
...Warning! Ada beberapa dialog dan narasi yang Saya Revisi, So, jangan kaget jika Berbeda dengan awal-awal😳😁...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BOOMMMM!!
Setelah mendengar ledakan kedua, semua orang yang hadir segera bersiap untuk bertarung. Mereka tampak melayang di udara dengan membawa senjatanya masing-masing.
Shangguan Qingshui yang berada tak jauh dari sang anak menyipitkan matanya. Wajahnya terlihat sangat dingin.
"Siapa yang begitu berani menganggu hari pertunangan Anakku!" Pria tersebut mengeraskan rahangnya dengan kuat. Amat benci dia, amat benci.
"Apakah itu 'mereka'?" Tanya Shangguan Yutian tiba-tiba datang dan mendarat di sebelah kedua anaknya.
"Kurasa iya Ayah. Kalau bukan 'mereka', siapa lagi musuh kita?" Jawab Shangguan Shu datar.
Tiba-tiba dari arah barat dan Utara, datanglah dua sosok berpakaian prajurit. Mereka tampak lari terbirit-birit, seolah dikejar oleh hantu.
"Patriark! Tetua pertama! Tuan Muda Shu!" Ujar mereka berbarengan seraya menekuk kakinya di atas tanah. Dengan wajah masih menunduk mereka segera berkata lagi, namun dengan nada penuh kekhawatiran.
"Patriark! Benteng Utara diserang oleh ribuan orang berjubah gelap. Sebagian dari mereka mengenakan warna merah dan biru tua!"
"Benteng Barat juga diserang oleh kumpulan orang yang sama patriark!"
"Apa yang harus kami lakukan?!"
Shangguan Yutian, Shangguan Qingshui, dan Shangguan Shu mendadak berwajah gelap. Tangan mereka terkepal hingga urat-uratnya dapat dilihat.
Dengan penuh kemarahan Shangguan Yutian memerintah, "TETUA KE-ENAM, TETUA KE-TUJUH, TETUA KE-DELAPAN SAMPAI TETUA KE-SEPULUH!! BAWA PRAJURIT KELAS ATAS UNTUK MELAWAN MEREKA!!! SEGERA LAKUKAN!!"
"BAIK PATRIARK!!" Balas mereka kemudian terbang secara terpisah.
"TETUA KE-20 SAMPAI 100, LINDUNGI SELURUH KOTA YANG BERADA DI BAWAH KEKUASAAN KELUARGA KITA!!!"
"BAIK PATRIARK!!" jawab mereka serempak, dan mulai terbang menuju berbagai kota lewat saluran portal.
Shangguan Yutian menyipit, "DAN SISANYA! LINDUNGI BENTENG SELATAN, TIMUR DAN UTAMA!!!" Teriaknya seraya mengibaskan tangan dengan kasar. Napasnya terasa naik turun, tetapi sebagai pemimpin Ia perlu menjadi sosok yang paling tenang dan berkepala dingin di saat situasi menjadi gawat seperti sekarang.
"BAIK PATRIARK!!"
Setelah memerintahkan orang-orangnya, Shangguan Yutian menoleh kesamping. Tatapannya tertuju kepada sang cucu dan cucu menantu, lalu Ia menghampiri keduanya.
"Kalian berdua, pergilah dahulu dari tempat ini bersama saudara kalian yang lain!"
"Tapi-" Shangguan Yun ingin menolak. Jelas Ia akan menolak, bagaimanapun kenapa Ia perlu pergi dari sini? Bukankah bisa melawan secara bersama-sama?
"Nak! Aku tahu apa yang Kau pikirkan, tapi ada alasan khusus mengapa Kakek menyuruhmu pergi, dengarkanlah!"
"Kakek.."
Shangguan Qingshui mendatangi mereka, terdapat raut khawatir dan sulit dijelaskan dari wajahnya. Dengan tergesa-gesa lalu Ia bertanya.
"Yun'er, apa Kau melihat adikmu? Kenapa Aku tidak melihatnya sejak tadi?! Apa Dia bersamamu? Jawab cepat, Ayah juga tidak bisa merasakan auranya ditempat ini!"
