Legenda Sang Dewi Bulan

Legenda Sang Dewi Bulan
6. Keadaan Terdesak


Xing Liang terlihat tertekan, Ia benar-benar harus meminta maaf kepada adiknya karena tidak mendengarkannya. Sungguh, Ia hanya tidak tega melihat adik cantiknya ini berjuang seorang diri. Xing Wu juga tidak berbeda jauh.


"Maafkan Aku, adik.."


"Maafkan kakak ini juga... Kakak hanya ingin membantumu.."


Ucap keduanya di saat Xing Shi masih meningkatkan energi spiritual mereka. Xing Shi hanya mendengus. Ia senang kedua kakaknya memikirkan dirinya, hanya saja.. lihatlah keadaan mereka.


Xing Liang, wajahnya cukup pucat. Pakaian terutama jubah emasnya terlihat penuh sobekan dan berdebu. Tulang punggungnya juga banyak yang retak. Pelipis, sudut mulut, serta hidungnya juga mengeluarkan darah segar.


Keadaan seperti ini, bagaimana tidak membuat Xing Shi khawatir. Ditambah, kerusakan organ internal milik Xing Liang juga bisa dibilang parah.


Kakak perempuannya juga, wajahnya pucat, tangannya penuh goresan darah, dan sisanya hampir mirip dengan Xing Liang.


Ini.. ini membuatnya sedih.


Matanya memanas tatkala melihat keduanya, apalagi saat mengingat beberapa saudaranya meninggal akibat peperangan. Sungguh, baginya takdir ini tidak adil. Ayahnya juga harus di ambil kembali oleh Tuhan.


Tapi, kenapa dirinya tidak..?!


Xing Liang dan Xing Wu yang melihat adiknya ini termenung dan terdapat kilatan kesedihan dimatanya hanya bisa tersenyum hangat. Adiknya ini pasti sedang memikirkan hal-hal yang berlebihan. Pikir keduanya.


"Shi'er, kami baik-baik saja.. tidak perlu sedih.." Kata Xing Liang memanggil nama Xing Shi dengan panggilan yang biasa Ia sebut. Wajahnya yang tampan itu juga memandang adiknya dengan penuh kehangatan.


"Benar.. Shi Shi kecil tidak perlu sedih. Apakah ada orang yang tega membiarkan saudaranya kesulitan? Bahkan, jika harus mengorbankan nyawa demi saudara, itu tidak masalah.. Karena kita adalah keluarga...


... Shi Shi kecil tidak lupa bukan? Kami ini kakakmu. Sebagai kakak, menolong adiknya adalah keharusan... " Ujar Xing Wu panjang lebar. Ia juga tampak mengelus-elus puncak rambut Xing Shi dengan penuh senyuman.


Mereka berdua sangat menyayangi adik kecilnya yang satu ini. Selain lebih muda, gadis ini adalah anak kesayangan ayah mereka bahkan saudaranya yang lain juga sama.


Xing Shi menatap keduanya dengan mata berkaca-kaca. Ia tampak tersenyum cerah. Itu benar, mereka saudara. Mereka juga adalah keluarga. Dalam hati dia benar-benar bertekad untuk mengalahkan kristal putih.


Dengan begitu rencananya akan berjalan lancar. Dan dengan begitu pula, gadis ini dapat menolong saudaranya agar hidup lebih lama, tak terkecuali penghuni Alam Surga yang disayangi oleh Kaisar. Ia tidak bisa membiarkan benda itu membunuh mereka.


Jika itu benar-benar terjadi Ia bersumpah akan mengutuk langit meskipun dirinya harus memasuki neraka sekalipun.


Setelah selesai meningkatkan energi Xing Liang dan Xing Wu, Ia menarik kembali tangannya. Xing Shi menghembuskan napas pelan mencoba menetralisir segala emosi yang mengganggunya. Saat ini, Dirinya harus fokus atau semuanya akan gagal.


Merasa telah selesai, Xing Liang tidak bisa menahan pertanyaan yang berkutat dipikirannya.


"Ngomong-ngomong Shi'er, Sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan..? Menurutku, mustahil bagi kita untuk mengendalikan inti dunia dewa agar tidak mengamuk lagi." Tanyanya bingung.


