Legenda Sang Dewi Bulan

Legenda Sang Dewi Bulan
40. Ambisi Pangeran Mahkota


"Sekarang pergilah..." ucap Shangguan Yue melihat ke arah lain, sedikit berpikir.


"Baik, kak" balas ketiganya berbalik.


"Tunggu-" Shangguan Yue berdiri dengan alis menekuk. Ia merasa ada yang salah, tapi itu dimana? pikirnya kembali berpikir.


"Ada apa Kakak besar? apa Kau memiliki misi tambahan untuk kami?" tanya Shangguan Shan heran.


"Ah ... tidak apa-apa, lupakan saja. Sekarang pergilah..." ujar perempuan ini tersenyum tipis.


Walaupun merasa bingung akan tindakan Shangguan Yue barusan, mereka tetap mengangguk dan mulai pergi sesuai rencana yang telah diberikan oleh sang kakak besar.


Setelah para adik meninggalkan Ia sendirian di sepinya taman berbau semilir angin pembawa aroma bunga, perempuan ini kemudian menyipit. Pupilnya yang merah terlihat menelaah tentang berbagai hal yang telah terjadi.


Beberapa kemungkinan dan tebakan yang mungkin saja telah menerobos rencana musuh. Shangguan Yue hanya ingin berpikir lebih jauh meskipun terbilang rumit.


"Aku tahu Keluarga Kekaisaran mengincar para pewaris sah kursi pemimpin Keluarga Aristokrat, tapi ... kenapa mereka begitu cepat mengincarku?" gumam Shangguan Yue memejamkan mata.


"Begitu tergesa-gesa layaknya pencuri amatir setelah mengambil barang orang lain agar tidak ditemukan ... Apa hal yang sama juga sedang mereka lakukan?" ujar perempuan ini menaikkan bibir penuh permusuhan.


"Mencurigakan..."


Shangguan Yue lalu berpaling mencoba mencari Rong Hua.


"Rong Hua...! Apa Kau masih tidur? Jika sudah bangun kemarilah segera..!" Shangguan Yue sedikit berteriak.


Detik kemudian, sesosok peri kecil tampak menerangi langit malam yang gelap dengan wajah serupa penuh kemalasan pada umumnya.


Peri itu menguap dan pandangan mulai berubah kabur, jujur ingin tidur kembali di atas bunga empuk miliknya, namun tidak bisa setelah dikejutkan oleh suara Shangguan Yue. Apa yang harus Dia lakukan jika sudah terlanjur? Ia sangat mengantuk, pikir Rong Hua agak kesal.


"Ada apa Shanggu...? Hoam...! Malam-malam begini memanggi- Hm?"


Snif!


Snif!


Rong Hua mencium bau anyir. Matanya yang lelah lalu mencoba mencari-cari di sekitar. Tak lama kemudian pandangan jatuh kepada Shangguan Yue yang tengah menatap dirinya datar.


"Ada apa?" Shangguan Yue mengangkat alis berpura-pura tidak tahu.


"Apa ada yang menyerang mu malam ini?" tanya peri itu baru sadar.


Menggidik kan bahu, "Yah, Kau semakin pintar saja" Ia terkekeh kecil.


Mencibikkan bibirnya, "Aku memang pintar tapi Kau jauh lebih pintar, puas?" ujar Rong Hua malas.


Terkekeh kecil, Shangguan Yue lalu berkata, "Rong Hua bantu Aku... "


Peri kecil itu mengerjapkan mata merasa heran. Tumben sekali Shangguan Yue meminta bantuan dirinya, pikir Rong Hua mulai bertanya-tanya.


"Buat sulur seperti cermin bulat" pinta Shangguan Yue tenang.


"Baiklah ... itu adalah hal mudah untuk peri hebat ini lakukan"


Akan tetapi, disaat Rong Hua ingin menggerakkan tangannya, mendadak Ia mengernyit.


"TUNGGU DULU SHANGGU! APA KAU AKAN MELAKUKAN ITU LAGI?!!" Teriak tak terduga dari seorang Rong Hua. Peri ini lalu berbalik dan menatap sang sahabat dengan serius, tanda tidak setuju.


"Ya, apa ada masalah?" balas Shangguan Yue merasa tidak peduli.


"Tentu saja masalah...! oh, sahabat kecilku...!!"


"Dengar! terakhir kali Kau melakukan ini Kau-


"Sshtt!" Shangguan Yue menutupi bagian mulut dengan jari telunjuk. Ia lalu tersenyum miring.


