
...Warning! Ada beberapa dialog dan narasi yang Saya Revisi, So, jangan kaget jika Berbeda dengan awal-awal😳😁...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kenapa Kau melakukannya..." Zhu Lian menutup mulut merasa enggan untuk berkata lagi. Tapi, tetap saja mulutnya berkhianat.
"... Ibu...?" Lirihnya tidak tahan. Mata Zhu Lian berkaca-kaca. Perempuan ini lalu memegang bilah pedang dengan tangan kosong.
"An'er hentikan!!" Ucap Shangguan Yun sedikit berteriak tetapi dibungkam oleh tangan Zhu Lian.
"Kenapa Kau melakukan ini Ibu... Kenapa...?" Lirihnya teramat sedih. Ia menggigit bibir bawahnya merasa linglung untuk sementara waktu.
Orang itu- Tidak. Ibu dari Zhu Lian, Zhu Shiyi mengangkat sudut mulutnya, merasa tidak bersalah dengan tindakan yang Dia lakukan saat ini.
"Hahaha! Nak! Kau terlalu naif! Apa Kau pikir, hanya karena Kau adalah anakku... Aku tidak akan tega untuk membunuhmu?!"
"BIBI!!" Teriak marah Shangguan Yun.
Kumpulan air di pelupuknya jatuh kembali, tenggorokannya terasa kering. Kenapa... Kenapa Ibunya melakukan ini ... Dan kenapa Ia dengan tega mengarahkan pedang kepadanya? Pikir Zhu Lian merasa sangat kecewa dan sakit hati.
"I... Ibu... Apa-Apakah Kau telah merencanakan ini semua sejak awal?" Tanya Zhu Lian merasa sesak.
Zhu Shiyi memiringkan bibirnya sinis, "Ya sejak awal, sejak Aku menikahi Ayahmu. Demi mendekati Keluarga Shangguan, Aku selalu bersandiwara dari awal. Entah itu tentang Shangguan Yue, Shangguan Yun, Shangguan Qingshui dan semuanya.." Perempuan itu berhenti sejenak lalu terkekeh kecil.
"Heh... Apakah Kau telah puas menginterogasi ibu anakku tercinta?" Ucapnya melengkungkan bibir ke atas.
"Ib-Ibu .... In... Ini..." Zhu Lian tidak bisa berkata-kata.
Perempuan tersebut kemudian mencengkram erat bilah pedang yang teramat tajam itu hingga aliran darah mengalir dari tangannya. Dia sudah tidak bisa menahan tangis. Sejak kapan ibunya menjadi kejam? Dan kenapa Ibunya dengan tega melukai adik iparnya? Sandiwara? Semuanya adalah Sandiwara? Ini mustahil! Ibunya adalah perempuan yang baik hati, bahkan jika itu seorang pengemis ibunya akan tolong. Tapi, tapi, ini... Pikiran Zhu Lian mulai kacau seakan terombang-ambing oleh ombak di lautan lepas.
Tersenyum sinis, Dengan angkuh, Zhu Shiyi lebih mendekatkan pedangnya hingga hampir menempel di leher Shangguan Yun dan Zhu Lian.
Sedangkan Shangguan Yue yang masih terikat di pohon, kembali menangis deras. Penglihatannya menjadi buram saking banyaknya air yang berkumpul.
"KAKAK! hiks KAKAK ZHU! hiks hiks BIBIII KEN-KENAPA KAU MELAKUKANNYA!!!! hiks HEN-HENTIKAN!! hiks HENTIKANNN! JANGAN!! hiks JANGAN SAKITI MEREKA!!!!" Jerit gadis kecil itu parau seraya meronta-ronta.
Zhu Shiyi memiringkan bibirnya, "Kenapa Aku harus berhenti?" Tanyanya sinis. Kobaran api tiba-tiba muncul di pedang perempuan itu hingga membuat Zhu Lian dan Shangguan Yun sulit untuk bernapas.