Xing Shi hanya tersenyum tipis. Misterius. Ia tidak bisa memberitahu mereka atau keduanya akan menahan dirinya karena terlalu khawatir. Untuk jawaban, Ia hanya menjawab apa adanya saja.


"Aku tahu, tapi kita hanya perlu melemahkan inti dunia dewa" Ujarnya setengah berbohong.


"Benarkah, tapi.. -"


Tiba-tiba Ucapannya tercekat karena ketiga jenderal dan pria sepuh datang.


"Hm-? akhirnya kalian tiba" Xing Shi menoleh kesamping. Ia mencoba untuk menghindar dari pertanyaan-pertanyaan kakaknya ini.


"Putri kecil, Pangeran Liang, dan Putri Wu" Salam keempatnya sembari meletakkan tangan didepan wajah dan membungkuk sopan.


Sebelum keempatnya berbicara lagi, tiba-tiba terdapat goncangan kuat dari bawah tanah. Dan buruknya lagi itu berpusat di inti dunia dewa.


Xing Liang memucat, Ia tak berharap secepat ini. Kemudian Ia menatap pria sepuh, dan tiga jenderal.


"Paman Saya hanya akan mengatakan ini sekali. Saya meminta tolong kepadamu untuk membuat formasi titik, dan juga array telerportasi Surgawi Kuno. Lakukan sekarang cepat!" Pintanya dengan sangat serius.


Pria sepuh yang disebut paman segera menelan ludahnya kasar. Ia tidak salah dengar tadi.. Apa..? Array telerportasi Surgawi Kuno? Ini.. ini tidak bercanda bukan..? Apa yang sedang ingin dilakukan putri kecil, pikirnya kemana-mana yang jelas kacau dan Ia merasa ragu.


"Putri kecil, Sebenarnya apa yang ingin Anda lakukan?" Tanyanya gusar ingin memastikan jika Ia tidak salah dengar.


Xing Shi hanya tersenyum, "Paman, tidak perlu memikirkan apapun. Tolong lakukan saja" Ucapnya yang sedang mempertegas agar tidak ditanyai lebih lanjut karena Ia paham, pasti pamannya tahu tentang manfaat array telerportasi Surgawi Kuno. Termasuk para jenderal yang sudah pucat pasi.


Dengan ragu-ragu pria sepuh itu segera melesat pergi kearah dimana ribuan orang berada. Ia dapat membuatnya hanya saja.. Ia segera menggelengkan kepalanya. Apapun itu dirinya yakin Xing Shi memiliki alasan yang kuat untuk meminta bantuannya.


Setelah pria sepuh itu pergi, Xing Shi segera mengatakan tujuannya lagi kepada para jenderal.


"Para jenderal, untuk kalian Saya meminta agar berpencar ke seluruh Alam surga. Katakan kepada jenderal yang lain agar membuat array telerportasi Surgawi Kuno dan formasi titik untuk para penghuni Alam surga...


"Baik Putri kecil!"


Para jenderal yang mendengarnya segera dengan sigap melesat ke berbagai belahan Alam Surga. Walaupun sebenarnya masih ada keengganan didalam hati karena khawatir tentang apa yang akan dilakukan oleh Xing Shi. Tapi, mereka tetap melaksanakannya.


Ini adalah perintah Putri kecil, segera lakukan dan jangan kecewakan. Pikir mereka berusaha optimis.


"Adik, apa itu array telerportasi Surgawi Kuno?" Tanya Xing Wu bingung. Xing Liang juga sama, pria tampan ini juga tidak tahu menahu mengenai array telerportasi Surgawi Kuno.


"Kalian akan tahu nanti" Jawabnya tersenyum. Kemudian, Ia menatap kristal putih seukuran bukit itu dengan hati-hati. Ia bisa melihat terdapat retakan sepanjang 15 meter di bagian puncak.


Sedangkan di dalam kristal, roh inti dunia dewa sangat marah dengan para makhluk abadi itu. Tubuh agungnya dengan berani mereka buat rusak. Sungguh lancang! Hal seperti ini mengingatkannya akan masa lalu. Ia paling tidak suka bila ada yang merusak Tubuhnya apalagi dibuat retak.


