Legenda Sang Dewi Bulan

Legenda Sang Dewi Bulan
23. Penyergapan


...Warning! Ada beberapa dialog dan narasi yang berbeda dari awal-awal sebelumnya, so, jangan kaget 😃...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"An'er...!" Tenggorokan Shangguan Yun rasanya teramat kering. Ia bergetar, merasa tidak percaya tentang Apa yang telah terjadi. Kilatan sedih dan marah terpancar dari matanya yang telah memerah.


Pria ini menggenggam erat gagang pedangnya, "Aku tidak berguna..."Gumamnya mencoba untuk menahan tangis. Mereka berdua saling mencintai, kemudian melakukan pertunangan berharap bahwa mereka dapat hidup berdua selamanya. Tapi, kini...


Shangguan Yun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Takdir mereka seakan sedang dipermainkan oleh langit. Awal diberi kebahagiaan, akhir diberi kesedihan.


"AGH! SIALAN! DASAR J*L*NG TIDAK TAHU BAKTI!!" Pekik Zhu Shiyi kesakitan sekaligus kesal.


Mendengar itu Shangguan Yun tentu tidak terima, "TUTUP MULUTMU ZHU SHIYI!! JANGAN KAU BERANI MENGHINA AN'ER!!" Balas Pria ini tersulut emosi.


"DIAM KAU BOCAH! KAU JUGA SAMA SAJA!! KALIAN BERDUA HANYALAH BOCAH TIDAK TAHU UNTUNG!!"


"APA KAU BILANG?!" Shangguan Yun mengatupkan kedua giginya, merasa geram.


Pria ini mencengkram erat gagang pedang peraknya, secara perlahan aliran air terkumpul di ujung bilah. Dia kemudian mengangkat pedangnya berniat untuk menyerang Zhu Lian.


Tapi, mendadak Ia menegang mengingat perkataan Zhu Lian yang baginya cukup menyakitkan...


"CEPAT LEPASKAN IKATAN PETIR ITU!! JANGAN PEDULIKAN AKU!! AKU! Aku Sudah senang bisa hidup di dunia yang sama dengan mu... Tolong! tolong maafkan ibuku Yun Gege...!"


"Cepat bawa pergi Yue Yue..."


Shangguan Yun menggertakkan giginya penuh emosi, Ia lalu menatap Zhu Shiyi dengan tajam seolah tidak pernah memaafkan wanita iblis itu.


"Ini semua karenanya...!" Geram Shangguan Yun.


"Sialan!!"


Selanjutnya pria ini berbalik menebas ikatan petir yang selalu menyengat kulit mulus adiknya dalam beberapa waktu.


SRING...!!


SPLASH!!


DRRT!!


Dengan cepat Ia menangkap Shangguan Yue dan mendekapnya dengan erat. Ia lalu berlari, bermaksud untuk menjauhi Zhu Lian yang masih mengerang sakit diperutnya. Ia bersumpah akan menghabisi wanita itu sekalipun dia merupakan ibu dari Zhu Lian. Tapi Ia tahu, prioritasnya sekarang adalah membawa Shangguan Yue pergi dari sini. Utamanya adalah keamanan.


"Ka-Kakak... maaf hiks maaf in-ini karena Yue Yue hiks" Lirih Shangguan Yue membenamkan wajahnya di dada pria yang tidak lain adalah Shangguan Yun. Gadis ini merasa harus bertobat agar tidak lagi malas dalam hal Kultivasi. Ia membayangkan, apa yang akan terjadi jika Ia lebih kuat. Akankah Ia mampu mengembalikan kehidupan Zhu Lian? Angan-angan ini mencemari otaknya yang telah merasakan apa yang dinamakan 'penyesalan'.


Sungguh ironis, jika saja... Ia terus-menerus berkhayal dan tidak pernah ingin percaya bahwa kakak iparnya yang begitu baik, telah tiada dengan cara yang menyedihkan.


Shangguan Yun mendekap erat Shangguan Yue. Terlihat matanya mengisyaratkan perasaan yang teramat sedih. Hanya saja, untuk menangis secara berkala di saat dan waktu seperti ini, bukanlah pilihan yang baik.


"Bukan salah Yue Yue, harusnya kakak yang meminta maaf..." Seandainya Ia tidak membiarkan Zhu Lian dan Shangguan Yue pergi menuju Kota Teratai, hal ini... tragedi di hatinya tidak akan pernah terjadi.


