Legenda Sang Dewi Bulan

Legenda Sang Dewi Bulan
44. Nasihat Seorang Ayah


Mata pria ini berkilat kecewa sekaligus sedih. Di manakah ada seorang ayah yang tega menelantarkan anak kandungnya secara liar?


Dari sini saja pemikiran sang anak sudah terlampau jauh.


Sekalipun Ia telah kehilangan anggota keluarga, pria ini tidak dapat berbuat banyak. Hal-hal tersebut berada di luar kendali dirinya.


Takdir tak tersentuh, bumi terpijak, dan langit adalah monitor.


Shangguan Qingshui menarik napas dalam-dalam. Cobaan. Ini merupakan cobaan keluarganya dari langit, pikir Shangguan Qingshui menatap sang anak dengan pandangan campur aduk.


Ia lalu mengelus wajah datar Shangguan Yue. Sejenak Shangguan Qingshui meneliti tampilan sang anak yang teramat mirip dengan istrinya- Zhuge Luoxia. Pupil yang merah dan jejak dingin bagaikan es di musim salju, betapa rindunya pria ini mengenang masa lalu.


'Xia'er, iblis hati adalah tentang kesepian ... dan putri kita telah terjabak jauh di dalamnya...' batin Shangguan Qingshui merasa dadanya memberat oleh jutaan beban.


"Apakah orang yang meninggal demi anak kecil merupakan kesialan ... ataukah itu merupakan kesalahan?"


"..." Shangguan Yue hanya diam, membalas tatapan pria tampan di hadapannya secara perlahan.


Shangguan Qingshui kembali berbicara, "jika ayah menjadi Yun'er, maka ayah akan melakukan hal yang sama. Begitu pula untuk sisi Zhu Lian. Ayah yakin mereka meninggal demi melindungimu. Bukan begitu...?"


Menekuk alis, " tapi ayah-


"Yue'er," sela Shangguan Qingshui, "dengarkan ayah baik-baik. Yue'er bukanlah debu. Yue'er adalah darah daging ayah ... Yue'er juga merupakan adik kandung Yun'er..." tutur Shangguan Qingshui tulus dan bijak.


"Ayah juga sudah bilang, mau itu satu abad, dua abad, ataukah sampai Yue'er menjadi pengkhianat sekalipun, Yue'er adalah Shangguan dan ini merupakan fakta yang tak terbantahkan meski langit terbelah..."


"Tapi, ayah ... Aku ... Yue'er merupakan perempuan pembawa sial ... Wajarnya Kau akan membenci Yue'er lalu ... Kenapa...?" Shangguan Yue menundukkan kepalanya dengan raut kebingungan yang tercetak jelas.


Sungguh, entah gadis ini memang dungu atau keras kepala, Ia tetap bersikeras menegaskan bahwa dirinya bukanlah hal yang baik bagi pihak keluarga.


Shangguan Yue berpikir, apabila Ia terus menerus berada di daerah Keluarga Shangguan, bukankah ini akan merugikan mereka? Ia memiliki satu, dua, atau bahkan tiga alasan untuk berpikir demikian.


Pada awalnya Dia kembali bukanlah untuk reuni, melainkan bersiap untuk hal lain, yaitu dicoreng namanya dari tugu Keluarga Shangguan.


Selama ini, selama 8 tahun terakhir, Shangguan Yue telah mempersiapkan diri apabila dirinya mengungkapkan kebenaran di masa lalu hal yang akan terjadi kemungkinan besar ialah tidak diperbolehkan menggunakan marga Shangguan selama sisa hidupnya.


Dalam konteks ini, Shangguan Yue perlu mengganti marga atau tidak sama sekali hidup tanpa marga.


Mengapa demikian? Hanya ada satu alasan, yakni kesialan oleh takdir. Dua sampai tiga [Zhuge Luoxia, Shangguan Yun, dan Zhu Lian] merupakan angka yang kecil memang, namun pemikiran anggota yang tua-tua akan mengekspresikannya secara berbeda.


Mereka lebih berpikiran jauh dan juga terbuka; menghitung sebab-akibat sekaligus efek samping bagi Keluarga Shangguan secara runtut tanpa adanya celah sedikitpun untuk kepentingan masa depan.


Apalagi Keluarga Shangguan bukanlah keluarga biasa. Keluarga Shangguan merupakan Keluarga Aristokrat terkuat sejak berabad-abad, hampir setara dengan kekuatan Keluarga Kekaisaran Wei.


Dan mengenai balas dendam, Shangguan Yue berniat untuk memberantasnya seorang diri atau opsi kedua yaitu memberantas 'Tuan Besar' dan Keluarga Kekaisaran dari balik layar.


Dalam kata lain secara diam-diam sekaligus melindungi Keluarga Shangguan merupakan pilihan jangka panjang yang telah Shangguan Yue tetapkan sejak dulu.


Sekali mendayung, dua pulau terlampaui, menjadi nelayan adalah kebiasaan gadis ini.


