
Tidak berselang lama, semua hal yang dilewati oleh asap hitam tersebut mulai menghitam kemudian meleleh.
Sedangkan, Shangguan Yue yang dijadikan sasaran hanya menutup matanya, seolah tidak peduli dengan keberadaan pria bertopeng tersebut. Detik berikutnya, serangan asap itu mulai mendekati Shangguan Yue dan menyelimuti gadis mungil ini dengan ganas.
Tersenyum miring, "Yah, itu akibatnya jika menyinggung Tuan ini!" Ujar sosok berjubah Semanggi oranye penuh keremehan.
"Menyinggung mu?"
Mendadak, seluruh asap hitam yang merupakan serangan tunggal dari pria berjubah Semanggi oranye terhempas ke bawah lalu berubah menjadi kristal es yang berjatuhan.
"A ... Apa? bagaimana bisa terjadi?!" Pria itu terkejut. Tapi itu tidak berlangsung lama. Pria ini mendecak kan lidahnya dengan kesal.
"Kalau begitu, Kalau Kau memang sekuat itu! Tidak perlu bagiku untuk bermain-main!" Sarkas nya mengeraskan rahang.
Sungguh penghinaan untuknya. Pria sekuat dirinya perlu serius dalam menghadapi bocah kecil seperti Shangguan Yue? Ia sangat tidak suka. Harga dirinya serasa jatuh ke tempat paling rendah!
"Sialan!" Batinnya menaikkan bibir jijik.
"Aku tidak memintamu untuk bermain-main! Datanglah!! Akan Aku hancurkan Kau hingga menjadi debu!!!" Balas Shangguan Yue dingin dengan mata yang terus menyala-nyala, pertanda bahwa Ia hampir sepenuhnya dikendalikan oleh sosok misterius.
Urat-urat leher pria itu menonjol, matanya tampak berkilat marah, "HAH! BOCAH! KAU JANGAN SOMBONG HANYA KARENA BERHASIL LOLOS DARI SERANGAN TUAN INI!!!"
"LALU KENAPA?!! MASALAH?!!"
Seketika, keduanya berkedip yang kemudian menghilang dengan pria berjubah Semanggi oranye meninggalkan kabut hitam, dan Shangguan Yue menciptakan bunga-bunga es di udara segar.
Detik berikutnya, kedua orang berbeda usia itu muncul lagi di atas langit. Tampak sesekali keduanya menyerang hingga menciptakan berbagai Kubang di daratan.
BOOMMM...!!!
WOOSHH...!!!
BOOMMM...!!
SRING!!!
BOOMMM...!!
BOOMMM...!!!
Suara dentuman dan dentuman kian terdengar tatkala Shangguan Yue dan pria itu mulai menjadi serius. Melihat itu semua, pria itu semakin marah, karena dirinya perlu menjaga nyawa hanya demi berlindung dari anak kecil di hadapannya. Hanya anak kecil? Ia mengatupkan kedua bagian giginya.
"KAU-!!!!"
"KAU APA?!"
"HUH! AKAN AKU BUAT KAU HANCUR! SAMA SEPERTI KEDUA KAKAK BODOH MU ITU! SIAL!!!"
"DIAM!!! JANGAN MENGHINA KAKAK ZHU DAN KAKAK YUN!! KAU TIDAK PANTAS!!!"
BOOOMMMM...!!!
"HAHAHAHA!!!!" Pria itu tertawa terpingkal-pingkal. Tiba-tiba matanya melebar seperti kehilangan akal sehat.
"Tidak pantas katamu?!!" Pria ini merasa geram. Harga dirinya...! Harga dirinya telah terinjak berulang kali oleh Shangguan Yue! Apakah dia akan menerimanya dengan senang hati? Omong kosong! Sampai matipun, pria ini tidak akan pernah mengakui bahwa Dia kalah dari seorang gadis kecil. Tidak akan pernah!
"Gadis!!! Jangan terlalu percaya diri hanya karena berhasil seimbang dengan Tuan ini!!!" Ujarnya mengeraskan rahang hingga dadanya ikut naik turun. Tidak suka Dia! Tidak suka! Namun, perlu pria ini akui, bahwa Shangguan Yue jauh berbeda dari sebelumnya.
"Kau memang kuat, tapi..." Pria ini tersenyum ketika suatu ide melesat di kepalanya.
"Fu fu~" Matanya menyipit.
Shangguan Yue hanya menatap pria itu datar. Berwajah dingin dan hanya diam, melayang di udara. Walaupun Gadis mungil ini terlihat tenang, nyatanya bisikan misterius terus bermunculan di telinganya. Tidak pernah berhenti. Dan, jujur itu sangat menggangu Perempuan ini.
"Shangguan Yue hancurkan dia..."
"... Segera...!"