Matanya memerah, Ia hanya ingin menahan tangis. Adiknya saat ini penuh luka dan noda darah, Pria ini tidak ingin lagi kehilangan. Sudah berapa kali Dia merasakan, sekali? dua kali?


Ia tidak ingin untuk yang ke-tiga kali...


"Tenanglah Kakak disini, apapun yang terjadi, kakak akan selalu berada di sisi Yue Yue... Jangan takut, kakak disini... Tidak akan kakak biarkan Wanita itu menyakiti Yue Yue!" Ujarnya dengan memberikan pelukan erat. Sangat takut dia. Sangat takut.


Perbedaan ranah membuatnya lengah. Pria ini kemudian mengambil sesuatu dari cincin ruangnya. Sebuah giok dengan ukiran Phoenix dan pedang perak Ia genggam dengan erat, lalu mengalirkan sejumlah aliran spiritual.


"Ayah... Ayah... Apa Kau mendengarkan ku?"


"Ayah...!! Ayah..!!!"


Pria ini sedikit berteriak dengan peringanan kaki tidak pernah berhenti. Ia juga mengernyit bingung, giok ini merupakan alat transmisi suara jarak jauh. Tapi... Kenapa ayahnya tidak merespon? Ada yang salah. Pria ini merasakan firasat buruk


"Apa yang sebenarnya terjadi...? Kenapa benda ini tidak bekerja?! Ayah! Ayah!! Apa Kau bisa mendengarkanku?!! Ayah!!" Gelisahnya.


Shangguan Yue yang mendengar adanya keanehan hanya memeluk leher Shangguan Yun dengan erat. Pantulan air di pupil membuat penglihatannya terkadang menjadi kabur dan tidak jelas.


"Ka... Kakak... Yue Yue takut hiks takut..." Gumamnya pelan di sela Isak tangis.


"Tidak apa Kakak disini, Yue Yue akan aman" Balas Shangguan Yun mengelusi Surai pirang adiknya.


.


.


.


"Ahk! Psh...! Sial...!" Gumam Zhu Shiyi penuh emosi seraya memegangi perutnya yang terasa ngilu akibat serangan mendadak anaknya.


"Zhu Lian...!! Ini semua karena Kau!!" Perempuan ini lalu menatap Zhu Lian dengan penuh kebencian. Ia dengan kasarnya menendang mayat sang anak hingga merobohkan belasan pohon persik yang indah.


BOOMMM!!


TRAK! SRKS...! SRKS...!


"Tck! Hh... Dasar tidak berguna!! Kami telah memberimu kesempatan, tapi Kau dengan berani mengacaukan segalanya hingga kakak beradik manusia itu pergi! Padahal hanya misi sepele, namun bekerja tidak becus! Membuat Kami repot saja!" Tiba-tiba turunlah seorang berjubah hitam dari pohon.


"Jika saja bukan karena permintaan Tuan Besar, apa Kau pikir kami rela mengulurkan tangan demi ini semua?!!"


Ia menatap Zhu Lian yang tengah ketakutan dengan bengis, penuh kejengkelan bila dilihat dari wajahnya, "Karena Kau gagal, tidak ada kesempatan kedua!! Untuk selanjutnya, biar Kami yang urus!"


"Tap- Tapi Tuan ... tolong berikan Saya kesempatan sekali lagi ... Kumohon Tuan... Saya berjanji akan menyelesaikannya..." Tawar Zhu Shiyi menggosok-gosok kedua telapak tangannya.


"Tuan Besar hanya memberi kesempatan sekali, tidak untuk dua kali! Ck! Dasar makhluk lemah!" Sarkas pria itu tidak senang.


"Huh, Sudahlah!! Jangan lupakan misi tuan besar yang lainnya! Mengerti manusia?!!" Suaranya yang berat bagai petir yang pecah di kepalanya. Ia menggeleng enggan, dan terduduk lemas hingga meringkuk menjijikkan di bawah kaki sosok berjubah hitam itu.


"Tuan Ja-Jangan, biarkan Saya yang melakukan, ti... tidak perlu sampai Anda-"


"Enyahlah makhluk rendahan!! Membuat Tuan ini emosi saja!!" Seketika Ia menghilang meninggalkan kabut hitam yang membuat Zhu Lian, Si Wanita Iblis melotot tidak percaya.


"Sialan! Ini semua karena mu Zhu Lian!!!" Pekiknya tidak terima.


.


.


.


"Sebenarnya dimana ini...? Kenapa giok transmisi tidak bekerja? Ada yang salah!"


