Legenda Sang Dewi Bulan

Legenda Sang Dewi Bulan
51. Pilihan Fang Lao


Perempuan Itu kemudian mendengus dan mulai menjelaskan wawasannya secara sukarela mengenai racun teratai hitam, "Alasan mengapa racun teratai hitam itu begitu mematikan adalah karena racun tersebut menyerang seluruh organ dalam manusia secara diam-diam dan akan meninggalkan reaksi ekstrem ketika manusia yang diracuni telah mencapai batas ketahanan tubuh mereka terhadap racun tersebut. Namun masalah terbesarnya sampai saat ini adalah, obat penawar yang dibutuhkan untuk membuatnya, memerlukan tumbuhan langka seperti ...


... daun berlian suci."


"Tetapi kita tidak memilikinya saat ini, yang mulia," balas Bai Tian'e berpikir sekilas.


Kami semua mendengarkan penjelasan Shangguan Yue yang terbilang rumit dan balasan Bai Tian'e itu sembari merasakan rasa sakit yang luar biasa pada setiap organ dalam kami.


Setiap kali menghembuskan napas, Aku merasakan organ dalam ku terasa kian nyeri seolah akan dihancurkan oleh ribuan tusukan panah yang melabrak dari segala arah.


Bayangkan betapa sakitnya itu!


Aku meringis meski dalam posisi lotus, dan melihat Shangguan Yue yang masih menatap kami dengan mata dinginnya. Dan Aku pun kembali memuntahkan seteguk darah, diikuti oleh beberapa adikku yang lain, menandakan bahwa racun tersebut merupakan racun ganda seperti yang baru saja dikatakan oleh Bai Tian'e itu.


"Sialan! racun ganda rupanya!" gerutu Bai Tian'e mengernyit keras tatkala mendapati bahwa energi alam yang tegah Ia salurkan kepada kami malah mulai menyerang balik.


Aku bisa merasakan gejolak kumpulan udara yang berputar di dalam tubuh ku dengan kecepatan tinggi dan mulai melukai beberapa bagian internalku hingga membuat beberapa di antara kami terpaksa untuk memuntahkan seteguk darah secara berkala.


Memahami situasi terkini, tak lama kemudian, Bai Tian'e segera merubah formasinya dengan menggerakkan beberapa jarinya menjadi beberapa bentuk dalam hitungan detik. Ia juga tampak meramalkan kata-kata asing nan sulit dimengerti, namun tak lama setelahnya, muncul lingkaran formasi unik.


Formasi tersebut kemudian mulai melingkupi seluruh tubuh kami dengan cahaya-cahaya putih murni layaknya bulu-bulu angsa yang terbang menuju langit secara beraturan.


Tak ayal formasi tersebut membuat kami takjub sampai suatu waktu, kami merasakan tubuh kami kian terasa diremat oleh tangan raksasa nan besar; seolah-olah tengah dicekik oleh kencangnya cengkeraman hingga membuat kami kesulitan untuk mengambil napas, bahkan secara normal sekali pun.


Energi alam yang ditunjukkan oleh Bai Tian'e tampak berbeda dibandingkan dengan energi spiritual yang biasanya digunakan oleh para manusia. Energi alam yang Aku lihat saat ini, benar-benar murni berasal dari alam itu sendiri; udara kosong berputar-putar, membentuk suatu energi misterius tertentu yang begitu halus nan bersih, namun pada waktu yang sama, mengeluarkan semburat-semburat kecil berwarnakan putih kapas. Sejujurnya Aku tidak tahu apakah itu sebetulnya.


"Anak-anak, karena pusat dantian kalian telah dihancurkan oleh orang-orang Tianyu, maka pelemahan racun kali ini akan terasa sangat sakit dan sakit sampai kalian mungkin lebih memilih untuk mati daripada menderita seperti ini..." ujar Bai Tian'e yang membuat kami kesulitan untuk berpikir jernih kembali.


Sungguh! Siapakah sebenarnya yang telah memasangkan racun teratai hitam di tubuh kami ini? Adakah lagi dendam yang belum terselesaikan hingga kini?!


Mendadak, Aku mencengkeram erat lututku itu di kala perasaan intens yang menyakitkan ini mulai menggerogoti setiap inci kulitku per detiknya tanpa henti. Sepertinya semburat putih di udara milik Bai Tian'e tengah berjuang demi melawan racun teratai hitam dengan sifat racun ganda itu.


Aku melirik menuju arah seluruh adikku dan berkata dengan sangat lirih, meskipun sulit, "Apak- ah ... Kal- Ian ... baik ... baik ... saj- a...?" tanyaku.


Mereka semua tampak meringis kesakitan dengan peluh keringat yang telah bercucuran; bercampur bersama aliran darah merah, lalu menggelengkan kepalanya pelan, penuh kesulitan.


Menghela napas secara kasar, "Sudah nona ini katakan, diamlah marga Fang...!" Shangguan Yue tampak agak kesal, sedikit cemberut.


"Apa yang dikatakan oleh yang mulia memanglah benar adanya. Akan lebih baik, apabila kalian fokus terhadap pemulihan, dan mengurangi pembicaraan yang tidak perlu," lanjut Bai Tian'e seraya menyalurkan energi alam menuju lingkaran formasi putih yang telah Ia bentuk sebelumnya.


Mendapati bahwa formasi yang terus menerus bersinar tersebut hanya bisa menghancurkan sedikit racun teratai hitam pada saluran darah kami, Bai Tian'e tiba-tiba mengernyit dan tampak mencengkeram keras udara kosong di depannya.


