
Alam semesta dibagi menjadi tiga dunia, pertama Dunia Dewa. Dunia ini merupakan tempat dimana suku dewa, suku malaikat, suku hewan suci, dan suku lainnya tinggal. Mereka yang berada di dunia ini juga yang biasanya memiliki tugas untuk menata setiap Dunia Fana.
Selain Dunia Dewa, ada lagi Dunia Iblis. Dunia ini merupakan tempat tinggal bagi suku iblis, suku siluman, suku setan, suku vampir, dan juga tempat dimana seluruh makhluk tiga dunia menjalani hukumannya sebagai penjahat ataupun dibuang. Bisa dikatakan sebagai penjara.
Lalu yang terakhir, Dunia Fana. Dunia bagi makhluk hidup seperti manusia, elf, kurcaci, dan yang lainnya tinggal. Dunia Fana memiliki ribuan bahkan jutaan alam. Namun, di Alam semesta pusat Dunia Fana hanya memiliki 7 alam.
Alam Mortal tingkat rendah, adalah alam yang kehidupannya paling lemah. Kemudian, di atas Alam Mortal tingkat rendah terdapat Alam Mortal tingkat menengah. Tentu, makhluk-makhluk nya lebih kuat. Setelah Alam Mortal tingkat menengah terdapat Alam Mortal tingkat tinggi. Kemudian, Alam Immortal tingkat rendah sampai tinggi, dan puncak Dunia Fana adalah Alam Agung.
.
.
.
Di suatu tempat yang asing. Sebongkah bunga berwarna emas tampak menonjol di gelapnya malam. Bunga ini hanya melayang tanpa tahu arah. Tiupan angin yang kencang membuat bunga emas ini terombang-ambing. Hingga beberapa saat kemudian, bunga emas yang diketahui teratai itu bersinar terang.
Lalu, teratai yang memiliki ukuran dua jengkal tangan manusia dewasa itu membagi diri hingga membentuk empat teratai kecil. Satu melayang ke Utara, satu menuju Timur, satu lagi mengarah ke Barat dan yang terakhir menuju Selatan...
...🍁………………🍁...
...10. 000 Tahun Setelah Kematian Long Wanshang dan terbagi nya teratai emas....
...🍁……………🍁……………🍁...
...Alam Mortal tingkat tinggi, Dunia Fana....
...………...
Disebuah tempat yang dipenuhi oleh bunga. Terdapat sesosok perempuan yang tengah asik memainkan mawar berwarna merah. Perempuan tersebut sangatlah cantik. Ia tampak tersenyum. Rambutnya berwarna hitam, dengan mata merah seperti kristal membuat perempuan dewasa itu kian mempesona.
Tak jauh darinya, terdapat teratai emas yang bergerak bagaikan didorong oleh angin. Bunga itu melayang tanpa sepengetahuan perempuan ini. Teratai itu lalu memutari tubuh perempuan tersebut sebelum pada akhirnya masuk kedalam perut tanpa izin.
Tampak perempuan yang memiliki nama Zhuge Luoxia ini memegangi perutnya. Alisnya berkerut menandakan perasaan aneh. Setangkai mawar yang Ia pegang pun sampai tak sengaja terjatuh.
"Hm..? Ada apa ini? Kenapa ... Aku merasa ada yang aneh dengan perutku?" Gumamnya lembut.
Tak berselang lama, sesosok jangkung mendekapnya dari belakang. Pria tersebut sangatlah tampan. Rambutnya berwarna pirang, dengan mata biru sejernih air. Ia tampak menghirup aroma wanitanya dengan sedikit rakus.
"Xia'er ... Ada apa?"
"Shui Gege ... Kapan kau kembali?" Tanya Zhuge Luoxia.
"Hari ini, Aku sengaja pulang cepat karena mengkhawatirkan mu" Jawab pria yang bernama Shangguan Qingshui dengan tersenyum. Lalu, Ia membalikkan tubuh istrinya.
"Ada apa ... Kenapa kau tidak senang?" Zhuge Luoxia hanya menggeleng.
"Bukan begitu ... Aku hanya merasa ada yang aneh dengan perutku" Ujarnya mengernyit bingung. Shangguan Qingshui menaikkan alisnya, lalu memikirkan sesuatu.
"Hem... Begitu rupanya, Ayo ikuti Aku" Lalu pria itu menarik tangan Zhuge Luoxia menuju suatu tempat.
Disebuah kediaman yang bisa dibilang megah, didalamnya terdapat tiga sosok. Mereka tampak berbincang-bincang dengan berbagai bahasan.
"Bagaimana?"
"Saudaraku ini..." Shangguan Qingshui memancarkan wajah serius. Orang yang dilihat hanya bisa meneguk saliva nya kasar. Pria itu mengerang sebentar sebelum akhirnya menjawab.