"Jangan menyia-nyiakan kesempatan..."
"Shangguan Yue..."
"Diamlah...!! Sudah kubilang Diam!!!" Gumam Perempuan ini menggertakkan giginya. Sekarang, pandangan yang dimiliki oleh Shangguan Yue telah sering kabur. Datang lalu pergi, datang lalu pergi. Tidak jelas, Ia bisa melihat pria itu tengah tersenyum miring saat menatapnya.
"Mencurigakan.."
Awalnya tidak ada yang penting dari senyuman pria itu, tapi saat melihat apa yang tengah dilakukan oleh pria tersebut, mau tidak mau Shangguan Yue mengatupkan gigi dan berteriak penuh amarah.
"KAU!!! APA YANG KAU LAKUKAN?!!!!!!"
"Ya ampun~ Kau marah?!" Tanya pria itu menyeringai. Dipegangnya kini leher seseorang. Mayat orang mati. Pria yang sangat disayanginya oleh Shangguan Yue, yaitu Shangguan Yun.
Napas Perempuan ini kian memburu, matanya memancarkan rasa akan haus darah yang serakah. Ingin sekali gadis mungil ini menghancurkan pria di hadapannya. Sungguh sebuah prestasi bagi pria itu karena telah menumbuhkan benih kebencian di dalam diri seorang Shangguan Yue. Bukankah nasib malang?
Urat-urat leher Perempuan ini sedikit terlihat, "KAU!!! CEPAT LEPASKAN TANGANMU DARI LEHER KAKAK KU!!!"
"PENJAHAT!!! LEPASKAN!!! KUBILANG LEPASKAN!!! KAU DENGAR BUKAN?!! SEGERA LEPASKAN!!!"
Pandangan Shangguan Yue kian berkunang-kunang tatkala emosi dirinya semakin naik. Hampir kehilangan pengendalian tubuh dan pikiran Perempuan ini.
"Tck!" Ia menggesekkan giginya berusaha agar tetap sadar.
Sedangkan pria Semanggi oranye itu, Ia menyeringai lebar. Dia akhirnya melihat celah. Dengan kasar, pria ini melemparkan banyak kabut hitam dengan didalamnya penuh duri-duri tajam nan beracun kepada Shangguan Yue yang tengah memegangi kepalanya.
"ARKHHHH!!!!" Teriak sakit Perempuan itu hingga terjatuh dari ketinggian langit.
BOOMMM!!!
Tidak berhenti sampai di sana, pria berjubah hitam itu juga melayangkan ribuan duri beracun. Lagi-lagi Shangguan Yue berteriak, sangat sakit di sekujur tubuhnya.
"HAHAHAHA!!" Tawa keras pria itu sinis.
"Hm~ Apakah itu ... sakit?"
"Pufft-! AHAHAHAHAHA!!!" Tawa pria itu lagi seolah terhibur atas kepedihan yang dialami oleh sang musuh.
Bibirnya berkedut, "Urk- Uhuk!!" Gadis mungil ini menatap pria tersebut dengan penuh kebencian hingga matanya ikut memerah. Leher Perempuan ini terasa manis pula tatkala darah segar merembes dai mulut mungilnya.
"Ha.. Ha.. Ha.."
Dengan suara serak, Ia kembali berteriak, "LEPASKAN KAKAK KU!!! LEPASKAN!!!!"
Pria itu terkekeh geli menanggapi teriakan bising bocah di depannya. Ia menggaruk telinga, seolah tidak peduli.
"Apa Kau bilang? lepas?" Ia memiringkan bibirnya, terlihat jahat. Kemudian sedikit melirik Shangguan Yun yang tidak memiliki napas.
"Baiklah ... Tapi..."
Seketika itu, Dia melepaskan banyak sulur hitam menuju Shangguan Yue. Benda itu merayap dari satu daerah tanah ke daerah tanah lainnya hingga mencapai perempuan tersebut.
Shangguan Yue yang tidak menyadari adanya serangan mendadak, mau tidak mau harus merasakan sakit yang teramat dalam tatkala beberapa bagian kulitnya meleleh.
"ARKHHH!!! SAKIT!!!"
Pria itu tersenyum senang, penuh kesombongan, "Hais, itulah sebabnya Aku belum melepaskan kakakmu. Kau harus mati terlebih dahulu bocah, baru Aku lepaskan kakak tercintamu ini~ HAHAHAHA!!!"
"KAU-!!! KAU-!! DASAR PRIA JAHAT!!!"
"Cih! Aku memanglah jahat! Kalau tidak, bagaimana bisa Aku berada di posisi ini" Gerutu pria itu merasa lucu.