"Tidak apa. Risiko sebanding dengan hasil..." perempuan ini Menyeringai dengan ide licik telah merasuki otaknya.


Rong Hua hanya bisa menghela napas berat. Sungguh, Shangguan Yue ini tipe perempuan keras kepala bila telah memutuskan suatu hal. Adapun jika Ia membujuk, dapat dipastikan hasil sama dengan nol yang artinya Ia tidak dapat membalikkan keputusan sang sahabat.


Rasanya Dia ingin mencekik sesuatu namun bukan leher. Seperti rasa 'geram' tanpa ada kata marah, mungkin bisa dikatakan 'gemas'? Hah ... Tuhan tahu seberapa pasrah dan kesalnya seorang Rong Hua saat ini.


"Baiklah ... tapi jika Kau terluka, jangan salahkan Aku" Ia berkata dengan nada malas.


Tersenyum ramah, "Tidak akan nenek~"


"Ugh" Mata Rong Hua berkedut. Sekarang Ia berpikir, begini kah perasaan diejek oleh yang muda? seperti ketika Ia mengejek Bai Tuan'e? Kenapa sedikit menyakitkan?


"Kesabaran adalah segalanya, kesabaran adalah segalanya, kesabaran adalah segalanya," Peri itu terus bergumam sembari menggerakkan tangan ke sana kemari.


Detik selanjutnya, sulur hijau mulai terlihat dari balik tanah dan melilit sesamanya hingga tak lama kemudian membentuk bingkai cermin seukuran dua kaki. Apabila dilihat kembali, sulur-sulur hijau itu terlihat melayang di udara kosong dengan sulur lain sebagai penyangga di atas tanah.


"Sekarang giliranku" ucap Shangguan Yue seraya mengangkat genangan darah para sosok berjubah perak menggunakan psikokinesis.


Perempuan ini lalu menggerakkan aliran merah tersebut menuju titik tengah lingkaran hijau. Setelah aliran merah berbentuk bola itu berada di posisi sesuai, Shangguan Yue kemudian bergumam, "Teknik terlarang, pemanggil memori!"


"Urgh-!" Sesuai namanya yaitu teknik terlarang, tentu bukan tanpa alasan disebut demikian. Seketika darah manis mulai keluar dari sudut bibir perempuan ini.


Meski begitu perempuan ini hanya tersenyum sinis, "mari kita lihat, apakah ada petunjuk disini...?"


"huh! sialan..." Ia menyeka darah tersebut, "Kalian harus membayar karena telah membuat nona muda ini mengeluarkan darah!" sarkas Shangguan Yue tidak senang. Terlihat, mata perempuan ini berkilat dingin ketika mendapati genangan darah itu mulai membentuk suatu pola rumit yang saling sambung-menyambung.


.


.


.


Sesosok pria lalu bersuara, "bagaimana? apakah kalian berhasil membunuh Shangguan Yue?"


Yang ditanya hanya menekuk kaki di atas ubin. Ia tidak menjawab karena takut. Takut sebab misinya gagal.


Dia berpikir bahwa menangkap wanita itu tanpa kehidupan akan menjadi perihal mudah. Namun lihatlah hasilnya, semua hanya menghasilkan kata gagal tanpa ada yang membuahkan hasil. Ia juga merasa kesal karena telah kehilangan banyak bawahan elit.


BRAK!


sosok pria itu menggebrak kursinya, tentu Ia tidak bahagia! Tidak menjawab artinya gagal! tapi juga tidak menjawab artinya lancang!


"Aku bertanya kepadamu! jika Pangeran ini bertanya, maka jawab! jangan hanya diam!!!"


"Kau pikir...! Aku tidak tahu bahwa kalian gagal! HA!!" Ia meninggikan nada bicaranya. Sekilas, urat-urat leher pria tersebut terlihat, tanda sebuah kemarahan yang teramat dalam.


Bibir sang pangeran bergetar. Rahangnya juga ikut mengeras, Pria itu sangat benci kekalahan! Semua pewaris Keluarga Aristokrat harus mati! Sehingga, Ia dapat memimpin kekaisaran tanpa adanya gangguan!


Bahkan jika itu ayahnya? sang pangeran rela untuk membunuh pria tua itu dengan tangannya sendiri!! Ambisi sang pangeran sangatlah besar sampai-sampai membunuh siapapun demi singgasana kaisar dapat Ia lakukan!