Pria itu mengernyit, wajahnya juga memucat. Dengan enggan Ia menggeleng tanda Ia tidak tahu menahu mengenai dimana keberadaan adiknya saat ini.
"Apa!! Bagaimana bisa?!!" Ujarnya sedikit berteriak seraya mencengkram erat bahu anaknya hingga orang itu sendiri merasa sedikit kesakitan.
"Ak-Aku tidak tahu Ayah, sejak tadi Aku tidak melihatnya, bahkan batang hidungnya sekalipun, Aku tidak melihat" Ujarnya ikut cemas. Tapi, benar. Ia memang tidak tahu. Bahkan saat ini Ia sangat khawatir dan percaya bahwa perasaan tidak enaknya ini memang berasal dari sang adik.
Mungkinkah Yue'er berada dalam bahaya..? Batinnya penuh kegelisahan.
"A-ayah apa Kau tidak bisa merasakan auranya disini?" Shangguan Qingshui tidak menjawab Ia hanya memijit pelipisnya bingung sambil mondar mandir tidak jelas.
"Yun'er, paman telah mendeteksi daerah sekitar, dan benar... Yue'er tidak ada disini..." Sahut Shangguan Shu juga merasa khawatir kepada keponakan kesayangannya yang paling imut sedunia. Oh, ayolah bagaimana bisa kesialan keluarga mereka bertambah lagi. Pikir pria itu merasakan pusing didalam otak malasnya.
Shangguan Yutian menekuk wajahnya seolah tidak suka, lalu Ia menatap tajam Zhu Lian yang perempuan itu sendiri hanya bergetar sejak tadi dengan kepala tertunduk.
Pria tua ini segera mendekati menantu cucunya. Ia merasa bahwa perempuan ini tahu sesuatu. Sebelum Ia angkat bicara, tiba-tiba tunangan dari seorang Shangguan Yun bertekuk lutut setengah badan.
Dengan tubuh bergetar, Ia lalu berkata, "M-Maaf!!"
Seketika semua mata tertuju kepadanya. Terdapat tanda tanya besar di kepala mereka. Tentang apa dan kenapa perempuan tersebut meminta maaf hingga berlutut.
"Kenapa Kau meminta maaf!" Tanya Shangguan Shu setengah dingin. Matanya yang malas dan alay kini terlihat sangat tajam hingga membuat orang yang ditanya gemetar.
Ia menggerakkan matanya kesana kemari. Ragu ingin menjawab, tapi Ia perlu mengatakan karena memang ini merupakan kelalaiannya sendiri.
"Yue Yue... Yue Yue, menghilang.." Ucapnya lirih dengan nada bergetar. Matanya terlihat memerah takut-takut saat menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia juga takut jika Shangguan Yue terluka. Lagipula, semua ini pada awalnya terjadi karena dia. Kalau saja waktu itu Ia tidak mengajak adik iparnya untuk pergi ke Kota Teratai, mungkin tragedi ini tidak akan pernah terjadi.
"APA MAKSUDMU!! BAGAIMANA BISA MENGHILANG!!" Teriak kedua saudara Shangguan berbarengan. Shangguan Shu tampak menekuk wajahnya dengan penuh emosi. Ia kemudian menunjuk Zhu Lian, semua ini karena kesalahan perempuan itu, pikirnya yang sudah berkecamuk. Karena bagaimanapun, Shangguan Yue sudah Ia anggap sebagai anak sendiri, tentu Ia sangat khawatir. Gadis kecil itu adalah kesayangannya, bahkan lebih dari ibu dia sendiri.
"APAKAH ITU MEREKA LAGI!!" Teriak Shangguan Qingshui yang sudah tidak tahan untuk meluapkan amarahnya.
"ARKH!! KALIAN! KALIAN! KALIAN! LAGI! SIAL!!!! APALAGI YANG MEREKA INGINKAN SEBENARNYA HA!!" Sambung pria itu teramat marah. napasnya memburu hingga dadanya ikut naik turun. Sungguh, Ia sangat ingin menghabisi mereka jika sesuatu hal buruk terjadi kepada anaknya.
