Legenda Sang Dewi Bulan

Legenda Sang Dewi Bulan
26. Kematian, Kesedihan, Dan Kebencian


...Warning! Ada beberapa bagian dialog dan narasi yang berubah dari sebelumnya, so, jangan kaget....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kita harus lari Yue Yue" Ujar Shangguan Yun mempererat genggamannya. Ia bisa merasakan bahwa saat ini aliran dingin mulai membasahi tubuhnya.


Aura kejahatan mereka begitu kuat. Ini sangat mengerikan! Batinnya penuh resah dan gelisah.


Shangguan Yue mengangguk, Ia juga merasa ketakutan yang sama dengan sang kakak, "Kak... Kakak apa kita akan mati hari ini?" Tanyanya setengah bergumam.


Shangguan Yun menaikkan alisnya sedih, "Entahlah Yue Yue, kini hanya ada keberuntungan yang dapat membantu kita" Jawab pria itu yang kemudian berlari menggunakan teknik peringanan tubuh.


Dia juga tampak telah mendekap adiknya dengan sangat erat. Sesekali, pria ini juga akan menoleh kesana-kemari, berharap bahwa mereka tidak mengejar.


Tapi, sungguh nasib sial. Kumpulan berjubah hitam itu tampak mengikuti Shangguan Yun dengan kecepatan tinggi yang bahkan pria ini sendiri mustahil untuk lakukan.


Pria ini meneguk saliva nya kasar, karena terkadang Ia bisa mendengar suara tawa gila yang pecah dari kumpulan orang tersebut.


"Kakak ... Kakak ... me- mereka menakutkan, Yue Yue ... Yue Yue takut" Gelisah gadis mungil ini disaat Ia tidak sengaja menatap seorang berjubah hitam yang terlihat Matanya bercahaya. Bagi gadis mungil ini, kumpulan orang berjubah hitam di belakangnya berbeda dengan sewaktu awal. Seolah, telah menanti kejadian ini sejak lama.


"HAHAHA! KALIAN JANGAN LARI SEPERTI TIKUS! HAHA! APA KALIAN TAKUT?!" Ujar salah seorang dari mereka seraya menitik fokuskan serangannya menuju Shangguan Yun. Dan benar saja...


WOSH...!


"ARGH!!!" Pria ini mengerang kesakitan. Rahangnya yang mengeras tampak mencoba agar bisa bertahan dari segala luka yang ditimpa nya.


"Sial!"


"Ka ... Kakak, bahu mu ..." Mata Shangguan Yue berkaca-kaca saat mendapati bahwa aliran darah segar mulai mengalir dari bahu sang kakak hingga membuat jubah peraknya ternoda dan rusak.


"Hiks, kakak ... hiks"


Pria itu- Shangguan Yun kian mempererat pelukannya terhadap sang adik, Ia mencoba untuk menahan rasa sakit karena adiknya saat ini juga ikut dalam bahaya. Dan tentu, sebagai seorang kakak, tanggung jawab untuk menjaga saudaranya akan selalu merekat erat di dalam otak.


"Ti- tidak apa, tenanglah ... Kakak baik ... baik saja, tidak perlu cemas" Ia mengelus rambut pirang Shangguan Yue dengan penuh kasih sayang.


Sedangkan perempuan itu telah menitihkan air mata, Ia menggeleng enggan merasa sangat takut jika dia mati, jika kakaknya mati, ataupun mereka berdua mati.


"Hiks... Kakak..." Suaranya bergetar.


"Tidak apa, kakak disini ... Sampai kapanpun kakak akan selalu berada di sisi Yue Yue, tidak apa ... tidak apa" Ucapnya mencoba untuk menenangkan Yue Yue-nya.


Mendadak sebuah tombak hitam dengan api di ujung melesat cepat ke arah Shangguan Yun, dan...


BOOMMM...!!


"ARGHHH!!!" Jerit pria itu sangat kesakitan. Kini, tubuhnya telah dibasahi oleh warna merah pekat dengan aroma amis yang menyengat.


"Kakak...Hiks kak!! Hiks, kakak! hiks Kak!!!" Jerit gadis mungil ini pilu. Ia dan juga kakaknya kini telah terduduk lemah di atas rerumputan hijau.


Shangguan Yun hanya tersenyum penuh kehangatan, Ia mengelus pipi sang adik dengan kasih sayang antar saudara, "Yue Yue, jangan menangis... Kakak... Kakak baik-baik saja..."


Alis Shangguan Yue tertekuk sedih, "Bagaimana bisa baik-baik saja?! Kakak hiks kakak penuh darah hiks kakak... Kakak.... tidak akan meninggalkan Yue Yue bukan hiks kakak...!" Shangguan Yue menangis deras saat menanggapi bahwa kakak prianya hanya tersenyum lembut tanpa menjawab.


