Legenda Sang Dewi Bulan

Legenda Sang Dewi Bulan
47. Membuka Mulut


"Jadi?" pria itu menekuk wajahnya.


Tatapan Shangguan Yue berubah dingin, "Kakek, beri Aku informasi mengenai Tuan Besar. Sebagai penerus sah, apakah Kau ingin membuatku menjadi dungu dan hanya bisa dipermainkan oleh pihak luar?" tanya Shangguan Yue lagi penuh akal bulus.


"..."


Pria tersebut hanya diam sembari memejamkan mata. Ia hanya berpikir, baguskah bila Ia memberitahu sang cucu?


Shangguan Yue menyunggingkan sudut bibirnya, "kakek, pikirkanlah baik-baik. Demi diriku atau demi keluarga? Manakah yang Kau pilih? Jika Kau tidak memberi tahuku segera, entah apa yang akan terjadi di masa depan...!"


Setelah memikirkan hal tersebut, Shangguan Yutian hanya bisa menghela napas panjang.


Entah ini berkah atau bencana, Shangguan Yue yang tidak lain dan tidak bukan merupakan cucu kandungnya memiliki tingkat kelicikan yang tinggi bahkan melebihi dirinya.


'Oh, leluhur. Bagaimana bisa cucuku begitu pintar untuk memojokkan kakeknya sendiri...?' keluhnya dalam hati.


Mengibaskan tangan sedikit kasar, "baiklah. Kakek akan memberitahumu, Yue'er..."


Merasa puas akan jawaban Shangguan Yutian, "terimakasih, Kakek..."


Apabila Shangguan Yutian lebih memilih demi dirinya, maka hasil ini tidak akan pernah tercapai. Shangguan Yue tahu benar bahwa sang Kakek enggan untuk memberitahunya karena informasi tersebut cukuplah berbahaya.


Akan tetapi Ia cukup optimis. Asalkan mempunyai tumpukan informasi penting mengenai para musuh, perihal balas dendamnya bisa maju selangkah lebih dekat.


Informasi adalah yang pertama, rencana adalah yang kedua, tindakan adalah yang ketiga, dan membunuh adalah yang keempat. Di dalam otak Shangguan Yue, begitulah urutan yang tertera.


Shangguan Yutian lalu membuat pelindung kedap suara agar orang lain kecuali keduanya tidak bisa mendengar percakapan.


Ia lalu mulai berbicara serius, "Yue'er, dengan kepintaran mu ini, pasti Kau tahu alasan mengapa Kakek tadi sempat berbohong..."


Mengangguk, "Aku paham mengenai alasan Kakek."


"Hah ... Lalu, apakah Kau tetap ingin mendengarnya?"


"..." Shangguan Yue hanya tersenyum sebagai timbal balik.


Mendengus, Pria ini lalu mulai melihat langit, "Tuan Besar, yah ... Sebenarnya Kakek juga tidak begitu tahu mengenai orang itu. Hanya saja, komplotan hitam dengan rajutan semanggi yang Yue'er jelaskan..." Shangguan Yutian menyipit.


"Mereka jelas musuh Keluarga kita. Sebelumnya, Kakek tidak paham mengapa mereka terus mengincar Keluarga Shangguan ... Namun ... Setelah kematian misterius beberapa anggota Keluarga Shangguan, ada semacam jejak. Apalagi jika itu dikaitkan dengan tragedi 8 tahun yang lalu..." Shangguan Yutian sedikit berpikir.


Mengernyit, "apakah ada hal lain ketika Aku menghilang...?" tanya Shangguan Yue heran.


Melirik, "ah, benar juga. Yue'er belum mengetahui hal itu, yah..." Shangguan Yutian mulai mengelus janggut tipisnya seraya menceritakan penyerangan sekte aliran hitam di hari pertunangan Shangguan Yun dan Zhu Lian pada 8 tahun yang lalu.


"... kakek lalu meminta Yun'er dan Zhu Lian untuk pergi menuju Hutan Persik. Tapi tak disangka ... Takdir begitu kejam," Ia menghela napas berat.


"Ada hal semacam itu di masa lalu?"


Shangguan Yue mengernyit dengan beberapa perkiraan. Tapi tiba-tiba Ia menyipitkan matanya, Shangguan Yue hanya merasa ada yang janggal!


"Kakek, ada yang ingin Yue Yue tanyakan."