"HAHAHA YANG KAMI INGINKAN ADALAH NYAWA KALIAN!!" Tiba-tiba dari arah Tenggara, datanglah ribuan orang berjubah merah dengan aura kegelapan berada disekitar mereka yang membuat awan-awan di langit mengeluarkan hawa dingin hingga menusuk tulang.
Shangguan Yutian menghembuskan udara dingin, Ia mengangkat sedikit bibirnya jijik. Tatapannya menjadi sangat tajam seperti elang yang ingin memakan mangsanya, "Yun'er, Zhu Lian pergilah dahulu dari sini... Ada alasan mengapa Kakek memintanya, yang jelas ini sangat sulit dikatakan. Jadi, cepat lakukan!"
Shangguan Yun ingin menolak, namun melihat bagaimana kakeknya yang selalu menebar humor menjadi begitu serius Ia hanya mengangguk mencoba mengerti.
"Yun'er bawa ini, batu telerportasi akan membantumu berpindah tempat" Ujar Shangguan Qingshui dengan nada berat dan terlihat seperti menahan amarah.
Pria tersebut memancarkan kilatan cemas dan sedih dari matanya, Ia mengangguk lagi dan mengambil batu berwarna-warni itu dari tangan sang Ayah. Ia yakin, pasti ada sesuatu yang membuatnya harus pergi dari sini.
"Berhati-hatilah Ayah, paman, dan kakek" Ucapnya lalu memegang tangan Zhu Lian erat. Pria ini kemudian memecahkan Batu tersebut, dan seketika Ia menghilang atau lebih tepatnya berpindah ke suatu tempat yang cukup jauh dari kediaman Utama Keluarga Shangguan.
"APAKAH KALIAN BERNIAT MELAWAN KEKAISARAN WEI!!" Pekik Sang Pangeran kekaisaran dengan wajah merah padam.
"HAHAHA! TIDAK-TIDAK! YANG KAMI INGINKAN HANYALAH KELUARGA ARISTOKRAT SHANGGUAN. KELUARGA PENGUASA 1000 PEDANG! BUKAN KEKAISARAN WEI!!" Balas salah satu orang dari kumpulan berjubah merah tersebut. Tampak Ia berada di paling depan. Wajahnya terlihat ganas tanpa ada kata tampan. Badannya berotot kekar, rambutnya juga diikat kuda. Ia mungkin saja pemimpin dari pasukan tersebut.
"Pangeran, tidak perlu mengurusi masalah ini. Kami juga akan dengan senang hati melayani kemauan mereka..." Ujarnya dengan penuh hormat. Tapi, saat ini didalam otaknya telah menciptakan banyak pemikiran yang akan menentukan baik tidaknya Keluarga kekaisaran untuk ikut campur. Dan jawabannya tentu...
Shangguan Yutian tersenyum masam. Permainan saat ini penuh intrik, dan sulit baginya menentukan musuh utama.
Pria muda berpakaian serba kuning, yang tidak lain adalah seorang pangeran tersenyum tipis. Matanya menjadi tajam seolah sedang menerawang sesuatu. Ia kemudian menutupi setengah wajahnya dengan kipas lipat.
Pria ini terlihat sangat tampan, tapi apakah dalamnya juga? atau penuh tipu muslihat?
Ia mengangguk-angguk, "Karena ini merupakan urusan Keluarga Shangguan, kami dari keluarga Kekaisaran tidak bisa berlama-lama disini. Saya perlu melaporkan hal ini kepada Yang Mulia Kaisar.." Ujarnya tersenyum tipis lalu menghilang dari seluruh pandangan orang yang hadir.
Beberapa keluarga lainnya juga mengatakan hal yang hampir serupa dengan pangeran. Mereka pergi, tidak ingin ikut campur. Namun, tetap tinggal beberapa keluarga aristokrat dan keluarga kelas satu lainnya yang merupakan sekutu Keluarga Shangguan.
"Cih, apakah benar begitu..?" Gumam Shangguan Shu menyipit saat ingatannya melayang mengenai perkataan sang pangeran.
"HAHAHA, SEMUANYA SERANG MEREKA!!!"
"HUH!! KAMI TIDAK SEMUDAH ITU!!!"
BOOOMMMM.....!!!
.
.
.
WOSH...!
