Legenda Sang Dewi Bulan

Legenda Sang Dewi Bulan
31. Shen Long


...Angin malam berhembus sumringah...


...Suara kejam ialah burung gagak...


...Tugas sekolah mulai bertambah...


...Otak Saya pun menjadi terkoyak...


...hiks😷😢😭...


...Fyi...


...-Marionatte Rose-...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ya ... Baik?" Shangguan Yue merasa agak bingung. Tapi tiba-tiba, matanya yang bulat menutup secara perlahan.


"I ... Ibu...?" Tanyanya dengan mata setengah terbuka.


Perempuan yang diketahui merupakan Zhuge Luoxia itu hanya tersenyum hangat. Mata birunya berkilau layaknya lautan di siang hari, penuh pantulan cahaya.


"Tidurlah Yue'er..." Zhuge Luoxia kembali tersenyum dan mulai mengelus lembut pipi Shangguan Yue.


"Tidurlah..."


"Ingat perkataan ibu hari ini..."


"Yue'er..."


"Hm ... ya ..." Shangguan Yue Akhirnya tertidur dipangkuan sang ibu. Zhuge Luoxia menghentikan senyumnya, mendadak mata biru Perempuan ini mengumpulkan banyak genangan air, berkaca-kaca.


"Yue'er, tidak semua tindakan dapat dilakukan dengan emosi, terkadang Kau juga tidak dapat mengendalikan segala hal dalam hidupmu..."


"... Sekalipun jika itu adalah takdir..." Ujarnya lembut yang lalu memeluk sang anak dengan erat, tidak ingin dipisahkan kembali. Tapi, Ia tidak bisa. Dunia mereka telah berbeda, dan tidak ada kemungkinan mereka untuk bertemu kembali di masa depan.


Perempuan ini menghembuskan napas lelah, "Aku tahu Kau disana, keluarlah...!"


Tiba-tiba, suara daun dan patahan dahan keluar dari balik salah satu pohon bercahaya. Pertama yang terdengar memang hanya suara, namun tak lama kemudian sesosok jangkung tampak terlihat di terangnya cahaya pohon.


Pria itu tersenyum menampilkan sebuah ketampanan yang langka, "Luoxia ... Hanya Kau memang yang tahu akan keberadaan diriku..."


Pria itu lalu mendengus, "Ini mengingatkanku tentang masa lalu..."


Zhuge Luoxia hanya terkekeh kecil sebagai tanggapan, "Shen Long ... tolong jaga anakku sementara..."


Mata pria itu berkedut dan mulai menunjuk dirinya dengan jari, "Aku...? Kenapa Aku Luoxia? Makhluk di dunia ini ada banyak. Kenapa harus Aku...?"


Zhuge Luoxia terkekeh kembali dengan tubuh yang lama-kelamaan berubah menjadi biru transparan.


"Shen Long, tanpa Aku minta ... bukankah Kau akan melakukannya?" Ia tersenyum tipis membuat pria itu sedikit gelagapan karena yang dikatakan Perempuan itu memanglah benar.


"Ekhem! Yah, bagaimanapun juga dia adalah anakmu, tentu ... tentu mengingat ikatan kita di masa lalu, itu bukanlah suatu masalah..."


"Ya ... Ya, baiklah! Apakah waktumu begitu sedikit? Ini hanya ... biar ku hitung ... Emm, 1 menit? bukankah terlalu cepat?"


Zhuge Luoxia menghembuskan napas pelan, "Sudahlah ... tolong jaga anakku, jangan sampai membuatnya lecet apalagi tiada ..."


Perempuan itu kemudian kembali memeluk Shangguan Yue yang tengah tertidur dengan bulir-bulir air mata tidak bisa berhenti untuk mengalir, "Hah ... Karena anakku hanya Yue'er sekarang ... dan Yun'er ...


... Ini semua salahku..." Ujar Zhuge Luoxia seraya menggigit bibir bawahnya merasa sangat bersalah atas kematian sang anak yang terbilang tidak adil.


