
Pria itu tersenyum tipis, "Hm ... Siapa? Bisa dikatakan Aku adalah pamanmu..."
"Paman?" Shangguan Yue menekuk wajahnya aneh.
"Ya, paman. Mulai sekarang Shangguan Yue perlu memanggil diriku paman. Nama paman adalah Shen Long-"
"Tunggu-tunggu!"
"Bagaimana bisa Kau Menjadi pamanku? Aku sudah memiliki banyak paman! Kenapa bertambah satu lagi?" Tanya gadis mungil itu seraya mengusap wajahnya yang berantakan.
Shen Long mengerjapkan matanya untuk beberapa kali, "Apakah salah jika Kau memanggilku 'paman'?"
Shangguan Yue menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Yah ... tidak juga. Tapi ... tapi kita baru pertama kali bertemu, bukankah aneh jika orang asing tiba-tiba menjadi seorang 'paman'?" Tanyanya lagi hingga membuat pria tersebut terkekeh geli.
"Shangguan Yue, orang asing yang Kau sebutkan ini adalah teman lama ibumu, Zhuge Luoxia. Apakah memanggil diriku paman begitu sulit?" Ujarnya tersenyum.
Gadis mungil itu hanya mendengus, "Baiklah-baiklah, karena Kau teman lama Ibuku ... maka ... maka terimakasih ... Ka- emm paman..."
Shen Long tertawa ringan merasa gemas akan tingkah anak kecil yang sudah menjadi keponakannya itu.
"Terimakasih? kenapa Yue Yue berkata terimakasih?" Tanyanya mencoba untuk menggoda anak imut yang tidak lain adalah Shangguan Yue.
"I ... itu ... Em, paman menyelamatkan Aku? Kalau tidak, Aku ... Aku masih di atas tanah kotor sekarang..."
Merasa gemas, pria itu kemudian mencubit-cubit pipi mulus Shangguan Yue yang sedikit kemerahan, "Yue Yue, Kau sangat mirip dengan Ibumu..."
"Ugh- Ibu...?"
"Iya, walaupun Luoxia adalah orang yang lembut tapi terkadang, Ia juga dapat menjadi Pemalu."
Gadis mungil itu mengedipkan matanya yang imut-imut, "Paman ... apakah Kau pernah menyukai ibuku?" Tanya Shangguan Yue polos hingga Shen Long terbatuk-batuk, tidak sengaja tersedak ludahnya sendiri.
"Ekhem! Yah ... ekhem! entahlah!"
Shangguan Yue memiringkan kepalanya, "lalu, Kau belum menjawab pertayaan ku yang lain.."
Mendengar itu Shen Long mulai kembali tenang dan duduk kembali dengan posisi tegak.
"Apakah itu tentang Rong Hu-
"Biar Aku saja yang menceritakan." sela peri itu seraya menyilang kan kedua tangannya di depan dada.
"Hei, nak. Jangan menyela pembicaraan orang tua..." cibir pria itu dengan alis berkedut. Agak jengkel.
Memutar bola matanya malas, "Sebenarnya, siapa yang tua dan siapa yang muda disini..."
"Berapa umurmu?" tanya Shen Long datar.
"100 tahun"
Ia mendengus kasar, "Kau masihlah muda" Balas pria itu membuat Rong Hua perlu membuka matanya lebar-lebar.
"HAH?! Memangnya berapa umurmu...?!!!"
Tampak pria itu mengernyitkan dahinya, mencoba sedikit berpikir.
"Aku tidak ingat dengan jelas, Aku hanya mengingat jika Aku telah melewati 1500 musim hujan, 1500 musim kemarau, 1500 musim salju, dan 1500 musim gugur...
... Menurutmu, berapakah umurku?" Tanya balik pria itu sembari menyesap teh buatannya yang mulai mendingin.
Terlihat Rong Hua mengeluarkan jari-jari kecilnya dan mulai menghitung. Tapi tidak berhasil, peri itu lalu menggaruk dahinya kasar.
"Ah! entahlah! daripada paman kau lebih pantas disebut kakek!"
"Apa maksudmu! Aku masihlah muda! lihatlah kulit dan wajah ini! apa kau buta makhluk kecil?!!"
"Hei! hei! kakek! jangan menjadi tidak tahu malu, tampan boleh tapi ingat umur!" ejeknya.
"Kau-!"
"Hais! yang jelas, apa Kau mengerti jika ada tata Krama yang mengatakan 'jangan menyela pembicaraan orang dewasa'! dasar peri tidak sopan!"
