Legenda Sang Dewi Bulan

Legenda Sang Dewi Bulan
30. Usai [Penyebab Segalanya End]


"ARKHH!!!" Teriak manusia-manusia di sana mengeluh sakit.


"A-Apa ... yang sebenarnya ... sedang terjadi? mengapa ... ada hawa ... keinginan ... membunuh yang pek-at? Gah! Ha.. Ha.. Saat ini?" Tanya Shangguan Shu berusaha mengambil udara segar sebanyak-banyaknya. Napas mereka begitu sesak, seakan ditimpa oleh ratusan gunung.


"Aku tidak tahu adik ... kurasa ada seseorang ... yang ... membuat marah orang ... yang salah! sampai ... seperti ini? sungguh...! terkutuk!" Jawab Shangguan Qingshui mencoba untuk bangun namun tidak berhasil, hanya ada kesia-siaan yang menjengkelkan.


"Yang ... Dikatakan ... kakakmu benar...! Hanya saja ... Aku ... khawatir jika-"


"TIDAK MUNGKIN!!" Tiba-tiba Shangguan Qingshui berteriak. Wajah wibawanya yang selalu serius kini berubah menjadi sedih, memerah, lalu mengalirkan sejumlah air mata.


"Tidak ... mungkin...! Bagaimana ... bisa terjadi! Ini... ini mustahil! Kenapa...?! bisa?!!"


Mendengar racauan tidak jelas dari Shangguan Qingshui, mereka seperti Shangguan Yutian maupun Shangguan Shu merasa agak aneh. Kenapa tiba-tiba tetua pertama yang selalu galak ini tiba-tiba menangis? Pasti ada sesuatu yang salah! pikir mereka, tapi tetap bingung.


"Shui Shui...! apa yang ... Gah! Ha.. Ha.. sebenarnya terjadi?" Tanya Shangguan Yutian masih dalam posisi terbaring di atas salah satu bangunan kediaman utama Keluarga Shangguan.


Pria itu tidak menjawab, Dia malah semakin mengeluarkan wajah marah dan sedih hingga membuat banyak orang kian bertanya-tanya, Hei! Ada apa denganmu? mengapa menangis? Kami ingin tahu? Cepat katakan! Kurang lebih seperti itu yang sedang mereka pikirkan.


Shangguan Qingshui mengernyit sedih, "Anakku ... Anak lelakiku, Yun'er Dia ... Dia ..."


.


.


.


"SEMUANYA SALAH!! AHAHAHAHAHA! BENAR YANG KAU KATAKAN! SEMUANYA SALAH! MEREKA BERSALAH!"


"SALAH TERHADAP KAKAK YUN!! ATAUPUN KAKAK ZHU!" Teriak Shangguan Yue hingga mengeluarkan gelombang tidak kasat mata.


Fluktuasi udara menghembuskan angin kencang. Surai dan gaun perempuan ini juga ikut melayang. Sekarang, rambut perempuan ini telah berubah keperakan. Entah apa artinya itu, yang jelas sebagian auranya telah dilahap habis oleh sosok misterius, yang mana merupakan suatu hal buruk, karena di dalam pikiran gadis mungil ini hanya ada kata 'kebencian' dan 'balas dendam' tanpa henti.


Pria itu mengernyit seraya menelan ludahnya kasar, "A-Apa lagi yang terjadi dengan bocah itu? Kenapa auranya sangat mengerikan?" Gumamnya bergetar, sangat takut sebenarnya.


Mata Shangguan Yue berkilat dingin, namun penuh kehausan akan darah. Ia tersenyum tipis, Halo-halo perak di pupil nya ikut berputar, menciptakan beberapa angin nan tajam.


SWISHH!!!


Tes... Tes...


"Mus-mustahil!"


Pria itu terkejut dan hampir melepaskan kedua bola matanya. Ia lalu berteriak sakit. Begitu sakit! Detik berikutnya, Dia terjatuh dari ketinggian langit hingga merusak daratan.


Agak miris.


"ARKHH!!"


BOOMMM...!!!


"ARKHHH!! SAKIT!!" Teriaknya seraya menggeliat ke sana kemari. Dapat dilihat, tangan kanan pria itu telah hilang atau bisa dikatakan terputus!


Tidak dapat dipungkiri, bahwa darah segar selalu mengalir dari sudut bibir maupun bahunya. Bisa dipastikan, jika rasa sakit itu begitu luar biasa. Yah, segala hal pasti ada sebab dan akibat. Pria itu perlu mengetahuinya, sebelum menjadi idiot yang hanya tahu menyalahkan takdir.


Pria itu kemudian menatap Shangguan Yue dengan benci tapi Perempuan itu juga sama, menatap balik pria itu dengan kebencian yang bahkan lebih besar. Jangan dibandingkan, luka satu nyawa tidak sebanding dengan dua nyawa orang penting.