Tiba-tiba saja, sosok-sosok berjubah hitam datang kembali di hadapan Shangguan Yue. Mata gadis mungil ini memerah dengan penuh kebencian, "KALIAN-!!!"


Sosok berjubah hitam yang diketahui merupakan sosok tampan tadi hanya memiringkan bibirnya, Ia tertawa pelan. Matanya juga berkilat seperti iblis jahat yang baru saja keluar dari neraka.


"Ada apa gadis cantik? Sedih? Iya? Hahahahahaha! Tapi sayangnya, kalian berdua harus mati. Hem, maaf saja. Tapi ini perintah Tuan Besar, jika bukan, mungkin Aku telah menculikmu sedari awal." Ia menyeringai.


"Br*ngs*k!!" Ujar Shangguan Yun lemah, namun penuh dengan kegeraman akan emosi.


"Jangan Kalian berani menyakiti adikku sialan!" Ucap pria ini lalu membawa Shangguan Yue ke dalam pelukannya. Ia tidak rela jika adiknya juga akan bernasib sama dengannya ataupun juga Zhu Lian. Tidak boleh! Tidak akan pernah boleh! Pikir pria ini.


"Hais, kalian ini sangat berbeda dengan manusia yang kami mainkan sebelumnya"


"Fufu, itu benar... biasanya para manusia akan menangis deras dan berlutut di kaki kami, lalu berkata 'Tolong, ampuni kami, kami berjanji akan melakukan apapun asalkan kami hidup. Bahkan jika menjadi budak pun kami tidak masalah'" Ujar seorang wanita yang lalu tertawa terbahak-bahak. Merasa sangat senang untuk menyiksa, menindas, ataupun mempermainkan makhluk-makhluk yang nyatanya lebih lemah dari mereka.


"Pufft! Itu benar, bahkan Aku masih bisa ingat bagaimana wajah mereka," Ucap salah seorang yang lain dengan pandangan jijik.


"Kalian-!!!" Geram Shangguan Yun lagi lemah. Ia lalu menumpu tangannya di atas rerumputan, dan mulai melarikan diri dengan Shangguan Yue berada di pelukannya. Ia berlari dengan cepat, sebisa yang Ia miliki.


"Yah, tikus kecil~ Kemana lagi Kau akan pergi? Kita belum selesai bermain Kau tahu!" Ucap sosok tampan tersenyum bengis.


.


.


.


"Hosh...! Hosh...!" Pria ini berlari walaupun napasnya terus berhembus tidak karuan.


"Kakak, kau sedang berdarah hiks apa tidak apa jika berlari seperti ini? hiks" Tanya Shangguan Yue sangat sedih hingga membenamkan wajahnya di dada pria itu.


Tersenyum lembut, "Tidak apa, untuk Yue Yue, apa yang tidak bisa kakak lakukan..."


"Hiks Kakak... Hiks jangan seperti ini hiks"


"Tidak apa, kakak baik-baik saja. Baik-baik saja, tidak perlu cemas"


"Kakak hiks"


Tiba-tiba saja suara udara berderit menggema di sepinya hutan bercahaya. Benda yang diketahui panah dengan warna merah tua itu melesat cepat hingga menembus kaki Shangguan Yun yang tadinya sempat terluka.


"ARGH!!!" Pria ini terjatuh dan mulai menumpu badannya di atas tanah menggunakan kedua tangannya. Ia mendesis merasakan sakit di sekujur tubuh. Sangat menyakitkan, pikir dia.


Kini, pria tampan tersebut amat berantakan. Pakaiannya telah compang-camping penuh darah. Bahkan wajahnya yang tampan juga telah ternoda oleh beberapa debu yang kotor.


Shangguan Yue Meringkuk mendekati sang kakak, Ia sangat cemas. Dia merasa bahwa dirinya amatlah beban untuk sang kakak.


"Yah, sudah cukup bermain-mainnya!" Ujar sosok berjubah besar dengan suara berat dan dingin khasnya. Ia mendarat beberapa meter dari kedua kakak beradik itu.


Tidak berlangsung lama, sosok-sosok berjubah hitam lain juga berdatangan. Tapi, wajah mereka menunjukkan perasaan tidak suka karena 'hobi' mereka terganggu dengan sifat kaku pria berjubah besar.


Pria ini kemudian mengeluarkan sepasang tombak hitam dengan api menyala di bagian ujung. Pria ini hanya tersenyum dingin, "Pertama...


... Kau-!"


Tusk!!


"Urk-!"


Shangguan Yun melebarkan matanya, tiba-tiba cairan berwarna merah nan manis merembes cepat dari bibir pria ini. Dengan tubuh gemetar Ia berbalik, menatap orang-orang itu penuh permusuhan, "Kalian-! Uhuk! Uhuk! Uhuk!"


