KAISAR : The Untold Story

KAISAR : The Untold Story
Siluman VS Siluman


“Apa kabar, Kak?” sapa Conrad sambil duduk di singgasananya.


“Aku bukan kakakmu, jangan berani-beraninya kamu memanggilku begitu...”


“Kamu tahu, Pangeran Cyril... kalau Conrad masih hidup di dalam sini,” Conrad menunjuk dahinya.


Saat itu, Kaisar, Valent, dan Orion duduk dengan tegang di atas kursi di dalam ruangan besar dengan ornamen mewah. Masa-masa kejayaan Abizar Azzarro yang memukau. Dari ruangan itu saja bisa dilihat kalau pengaruh organisasi mafia yang dipimpin Conrad bukanlah organisasi sembarangan.


Lalu, Xavier...


Pria itu sedang menimbang segalanya.


Para pewaris tahta yang sedang ia cari-cari selama ini, obsesinya bertahun-tahun, warisan leluhurnya, kini sedang berada di depannya.


Dalam hal ini, Xavier akhirnya percaya, ia tidak menyesali keputusannya untuk mengandalkan instingnya.


Selama ini ia benar adanya.


Namun, ada satu hal yang membuatnya kini sangat terpukul.


Saat ini ia merasa sangat kecewa, dan bertanya-tanya kenapa selama ini dia tidak curiga sama sekali.


Yaitu... Valentino Gabriel.


Kedekatannya dengan Valent dianggapnya sudah seperti saudara, bahkan ia sangat mempercayai Valent. Ia mempercayakan seluruh hartanya kepada Valent, bahkan anaknya sendiri.


Dan apa yang terjadi sekarang?


Kenyataan kalau Valent adalah anggota assosiasi dengan jabatan elit yang ditugaskan untuk membasmi para mafia cukup membuat Xavier terpukul. Valent ternyata selama ini dengan lihainya membohonginya, berusaha memusnahkannya dari dalam, bahkan mungkin menggerogoti hartanya perlahan-lahan dengan tujuan kehancuran Velladurai.


Dan tampaknya Kaisar sangat percaya kepada Valent.


Dan insting Xavier mengatakan,


Dari semua makhluk yang ada di sini, justru ia harus waspada kepada Valent. Karena dia adalah yang paling manipulatif.


Kaisar sejak awal menunjukan sikap membenci Xavier terang-terangan, lalu Orion yang sejak awal memang aneh.


Tapi Valent...


Pemuda itu ada di kastil Velladurai sejak Adinda 7 tahun! Jadi belasan tahun Xavier dibohongi olehnya!


Sejak itu, Xavier menganggap... teman Valent adalah musuhnya. Ia tutup semua akses untuk Valent.


“Lalu apa maumu, Conrad gadungan?” tanya Valent sambil memainkan pena hijaunya di jemarinya.


“Adinda,” desis Conrad. “Kau juga gadungan, Albert... kau berada di dalam tubuh pemuda ini, yang merupakan titisanmu. Dimana-mana penyihir tak bisa dipercaya,” desis Conrad sambil tersenyum licik.


“Dimana-mana penyihir dan siluman ya satu geng...” gerutu Valent. “Aku baru tahu kalau aku ini Albert, baru-baru ini kok, saat kau hampir membunuh anak buahku,”


“Ah iya, maaf. Aku waktu itu kebetulan sedang lapar. Tapi si Conrad,” Conrad mengetuk-ngetuk dahinya, “terus-menerus membawaku ke istana. Karena sedang ada peperangan ya kukabulkan saja, siapa tahu aku dapat mangsa,”


“Kenapa kau menginginkan Adinda?”


“Obsesi masa lalu,”


“Dia bukan Agha,” kata Kaisar sambil mengeram.


“Karena Agha, Conrad sampai menjual dirinya ke iblis. Jadi bisa dibilang, Agha itu sebenarnya adalah tumbalku. Jadi aku tak akan berhenti sampai mendapatkannya. Tenang saja, aku tidak akan memakannya... hanya akan kunikahi dan kubuat dia melahirkan pasukan iblis. Hehehe,”


Semua diam mendengarkan keterangan Conrad.


Iblis macam apa yang ada di dirinya...


“Hentikan Ayah, kau sudah cukup lama mengendalikannya,” desis Valent.


“Gabriel, aku hanya membantu memasukkan iblis ke dalam tubuhnya. Kalau Conrad menolak, iblis itu tak akan sekuat sekarang,” kata Valgar.


Valent dan Kaisar terdiam.


Mereka langsung menyadari.


Selama ini... Conrad-lah yang ingin dikendalikan.


Conrad-lah yang ingin dirasuki.