Mata merahnya menyala, "Bagaimana? Apakah sakit? Tapi, jangan Kau pikir ini telah selesai!"


"Naik!" Seketika, pria itu melayang tatkala Shangguan Yue menaikkan telunjuknya, kemudian Perempuan ini arahkan ke bawah.


"Jatuh!"


BOOOMMMM...!!


"ARKHH!!"


"NAIK!"


"JATUH!"


BOOMMM...!!


"ARKHH!!"


Sungguh kemalangan nasib bagi pria itu. Shangguan Yue terus saja membuat tubuh pria itu hampir terkoyak. Dibawanya ke atas, lalu ke bawah hingga menghantam tanah, ke atas lagi, lalu menghantam tanah lagi.


Kejadian ini terus berlanjut hingga tubuh dan pakaian pria tersebut berubah menjadi compang-camping, sangat kotor. Layaknya seorang pengemis yang telah dirundung oleh banyak orang.


"Urk-Uhuk!!"


"KAU-!!!"


"Ada apa? Kurang?"


Napas pria Semanggi oranye itu tidak teratur. Tak berselang lama kemudian, bibirnya tertarik miring, menampilkan sebuah kelicikan wajar.


"Jika Kau ingin membunuhku ... Maka, silahkan! Bunuh saja!"


"JATUH!!"


BOOMMM...!!


"ARKHH!!"


Ia menatap Shangguan Yue dengan penuh kebencian. Sangat marah! Kini harga diri dan martabatnya telah hilang! Dihilangkan oleh bocah didepannya! Bagus! Sangat bagus! Pikir pria itu geram.


Menggesekkan kedua bagian giginya. Tiba-tiba Ia terkekeh sinis, matanya juga menampilkan rasa jijik yang teramat besar, "Ha.. Ha.. Tapi ... Biar Tuan ini peringatkan...!! Di masa depan, manusia yang akan mati tidak hanya kedua kakakmu!! melainkan..."


Shangguan Yue menekuk wajahnya seolah tidak suka, "Apa maksudmu?!!"


Pria itu tertawa sinis, "Hah... Kau tidak mengerti urusan orang dewasa bocah! Membunuhku artinya sia-sia, tapi membunuhmu...! adalah sebuah hadiah!" Ia menyeringai lebar membuat Shangguan Yue sedikit bingung.


Mendengus dingin. Beberapa saat sebelum Ia ingin menyerang pria itu lagi, kepalanya semakin berdenyut dan berat.


Menggelengkan kepalanya enggan, "Aku tidak mengerti apa yang Kau bicarakan! Tapi yang Aku tahu, Kau harus mati ditangan ku! SAAT INI JUGA!!"


Perempuan ini mengangkat tangan kirinya. Meremas udara kosong. Terlihat aneh memang, tapi tidak bagi pria itu.


"ARKH!! ARKHHH!!! HENTIKAN!!! INI!! SANGAT...!!! MENYAKITKAN!!"


"ARKHHH!!!!"


"TIDAK!! ARKHH!! TIDAK!!"


"SHANGGUAN YUE!! TUAN INI MENGUTUK MU!!!!"


"DI MASA DEPAN!! TUAN BESAR PASTI AKAN MENGHANCURKAN KEMBALI MANUSIA MAUPUN KELUARGA SAMPAH MU ITU-!!! ARKHH!!!"


BOOMMM...!!


Pria itu akhirnya meledak, tidak menyisakan tubuh, darah atau apapun itu dari dalam dirinya.


"Itu balasannya!!"


"Kau menghancurkan tubuh kakakku! Maka, Aku...!! juga akan melakukan hal yang sama kepadamu!!" Ujar Shangguan Yue mencoba memfokuskan pandangan yang kian lama kian buram. Tapi, tidak berhasil. Sekarang, Perempuan ini terlihat seperti manusia setengah sadar atau bisa dikatakan 'mabuk'.


Ia memegangi kepalanya yang jauh terasa berat. Tiba-tiba, telinganya yang berdengung mengeluarkan suara teriakan nyaring hingga memekakkan telinga gadis mungil ini.


Jelas Shangguan Yue akan kesakitan. Telinganya mengalirkan aliran darah segar. Tidak berhenti sampai di sana. Pandangannya yang buram, lama kelamaan tidak menampilkan warna sekitar. Kelabu, dan terus menerus menggelap. Hingga tidak lama kemudian, matanya juga ikut mengalirkan aliran darah segar.


Perempuan ini menutupi matanya dengan tangan dan mulai berteriak penuh rasa sakit.


"ARKHH!!!!"


"HA!!! SAKIT!!!"