Shangguan Yun masih meloncat dari satu dahan pohon ke dahan pohon yang lain dengan kecepatan yang Ia mampu. Pria ini sangat ingin menjauh, Ia hanya merasa ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Entahlah, Ia tidak mengerti dengan jelas.


Mendadak Pria ini menegang, dan hanya berdiri diam di atas dahan pohon dengan penuh kewaspadaan.


"Hahaha! Tentu saja tidak bekerja! Tempat ini, lingkungan ini, telah kami isolasi dengan sebuah formasi! Kultivator lemah seperti mu, sampai akhir hayatpun tidak akan pernah bisa keluar dari sini~ Hahahaha!!!"


"Siapa Kau!!!" Teriak Shangguan Yun geram. Ia menelisik setiap pohon merah muda disekitarnya. Sayang, pria ini hanya bisa melihat kelopak-kelopak yang terbawa angin bebas di udara. Ia tidak dapat menemukan sosok dengan aura gelap tersebut. Seolah-olah sosok itu hanya sebuah hantu yang mengganggunya dan ini tentu membuat Shangguan Yun merasa terganggu untuk alasan tertentu.


Sosok yang berbicara sebelumnya hanya tertawa kembali, "Tidak pantas bagimu untuk mengetahui! Langsung ke intinya saja ... Berikan Cincin Phoenix biru mu!!"


Shangguan Yun tersenyum sinis, "Ternyata kalian komplotan Zhu Shiyi ... Ada apa? Bila Aku teliti, seharusnya kalian bisa dengan mudah mengambil cincin ini jika dilhat dari segi kekuatan ... Tidak perlu repot-repot untuk meminta, bernegosiasi, atau bahkan menyandera orang bukan?"


Pria ini akhirnya menyadari kejanggalan dari awal di hutan persik sampai sekarang. Menurutnya ada alasan tertentu mengapa mereka tidak bisa mengambilnya secara langsung. Dan ini cukup menguntungkannya walau hanya sementara.


Sosok itu berdecak menanggapi penuturan Shangguan Yun yang baginya cukup cermat, Ia kemudian menyeringai, "Bila tidak bisa dengan cara ini... Baiklah, maka jangan salahkan kami bila harus memaksamu manusia!!!"


SWOSH...!!


SWOSH...!!


SWOSH...!!


"Ck! Tidak beruntung!!" Gumam Shangguan Yun tatkala mendapati bahwa dirinya telah dikepung oleh belasan sosok berjubah hitam.


Shangguan Yue semakin memeluk erat leher sang kakak. Takut, takut jika hal buruk terjadi. Ia memang penakut, gadis kecil ini akui. Tapi, itu adalah wajar. Dia masihlah lemah, masih kecil, dan masih memiliki waktu panjang untuk hidup.


Selain untuk dirinya, Ia juga takut jika kakaknya akan berbuat gegabah. Maksudnya, Gadis kecil ini sangat mengkhawatirkan situasi sang kakak. Keadaan mental Shangguan Yun telah terguncang, Ia hanya tidak ingin terus membebani kakaknya. Ia tidak ingin...


"Kakak..."


"Sst sstt! Kakak disini, tidak akan ada hal yang buruk menimpa Yue Yue, kakak tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi... tenanglah... Kakak akan baik-baik saja... Percayalah" Ucapnya mencoba untuk menenangkan Shangguan Yue yang terus gelisah.


"Wah Wah, hubungan yang begitu luar biasa," Sindir sosok itu tidak tersentuh, hanya merasa seperti lelucon.


Matanya yang tertutupi topeng berkilat dingin, "Sekali lagi, lepaskan cincin Phoenix biru itu... maka kami dengan senang hati akan melepaskan kalian!" Ujar pria itu menyeringai lebar.


Shangguan Yun mendengus dingin, "Aku tidak yakin kalian akan melepaskan kami dengan mudah. Dilihat dari peringaian kalian yang kejam, itu terdengar mustahil!" Balas Shangguan Yun dingin seraya mencengkram erat gagang pedangnya, bersiap untuk bertarung.


...____________________...


...🌙[Bersambung... ]🌙...


...……………………………………………...


...So sorry, Author lagi sibuk jadi Up untuk Minggu ini tidak menentu 😥ಥ╭╮ಥ...


...……………………………………………...


...Guys, jangan lupa like dan komennya~...


...It's easy~...


...See U~...


...-Marionatte Rose-...