Legenda Sang Dewi Bulan

Legenda Sang Dewi Bulan
17. Pertemuan dan Orang Yang Dicurigai


"Paman, apakah kita perlu pergi?" Tanya Shangguan Yue cemberut. Ia merasa sangat bosan.


Shangguan Shu tersenyum, "Hm, tentu saja.. Oh ya, kemarin Zhu Lian datang membawakan beberapa manisan. Apa Yue'er ingin kue osmanthus? Paman masih menyisakan banyak untuk Yue'er" Tanya pria itu sembari mencubit hidung mungil sang keponakan dengan gemas.


***Kue osmanthus adalah kue tradisional Cina yang beraroma manis. Dibuat dari beras ketan, osmanthus wangi madu, dan gula batu***.



***Berbentuk seperti lilin, manis, dan lembut***.



***Oh ya, osmanthus adalah bunga yang asalnya asli dari Asia Timur. Bunga ini juga dapat dikonsumsi dalam bentuk teh***.


Mata bosan Shangguan Yue menjadi berbinar, Ia menatap pria yang menggendongnya dengan semangat.


"Kakak Zhu?! Mau mau!" Ucapnya menggemaskan.


"Hehe, cium pipi paman dulu baru paman kasih" Gadis kecil itu cemberut lagi, Ia memalingkan wajahnya kesamping. Dia tidak ingin mencium pipi pamannya walaupun tampan.


"Ada apa? Tidak mau? Yasudah kalau tidak mau, nanti paman habiskan sendiri saja semuanya~" Goda pria itu sedikit melirik keponakannya.


Mendengar itu, tiba-tiba Shangguan Yue Menyengir kuda, "Aa~ Paman~ Yue Yue tidak berkata seperti itu..." Tiba-tiba gadis ini berubah pikiran yang membuat pamannya sendiri ingin tertawa geli.


"Jadi...?"


"Muah! Paman, beri Yu Yue kue osmanthus yah! jangan berbohong!" Ujarnya setelah mencium pipi pria tampan tersebut sekilas.


Shangguan Shu terkekeh kecil, lalu Ia menghentakkan kakinya. Seketika, Ia melayang di udara dan mulai terbang, "Baik putri, mari berangkat~"


.


.


.


...………...


...Ruang Kerja Shangguan Qingshui...


...………………...


"Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Shangguan Qingshui setelah duduk di kursi berbulu kesayangannya.


Termenung sejenak, Ia lalu menatap wajah muda sang ayah, "Hah ... ini tentang orang-orang itu ayah" Ujarnya dengan wajah rumit.


Mendengar apa yang dilontarkan oleh anaknya, mendadak wajah Shangguan Qingshui menggelap. Ia mengeraskan rahangnya hingga urat-urat lehernya ikut terlihat. Tiba-tiba Pria itu menggebrak meja hingga hancur lebur. Tumpukan kertas pun ikut melayang karena tidak ada tempat tumpuan.


BRAK!!!


"MEREKA LAGI...?!!!!" Teriaknya dengan suara yang teramat berat dan tersulut emosi! Dadanya terasa naik turun mengingat apa saja yang telah 'mereka' lakukan kepada keluarganya. Sungguh, Ia tidak pernah memaafkan tindakan apa yang telah orang-orang itu lakukan. Kalau bisa, Ia ingin menghabisi 'mereka' sekarang juga!


Pria itu kemudian melirik lawan bicaranya dengan tajam, "Jelaskan!"


Shangguan Yun tampak mendengus, wajahnya yang lembut ketika bersama adiknya telah diganti dengan raut datar nan dingin.


"Beberapa hari yang lalu, mereka menuju hutan mistis. Aku yakin Ayah mengerti hanya dengan informasi ini"


Shangguan Qingshui berdecak kesal. Dia lalu berdiri, dan berjalan mendekati jendela. Ia menatap langit sore dengan penuh perasaan buruk.


"Menurutmu, dimana markas mereka sekarang?" Tanya pria itu.


Shangguan Yun tampak berpikir, "Aku tidak tahu Ayah, mereka benar-benar tersembunyi" Jawabnya seraya menekuk alis.


Pria itu- Shangguan Qingshui menghela napas berat. Kemudian, Ia menatap anak laki-lakinya dengan serius.