Tiba-tiba fluktuasi udara muncul di sebuah hutan. Bunga-bunga berwarna pink tampak menari tatkala hembusan angin menerpa mereka dengan kencang.
Beberapa detik kemudian, "Yun... Gege" Zhu Lian tampak mencengkram erat tangan tunangannya.
Shangguan Yun menghela napas lelah, Ia kemudian hanya menepuk-nepuk puncak rambut perempuan itu. Ia tersenyum, tapi matanya tidak berkata demikian.
"Bagaimana bisa... Yue'er menghilang?" Tanyanya lembut.
Zhu Lian menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tahu, saat Aku akan membangunkannya, Yue Yue dan Rong Hua telah menghilang... Tolong maafkan Aku... ini... ini semua salahku.." Gadis ini menunduk. Merasa sangat bersalah.
"Tidak apa"
Setelah itu mereka mulai menyusuri hutan. Sesekali mereka juga terlihat menyerang balik hewan-hewan roh yang mengganggu.
Mendadak Zhu Lian berhenti, tatapannya terpaku kepada sebuah jejak kaki kecil di atas tanah. Beruntung, tidak semua hutan ini diselimuti oleh rumput, jadi Ia bisa menemukan jejak walaupun itu tidak sengaja.
"Yun Gege tunggu, Aku lupa mengatakan sesuatu.."
"Ada apa" Pria itu mengernyit.
"Bawahan ku mengatakan bahwa Ia menemukan jejak kaki kecil di hutan persik. Apakah, kaki ini... memiliki aura Yue Yue?" Tanyanya seraya menunjuk apa yang Dia lihat.
Dengan segera Shangguan Yun memeriksa. Ia menatap Zhu Lian dengan wajah serius, lalu mengangguk membenarkan pemikiran tunangannya.
Tiba-tiba mereka mendengar suara.....
"Hiks hiks... Kakak... Yue Yue... Yue Yue takut hiks... ayah... paman... hiks Kakek... nenek... hiks kakak Zhu... hiks Rong Rong... ap-apa kalian mendengarkan Aku? hiks Apa kalian di sana? Yue Yue takut hiks... hiks... Yue Yue takut!!"
"YUE'ER!!" Segera mereka berlari menuju asal suara. Wajah Shangguan Yun memucat tatkala mendengar adiknya menangis. Ia tidak tega, bahkan bila itu di kediaman, adiknya ini tidak pernah sekalipun menangis... tapi ini...
"Tunggu sebentar, kakak akan sampai, Yue'er tunggu kakak akan sampai.." Gumamnya kacau dengan perasaan campur aduk.
Setelah beberapa menit berlari, akhirnya kedua orang ini melihat sosok kecil yang sedang menangis. Mereka juga dapat melihat kondisi Yue'er sangatlah buruk, pakaiannya telah robek, kulit putihnya juga ternoda oleh debu. Bahkan yang membuat keduanya jauh lebih marah adalah adik kesayangan mereka terikat didepan pohon menggunakan tali yang dapat menyentrum kulit setiap waktunya.
"YUE'ER!!!"
"YUE YUE!!!"
"KAKAK!!! HUAAA!!!" Gadis mungil ini merengek. Ia menangis deras, akhirnya ada orang yang menemukan dirinya.
Shangguan Yun berlari berniat melepaskan adiknya, namun mendadak...
SRING...!
Dua pedang muncul disebelah leher Shangguan Yun dan Zhu Lian. Mereka berdua menegang, dan sedikit berbalik untuk melihat siapakah sang pelaku.
"Hah... Begitu manisnya ikatan saudara" Ujar sosok itu tersenyum sinis.
Deg!
Napas Zhu Lian tersendat. Jantung perempuan ini juga berdetak dengan cepat, dengan bibir bergetar Ia lalu bertanya walaupun tetesan basah tidak bisa berhenti mengalir dari sudut matanya.
"Ken... Kenapa Kau melakukannya...?"
...___________________...
...🌙[Bersambung... ]🌙...
...…………………………………………...
...Kayaknya Harus Saya revisi lagi..? 😅...
...…………………………………………...
...Hai Hai! jangan lupa like dan komennya ya Guys~...
...It's easy~...
...-Marionatte Rose-...