"KAKAK!!" Jerit Shangguan Yue berlinang air mata. Dengan tubuh tertatih-tatih Ia mendekati Shangguan Yun, "Kakak... Hiks Kakak! Hiks KAKAK! HIKS! jangan mati Kak! Jangan! Kumohon Jangan!!!" Gadis mungil ini menjerit parau seraya menggerak-gerakkan tubuh kakaknya yang terbaring lemah di atas rerumputan.


Pria itu tersenyum lembut memandang wajah cantik adiknya yang teramat mirip dengan sang ibu, pria ini mengusap air mata Shangguan Yue dengan lemah.


"Jangan menangis Yue Yue, jangan..."


Sedangkan pria berjubah hitam besar mendengus kasar tanpa memedulikan hal-hal didepannya, yang baginya sendiri, itu terlihat seperti drama dari para makhluk fana yang tidak kekal.


"Selanjutnya, Kau...!"


Dengan segera tombak hitam itu melaju menuju punggung Shangguan Yue. Sedangkan gadis itu sendiri, masihlah menangis tidak sadar bahwa bahaya akan menerjang dirinya kembali.


"Hiks Kakak ... Kakak ... Jangan tinggalkan Yue Yue... hiks jangan..."


Pria itu hanya tersenyum, tapi saat melihat bahwa ada tombak yang mengarah kepada sang adik, dengan sigap Ia terbangun.


"ADIK AWAS!"


Tusk!!


Shangguan Yun memeluk Shangguan Yue dengan dua tombak tampak menancap di sekujur punggungnya. Lagi-lagi aliran darah segar mengalir deras dari mulut pria ini. Matanya yang terbuka lemah, menitihkan air mata. Teramat sedih dia, teramat sedih...


"Yue... Yue..."


"KAKAK!!!"


.


.


Deg!


Deg!


Jantung gadis ini benar-benar serasa seperti dikoyak oleh berbagai tangan.


"KAKAK!!" Kumpulan air mengalir deras dari matanya. Pandangan gadis ini kosong untuk beberapa saat. Ia sedih! Sangat sedih! Tapi Kemarahannya lebih banyak! Ia menatap kumpulan sosok berjubah hitam yang sedang menyeringai dengan kebencian yang teramat dalam.


"INI SEMUA KARENA KALIAN!!!" Pekiknya marah dengan penuh air mata. Ia sangat benci orang-orang itu! Sangat benci! Pertama Zhu Lian, kini Shangguan Yun juga?! Bagaimana bisa Ia tidak memiliki kebencian?


"Kalian tidak akan pernah Aku maafkan!!!" Geram gadis ini.


"Ahk!" Tapi mendadak telinganya berdengung kencang, bahkan pandangannya juga kian lama kian tidak jelas bentuknya. Tak lama kemudian, kepala gadis mungil ini serasa seperti terbentur oleh sesuatu yang keras hingga membuat gadis ini sangat pusing.


Teng...!


Teng...!


Teng...!


"S-Suara apa ini?"


Shangguan Yue tiba-tiba mendengar suara lonceng berdentang samar. Tapi, semakin kabur penglihatannya semakin keras pula suara khas itu.


"Adik ... pergilah dari ... tempat ini ... cepat..." Ujar Shangguan Yun tersenyum dengan mata setengah terbuka.


"Ka ... Kakak, apa ... apa yang sedang Kau katakan? Aku tidak bisa mendengar suara mu ... Kakak! Kakak!"


"Yue Yue, maafkan Kakak ... tolong maafkan kakak karena tidak dapat menemanimu lagi, maaf ..." Setelah itu, napas Shangguan Yun berhenti. Tubuhnya yang tidak bernyawa bersender di bahu Shangguan Yue.


Tangan gadis kecil ini bergetar, Ia memeluk tubuh kakaknya dengan penuh kesedihan, "Kakak ... tidak! kakak jangan tinggalkan Aku hiks jangan! Kakak! hiks kakak! KAKAK!!!!!!!"


Detik berikutnya, kepalanya kembali berdengung dan juga sangat pusing. Penglihatannya kian buram, dan tidak lama kemudian Semuanya menjadi gelap. Tidak ada cahaya, tidak ada suara, dan ... tidak ada udara.


"Dim ... Dimana ini" Gumam Shangguan Yue sangat tertekan. Tapi, tiba-tiba Ia mendengar suara halus yang begitu misterius.


"Kemari lah..."


"Kemari lah..."


..._____________...


...🌙[Bersambung... ]🌙...


...……………………………………...


...Guys! Jangan lupa like dan komennya~...


...It's easy guys~...


...See U~...


...-Marionatte Rose-...