"Yun'er, ini merupakan masalah yang serius. Aku ingin kau memanggil Shangguan Quanshui, Shangguan Shu, dan Shangguan Ren. sampaikan pada mereka untuk mengikuti rapat sore ini!"


"Baik Ayah, lalu ... bagaimana dengan kakek?" Tanya Shangguan Yun merasa agak aneh. Karena bagaimanapun, kakeknya adalah seorang patriark, tentu perlu memberi tahu segala masalah keluarga yang ada.


"Tidak perlu, nanti Ayah sendiri yang pergi" Jawabnya tanpa berbalik.


"Hah ... Baiklah ayah, anak undur diri" Shangguan Yun memberi hormat lalu pergi sesuai perintah yang telah dipercayakan kepadanya.


Melihat bahwa sang anak sudah tidak ada lagi di ruangannya, pria itu mengeraskan rahang. Matanya juga berkilat dingin dan penuh kemarahan. Tapi, Ia mencoba untuk tenang. Karena segala sesuatu yang dilakukan secara terburu-buru dan impulsif, hanya ada kata gagal di akhir. Lalu, menyesal. Ini merupakan hal yang terburuk. Ia tidak ingin merasakannya.


"Kalian ... Aku pasti akan membalaskan dendam ini..!"


Shangguan Qingshui berbalik, wajahnya benar-benar kusam dan terlihat banyak pikiran. Ia mendengus kasar sebelum pada akhirnya menghilang dari ruang kerja tersebut.


.


.


.


Tok! Tok! Tok!


"Ekhem! Permisi! Apa paman Ren ada? Xiao Yun meminta izin untuk bertemu!" [Xiao disini artinya kecil, bukan marga]


Shangguan Yun mengernyit, Ia tidak bisa merasakan aura pamannya didalam. Pria itu menatap dari Timur sampai Barat, mencoba menyusuri bangunan disekitarnya. Siapa tahu Pamannya ada di salah satu tempat itu.


Namun, karena keterbatasan ranah Shangguan Yun hanya bisa mencari semampunya saja. Pamannya ini kuat, terkadang suka menyendiri hingga menyembunyikan auranya. Maka dari itulah pria tua tersebut sangat sulit untuk dimintai bertemu, apalagi saat rapat. Entahlah pria Ren ini sering membolos dan tidak ikut serta, hingga menyebabkan anggota keluarga yang lain merasakan apa yang dinamai sakit kepala.


Shangguan Yun mendesah pelan, "Hah... Paman... Kali ini Kau dimana lagi..?" Sangat merepotkan baginya. Setiap kali diminta untuk mencari Sang Paman Ren hal yang terjadi terus saja seperti ini. Pikirnya merasa jengah.


Ia berjalan dari satu jalan ke jalan lain. Sesekali Ia akan menyapa balik beberapa anggota keluarga Shangguan. Seperti saat ini.


"Yo! Saudaraku! sedang apa lewat jalan disini? arah kediaman mu Utara bukan?" Tanya pria muda yang seumuran dengan Shangguan Yun.


Pria yang tengah memperhatikan daerah sekitarnya lalu menoleh, "Ah... Saudara Xiu! Hh... Aku sedang kena sial!"


Pria yang dipanggil Xiu itu menutup mulutnya, sudah menebak apa yang tengah dilalui oleh saudaranya ini dan mungkin Dia juga harus bersimpati.


"Pfft- lagi?"


"Ya..." Jawabnya malas. Shangguan Xiu lalu menepuk pundak saudaranya yang sedang kena sial itu dengan raut wajah menjengkelkan.


"Semangat!" Ujarnya memberi jempol, kemudian langsung pergi takut terkena amarah seorang Shangguan Yun.


"Kau-!!!"


"Akh!!! Nenek!! leluhur!! Kenapa hari ini Aku terkena sial!!" Shangguan Yun rasanya ingin menangis tanpa air mata. Ia sudah mencari dalam beberapa jam, tapi tetap saja tidak membuahkan hasil. Dia cemberut dan mulai menghentak-hentakkan kakinya layaknya anak kecil yang kesal.


Kakak dan adik rupanya sama saja~ Fyi Author yang cans✌️


.


.


.


...………...


...Aula Utama Keluarga Shangguan...


...………………...


Saat ini para tetua termasuk Shangguan Qingshui sedang mengadakan rapat tertutup. Tentunya karena masalah yang telah di beritakan oleh Shangguan Yun.