Shangguan Yue menunduk dengan kaki tidak bisa berhenti untuk berjalan. Bahkan, sebongkah batu didepannya membuat Shangguan Yue tidak sengaja tersandung dan terjatuh.


Bruk!


Perempuan ini meringkuk. Sangat sakit di bagian mata, telinga dan kepalanya.


"AKHH!! Hiks SAKIT!! SAKIT!!!"


"IBU...!! KAKAK YUN!! KAKAK ZHU...!! AYAH...!!! Hiks SAKIT!! TOLONG YUE YUE!! Hiks! TOLONG YUE YUE!!" Jeritnya tidak menentu. Gadis mungil ini juga menangis. Tidak tahu, apakah ada yang bisa menolong dirinya. Ia hanya sendiri, hanya sendirian.


Ayahnya? Ia tidak tahu dimana pria itu sekarang. Yang jelas, Ia terus mengerang sakit, penuh kesengsaraan.


"Shangguan Yue..."


"Kau telah membalaskan dendam mu..."


"Maka..."


"Kau harus tahu..."


"Bahwa, semua hal..."


"Pasti memiliki konsekuensinya tersendiri..."


"Saat ini..."


"Apa yang akan Kau lakukan?"


"Ck-ck!"


"Sungguh Gadis bodoh!"


"Pufft-"


"AHAHAHAHA!!"


"AKHH!! SAKIT!!!"


Sekarang, Shangguan Yue merasakan bahwa Ia telah menjadi manusia cacat. Buta dan tuli! Tidak bisa melihat dari mata maupun mendengar suara dari telinganya. Sungguh ironis.


Perempuan ini kemudian menangis deras. Segala hal terjadi begitu cepat. Kemarin hati damai, sekarang hati tersakiti. Kehilangan Shangguan Yun, Zhu Lian, dan kini Ia perlu bertahan dari rasa sakit ditubuhnya yang membawa derita.


"AKHH!!! Hiks SAKIT!!!"


Tapi, tanpa Shangguan Yue sadari, bahwa rasa sakit didalam dirinya telah membawa petaka di sebagian Alam Mortal tingkat tinggi.


Jika dilihat kembali, bukan hanya dirinya yang tersiksa. Namun, seluruh makhluk di benua manusia mengalami rasa sakit yang teramat pedih. Efek dari kebocoran aura yang tidak sengaja dilepaskan oleh Shangguan Yue membuat segalanya menjadi kacau.


.


.


Di suatu tempat dengan daratan biru. Udaranya yang begitu dingin, membuat siapapun merasakan ngilu di sekujur tulang. Dapat dilihat, di sana terdapat belasan orang mati dengan cara membeku.


Sebuah cincin yang tidak jauh dari mayat berjubah besar, mendadak mengeluarkan cahaya berwarna hijau zamrud. Beberapa detik kemudian, burung kecil dengan warna sejernih air ditambah aura sedingin es mencuat.


Burung itu terbang layaknya tirai Aurora. Sepeninggalannya, banyak serbuk emas terjatuh di udara bebas mengubah hal-hal suram sebelumnya menjadi indah.


.


.


"Yue'er..."


"Yue'er..."


"Yue'er..."


Tiba-tiba, burung biru kecil nan indah terbang mendekati Shangguan Yue. Ia melebarkan sayapnya, dan mulai berputar mengelilingi gadis mungil itu sebelum pada akhirnya mendarat di sebelah anak kecil yang sedari tadi hanya menangis dan berteriak penuh rasa sakit.


Detik berikutnya, burung itu mengeluarkan cahaya panjang hingga menembus langit. Burung itu juga mengeluarkan semacam fluktuasi udara dingin dan mulai membekukan beberapa udara menjadi bunga es.


Tak berselang lama, cahaya tersebut menyusut dan mulai membentuk sebuah tangan. Secara perlahan, tangan lainnya juga ikut terbentuk. Tidak hanya tangan, tapi kaki, kepala dan segala organ tubuh manusia mendadak muncul, menampilkan sesosok wanita dewasa yang begitu cantik dan cantik. Mungkin, lebih tepatnya mempesona? Intinya wanita itu sangatlah cantik.


"Yue'er..." Ujarnya lemah lembut.


Matanya yang biru menatap Shangguan Yue hangat, penuh kasih sayang. Perempuan dewasa itu kemudian menarik tangan gadis mungil didepannya lalu memeluknya dengan sangat erat.


Tidak ingin dipisahkan.


Tangan perempuan itu yang lain juga ikut terulur seraya mengelus rambut pirang Shangguan Yue pelan-pelan. Mencoba untuk menenangkannya.


"Yue'er..."


"Yue'er ... tidak apa ..."


"Ibu ada disini..."


"Ada ibu disini..."


"Semuanya akan baik-baik saja..."


"Yue'er..."


.


.