"Tidak ada masalah, hanya saja Kau akan mendapatkan anak kedua..."
"S-serius?! Kau tidak bercanda bukan?"
"Aish, Saudaraku ini sungguhan! Kau akan mendapatkan anak perempuan kali ini..! Dan jangan menatapku seperti seorang penjahat" Ujar pria itu yang tak lain Shangguan Shu- Adik ketiga Shangguan Qingshui. Ia tampak sedikit kesal dengan alis berkedut.
Bagaimanapun, bukankah Ia dimintai tolong untuk memeriksa istrinya? Dan kenapa sekarang rasanya Ia diperlakukan layaknya seorang penjahat? Dimana Dia salah? Cibirnya dalam hati, penuh jengkel.
"Huh! Bukankah Kau memang penjahat? Kemarin saja sudah berapa banyak orang yang kau tipu" Cibir Shangguan Qingshui menohok.
Shangguan Shu mendengus, dengan tampang tanpa dosanya Ia lalu berkata, "Tidak! Tidak ada. Mereka hanya tertipu oleh pemikiran mereka sendiri, bukan karena pria tampan ini~"
"Sama saja!"
"Tidak! itu tidak sama!"
"Idiot!"
"Kau yang idiot!"
Zhuge Luoxia yang melihat pertengkaran adik kakak ini hanya menggelengkan kepalanya pasrah. Dengan senyum lembut lalu Ia bertanya.
"Shu, Apakah benar Aku akan memiliki anak perempuan?"
Shangguan Shu yang terus berdebat dengan kakaknya menatap Zhuge Luoxia. Ia mengangguk keras.
"Benar, bukankah Kakak ipar senang? Hehe akhirnya Aku akan memiliki keponakan perempuan~ Yeah!" Jawab Shangguan Shu lalu berjalan keluar dari kediaman kakaknya dengan bersenandung ringan. Sudah lupa dan tidak peduli lagi dengan perdebatan konyol tadi.
"Dasar kekanakan!" Cibir Shangguan Qingshui jengah.
"Aku tidak dengar!" Balas Shangguan Shu berteriak dari kejauhan.
...……...
...9 bulan kemudian 🌙...
...………...
Dikediaman yang sama. Saat ini telah hadir berbagai sosok yang menunggu di luar dengan cemas. Namun, hanya satu sosok yang terus bergerak tidak menentu. Orang tersebut terus berjalan dari satu arah ke arah lain, terus seperti itu untuk kesekian kalinya hingga membuat sosok disekitarnya hanya bisa mendesah pelan dengan mata berkedut.
"Bocah, hentikan itu!"
"Ayah jangan berisik! Aku sedang khawatir..! Tidak bisakah Aku masuk? Xia'er dia-
Shangguan Shu yang berada di samping sang ayah hanya bisa menahan tawa. Tapi Ia tidak berani menatap wajah kakaknya. Takut dijadikan sasaran amukan.
Jadi, Ia hanya pura-pura bersenandung dengan memalingkan wajahnya ke arah lain. Tapi, bukan berarti Ia tidak peduli dengan kakak iparnya. Ia juga gelisah namun tidak seperti Shangguan Qingshui yang sibuk sendiri.
"Hah... Baiklah-baiklah, Aku mengerti" Ujar pria tersebut berhenti berjalan.
Namun, tiba-tiba dari dalam kamar terdengar suara kecil yang menyapa mereka. Hal itu tentu membuat mereka bersemangat. Secara serempak, sosok-sosok itu kemudian masuk kedalam kediaman hingga mereka bisa melihat perempuan cantik yang tengah berbaring di ranjang dengan banyak peluh keringat.
Zhuge Luoxia terlihat sedang memeluk anaknya dengan sudut bibir tersenyum lembut. Secara perlahan juga air mata menetes dari pelupuknya. Ia terharu, akhirnya Ia diberkati dengan anak perempuan.
Sesosok anak kecil berwajah tampan tiba-tiba mendekati Zhuge Luoxia. Rambutnya yang pirang dengan mata berwarna merah menunjukkan bahwa Ia merupakan anak pertama dari pasangan Shangguan Qingshui dan Zhuge Luoxia.
"Ibu! Ibu! Apakah dia adikku?" Tanya anak kecil itu dengan suara menggemaskannya.
Zhuge Luoxia tersenyum manis, "Tentu saja dia adalah adik Shangguan Yun. Kira-kira nama apa yang cocok untuk adikmu?"
"Apa yah.. Shangguan Hua? Hua Bunga, adik yang baru lahir sangat cantik bahkan sangat cantik seperti bunga." Jawab Shangguan Yun dengan semangat. Anak ini telah memikirkan banyak nama untuk adiknya, tapi baginya nama 'Hua' adalah yang paling cocok.