Mendadak udara di sekitar kami terlihat terkoyak; berputar-putar lalu menghasilkan aura murni berwarnakan putih dan secara perlahan terserap oleh formasi unik miliki Bai Tian'e itu.


Dung...!


Daratan di bawah kami mendadak menghasilkan getaran yang tidak terlalu kencang, namun mampu untuk membuat kami merasakan rasa sakit yang bahkan lebih parah ketimbang waktu-waktu sebelumnya.


Deg!


"Arkh...!! Hiks!"


"Sakit...!!"


"Ka- kak...!!! sakit...! Hiks...! sakit...!"


"Hiks... Arkh-"


Tak lama kemudian, kami merasakan jantung kami seolah diremat-remat dengan cara yang kasar hingga tak lama setelahnya, darah segera keluar melalui mulut serta hidung maupun telinga kami dalam waktu yang bahkan tidaklah singkat.


Itu begitu menyakitkan dan menyakitkan!


"Anak-anak, tahanlah ... racun di dalam tubuh kalian itu tangah terbakar oleh energi alam di sekitar. Ini merupakan cara paksa yang memang tidak akan pernah menjadi solusi yang baik bagi siapa pun itu. Tetapi karena kalian dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk hidup kembali setelah beberapa jam setelah ini, maka, cobalah untuk bertahan...!"


Bai Tian'e terlihat berusaha mengeluarkan tenaganya secara maksimal, hanya demi menolong kami, meskipun Aku tahu bahwa apa yang Ia lakukan benar-benar tidak terlalu berpengaruh terhadap racun teratai hitam yang ada pada organ dalam tubuh kami itu.


Tiba-tiba Aku meremat dadaku dengan rasa sakit yang luar biasa menyakitkan hingga urat-urat leherku hanya dapat sedikit terlihat tanpa bisa membantu sama sekali.


"Urk-!" tenggorokanku terasa manis dan anyir dalam waktu yang bersamaan, kemudian Aku memuntahkan seteguk darahku kembali, namub bukan hanya sekali saja, Aku memuntahkan darahku berkali-kali tatkala rasa nyeri pada dadaku kian menguat dalam intensitas yang jauh lebih tinggi dan parah.


"Bai Tian'e ... ini tidak akan berhasil, apakah Kau memiliki solusi lain?" tanya Shangguan Yue tiba-tiba.


Bai Tian'e dengan tenang menjawab, tetapi ada nada ragu di dalamnya, "Ada, yang mulia, hanya saja ... "


"ARKH!!" mendadak Fang Shan berteriak penuh kesakitan dan bergetar hebat diikuti oleh para adikku yang lain satu per satu dalam beberapa detik kemudian.


Jantungku berdetak tak terkendali, melihat saudara-saudariku terlihat begitu menderita dan kesakitan, Aku sungguh tidak tega! namun Aku juga tidak pernah menyangka bahwa akan ada waktu di mana kami akan menderita rasa sakit yang sangat menyakitkan seperti sekarang ini.


Mataku memerah melihat semua hal yang telah terjadi dengan gertakan gigi yang bergesekan. Tubuhku bergetar tak karuan dan Aku mampu mengakui bahwa rasa sakit saat ini sangatlah sakit dan sakit hingga dapat meremukkan tubuhku kapan saja, bergantung oleh waktu. Akan tetapi, Aku tetap menatap Bai Tian'e dengan tatapan tajam.


Bai Tian'e menaikkan sudut alisnya. Setelah melihat apa yang tengah terjadi, dan mungkin saja setelah mengetahui bahwa racun teratai hitam tersebut sudah sangat sulit untuk dikendalikan, kemudian Bai Tian'e menghembuskan napasnya dengan pelan.


Tatapannya berubah lembut, namun masih ada rasa keraguan di dalamnya, "Anak-anak ... Kalian bisa saja hidup untuk seterusnya...."


"Hm ... apakah terdapat resiko?" balas Shangguan Yue datar.


"Ya," jawabnya, lalu Ia kembali melanjutkan, "tetapi ingatan kalian akan menghilang. Butuh waktu lama untuk menyembuhkan memori kalian itu, apakah kalian keberatan?"


"Men ... Ngapa...?" lirihku pelan sembari memegang erat dadaku.


Mendengus, "Itu karena ... kalian bukanlah manusia seutuhnya..." jawab Shangguan Yue menatap kami dengan tatapan sulit.


Aku menatap Shangguan Yue dengan tatapan sulit pula. Dan seakan dapat memahami arti tatapan ku itu, Shangguan Yue kemudian kembali membuka mulutnya, "Kalian adalah manusia setengah hewan kuno. Apakah kalian mengerti maksudku itu? di dalam dalam darah kalian, terdapat dominasi kuat oleh hewan kuno. Jika kalian ingin bertahan hidup, kalian harus merelakan kemanusiaan kalian dan menjadi hewan kuno sepenuhnya, namun terdapat resiko bahwa ingatan kalian akan menghilang dalam waktu yang terbilang cukup lama," jelas Shangguan Yue mendengus dingin.


"Jadi, apakah pilihan kalian itu? Apakah kalian berani mengambil risiko?" tanya Shangguan Yue rendah.


Kami semua berpikir keras, meskipun dilanda oleh rasa sakit yang menyakitkan. Tak lama kemudian Aku pun menjawab, "ya." Ku rasa risiko tidak sebanding dengan nyawa kami.