"Kenapa mereka lama sekali?" Gumam Shangguan Qingshui yang tengah duduk di kursi tertinggi kedua dengan resah. Kursi tertinggi kedua? Ya.. itu benar, Karena bagaimanapun untuk kursi tertinggi hanya bisa dipakai oleh patriark, yang tak lain adalah ayahnya sendiri.


"Tetua pertama, itu wajar saja. Apalagi ini mengenai Saudara Ren" Jawab salah seorang tetua.


"Yang dikatakan Tetua ke-lima benar. Shangguan Ren ini... terlalu anti sosial!" Sahut pria lainnya.


Di kursi pojok, seorang pemuda dewasa yang tampan terlihat tersenyum miring, "Hm... Orang itu mencurigakan. Bagaimana jika orang itu ada kaitannya dengan 'mereka'?"


"Adik, kenapa kau berkata demikian?" Tanya Shangguan Qingshui kepada adiknya-Shangguan Quanshui dengan nada tidak suka.


"Yah, pikirkan saja sendiri. Setiap kali kita mengadakan rapat, orang itu selalu saja seperti menghindari kita. Kalau bukan mencurigakan lalu apa? anti sosial..? omong kosong!!" Jawabnya acuh tak acuh yang membuat Shangguan Qingshui mengernyit lagi.


"Ck, Kak! Jangan asal menuduh sesama anggota keluarga! Tidak baik!" Ujar Shangguan Shu yang juga tidak suka dengan penuturan kakak keduanya.


"Tapi Nak Shu, yang dikatakan oleh kakakmu itu ada benarnya. Shangguan Ren sudah ada di keluarga ini selama satu abad. Namun, selama yang Aku ketahui... Hah.. Ia jarang sekali berkontribusi untuk keluarga kita, padahal Ia termasuk 10 besar yang terkuat di keluarga Shangguan" Argumen seorang tetua wanita, Shangguan Xue.


"Haish! Tetap saja kalian tidak punya bukti nyata bukan?! Kalau belum, jangan asal mengarang. Dan jaga bicara kalian!" Balas Shangguan Shu menekuk wajahnya.


"Shangguan Shu, kau masih muda. Tidak mengetahui kehidupan sebaik kami, mungkin saja kau tidak mengerti tentang pemikiran yang tua-tua. Makanya kau cukup naif!"


"Tapi-!"


"Sudahlah hentikan! Aku mengumpulkan kalian disini bukan untuk membahas Shangguan Ren, tapi membahas mengenai benda 'itu'! Dan kau Quanshui.. jaga ucapan mu. Ini di aula keluarga! Jangan sampai kau merusak pertemuan ini. Mengerti?!"


"Hm..." Jawab pria itu sangat malas sembari menopang wajahnya dengan telapak tangan.


.


.


.


Disuatu tempat yang dikelilingi oleh pohon musim gugur, di sana telah ada satu sosok yang dengan anggunnya menyesap teh.


Ia kemudian meletakkan cangkir itu secara perlahan agar tidak tumpah. Dia tersenyum. Sayangnya senyuman ini tidak dapat dimengerti kenapa dan alasannya. Begitu rumit.


Ia sedikit memiringkan bibirnya, dan mulai bergumam tidak jelas, "Yah... Yah... Memanfaatkan Naga Sang Penguasa Dunia, dengan menunggangi harimau Si Penguasa Hutan, hanya demi memancing ikan kecil di sungai. Apakah akan berhasil?" Suara yang begitu halus bagaikan angin sepoi-sepoi itu terdengar di sepinya hari sore.


Ia kemudian menggerakkan tangan untuk meletakkan batu hitam di atas papan catur weiqi.


"Hm... Semua bidak telah tertata rapi. Sekarang, semua hal ada di tangan tuan muda ini" Ia lalu berdiri dan mulai menutupi sebagian wajahnya menggunakan kipas.


"Hahaha... Ini menarik, sungguh menarik. Bagaimanakah permainan selanjutnya?" Tanyanya sendirian seraya menyipitkan mata. Penuh kelicikan memang.


...______________________...


...🌙[Bersambung... ]🌙...


...………………………………………………...


...Readers~ Jangan lupa like dan komennya ya~...


...It's easy Guys~...


...See U~...


...-Marionatte Rose-...