Memiringkan kepala, "Oh ya! Kekuatan mu ini sebenarnya tidak berguna, karena tidak dapat menghidupkan kembali nyawa ... Hm, siapa tadi? Yan? Yen? Yon? Yin? Oh! Oh! Shangguan Yun! Itu dia! Tuan ini sampai lupa, maaf-maaf..."
"... Lagi pula ... pantaskah makhluk rendahan seperti kalian untuk diingat? Hidup saja sangat singkat, bukankah jika mati ... hidup kalian tidak berarti apa-apa?" Ujarnya menaikkan bahu seraya menutupi mulut dengan pandangan jijik.
"KAU-!! KAU-!!!" Geram gadis mungil ini sangat ingin mengutuk keras pria didepannya. Memang manusia hanyalah makhluk fana, tapi mereka lebih berperasaan daripada mahkluk abadi.
Mereka memiliki hati, keinginan untuk hidup, ikatan saudara, dan rasa kekeluargaan. Walaupun ada manusia yang jahat, itu adalah hukum dunia. Jahat dan baik selalu berdampingan. Tidak perlu akur, cukup hidup bersama maka dunia ini akan seimbang.
Menggertakkan rahangnya, "KUBILANG LEPASKAN!!!"
"ARKHH!!"
Shangguan Yue memuntahkan seteguk darah segar, matanya memicing ketika lawannya hanya tertawa sinis.
"Yah, sudah cukup. Bagaimana jika, Tuan ini merubah alur permainan...? Hem, menjadi lebih menyenangkan, bagaimana menurutmu gadis kecil?"
Kltak!
"Tidak...! Berhenti...! Jangan...!"
Kltak!
"Tidak! Tidak! Hentikan!!!"
Kltak!
"HENTIKAN!!!"
WOOSHH...!!!
"KAKAK!!!! TIDAAKK!!!!!!" Jerit gadis mungil ini parau tatkala melihat bahwa Shangguan Yun dibakar habis oleh pria tersebut. Kini pria tampan itu hanya meninggalkan abu tanpa jasad.
"Tidak ... Kakak Yun, jangan pergi..." Lirih Perempuan ini sembari mengulurkan tangan, berniat untuk menggapai serbuk-serbuk miliki sang kakak. Namun tidak tercapai. Begitu jauh, dan terus terbawa angin menjauhi Shangguan Yue hingga bertebaran entah kemana.
"Kakak ... Kakak Yun hiks Kakak ... jangan! Jangan tinggalkan Yue Yue! hiks kakak Yun ... Kakak ... Kakak ..."
Gadis mungil ini menangis sejadi-jadinya. Aliran air tidak kurun berhenti dari mata merah Shangguan Yue.
"Yue Yue, Jangan menangis ... Kakak akan selalu ada untuk Yue Yue, walaupun itu tanpa ibu..."
"Jangan bersedih, Yue Yue tidak akan kesepian. Masih ada kakak disini"
"Yue Yue awas, jangan terlalu kencang berlari nanti Kau terjatuh!"
"Kue ini untuk Yue Yue! Kau tahu? ini buatan kakak! cepat makan! Hehe~ bagaimana?apakah enak?"
"Hahaha, Yue Yue Kau menggemaskan, kakak sangat sayang kepada Yue Yue!"
"Yue Yue adalah adik kakak! Kemanapun Yue Yue pergi, di sanalah tempat kakak berada!"
"Yue Yue, Kakak sangat menyayangimu. Selamat ulang tahun..."
"Yue Yue, pergi dari sini sekarang juga!"
"Kita harus lari Yue Yue"
"Tidak apa, untuk Yue Yue, apa yang tidak bisa kakak lakukan..."
"Jangan menangis Yue Yue, jangan..."
"Adik ... pergilah dari ... tempat ini ... cepat..."
"Yue Yue, maafkan Kakak ... tolong maafkan kakak karena tidak dapat menemanimu lagi, maaf ..."
"HA...! AHA...! KAKAK! KAKAK YUN! JANGAN TINGGALKAN YUE YUE SENDIRI! HIKS! HAA...!!"
Kenangan demi kenangan tiba-tiba terngiang di kepala gadis mungil ini. Ia memegang kepalanya lagi. Amat menyakitkan.
"ARKHHHH!!! KAKAK!! HIKS!!! KAKAK!!! HAA!!! KAKAK!!!!" Jeritnya parau dengan berlinang air mata.
"HAA!!!! KAKAK!!!!"
"KAKAK YUN....!!!"
DRRT!!
DRRT!!
DUNG...!
Mendadak daratan berguncang setelah teriakan nyaring yang menggemparkan langit. Awan-awan mendung berdatang dan berkumpul. Tidak hanya di hutan persik ataupun hutan bercahaya, namun di seluruh daratan manusia terkena imbasnya. Sangat mengerikan! sangat mengerikan!