Di suatu tempat dengan hanya ada warna merah sebagai penerang dan hitam adalah dominan.


Burung kecil bercahaya kan hijau zamrud itu tampak terbang membuat air sekitar terlihat. Burung itu mendekati sesosok gadis mungil yang dari tadi kesulitan untuk bernapas di dalamnya air dan hanya bisa terperangkap diantara ribuan tangan merah.


"Yue'er..."


"Yue'er..."


"Yue'er..."


Secara perlahan, cahaya hijau zamrud itu mulai mengusir tangan-tangan merah. Hingga detik berikutnya, sebagian besar tubuh Shangguan Yue terlihat kembali. Namun sayang, Perempuan itu telah dipenuhi oleh darah pada bagian mata dan telinganya.


"Yue'er..."


"Yue'er..."


"Ada ibu disini..."


"Tidak perlu takut..."


"Yue'er..."


"Tidaklah kesepian..."


Segera setelahnya, burung biru itu mengitari tubuh Shangguan Yue dan berhasil menghilangkan segala tangan merah.


"Ibu...?" Gumam Perempuan ini lemah, hampir seperti bisikan nyamuk.


"Ya ... ini ibu ..."


Perempuan itu menoleh ke sana kemari. Tapi, tidak ada yang bisa dilihatnya. Yang Dia lihat hanyalah kegelapan secara menyeluruh. Hanya ada warna hitam...


"Ibu ... ibu ..." Suara perempuan itu bergetar hampir seperti menangis.


Yah, bukan hampir lagi sekarang. Tapi, Ia benar-benar menangis.


"I ... Ibu ... Aku ... Aku tidak bisa melihat ... Hiks Aku juga tidak ... bisa mendengar hiks"


"Tapi-tapi kenapa Yue Yue bisa mendengar suara i-ibu? Ini ... ini hanya halusinasi bukan ... hiks"


"Ini benar ibu sayang, ada ibu disini..."


"Hiks Ibu....!!"


"Ibu ... hiks Kakak Yun hiks dan kakak Zhu hiks mereka ... mereka tiada hiks apa... apa yang harus aku lakukan... hiks Kau juga sama ... hiks Sekarang, Yue Yue hanya punya Ayah hiks"


"Yue'er, itu adalah takdir..."


"Tapi ... tapi ibu...!!"


"Waktu ibu tidaklah banyak, namun perlu ibu beri tahu satu hal..."


"Datanglah ke menara pedang Phoenix ... Di sana akan membantu mu kelak."


Setelah mengatakan itu, serbuk-serbuk emasnya melayang dan mulai mengelilingi Shangguan Yue.


.


.


"Engh..." Shangguan Yue melenguh.


Perlahan tapi pasti, Ia membuka kedua matanya. Pertama yang Ia lihat memanglah buram, tapi tak berlangsung lama kemudian sinar matahari yang menyilaukan mulai menyinari pupil merahnya hingga Ia harus menaruh tangan di atas kepala.


"Ibu..." Gumamnya.


"Ya ... ibu ada disini..."


Shangguan Yue mengerjapkan matanya berulang kali untuk memastikan. Berharap ini adalah nyata, bukan hanya imajinasi.


"I-ibu Kau masih hidup?"


Perempuan itu hanya tersenyum sebagai tanggapan.


"Yue Yue, tidurlah. Setelah bangun, semua hal di hidupmu akan berubah. Dan berjanjilah, selalu menjaga kesehatan diri sendiri ... baik?"


Shangguan Yue yang bingung hanya memiringkan kepalanya, "Ya, baik...?"


..._________________...


...πŸŒ™[Bersambung... ]πŸŒ™...


...…………………………………………...


...Guys! Jangan lupa like dan komennya!...


...It's easy!!...


...Like dan komen!...


...πŸ˜‡πŸ˜‡...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Ekhem! Bagian awal Akhirnya finish!...


...Akhirnya, kisah Shangguan Yue yang sebenarnya akan segera dimulai!...


...Yay! Clap! Clap!πŸ‘πŸ‘...


...Terimakasih untuk yang selama ini telah membaca maupun mendukung cerita buatan Saya....


...Saya harap, kedepannya kalian lebih bisa untuk memencet tombol like. Yah, hanya itu saja. Saya bukan orang dengan pemikiran yang emm naif. Jadi, yah dimohon, itu akan menyemangati Saya, tapi ini bukan pemaksaanπŸ˜ŒπŸ™πŸ˜...


...Btw, Author mau menangis rasanya. Saya sebenarnya agak kesusahan untuk membuat pemeran yang baik. Jadi, harap maklum jika saya lebih banyak menuangkan pemeran jahat dan suka sinis daripada pemeran baik nan naif....


...😷😷😁...


...Fyi...


...-Marionatte Rose-...