Shangguan Qingshui terkekeh kecil. Ia mengusap-usap gemas rambut anaknya. Lalu, Ia tatap sang istri. Ia tersenyum lembut dan mencium pipi Zhuge Luoxia dengan penuh kehangatan.
"Xia'er, kau telah berusaha" Ujarnya seraya mengusap wajah cantik sang istri yang kemudian menggendong bayi putrinya. Zhuge Luoxia tersenyum cerah. Saat ini keluarga kecil tersebut merasakan kebahagiaan yang tiada Tara hingga melupakan sosok-sosok lain yang masih berdiri di belakang.
Ayah Shangguan Qingshui- Shangguan Yutian menekuk wajahnya kesal. Ia mendesah pelan, dan mulai mencibir seraya berjalan ke depan.
"Anak yang memiliki keluarga akan melupakan orang tuanya kelak, hingga tidak peduli lagi"
Shangguan Qingshui yang sedang bermain dengan putrinya mendadak berhenti dan mengangkat bibirnya jijik. Sungguh, ayahnya ini begitu cerewet.
"Ha...? Apa maksudmu Ayah tua?"
"Cih! Bocah, biarkan kakek tua ini menggendong cucu perempuan. Kenapa terus saja kau yang menggendongnya?"
"Tapi Aku ini ayahnya, wajar!"
"Aku juga kakeknya, dia cucuku!" Balas Shangguan Yutian tidak mau kalah.
"Kenapa Ayah begi-
"Shui Shui, Kau anak siapa?"
"Ayahlah!"
"Lalu, putrimu putri siapa?"
"Tentu, Aku!"
"Yang terakhir, siapa cucuku?"
"Putriku dan putraku"
"Nah, kamu tahu! sini biarkan pria tua ini menggendong cucu kecil" Tanpa sadar Shangguan Qingshui menyerahkan putri cantiknya kepada Shangguan Yutian.
Du Meili dan Shangguan Shu hanya bisa terkekeh dengan nada mencemooh Shangguan Qingshui.
"Anakku-Anakkku... Kenapa kamu begitu mudah kalah bila adu argumen dengan ayahmu" Ujar Du Meili menggelengkan kepalanya, merasa lucu.
"Haha! Kak kau kalah lagi!" Ujar Shangguan Shu terkekeh geli.
Pria itu- Shangguan Qingshui hanya merenggut kesal. Ia melirik adiknya yang tidak berbakti itu dengan tajam.
Sedangkan Zhuge Luoxia hanya tersenyum. Ayah, suami, dan adik iparnya selalu saja begini. Tapi, inilah yang membuat keluarganya menjadi lebih berwarna.
Setelah itu, beberapa sosok datang lagi hingga membuat kediaman menjadi lebih ramai dan gaduh.
"Saudara Qingshui selamat atas kelahiran anak perempuan!"
"Itu benar! Selamat Saudaraku selamat!"
"Saudari Luoxia selamat atas kelahiran anak perempuanmu. Ia begitu cantik dan menggemaskan!"
"Benar sekali, lihatlah Ia begitu cantik. Pria tua ini yakin di masa depan putrimu akan menjadi bunga keluarga! Hahaha! Selamat!"
Mereka semua tampak mengerubungi Shangguan Yutian yang tengah menggendong erat cucu cantiknya. Wajah pria tua yang masih terlihat berumur 30 tahunan itu menggelap. Sangat berisik, kupingnya sampai sakit. Pikir pria itu merasa jengkel.
Du Meili yang tengah berbincang dengan menantu kesayangannya hanya bisa menghela napasnya pelan.
"Mereka ini sangat berisik, untung saja cucu kecilku tidak menangis"
Zhuge Luoxia yang masih berada di ranjang hanya bisa tersenyum, "Tidak apa, lagipula mereka tidak ada maksud buruk"
"Ngomong-ngomong Xia'er, siapa nama cucu kecilku?" Tanya Du Meili ingin tahu dan berharap banyak.
"Nama yah ... Aku sudah memikirkannya sejak lama. Ia akan aku beri nama Yue. Yue artinya bulan...
...Aku hanya ingin Ia Indah layaknya cahaya purnama, selalu bersinar untuk menemani orang-orang meskipun gelap melanda, dan selalu dekat dengan awan 'Yun' kakaknya sendiri" Jawab perempuan itu lembut seraya tersenyum manis.
...____________________...
...🌙[Bersambung... ]🌙...
...…………………………………………...
...Readers~ Jangan lupa like dan komennya, it's easy guys~...
...See U~...
...-Marionatte Rose-...