"Oh, apakah itu?" tanya sang Kakek menaikkan salah satu alisnya.


"Apakah tujuan teleportasi ... Diketahui oleh orang lain?"


Shangguan Yutian menggeleng sambil mengingat-ingat, "tidak. Tidak ada yang tahu."


"Tidak ada yang tahu...?" gumam Shangguan Yue.


'Ini malah menjadi semakin aneh!' batin Shangguan Yue.


Ia kemudian kembali berbicara, "jika itu yang terjadi ... Maka tujuan mereka bukan hanya Cincin Phoenix Biru..."


Menghela napas dingin, "yang Yue'er katakan benar. Memang ada barang lain yang diincar oleh komplotan itu."


"Barang lain?" beo Shangguan Yue.


"Jika Yue'er ingin tahu, cobalah bertanya kepada Shen Long. Pria itu ... Tahu segalanya..."


"Kenapa tidak Kakek saja?" tanya Shangguan Yue penuh akan kekesalan.


Ini seperti memindahkan tanggung jawab ke tangan lain, betapa merepotkan...! Pikir perempuan ini sedikit mengeluh.


Terkekeh kecil, "Yue'er, bertanya kepada Shen Long lebih menguntungkan daripada bertanya kepada Kakek."


Mendengus, "baiklah, lupakan saja. Sekarang Aku memiliki pertanyaan yang jauh lebih penting. Apakah ... Ibu benar-benar mati karena perang?" tanya Shangguan Yue membuat sang kakek membeku sesaat.


"Kakek ... Kakek masih menyelidiki kematian ibumu dan setelah melakukan beberapa pencarian, Kakek hanya tahu satu hal."


Detak jatung Shangguan Yue berpacu lebih cepat, "...Apakah itu ... Keluarga kekaisaran?" tanya perempuan ini dingin.


Shangguan Yutian mulai merasa pahit di dalam hatinya, "Hah ... Itu benar."


Mendengar jawaban dari mulut sang kakek, Shangguan Yue tidak bisa menahan gertakan giginya.


"Kakek ... Kau tahu benar, bahwa korban dari pihak kekaisaran tidak hanya satu ataupun dua...! Kenapa selama ini selalu diam dan tidak pernah membalaskan dendam...!" geram Shangguan Yue mencoba untuk tenang.


Mendesah tidak berdaya, "Dahulu Kakek sempat berpikir untuk membalaskan dendam. Masa muda memang penuh akan ambisi. Hanya saja Yue'er, terkadang apa yang kita lihat bukan berarti segalanya." Ia berbalik.


"..." Perempuan itu mengernyit.


"Apakah Kau mengerti? kekuatan Keluarga Kekaisaran ... Hh ... terlalu sulit untuk diprediksi ... apalagi dengan adanya Tuan Besar beserta para bawahannya, membuat Keluarga Shangguan berada di posisi yang sulit...! ini jelas merugikan pihak kita," jelas Shangguan Yutian.


"..."


Shangguan Yue mendengus, "Masuk akal."


Tiba-tiba perempuan ini terkekeh kecil, menyebabkan sang kakek merasa bingung untuk beberapa waktu.


Berdiri, perempuan ini kemudian menatap mata Shangguan Yutian dalam-dalam, "kakek. Apa Kau sungguh mempercayai Yue'er?" tanya Shangguan Yue tiba-tiba kepada Shangguan Yutian.


Mengangguk tegas walaupun masih bingung, "tentu saja Kakek akan selalu mempercayai Yue'er," jawabnya.


Tersenyum lembut, "baiklah, Kakek. Terimakasih atas segala informasinya. Saat ini lebih baik Kakek bermain catur denganku lagi."


Mengernyit, "Yue'er, kenapa Kau selalu membuat pria tua ini bingung?" Shangguan Yutian sedikit memijit pelipisnya.


Terkekeh sinis, "Kakek, lebih baik Kau menunggu satu berita dari berbagai Keluarga Aristokrat. Kurasa sebentar lagi akan tiba..."


"Maksudmu..."


"Siapa duluan yang berinisiatif, dialah sang pemenang. Aku hanya memanfaatkan kondisiku saja, Kakek," ujar Shangguan Yue penuh akan kelicikan.


...🦋🌖🦋...


...Jangan lupa like dan komennya~...


...Jaga kesehatan juga, yah~...