"A- APA YANG TERJADI?!" Tanya pria ini bingung seraya menyusuri sekelilingnya yang mulai berubah mencekam. Sangat gelap dan terus berubah gelap.
Tak lama kemudian, formasi yang melingkupi seluruh hutan persik pecah hingga membuat pria tersebut kembali terkejut setengah mati.
"Oh tidak-"
Trak!
Trak!
PYAR!!!
"SEMUANYA! SEMUANYA SALAH KALIAN SEMUA!! SELURUH DUNIA!!! TAKDIR!! ZHU SHIYI!! DAN KALIAN PARA KEP*RAT!!! SEMUANYA SALAH KALIAN!!!" Teriak Shangguan Yue yang telah dilanda oleh kebencian mendalam.
.
.
.
...………………...
...Hutan Persik...
...………………...
"Sial! Semuanya adalah salah Zhu Lian! Jika saja! Jika saja Ia tidak bunuh diri! Aku tidak perlu repot-repot menjalankan tugas lainnya!" Gumam Zhu Shiyi sembari berjalan meninggalkan hutan persik.
DRT!
DRT!
DRT!
Mendadak Ia berhenti, kemudian memiringkan kepalanya, "Apa... Apa yang terjadi?"
Detik berikutnya Perempuan ini bisa merasakan hawa dingin penuh keinginan membunuh dari balik punggungnya. Ia berkeringat dingin.
"Apa ... Apa-apaan ini...?" Ucapnya dengan suara dan tubuh bergetar. Ia membeku, penuh ketakutan.
Sebelum Zhu Shiyi melangkahkan kakinya kembali, Ia mengalami stagnasi luar biasa. Bibirnya juga mengeluarkan muntahan darah dalam beberapa kali.
Tak lama kemudian, aura membunuh itu kian pekat hingga membuat Zhu Shiyi menyemburkan banyak darah lalu terjatuh dan... Mati.
.
.
.
...………………...
...Kediaman Utama Keluarga Shangguan...
...…………………...
SRING!!
SRING!!
BOOMMM!!!
"HAHAHA! SHANGGUAN YUTIAN! SUDAH LAMA SEKALI KITA TIDAK BERTARUNG! INI SANGAT MENYENANGKAN!!" Teriak seorang pria bertubuh kekar dengan mata berbinar penuh semangat.
"Huh! Jangan bercanda! Bertarung denganmu hanya membuang-buang waktu saja!" Balas Shangguan Yutian dingin.
"Kutanyakan kembali, Siapa yang menyuruhmu menyerang Keluarga Shangguan? Apakah itu 'mereka'?" Tanya pria itu seraya menyipitkan matanya.
Pria kekar itu tersenyum canggung, "Ah ... ini ... ini sebenarnya..."
BOOMMM...!!!!
DRT!
DRT!
DRT!
Mendadak, semua orang yang tengah bertarung memuntahkan seteguk darah segar, termasuk Shangguan Yutian, Shangguan Qingshui, Shangguan Shu, dan pria kekar tersebut.
Mereka memegangi dada mereka dengan aliran keringat dingin terus-menerus menetes.
"Apa ... Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya salah seorang bingung.
"Aku tidak tahu ... Tapi aura ini, aura keinginan membunuh yang pekat! sangat mengerikan!" Sahut yang lain merinding.
"Hutan persik?" Gumam Shangguan Yutian mengernyitkan dahinya.
Beberapa saat kemudian suara dentuman kembali datang dengan gempa bumi sebagai pengiring.
Mereka semua baik itu yang sedang bertarung atau tidak, Kediaman Utama Keluarga Shangguan atau bukan, manusia ataupun hewan, intinya semua makhluk di sana terhempas ke tanah dengan keras. Tubuh mereka juga menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan sesuka hati.
DUNG!!!
"ARKHHHH!!!"
..._______________...
...🌙[Bersambung... ]🌙...
...……………………………………...
...Guys! Jangan lupa like dan komennya yah~...
...It's easy!...
...Like dan komen!...
...🍁🍁🍁...
...Oh ya, bagian ini sebentar lagi akan selesai. Dan mulai beberapa Cp ke depan, kisah petualangan seorang Shangguan Yue akan segera berlangsung....
...Btw, Cp 1-30 ini hanyalah pembuka atau AWALAN!...
...Sebenarnya cuman pengen Sampai 24-an, tapi yah, jadi kelebihan 😌😅 Entah Saya harus tertawa atau bagaimana, Saya agak kesal. Kenapa ini tidak selesai-selesai? Tapi yasudah lah , biarkan saja. Asalkan diri sendiri bahagia, lakukan sesuka hati namun jangan sampai merugikan diri, tidak bagus!😁😅...
...😇😇...
...Fyi...
...-Marionatte Rose-...