"An'er!!" Shangguan Yun kalang kabut saat melihat bilah pedang hampir melukai leher Zhu Lian.
"Gege..." Perempuan itu sudah tidak fokus. Ia terlalu merasa sedih atas tindakan ibunya. Tangannya terasa perih, tapi hatinya juga. Bahkan lebih perih dan menyakitkan daripada luka luar.
Melihat bahwa tunangannya hanya merespon seperti itu, segera Shangguan Yun mengeluarkan pedangnya. Dengan dililit elemen air, Ia menghantam pedang Zhu Shiyi.
SRING...!!
TRANG..!!
Pria tersebut lalu meloncat mundur dan menangkap pinggang Zhu Lian. Dengan lembut, Ia melepaskan genggaman tangan perempuan itu agar tidak lagi mencengkram pedang.
Zhu Lian yang tampak di bawa mundur, hanya memiliki pandangan kosong. Shangguan Yun melirik, Ia mendesah pelan. Dia menekuk alisnya sedih, lalu mengangkat bagian telapak tangan tunangannya yang tersayat. Itu begitu dalam, dan tidak bisa berhenti mengalirkan darah.
Zhu Lian hanya melirik sekilas, Ia dengan kasar melepaskan pegangan Shangguan Yun dan mulai berjalan dengan sedikit bertenaga.
"An'er?!" Pria itu mengernyit bingung dengan apa yang akan dilakukan tunangannya kelak.
"Apa yang ingin Kau lakukan..?!" Tanya pria itu lagi penuh gelisah. Lalu melirik kebelakang, tempat dimana adiknya terikat. Ia berdecih pelan sebelum pada akhirnya menuju Shangguan Yue untuk melepaskan ikatan tali petir.
Zhu Lian tidak menjawab. Gadis ini mengulum bibirnya. Tiba-tiba sudut bibirnya terangkat menampilkan sebuah senyuman. Hanya saja, matanya tidak. Berbeda dengan dirinya yang tersenyum, mata, tatapan, dan alisnya terlihat sangat menyedihkan.
"I-ibu... Kali ini Kau sedang bercanda bukan? Ini... Ini hanya ilusi bukan? Jangan bermain-main denganku..! Ibu... Ibu tidak akan tega melukaiku bukan? Semua omongan itu adalah bohong dan palsu bukan? Tolong jawablah... Katakan bila ibu hanya berbohong! Katakan!" Tanyanya dengan nada setengah tinggi. Ia tidak percaya bahwa ini kenyataan. Sangat sulit baginya untuk menerima hal yang terjadi sekarang.
Zhu Shiyi yang mendengarnya langsung tertawa terbahak-bahak, "HAHAHAHA... Ha... ha..." Mendadak Zhu Shiyi telah berada dihadapan Zhu Lian. Tangan perempuan itu terulur mengelus wajah cantik anaknya dengan lembut, "Tentu saja tidak... Ibu tidak akan melukai anak ibu..." Ujarnya tersenyum manis.
Zhu Lian berbinar, "Benarkah!!" Perempuan yang diketahui ibu mertua dari Shangguan Yun tampak mengangguk-angguk. Tatapannya sangat lembut seperti memberikan kasih sayang seorang ibu pada umumnya. Namun ini hanya sementara. Bibir perempuan itu memiring, memancarkan raut yang teramat licik.
Masih mengelus pipi anaknya, Ia lalu berkata kembali, "Tentu saja, Ibu tidak akan melukai anak ibu... Tapi, berbeda halnya jika pria mu tidak bijaksana dalam memilih keputusan..! Dan tentu saja semua yang ibu ungkapkan adalah fakta!" Tiba-tiba wajahnya menjadi dingin. Ia membalikkan tubuh sang anak.
Seketika, bilah pedang berapi muncul tepat didepan leher Zhu Lian dengan posisi sedikit miring. Zhu Shiyi memegang erat gagang pedang tersebut. Dapat dilihat perempuan ini seakan tidak memedulikan hubungan darah, apalagi dengan anaknya. Hanya ada satu kata yang menggambarkan ini semua, KEJAM!