"Luoxia..."


"Shen Long, jaga Yue'er baik-baik, jangan biarkan Ia bertindak gegabah lagi..." Setelah itu Zhuge Luoxia berubah menjadi ribuan serbuk emas dengan aliran udara biru ikut menari bersamanya di antara angin semilir.


Setelah itu, serbuk maupun aliran udara biru melayang dan bergerak mendekati gelang misterius milik Shangguan Yue.


"Shen Long, berjanjilah untuk menjaga Yue'er baik-baik..." Hanya itu suara yang ditinggalkan oleh Zhuge Luoxia.


Tampak pria itu- Shen Long hanya mengangguk pasrah.


"Luoxia, Aku dapat berjanji, tapi tidak ada yang tahu masa depan."


Shen Long kemudian membawa Shangguan Yue meninggalkan hutan bercahaya menuju suatu tempat yang tidak diketahui oleh kebanyakan makhluk.


.


.


Alam Mortal tingkat tinggi, alam yang keberadaannya cukup lemah dan berada satu tingkat di bawah Alam Immortal tingkat rendah.


Kemudian Tenggara, terdapat suatu Benua yang dinamai Benua Kurcaci, di sana tinggal lah hewan-hewan roh aneh dan juga Kurcaci sesuai namanya. Manusia dengan ukuran mungil dan telinga runcing, kelebihan mereka Ialah membuat suatu 'Kerajinan' misalnya Artefak.


Ketiga dari arah Barat Daya merupakan Benua Manusia. Di sana manusia membagikan diri menjadi 3 Kekaisaran Utama dan 10 kerajaan bebas. Kekaisaran itu adalah Kekaisaran Tianyu, kekaisaran terkuat diantara yang lain ini berada di sebelah Utara. Kemudian Kekaisaran Wei, menempati posisi Kedua untuk segi kekuatan militer dan ekonomi, Timur.


Dan yang terakhir adalah Kekaisaran Duan, bisa dikatakan mereka adalah yang terlemah. Hanya saja, terdapat kabar burung yang mengatakan bila mereka adalah kekaisaran terkuat. Kekaisaran ini sungguhlah misterius, dan begitu tertutup untuk orang asing. Jadi, banyak orang mulai berspekulasi tanpa tahu fakta sebenarnya.


Jika diperhatikan kembali, beberapa hari ini Benua Manusia terguncang oleh kekuatan misterius. Mereka bertanya-tanya tentang apa yang tengah terjadi, karena tiba-tiba aura menekan penuh akan haus darah merajalela tanpa pandang bulu.


Dan tentunya, banyak, tidak. Semua manusia terkena imbasnya hingga harus mengalami yang dinamakan muntah darah maupun badan rasanya akan hancur berkeping-keping. Beruntung, korban jiwa tidak memakan banyak manusia. Jika tidak? Bukankah manusia di Alam Mortal tingkat tinggi akan kehilangan populasinya? Yah, itu untuk kemungkinan terburuk.


Tapi, tidak ada seorangpun tahu bila semua hal itu memiliki kaitannya dengan Keluarga Shangguan. Tepat di Kediaman Utama Keluarga itu sendiri pertarungan terus saja terjadi hingga menghancurkan banyak daratan. Namun semuanya terhenti ketika Aura menekan yang luar biasa datang dari arah Hutan Persik.


Pertarungan yang paling menarik perhatian memanglah berasal dari Keluarga Aristokrat Shangguan. Hanya saja tidak ada yang menyadari bila di Hutan Mistis suara dentuman dan kepulan asap terus-menerus terjadi.


Sebenarnya, dapat diketahui bahwa penyerang adalah 'Mereka' Tetapi yang menjadi pertanyaannya adalah siapakah lawan 'mereka'? Dan apa pula benda 'itu' yang terbilang membawa petaka? Kenapa benda 'itu' sangat berharga bagi Keluarga Shangguan? Juga, kenapa begitu misterius?