"Oh kakek! Kau begitu plin-plan!" Balas Rong Hua dengan pandangan mengejek.
"Apa maksudmu?" geram pria itu dengan mulut berkedut.
"Tadi Kau mengatakan orang tua! tapi kini? lihatlah kau menggantinya dengan sebutan 'orang dewasa!'"
"Hah?!" Mulut pria itu kembali berkedut.
Melihat perdebatan itu Shangguan Yue agak bingung, gadis mungil ini kemudian hanya menatap keduanya dengan kepala miring.
"Apa yang kalian bicarakan? bukankah 100 ataupun 1000 tahun sama-sama tua? Berarti ... kalian seumuran dengan kakek dan nenek Yue Yue" Ucapnya polos yang menghentikan argumen debat kedua orang itu.
"Nenek?"
"Kakek?"
Untuk sementara waktu mereka saling berpandangan, lalu menghembuskan napas mengeluh.
"Yah, Yue Yue memang hanya anak kecil..." Ujar Shen Long menepuk-nepuk puncak rambut sang keponakan dengan busur mulut menampilkan sebuah senyuman kasih.
"Hah ... mungkin ini agak memalukan untuk diceritakan, tapi yah ... jadi begini ...
...Flashback On...
Masih di Hutan Bercahaya, seorang pria muda nan tampan terlihat berjalan dengan gadis kecil berada di dekapannya.
Pria itu berpandangan datar tanpa ada emosi, dingin. Ia berjalan santai karena tahu daerah itu merupakan wilayah kekuasaannya, tidak ada seorangpun berani untuk menginjakkan kaki di tempat tersebut sampai beberapa saat kemudian Shen Long mendengar suara patahan dahan.
Tak!
"Siapa...?" Ia berhenti berjalan. Sorot matanya yang dingin tampak menyusuri ribuan pohon cahaya dengan tajam, penuh kewaspadaan.
"Bukankah Aku yang seharusnya bertanya?" Tiba-tiba keluar puluhan makhluk dari balik pohon.
"Siapa Kau? Kenapa Kau membawa Shanggu?" Tanya lagi suara itu yang tidak lain adalah Rong Hua. Wajahnya tertekuk tidak suka dengan tangan telah siap untuk menyerang Shen Long.
"Ya ... memang benar"
"Peri Rong, kurasa Dia adalah penculiknya. Kau berkata kalian berdua diculik bukan?" Celetuk salah satu makhluk, Ia adalah seorang perempuan. Sama seperti lelaki tadi, telinganya bukanlah daging melainkan sayap lancip berwarna ungu. Sedikit mencolok.
Tampak Shen Long yang mendengar itu semua menghembuskan napas kasar, matanya berkedut, "Aku bukanlah penculik."
"Lalu, kenapa Kau membawa Shanggu?" Tanya Rong Hua curiga.
Pria itu kemudian berbicara seraya melirik bocah imut yang tengah tertidur pulas, "Aku diminta oleh ibu dari anak ini untuk menjaganya."
"Bohong!" Balas Rong Hua dengan mata menyipit.
"Ibu dari Shanggu telah mati."
"Aku tahu tapi..."
"Menurutku Kau memanglah seorang penculik!"
"Ha? Apa maksudmu? dengar, Aku sudah menjelaskannya baik-baik. Jangan memaksaku!"
"Oh, kalau tidak?" Rong Hua kemudian meminta yang lain untuk bersiap menyerang. Tiba-tiba terdengar suara gemerisik dedaunan.
Krsk! Krsk!
"Apa yang terjadi disini? Aku telah mendengar semuanya. Tidak Aku sangka Kau menculik Perempuan apalagi anak kecil Shen Long..." Ujar seorang perempuan dengan rambut, mata, alis, dan pakaian serba putih keperakan. Terlihat tatapannya berubah kecewa memandang pria tampan tersebut.
Mata Shen Long berkedip dua kali, "Bai Tian'e, ini tidak seperti yang Kau pikirkan! Dengarkan Aku! Aku...! tidak menculik gadis ini, dan lagi, kenapa kalian semua masuk ke dalam wilayah ku?! Apakah perjanjian dimensi sudah tidak kalian anggap?"
"A ... Apa maksudmu, Aku masih menganggapnya, tapi-
"Cukup basa-basi nya! Semua serang pria tidak tahu malu itu!! Jangan biarkan Dia lolos!!"
Merasa membuang-buang waktu, Rong Hua kemudian berteriak dan menyerang Shen Long dengan brutal. Manusia bertelinga sayap yang lain juga ikut menyerang pria itu, menurut mereka sungguh kasihan seorang anak kecil sampai diculik. Sehingga, mereka menyerang pria itu demi menegakkan keadilan.