Shangguan Yun yang masih berusaha melepaskan tali adiknya mendadak berhenti. Pria ini mengeraskan rahangnya hingga kedua bagian giginya bergesekan.
"BIBII!!! APA KAU SUDAH GILA!!" Ujarnya berteriak, lalu Ia menyerang perempuan tersebut menggunakan elemen airnya.
SPLASH!
Dengan mudahnya, Zhu Shiyi menghalau serangan sang menantu. Ia tersenyum menakutkan. Memang perempuan ini pantas disebut sebagai 'orang gila'. Tidak perlu sungkan untuk mengatakan hal tersebut, karena itu merupakan fakta nyata yang tidak dapat ditepis.
"Jika Kau berani membuka ikatan tali itu..." Zhu Shiyi mempererat bilah pedangnya hingga Zhu Lian mengharuskan diri untuk mendongakkan kepala.
"I.. Ibu-" Lirih Zhu Lian merasa sesak.
Zhu Shiyi tidak peduli, kemudian Ia melanjutkan perkataannya, "Maka, tunangan mu akan mati saat ini juga..!"
"BIBII!!" Teriak Shangguan Yun tersulut emosi. Terdapat kilatan bara kebencian di mata pria ini. Sudah melukai adiknya, kini anak sekaligus tunangannya juga? Apakah perempuan ini tidak memiliki hati nurani? Pikirnya sangat benci. Napasnya kian memburu, tapi Dia mencoba untuk bertahan, Pria ini mengatupkan giginya hingga urat-urat lehernya terlihat.
"HAHA APA!!" Balasnya ikut berteriak, "Jika Kau tidak ingin keduanya mati, serahkan cincin Phoenix biru mu!!! Maka aku akan dengan senang hati melepaskan kalian ... dan tidak perlu melenyapkan anakku..!" Ujarnya dengan seringaian kejam.
Shangguan Yun menggertakkan giginya, "HANYA DEMI CINCIN INI KAU TEGA MELUKAI KELUARGA SENDIRI??!!! APA KAU SUDAH GILA?!! HA?!!!!"
"YA AKU MEMANG GILA!!! DEMI MENDAPATKAN KEKUATAN, AKU TIDAK PEDULI DENGAN HAL LAINNYA!! ASALKAN AKU MENJADI KUAT, SEMUANYA AKAN ADA DALAM GENGGAMANKU!!!"
"MENJIJIKKAN!! DASAR PEREMPUAN TIDAK TAHU MALU!! APA KAU LUPA?!! ZHU LIAN ADALAH ANAK MU SENDIRI!! KAU SANGAT GILA!! BENAR-BENAR PEREMPUAN GILA!!!!"
Zhu Lian tersenyum sinis, matanya masih memancarkan kelicikan layaknya setan yang kelaparan akan dosa, "Hah! Terserah apa yang ingin Kau katakan tentang diriku! Jadi, bagaimana sekarang Tuan Muda Shangguan? Serahkan cincin itu atau..."
SRING..!!!
"Yah... Kau dapat menebaknya...!"
Mendadak Shangguan Yue dikelilingi puluhan pedang dengan kobaran api merah menyala. Gadis mungil ini hanya menangis sesenggukan, Shangguan Yue tidak berdaya. Ia merasa sangat lemah, sangat lemah... Ia merasa bahwa dirinya merupakan beban yang hanya merepotkan orang lain...
"Hiks ini semua Karena Aku... K-kalau saja hiks Aku hiks tidak lem-lemah hiks Apa-apakah hal ini tetap hiks ter-terjadi..??" Lirihnya pelan dengan mata memancarkan ratapan.
"Kakak Zhu... Kakak Yun... M-Maaf hiks maaf..." Dia hanyalah anak kecil. Pikirannya memanglah tidak seluas manusia dewasa, tapi Ia tahu bahwa dirinya pantas untuk disalahkan.