Semua hal ini pasti akan terjawab seiring perjalanan waktu dimana Shangguan Yue sudah siap untuk menerima segalanya, termasuk musuh Keluarga Shangguan.


Dan untuk benua terakhir, benua ini cukup khusus sebab berada di antara tiga benua manusia, elf dan kurcaci. Banyak hal spesial dari benua ini, tapi yang perlu diingat dan utama dari benua ini adalah penghuninya. Penghuni benua ini hanyalah hewan roh, dan hewan spiritual. Jujur, benua ini cukup berbahaya untuk ditempati sehingga tak jarang banyak nyawa melayang di Benua Hewan ini.


.


.


"Engh..." Shangguan Yue melenguh. Tiba-tiba ada angin kencang dari sebelah kanannya.


"SHANGGU!!!! KAU SUDAH BANGUN?!! APA?! APA ADA YANG SAKIT? DIMANA-DIMANA? KATAKAN! JIKA ADA CEPAT BERITAHU AKU!!!!"


"Akh!" Shangguan Yue rasanya ingin mengumpat. Baru saja Ia bangun, namun Dia sudah mendapatkan sambutan yang 'meriah.' Ya ... sangat meriah hingga hampir memecahkan gendang telinganya ... lagi.


"Rong-Rong! Jangan berteriak!!! telingaku sakit!" Ujar Shangguan Yue cemberut.


"Hahaha maaf-maaf, Aku hanya khawatir..." Tiba-tiba wajahnya menjadi cemas, "Emm... Shanggu ... Apa Kau benar baik-baik saja?"


Shangguan Yue memiringkan kepalanya, "Tidak. Aku merasa ada beberapa hal yang Aku lupakan..."


"Lalu ... Lalu Apakah Kau ingat bahwa ... bahwa-"


"Ingat, tentang Kakak Yun dan Kakak Zhu bukan?"


"Hah ... Mana mungkin Aku lupa tentang itu. Tapi, Aku tidak ing- AGH!" Mendadak Shangguan Yue merasakan kepalanya seakan ditimpa oleh ratusan batu. Nyeri saat Ia ingin mengingat suatu hal.


Tiba-tiba mata bulatnya melebar, "Rong Rong! Apakah Kau melihat Ibuku?!"


Sebelum peri itu menjawab, seorang pria dewasa sudah berbicara terlebih dahulu, "Ibumu, tidak ada disini..." Ujarnya lalu duduk di sebelah kasur Shangguan Yue.


"Hah...? Lalu ... lalu dimana ibu sek-


"Tidak ada..."


Shangguan Yue menatap Shen Long bingung. Sedangkan pria itu sendiri hanya tersenyum tipis lalu tangannya yang putih terulur untuk menepuk kepala anak kecil didepannya.


"Ibumu sudah tiada..."


"Tapi-tapi tadi ..."


Shen Long menghembuskan napas dingin, "Yang tadi Shangguan Yue lihat adalah serpihan jiwa milik Ibumu. Ia meninggalkan sedikit jiwanya sebelum tiada, berharap dapat menghentikan jika ada hal buruk terjadi ... tapi, yah itu hanya bisa digunakan sebentar..."


Mata Shangguan Yue memerah, tanda bahwa Ia tidak terima. Sekarang Ia sendiri, dan hanya ada Shangguan Qingshui seorang sebagai ayahnya. Ditambah sekarang Dia tidak tahu berada dimana.


Shangguan Yue mengelap matanya kasar, "Lalu, siapa Kau? Dan kenapa Rong-Rong ada disini?"


..._________________...


...🌘[Bersambung... ]🌘...


...………………………………………...


...Perlu direvisi kayaknya 😌😅...


...………………………………………...


...Jangan lupa like dan komennya~...


...It's easy~...


...Like dan Komen!...


...😇😇...