Dengan amarah yang menggebu-gebu, Ia melepaskan energi spiritual yang teramat besar dari tubuhnya. Intimidasi yang kuat itu dapat dirasakan oleh Xing Shi dan bahkan seluruh dunia dewa.


BOOMM...!!


Xing Shi yang merasakan firasat buruk segera membuat lapisan pelindung. Hal yang sama juga dilakukan oleh Xing Liang dan Xing Wu.


Amat kuat, itulah yang mereka pikirkan. Secara tidak sadar mereka juga merasakan bagian tenggorokan terasa manis dan tak lama kemudian mereka memuntahkan seteguk darah segar.


Ketiga orang ini beruntung hanya muntah darah, sedangkan para penghuni Alam surga, tak sedikit yang pingsan karena tidak kuat menahan tekanan besar yang dikeluarkan oleh inti dunia dewa. Bahkan bila dilihat juga ada yang mati ditempat.


Tiba-tiba goncangan dari bawah tanah terjadi lagi. Goncangan itu membuat daratan dan lautan bergerak layaknya gempa. Secara perlahan juga guntur-guntur dan badai yang menepis mulai bergerak menuju inti dunia dewa dan berputar-putar diatasnya.


Hal ini tak luput dari penglihatan Xing Shi, Xing Liang, Xing Wu dan dewa/dewi lainnya. Mereka linglung. Sungguh, ini lebih terasa seperti akhir dunia. Pikir dewa/dewi ketakutan.


Keringat dingin dengan cepat pula bercucuran dipunggung mereka, bahkan lutut saja terasa lemas dan sulit untuk digerakkan. Apalah daya, mereka juga kini merasa seperti serigala yang terjebak diantara lautan api. Mati bila bergerak, mati juga bila tidak bergerak.


Ini.. apakah hidup kami hanya sampai disini? Batin mereka sedih dengan senyum kecut.


Goncangan hebat masih terasa hingga ribuan atau bahkan jutaan mil jauhnya. Itu bergerak menggetarkan segala daratan hingga banyak retakan terlihat. Perlahan-lahan tapi pasti, tumbuh-tumbuhan didekatnya mulai mengering dan kehilangan vitalitas.


tumbuhan yang kering juga menjalar hingga bermil-mil jauhnya. Daratan yang asri dan hijau juga berubah hitam dan terlihat seperti gurun. Kurang lebih 5 menit hal ini terjadi, alam surga berubah.


Dari yang tadinya indah penuh bunga yang bermekaran, mereka mulai menguncup, layu, dan kering. Kehilangan vitalitas. Pohon dan tumbuhan juga sama. Hitam semuanya menjadi serba hitam. Alam Surga kini terasa seperti Alam Neraka kedua dengan awan yang masih gelap menambah kesan yang mengerikan.


Miris.


Xing Shi yang melihatnya memucat, Ia tidak mengharapkan ini terjadi. Tempat halamannya, dan rumahnya kini menjadi sangat gersang dan semuanya terserap oleh inti dunia dewa?


Apakah dunia sedang bercanda dengannya?!


Apakah ini nyata?!


Benda ini tidak masuk akal! mau itu inti dunia dewa tau apa benda ini sungguh pandai membuat orang marah!


Benda ini rakus, sangat rakus! pikirnya kesal penuh amarah.


Rahangnya mengeras, urat-urat lehernya juga sedikit terlihat. Dengan darah yang masih mengalir dari sudut bibirnya Ia mengencangkan kepalannya. Ia sungguh ingin menghancurkan benda ini tapi bila hancur energi spiritual seluruh alam di dunia dewa akan hilang dan akan berubah menjadi alam biasa.


Serba salah!


Namun, mendadak energi spiritual meledak lagi dari kristal inti dunia dewa. Kali ini berkali-kali lipat lebih besar dari sebelumnya. Mereka yang masih melayang di udara tiba-tiba terjatuh menghantam tanah termasuk tiga saudara Xing.


BOOOMM...!!


..._____________________...


...🍁[Bersambung... ]🍁...


...……………………………………………...


...Readers~ Jangan lupa like dan komennya, it's easy guys~...


...See U~...


...-Marionatte Rose-...