"YUE'ER!!" Pria ini berbalik, hendak menyelamatkan Adiknya. Perbedaan ranah kekuatan individu antara dia dengan Zhu Shiyi memang membuat pernyataan rimba dunia yang buas adalah nyata, takdir tidak dapat disalahkan, tapi pilihan, dan pemikiran dirinya dapat disalahkan, "Aku terlalu lemah" Gumamnya.
"Maaf ibu..." Gumamnya lirih.
Zhu Lian yang melihatnya memucat, Ia merasa sangat bersalah tentang apa yang terjadi saat ini. Semuanya memang kesalahan ibunya, tapi Ia adalah anak perempuan itu. Secara tidak langsung, aliran dosa yang diperbuat oleh sang ibu mengalir di sekujur tubuhnya.
Perempuan ini menatap Shangguan Yun dengan sedih. Bibirnya tampak bergetar, Ia berusaha agar bisa berbicara walaupun tenggorokannya benar-benar terasa kering.
"Ge.. Gege... Jangan lakukan itu ... kumohon!"
Shangguan Yun tersenyum tulus, "Tidak apa, ini hanyalah sebuah cincin."
"GEGE!! JANGAN LAKUKAN! CINCIN ITU ADALAH PENINGGALAN IBUMU.... TID-TIDAK PERLU MELAKUKANNYA HANYA DEMI DIRIKU!!" Teriaknya serak.
Shangguan Yun menghela napas berat. Ia menggelengkan kepalanya seraya tersenyum, "Nyawa kalian berdua lebih berharga"
Ini semua karena keserakahan ibuku... Aku tahu, cincin itu amat bernilai bagi Yun Gege... Tapi-tapi... jika Ia tidak melakukannya, Yue Yue dia akan... Batin Zhu Lian risau. Dia memperhatikan keadaan adiknya yang teramat buruk, ditambah dikelilingi pedang membuat nyawa gadis kecil itu kian terancam.
Perempuan ini menghela napas, matanya terpejam untuk beberapa detik. Lalu, kelopaknya terbuka teduh, terdapat kilatan sedih dan sakit bersamaan. Dan Ia telah memutuskan...
Pada akhirnya akan begini... Maafkan Aku Yun Gege, Aku... hanya tidak ingin membebani mu, dan juga Yue Yue... Ini semua karena ibuku yang dibutakan oleh keserakahan... Batinnya kembali. Ia lalu tersenyum manis dan mulai memegang bilah pedang di lehernya walaupun itu terasa panas dan menyengat.
Zhu Shiyi membelalakkan matanya terkejut, bukan khawatir karena anaknya akan mati, tapi justru khawatir bila anaknya akan merusak rencana yang telah Ia buat dengan susah payah.
"CK! APA YANG KAU LAKUKAN!!" Bentaknya marah.
"AN'ER!!" Cemas Shangguan Yun.
Zhu Lian mengulurkan tangannya ke depan dan seketika itu, Shangguan Yun terdorong mundur oleh elemen angin yang digunakan perempuan ini.
WOSH...!!
"Cepat bawa pergi Yue Yue...!" Ucapnya tersenyum dengan sudut mulut mulai mengalirkan darah segar.
"AN'ER!!!"
"CEPAT LEPASKAN IKATAN PETIR ITU!! JANGAN PEDULIKAN AKU!! AKU! Aku Sudah senang bisa hidup di dunia yang sama dengan mu... Tolong! tolong maafkan ibuku Yun Gege...!" Perempuan ini tersenyum.
"AN'ER!!!!" Teriaknya parau.
"KAKAK ZHU!!!!!" Jerit Shangguan Yue menangis deras.
Lagi-lagi Zhu Lian mengulurkan tangannya ke depan. Di tangannya kini telah terbentuk pusaran angin dengan pedang berputar-putar di dalamnya. Ia lalu melepaskan serangan tersebut dan...
BOOOMMMM!!!
Tring! Tring!