Dan sekarang...


Hati Shangguan Yue sedikit tergoyah oleh kebaikan sang ayah...


Angin haluan mungkin akan berubah pada situasi ini...


"Membenci Yue'er? Itu tidak mungkin...!"


Menghela napas berat, "mengenai masa lalu, itu bukanlah kesalahan Yue'er. Yang terjadi, maka terjadilah ... Tidak perlu memperdebatkan hal yang tidak penting!" pria tersebut mengernyit tatkala mendapati putrinya begitu keras kepala.


"Tetapi..." Shangguan Yue menatap wajah sang ayah, sulit untuk membalas perkataannya.


Tersenyum, "sudah ... Tidak ada tapi-tapian! Nah, Yue'er lebih baik duduk kembali dan ceritakan masa lalu secara perlahan. Tidak peduli apa yang terjadi, semua itu bukanlah kesalahan Yue'er. Ayah yakin, Kakekmu dan seluruh anggota Keluarga Shangguan akan memberikan pendapat yang sama."


Shangguan Qingshui duduk ke posisi semula sembari menyesap teh-nya. Tiba-tiba Dia ter-pikirkan sesuatu.


Melirik sekilas, "satu lagi. Jangan membohongi ayah dengan alasan takut memberi beban. Yue'er dan Xia'er memiliki sifat yang mirip, jadi jangan coba-coba untuk membuat rencana pembunuhan terhadap diri sendiri!" kecam Shangguan Qingshui hampir membuat sang anak tersandung.


Shangguan Yue hanya tersenyum masam, "baik ... Ayah..." dan skenario selama 8 tahun akhirnya sobek bagaikan kertas kotor yang digantikan oleh kertas putih baru.


Mungkin, setelah ini Shangguan Yue harus membuat rencana pembalasan lagi.


'Betapa tidak terduganya ini. Hati ayah sangat bersih, tetapi ... Aku tidak yakin seluruh anggota Keluarga Shangguan akan sama dengannya. Sebentar lagi, mungkin ada kontradiksi maupun sengketa. Lima puluh persen skenario akan Aku rubah, hanya saja...'


'Risiko yang dimiliki akan lebih besar, ditambah situasi sekarang memaksaku untuk terlibat lebih sering ke dalam permainan arus bawah. Yah, apapun itu bagi mereka yang menghalangi jalan, kuharap mereka segera mengurungkan niatnya dan menyingkir...'


Daripada selalu mengambil jalur aman, sesekali mengambil jalur berbahaya mungkin tidaklah buruk. Shangguan Qingshui yang telah menebak niatnya, membuat Shangguan Yue hanya bisa pasrah dan tidak bisa menutupi segala fakta yang ada.


'Membuat alasan adalah perkara yang mudah, sedangkan berkata jujur adalah perkara yang paling sulit. Bagaimana bisa terbalik?' cibirnya dalam hati.


.


.


.


"Sekarang bicaralah...!" pinta Shangguan Qingshui seraya menuangkan teh.


Mengambil napas dalam-dalam, "Ayah ... bagaimanapun juga Aku tetap harus meminta maaf-


"Yue'er, mau dilihat dari manapun saat itu Kau masih sangat kecil ... Jadi, berhentilah untuk meminta maaf kepada Ayah..." ujar Shangguan Qingshui menyela kembali.


"..."


"Baik, Ayah..." Shangguan Yue sedikit membungkuk kan punggungnya dengan helaan napas panjang.


Krsk!


Krsk!


"Ah, temperamen Ayah tidak pernah berubah..." gumam Shangguan Yue sembari melirik poci yang pecah.


Dedaunan hijau bergoyang, angin lebih cepat berembus, di sana pria tampan nan tinggi keluar secara anggun.


"Yo, Kak. Ini Aku, pria paling tampan seantero Kekaisaran..." balas pria tersebut cukup sombong. Mungkin ... Ia terlalu percaya diri?


Berdecak kesal, "mengapa Kau kemari...?" heran Shangguan Qingshui.


Menunjuk Shangguan Yue dengan kipas lipat, "tentu saja untuk Dia ... Keponakan kecilku yang paling cantik..."


"Aku...?" Shangguan Yue memiringkan kepalanya dengan sejuta kebingungan.


Terkekeh geli ketika melihat raut jijik sang keponakan, "hum~ apakah tuan putri kecil tidak merindukan Paman?" tanya pria tersebut sedikit menggoda.


Segera Shangguan Yue menjawab, "merindukan paman? Apakah ... perlu?" tanya perempuan ini balik dengan sebuah kerutan di dahi.


Mendesah tidak berdaya, "hah ... Delapan tahun tidak bertemu, sifat Yue Yue malah berbanding lurus dengan Kakak pertama sialan. Tidak bisakah Yue Yue menjawab, 'tentu saja Aku merindukan paman' sambil berlari dan memeluk pria kesepian ini...? Betapa dinginnya Yue Yue, "gerutu Shangguan Shu seraya mengkhayal.