Pria itu lalu bangkit dan menghancurkan segala hal di sekitar.


Pyar!!!


BRAK!!


Pyar!!


"HAH...!!! KAU-!! SANGAT TIDAK BECUS!!" sang pangeran menarik kerah sang bawahan.


"Ma-maaf Pangeran mahko-


Plak!!


Sang pangeran menampar pria tersebut dengan napas memburu. Sungguh Ia sangat marah! Ini adalah waktu paling tepat untuk membunuh Shangguan Yue! tapi dengan tragisnya sang bawahan gagal! Kepada siapa lagi Ia harus marah?! Tuhan? Dewa? Iblis? Ia tidak percaya ketiganya!


"Dekrit kekaisaran untuk kompetisi tahun depan akan segera dikeluarkan! jika, kali ini Aku tidak dapat membunuh Shangguan Yue...! Apa Kau pikir tahun depan bisa?!"


Plak!!


Bruk!


Pria itu terjatuh setelah dengan kejamnya ditampar oleh sang pangeran. Ia mendesis dan bersumpah dalam hati bahwa ini sungguh kesialan yang begitu menjengkelkan!


"Ma-maaf Pangeran Mahkota..."


Dengan wajah bengis, pria itu kemudian menghempaskan tangannya kasar, "Mudah bagimu untuk meminta maaf!! tapi Kau tidak tahu seberapa bahayanya nyawa seorang Shangguan Yue...!!!!!"


"Ma-maafkan Hamba pange-


"Aku hanya ingin Ia MATI!! KAU PAHAM?!! AKU HANYA INGIN IA MATI!!! SEHINGGA ANCAMAN UNTUK PANGERAN INI AKAN BERKURANG!!!"


"KAU-!! JUGA TIDAK TAHU BAHWA IBU DARI SHANGGUAN YUE...!!! MEMILIKI BENDA PENTING BAGI KELUARGA KEKAISARAN!!!" Napas sang pangeran naik turun, penuh akan emosi yang meledak-ledak.


Ia lalu memejamkan mata mencoba agar kembali tenang, "Jika pangeran ini tidak dapat memilikinya, maka Shangguan Yue juga! mau itu Ia sudah punya atau belum, asalkan mati...! tidak akan ada yang tahu bahwa benda yang dibawa Zhuge Luoxia adalah benda asli dari benda palsu yang saat ini Ayah Kaisar pegang!!!" ujarnya mengepalkan tangan erat.


Dengan tertatih-tatih, sang bawahan lalu bertanya, "Memang ... benda apakah itu pangeran mahkota?"


Menaikkan kepala penuh kesombongan pria ini lalu berbicara seraya memukul-mukul kepala sang bawahan menggunakan jari telunjuk, "Kau tidak perlu tahu! Kau, hanyalah 'anjing' pesuruhku! sebagai 'anjing'! Kau tidak berhak mengetahui segalanya!!"


"Pangeran ini juga tidak mempercayaimu!! ditambah tidak ada untungnya bila Aku beritahu!!"


Menelan ludahnya kasar, bagi sang bawahan perkataan tadi merupakan ancaman nyata untuk nyawanya sendiri,


"Saya ... Saya mengerti pangeran mahkota"


Berdecak kesal, "Pergilah! sebelum Pangeran ini berubah pikiran!"


"Baik, pangeran mahkota...!"


Sepeninggalan sang bawahan mata pria itu menyipit, penuh permusuhan.


"Shangguan Yue, Aku akan terus mencari cara untuk membunuhmu!! maupun ... mengambil benda milik ibumu itu ..."


Tersenyum miring, "Ngomong-ngomong, tentang 8 tahun yang lalu ... bukankah itu merupakan rencana dari Kakak pertama?"


"Shangguan Yue, oh Shangguan Yue ... Kurasa Kau bernasib sial karena diincar oleh dua harimau ... apa yang akan Kau lakukan selanjutnya?"


Matanya berkilat, "PUFT!! AHAHA SHANGGUAN YUE!! KAU PASTI AKAN MATI!!!" Pangeran Mahkota mulai tertawa seperti kehilangan akal dan percaya bahwa dengan adanya banyak musuh, perkara membunuh Shangguan Yue akan menjadi sesuatu hal mudah!


..._________...


...🌑[Bersambung...]🌑...


...…………………………...


...Jangan lupa like dan komennya Guys~...


...It's easy~...


...See U...


...-Marionatte Rose-...