Puluhan pedang yang mengelilingi Shangguan Yue hancur berkeping-keping. Zhu Lian tersenyum, kesadarannya kini terkadang kabur seolah serangan tadi merupakan hal yang diluar batas dirinya bisa lakukan.
"KAU-!! KAU-!!!" Urat-urat leher Zhu Shiyi menonjol. Wajahnya menjadi merah padam. Sangat kesal dia tentang apa yang telah anaknya lakukan.
Zhu Lian tersenyum lemah, "Ibu... Kau telah berbuat salah... Ibu, Kau adalah Ibuku... Aku... tentu sebagai anak harus berbakti..."
Matanya berkilat sedih, "Maka dari itu... Biarkan Aku menebus sedikit dosamu...!"
WOSH...!
Mendadak Aliran angin mendorong Zhu Shiyi beberapa langkah ke belakang pada saat perempuan tersebut berada di titik tidak sigap.
Zhu Lian tersenyum lagi, "Pergilah Gege... Jangan jadikan Aku sebagai bebanmu..." Ucapnya tulus dengan berlinang air mata. Perempuan ini kemudian memegang gagang pedang berapi yang telah dilepas oleh ibunya. Ia menghela napas tatkala memperhatikan senjata ini. Hanya ada sorot teduh tanpa ada keraguan.
Lalu Ia menoleh, "Maaf..." Ujarnya tersenyum. Dengan erat, Ia meletakkan bilah pedang di lehernya.
Deg!
Jantung Shangguan Yun dan Shangguan Yue berdetak dengan cepat. Pria itu tampak menggelengkan kepalanya enggan, Bibirnya bergetar, "TIDAK! HENTIKAN! AN'ER JANGAN LAKUKAN!!" Pria ini bangkit dan mulai berlari untuk menghentikan Zhu Lian.
Sebelum sampai, Zhu Lian hanya menampilkan senyuman tipis, sorot matanya terlihat datar seolah mengatakan bahwa dirinya lelah. Kemudian, perempuan ini berputar. Gaunnya yang indah berkibar menghempaskan angin sekitar yang membuat Zhu Lian terlihat sangat cantik walaupun menyayat hati. Bahkan, kelopak-kelopak bunga persik yang terjatuh pun ikut memutari nya.
SRING...!!
"AN'ER ... AN'ER! TIDAAAKK!!!"
Bilah pedang itu menyayat nadi Zhu Lian hingga napas pada detik-detik ini merupakan akhirnya. Meskipun tubuhnya terlentang penuh darah, Ia hanya tersenyum, "Hah ... Hidup ... yang .... tidak ... adil..." Kemudian matanya terpejam dengan meneteskan air mata.
"AN'ER!!!!!!!" Jerit Shangguan Yun parau. Matanya berkaca-kaca hingga mengalirkan aliran air yang teramat deras. Pria ini merasa sangat sakit di hati tatkala melihat tunangannya meninggal tepat di depan matanya. Ia terjatuh lemas di atas tanah.
"Tidak... Tidak mungkin... An'er Tidak... Tidak... Jangan tinggalkan aku..." Gumamnya gusar, sangat terpukul.
"Ka-Kakak Zhu...?!" Ucap Shangguan Yue dengan bibir bergetar.
"Mustahil..." Matanya yang memerah, akhirnya tidak tahan untuk meneteskan bulir-bulir air kembali. Ia menggeleng enggan dan menundukkan kepalanya. Dia terisak sedih seakan tidak menerima hal ini dengan nyata.
.
.
Yah, bagaimanapun juga tidak ada seorangpun menyangka bahwa pada akhirnya, hal ini mengakibatkan tragedi dari sebuah penghianatan yang sebenarnya.
...___________________...
...🌙[Bersambung... ]🌙...
...…………………………………………...
...Maaf Guys telat upload, sibuk belajar ... bentar lagi ujian hiks ಥ‿ಥ😥😫...
...…………………………………………...
...Hai Hai! Jangan lupa like dan komennya~...
...It's easy guys~...
...See U~...
...-Marionatte Rose-...