepaskan ribuan pedang emas. Kedua serangan itu akhirnya saling menabrak dan mengeluarkan suara bising akibat bergesekan.


BOOOMMMM..!!


DRRT! DRRT!


Gadis itu melayangkan tamparan di udara, sesaat kemudian para pedangnya mengeluarkan cahaya dan mendorong topan-topan itu hingga meledak. Jamur raksasa tiba-tiba tercipta.


Naga ungu Surgawi yang tidak berhasil melukai Xing Shi, segera meliuk-liuk di langit. Ia kemudian menarik seluruh tubuhnya hingga berada di satu tempat dan mulai melilit tubuh Xing Shi dengan petir-petir yang menyambar sesekali.


Gadis ini sedikit tertekan. Petir hitam itu merayap di sekujur tubuhnya hingga Dia sendiri kesulitan bergerak. Tubuhnya juga kadangkala menggigil karena tersengat oleh petir-petir itu.


Xing Shi menggertakkan giginya, dengan susah payah Dia mengangkat tangannya lalu bergumam.


"Cahaya Suci tahap 1, Hujan Cahaya" Sesuai namanya mendadak disetiap inci Kulit Naga ungu Surgawi muncul kristal cahaya berukuran sedang. Sesaat setelahnya, gadis ini mengarahkan tangannya kebawah.


Naga ungu Surgawi merasa sakit ditubuhnya, tapi, ini masih lebih baik ketimbang terkena empat pedang dan cakram raksasa pada formasi yang gadis ini buat sebelumnya.


Dengan segera, Ia mengencangkan lilitannya. Tapi itu hanya sebentar. Detik berikutnya, tiba-tiba Ia menegang dan terjatuh ke tanah hingga membuat daratan hancur lebur.


Hewan itu meringkuk sakit. Panjangnya yang melebihi puluhan mil menghantam tanah dan membuat banyak sarang laba-laba disekitarnya.


"ARGHH! SUKU DEWA!!" Hewan itu menggeliat ke sana kemari. Ia benar-benar meremehkan kristal-kristal mungil itu. Sungguh ini sangat menyiksa baginya.


"Bagaimana... bukankah sakit..?" Ujarnya dingin.


Tapi, dalam kenyataan. Xing Shi juga merasakan ngilu di setiap sudut tubuh. Hanya saja tidak separah Naga Ungu Surgawi. Saat ini, diantara keduanya, waktu bertahan adalah satu-satunya kualifikasi sebagai penentu mati tidaknya mereka.


Sesaat, Ia melihat gelang di pergelangan tangan kanannya. Benda itu terus bergetar dan membunyikan suara lonceng yang hanya Xing Shi seorang dapat mendengar. Gelang itu juga secara perlahan mengeluarkan aliran udara berwarna ungu yang teramat kecil, seolah-olah sedang mengalami kebocoran.


Perempuan itu menutup matanya. Setelah membuka kedua pupil nya, hal pertama yang Ia lihat adalah seekor naga ungu yang amat mengerikan. Wajahnya terlihat bengis, hanya saja sebagiannya telah dilumuri darah.


"Bagaimana.. Apakah rasa sakit itu nyaman untukmu?"


Naga ungu Surgawi mengeraskan rahangnya, otot-otot nya juga terlihat. Penuh amarah! Selama hidup yang dirinya miliki, tidak pernah sekalipun mendapatkan penghinaan seburuk ini!


"BOCAH!! KARENA KAU MEMBUAT DEWA INI MARAH..!! JANGAN SALAHKAN DEWA INI BILA MENGHANCURKAN DUNIA DEWA LEBIH CEPAT DARI WAKTUNYA!!!" Suaranya yang berat tapi keras benar-benar membuat gendang telinga orang sakit. Petir-petir juga mulai menyambar di sekitar badan Naga ungu Surgawi. Jika digambarkan, suaranya akan mirip seperti gemuruh Guntur yang berteriak marah di atas langit.