"Oh ti-tidak! hentikan semuanya! Ja-Jangan bertarung!" Jerit Bai Tian'e sedikit terkejut, namun bagi si pendengar itu seperti suara melodi yang menenangkan. Sayang sekali, perempuan itu bukanlah tipe pemarah, hanya ada kelembutan tanpa ujung.
"Sial! Dengarkan Aku! Aku tidak menculik Shangguan Yue!"
"Huh! Apa Kau pikir Kami percaya!" Balas Rong Hua seraya menyerang pria itu dengan susah payah. Sedangkan Shen Long, Ia hanya menghalau serangan dengan satu tangan, mencoba menahan agar mereka tidak menyerang dirinya kembali. Karena bukan pria ini yang akan rugi, tapi mereka.
"Kalian, tolong hentikan!" Ujar Bai Tian'e dengan wajah khawatir.
"Bai Tian'e! Tidak perlu mencemaskan diriku, Aku baik-baik saja!" Balas Shen Long sedikit berteriak.
Perempuan itu hanya menampilkan wajah aneh sebagai tanggapan, karena bukan itu yang Ia maksud. Mendadak matanya melebar tatkala sebuah asap hampir mengenai seseorang. Ia dengan gesit, melebarkan sayap putihnya di punggung, layaknya bulu angsa.
Detik berikutnya...
BOOMMM...!!
Suara dentuman bergetar hingga merusak pepohonan sekitar.
"Ah ... Apakah Anda baik-baik saja?" Tanya Bai Tian'e yang telah menggendong seseorang. Tapi tiba-tiba, wajah perempuan ini berubah gelap. Tidak hanya itu, urat-urat leher Perempuan ini juga sedikit menonjol, bisa dikatakan Ia marah?
"Ini semua gara-gara Kalian...!"
"Apakah Kalian begitu bodoh sampai membuat Yang Mulia Yue BERUBAH KOTOR SEPERTI INI?!!"
BOOOMMMM...!!
...Flashback off...
"Hanya karena itu?" Shen Long dan Rong Hua mengangguk lemas.
"Tadi Paman bilang Ia adalah perempuan baik dan lembut tapi kenapa...?" Shangguan Yue mengernyit heran.
Shen Long menjawab, "Ekhem! Bai ... Bai Tian'e sebenarnya memiliki dua kepribadian..." Tiba-tiba suasana menjadi hening.
Rong Hua cemberut, "Setelah itu, kami berdua pingsan karena ... karena Perempuan bernama Bai Tian'e itu menyerang kami tanpa ampun..." Kembali hening.
Telah mengerti apa yang tengah terjadi, kemudian gadis mungil itu mengangguk dan mulai berjalan mendekati pintu, "Jadi intinya, saat Paman dan Rong-Rong termasuk Aku bangun, sudah berada di istana ini..."
"Hm ya ... Istana ini merupakan tempat tinggal Bai Tian'e. Terlihat sangat jelas dari benda-benda disini yang serba putih. Bahkan Yue Yue juga dapat melihat buah di sana bukan? semuanya juga berwarna putih ... namun, jangan tertipu oleh warnanya yang begitu suci."
"Maniak warna tunggal" Gumam Rong Hua seraya memakan salah satu buah apel, dan tentu warnanya adalah putih.
Tampak Perempuan itu memasang wajah aneh, "Asin...!" Lidahnya terjulur, buah itu memang bukan makanan untuk seorang peri, pikir Rong Hua karena rasa buah itu yang terbilang 'kejam'.
Shangguan Yue hanya tersenyum tipis, gadis mungil ini merasa ada beberapa hal yang terlupakan. Yang Dia ingat hanyalah, satu detik wajah ibunya, cara kematian Zhu Lian dan saat sang kakak kandungnya tertusuk oleh tombak.
"Sigh..."
Ia belum mengingat hal lain seperti ... penyebab, siapa sang pembunuh, dan kenapa Zhu Lian bunuh diri. Tapi, tiba-tiba...
"AGH!!!!" Shangguan Yue memegang kepalanya yang berdenyut hingga mengharuskan diri untuk menekuk kedua lutut di atas ubin.
"YANG MULIA YUE...!!" Teriak Bai Tian'e sampai mangkuk yang Ia bawa pun tak sengaja terjatuh.
PYAR!!!
..._________________...
...🌘[Bersambung... ]🌘...
...……………………………………...
...Jangan lupa like dan komennya~...
...It's easy~...
...See U~...
...-Marionatte Rose-...