"Jika Kau memeluk putriku, Aku bersumpah akan melemparmu dari puncak menara pedang sampai wajahmu rusak!" kecam Shangguan Qingshui menyipitkan matanya.


Mencibikkan bibir, Shangguan Shu lalu membalas, "kakak sialan! Kenapa Kau selalu tega dengan adikmu sendiri?!"


"Aku hanya merindukan si putri imut! Lihat saja delapan tahun ini, Kau memperlakukan Aku bagaikan budak!"


Menggaruk telinga kanan, "haish ... Itu hanyalah buah dari kebodohanmu, di mana ada Aku memperlakukan adik sendiri secara kejam. Yang ada hanyalah kebiasaan 'udang di balik batu' mu itu hingga menyiksa diri sendiri," balas pria tersebut tidak tahu malu.


"Kau-!" Mata Shangguan Shu berkedut.


Apakah sang kakak tidak memiliki jawaban lain? Otak terbalik pun mampu membuat manusia menjadi tidak tahu malu rupanya, pikir Shangguan Shu mencibir.


Shangguan Qingshui hanya tersenyum sinis sebagai timbal balik, "ada apa? Tidak bisa membalas?"


Mengibas-kibaskan tangan secara kasar, "sudah-sudah! Lupakan saja! Aku sedang tidak ingin mencari masalah!" jengkel pria ini terhadap Shangguan Qingshui.


Ia lalu berjalan; menyusuri bunga-bunga dan jembatan hingga sampai tepat di antara kedua orang tersebut, "Yue Yue, apakah paman boleh duduk di sebelahmu?" tanya Shangguan Shu lembut.


"Baiklah, Pam-


"Tidak, Kau tidak boleh! Duduk saja di bawah pohon!" sela Shangguan Qingshui terlihat protektif kepada sang anak.


Shangguan Yue yang melihat pamannya cemberut hanya bisa terkekeh kecil. Ia dengan tenang berbicara, "Ayah, tidak masalah apabila Paman Shu ingin duduk di sebelah Yue Yue ... Lagipula Yue Yue juga sudah lama tidak melihat Paman Shu," ungkap Shangguan Yue lembut.


Melebarkan senyuman penuh gembira, "baik, paman tampan ini akan duduk di sebelah Yue Yue~"


Wajah sang ayah menggelap, bahkan kerutan di dahi mulusnya menampakkan diri dengan kesal, "Adik tidak berbakti...! Apakah Kau tidak mendengarkan Aku?! Jangan ganggu pembicaraan kami! Pergilah terlebih dahulu...!"


Melihat ke arah lain, "Saya tidak mendengar! Pria tampan ini hanya mendengar desiran angin!"


Dia lalu mulai duduk di antara ayah dan anak tersebut. Mungkin lebih tepatnya, setengah meter dari Shangguan Yue dan dua meter dari Shagguan Qingshui.


Pertanyaan umum: Sebenarnya, siapakah ayah kandung Shangguan Yue?


"Jangan duduk di sebelah Yue'er, pindahlah!" kesal Shangguan Qingshui mendecakkan lidahnya.


Mencoba untuk bersabar, "Heh, Kakak sialan...! Duduk di bawah pohon...? apakah Kau ingin membuat pria tampan ini gatal-gatal dan dikerubungi oleh para ulat hijau yang menjijikkan?!" cerocos Shangguan Shu.


"Ck, ulat adalah herbivora. Jika kau sampai dikerubungi, artinya kau hanyalah kesemek lembut! Apakah Kau mengerti?!"


"Kesemek lembut Kau bilang? Wah, Kak. Apakah Kau ingin berkelahi denganku? Mari kita lihat, siapakah kesemek lembut yang sebenarnya...!"


"Cih, Kau pikir Kau lebih kuat daripada Aku, ha?!"


"Jika Aku bilang 'ya' lalu kenapa?!" ujar Shangguan Shu tanpa sadar memprovokasi pihak lain.


Sekonyong-konyong suasana tampak panas di antara mata biru yang mengibarkan asap.


"Adik sialan...!!"


"Kakak tidak tahu malu...!!"


"Mhm..." Shangguan Yue hanya dengan tenang menanggapi situasi saat ini. Bukanlah hal serius, perkelahian adik-kakak merupakan sebuah kewajaran. Jadi, Ia tidak perlu merasa cemas atau merasa sebagainya.


Hanya saja, Ia ingin cepat pergi. Perempuan ini tidak begitu suka dengan kebisingan.


"Kalau begitu ... Aku pergi dulu, Aku ingin menemui Kake-


"Tetaplah duduk!!" teriak keduanya berbarengan.


"Ha...?" bingung Shangguan Yue ketika dipelototi.


"Mhm, ya ... Baiklah, terserah kalian saja," jawab malas Shangguan Yue kembali duduk dan mulai melepaskan napas lelah.


...🦋🌖🦋...


...Jangan lupa like dan komennya~...


...Jaga kesehatan juga, yah~...