Mendadak daratan berguncang keras hingga menciptakan ribuan lembah di seluruh Alam Surga. Badai-badai juga mulai bergerak. Warna hitam keunguan itu secara perlahan mendekati Naga ungu Surgawi hingga berputar dan menyisakan spiral raksasa apabila orang lain melihat.


"KAU YANG MEMBUATKU MARAH!!! AKU XING SHI TIDAK AKAN MEMBIARKANMU MERUSAK TATANAN ALAM! KAU JUGA TELAH MEMBUAT ORANG-ORANG KU DAN JUGA PARA SAUDARA KU TERLUKA!! APA KAU PIKIR AKU TIDAK MURKA DAN SELALU BERSIKAP BAIK HATI, HA!!!!"


"DEMI KESERAKAHAN BELAKA! HEWAN AGUNG SEPERTI MU MENJADI BEGITU MENJIJIKKAN!! JANGAN PIKIR AKU BODOH! AKU TAHU APA YANG DULU DAN MASA DEPAN AKAN TERJADI BILA KAU KELUAR DARI TEMPAT INI!!!!" Teriaknya menggelegar hingga seluruh penghuni Alam Surga yang tadinya terkejut mendengar teriakan Naga ungu Surgawi kembali terkena serangan jantung saat mendengar pekikan Xing Shi yang begitu murka.


Bahkan mereka tidak pernah menyangka, dewi Suci selembut Xing Shi sekalinya marah bagaikan iblis yang pandai bersembunyi di balik sayap murni malaikat.


Naga ungu Surgawi yang mendengarnya sedikit tertegun, lalu Ia tertawa lepas seolah tadi merupakan lelucon paling lucu yang pernah Ia dengar.


"AHAHAHAHAHA!! BOCAH! Tadinya dewa ini ingin memangsamu, tapi.. jika dewa ini pikir-pikir lagi, menghancurkan Alam surga jauh lebih menyenangkan...


Lalu Ia kembali berucap, tidak. Berteriak seperti kehilangan akal sehat dengan mata menyala, "LIHAT DAN PERHATIKAN! TENTANG APA YANG AKAN TERJADI KEPADA SELURUH BANGSA BUSUK YANG KAU LINDUNGI ITU!!! HAHAHA!!"


Badai spiral yang berada di atas hewan itu dengan cepat menutupi seluruh permukaan kulit Naga ungu Surgawi. Tiba-tiba suara Guntur yang teramat kencang muncul disambut dengan raungan Naga.


"ROARGHH..!!!"


Warna awan mendung itu menghilang, digantikan seekor Naga ungu Surgawi yang telah berubah menjadi warna hitam dengan petir selaras berderak kencang. Nama Naga ungu Surgawi kini tidak lagi sesuai dengan hewan itu, jika dikatakan panggilan yang tepat adalah Naga hitam Surgawi. Dan bukan lagi ungu. Kemudian, Dia meraung kepada langit.


Setelahnya, hal yang terjadi benar-benar seperti awal kehancuran bagi Alam Surga. Ribuan lembah yang tadinya terbentuk, sekarang mulai melebarkan sayapnya dengan mengirim garis-garis panjang layaknya sarang laba-laba hingga daratan mulus berubah.


Daratan itu mulai terbelah dan terpisah-pisah. Bahkan jika diperhatikan lagi, ada bagian daratan yang telah miring secara diagonal dan itu bukan hanya satu namun semuanya.


Gunung-gunung juga meledakkan Lavanya hingga saat ini Alam Surga bagaikan replika neraka yang akan kiamat. Tidak hanya itu, badai-badai yang sedari tadi muncul, mulai menembakkan petirnya dengan ganas tanpa pandang bulu.


Baik itu suku dewa maupun makhluk hidup lainnya, menjerit penuh tangis. Takut akan mati. Dan takut akan fenomena yang sangat mengerikan. Mereka juga telah berpikir bahwa Matahari akan terbit dari barat mulai besok.


Naga ungu Surgawi menarik kedua sudut bibirnya sinis. Pandangannya menatap Xing Shi dengan jijik. Tapi, ada suatu hal yang mengganjal hatinya. Hanya saja Ia tidak tahu dimana itu. Jadi, saat ini Ia mulai berada di atas angin.


Naga ungu Surgawi kemudian melesatkan ekornya menuju Xing Shi. Gadis itu masih diam. Wajahnya sangat dingin. Begitu dingin seperti es yang tidak ingin disentuh.


Dengan arogannya Ia menghantarkan aliran petir saat sebelum menyerang perempuan itu. Xing Shi hanya mengangkat tangannya, seketika dua bilah pedang emas raksasa menghadang Ekor penuh petir hitam Naga ungu Surgawi.


Hewan itu merasa jengkel. Lagi-lagi serangannya tidak berguna. Kemudian Ia menambahkan energi spiritual dan berhasil mendorong Xing Shi hingga ratusan meter ke belakang.


Merasa ini adalah kesempatan, Ia kemudian memuntahkan bola petir hitam berdiameter satu mil menuju perempuan cantik itu. Rambut Xing Shi berkibar. Kemudian Ia memejamkan matanya dan tersenyum lembut. Tapi tidak benar-benar mengartikan kelembutan. Itu adalah senyum kejam dan penuh arti!


SWISH...


BOOMMM...!!


Mata Naga ungu Surgawi melebar, Xing Shi tidak ada di sana. Menghilang? Tidak, pasti mati, pikirnya sombong. Lalu Dia tertawa. Akhirnya, batu sandungannya lenyap. Ia amat puas! Dan bahkan sangat puas!


Tapi, Ia tidak menyadari satu hal. Bahwa sebenarnya Hewan itu tengah dibodohi oleh Xing Shi.


Di suatu belahan Alam Surga yang lain.


"Ibu, apakah Kita akan mati disini?" rengek anak kecil yang berada di gendongan perempuan bangsawan tapi pakaiannya telah lusuh.


Ia hanya tersenyum, mencoba menenangkan anaknya.


"Tidak, kita tidak akan mati disini. Ibu yakin, bahwa Tuhan selalu memiliki mata di setiap tempat. Mungkin saja, akan ada pahlawan yang menyelamatkan kita" Ujarnya seraya mengelus-elus rambut anaknya agar tidak menangis lagi.


Saat ini, jutaan orang tengah berkumpul di tempat yang sama. Jika diperhatikan, di atas langit terdapat dua lingkaran emas dengan tulisan kuno yang sangat besar bahkan melebihi ruang lingkup orang-orang itu sendiri.


Mereka rata-rata memiliki wajah yang rupawan, hanya saja pakaian mereka telah compang-camping dan penuh debu. Sekilas dapat dimengerti bahwa mereka sedang khawatir. Raut wajah mereka juga sangat buruk.


Tiba-tiba di atas langit meluncur ribuan batu api yang jika orang tahu, itu adalah material gunung yang sebelumnya meledak.


WOOSH...!!


"Saudara lihat! Batu api itu mengarah kepada kita!"


"Oh, leluhur.. tamatlah riwayat kami"


"Kenapa benda itu kemari? Si*l!"


Suara rusuh jutaan orang bergema. Para anggota suku dewa dan suku lainnya, sebenarnya bisa saja menghancurkan batu yang tidak sampai 20 kaki itu. Hanya saja, itu bukanlah batu dari gunung biasa. Ditambah, Sambaran petir di luar lingkaran emas yang melindungi mereka menyambar dengan sembarang.


Bukankah hanya mengantarkan nyawa?


...___________________...


...🍁[Bersambung... ]🍁...


...………………………………………...


...Readers~ Jangan lupa like dan komennya, it's easy guys~...


...See U~...


...-Marionatte Rose-...