Kenapa?


“Kau akan menikahinya dengan cara apa hey, Iblis... Kami tidak akan merestuimu menjalankan perjanjian darah.” Desis Kaisar.


“Kalian akan merestuinya,” desis Conrad sambil tersenyum licik. “Akan kubuat kalian merestuinya, dengan cara apa pun,”


“Langkahi dulu mayatku,” gumam Kaisar.


“Itu memang tujuanku,” Conrad berdiri dan merapal mantra. “Sang pangeran yang sayang keluarga, saking sayangnya sampai melepas segalanya, melawan Pangeran yang mencintai seseorang sampai rela melepas keluarganya,”


Ia berubah menjadi serigala hitam raksasa.


Kaisar merubah dirinya menjadi Harimau Hitam, tak pikir panjang langsung menerjang Conrad yang berada di ujung. Serigala itu sudah bersiap menyambut Kaisar dan ikut maju menerjang si Harimau.


Kaisar mengangkat cakarnya, mengincar kepala Conrad. Serigala itu menepis cakar Kaisar sehingga cakaran terkena bahu si serigala. Itu membuat Conrad sangat marah.


Rasa perh yang dideritanya membuat matanya semakin membara.


Ia membuka rahangnya dan menggigit leher Kaisar yang terbuka.


Kaisar meraung kesakitan, lalu memuntir kepala Conrad sampai mereka berguling berbarengan menghantam dinding.


Kaki Conrad menendang perut Kaisar, membuat si harimau melenguh kesakitan, lalu ia gunakan kesempatan itu untuk mengacungkan cakarnya hendak memutus leher Kaisar.


Kaisar berkelit dan melayangkan cakar tajamnya.


Mereka meraung, berteriak, menjerit, saling mencakar, saling menggigit, saling menghantam.


Semua dinding langsung roboh, ruangan tak terkendali.


Sementara, Valent tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia bermaksud melumpuhknan Valgar.


Namun...


“Aku menyerahkan Adinda kepadamu, Conrad!!” seru Xavier.


Semua terdiam.


“Apa?” desis Valent tak mengerti. “Bagaimana kau bisa bilang begitu, Xavier?!”


“Diam, Valentino! Aku sudah tidak percaya lagi padamu!!” Hardik Xavier. Lalu pria itu menatap Conrad. “Sebagai ayah kandungnya, sesuai dengan yuridiksi negeri ini, aku merestui pernikahan kalian berdua,”


“Kau gila! Adinda bisa mati di tangan Conrad!!” seru Valent


“Dia sudah bilang tidak akan membunuhnya, dan aku lebih percaya padanya dibandingkan kau yang memaipulasiku belasan tahun!” seru Xavier.


“Dasar bodoh!”


“Velladurai akan bergabung dengan Abizar Azzarro, dan itu keputusanku. Mulai sekarang kau dan Kaisar bukan lagi bagian dari Velladurai! Mengerti?!” seru Xavier.


Conrad terkekeh senang.


“Valgar... kini bagianmu,” desis Conrad.


“Apa?”


Dan Valgar pun merapal mantra pemusnah dengan cepat. Mantra yang sama dengan yang diucapkan oleh Albert saat berusaha memusnahkan semuanya. Memang kekuatannya tidak sebanding dibandingkan milik Albert, tapi sudah cukup untuk membuat...


Kaisar yang berusaha melindungi Valent langsung terkena dampaknya.


Mantra itu melubangi tubuhnya. Sementara Valent tak sempat merapal mantra pencegah. Sinaran Valgar melayang dalam tempo sepersekian detik. Semua terjadi dengan cepat.


Orion yang panik langsung menyerang Valgar, tapi Conrad menggigit lehernya dan melemparnya keluar gedung.


Orion terjauh dari ketinggian 40 lantai.


Saat itu Olena muncul.


Wanita itu muncul dengan terbang di udara.


Ia menatap Conrad dengan pilu.


“Conrad, kau tahu persis Kak Cyril mencintaimu, dan dirimu tak sebanding dengan rasa cintanya ke Adinda. Sekuat apapun Kak Cyril menyerangmu, dia tak akan menyakitimu. Kau memanfaatkan hal itu,” desis Olena dengan melakukan telepati ke Conrad.


“Aku tahu itu,” desis Conrad sambil tersenyum licik. “Dan dia tak akan bertahan terhadap serangan kami. Sekuat apa pun kau menyembuhkannya, kecuali kau mengorbankan dirimu untuknya,”


Olena hanya menghela nafas dengan sedih. “Bagaimana kau tega...”


“Aku tega, karena aku bukan Conrad. Si pengecut itu hanya melihat kalian semua lewat mataku... sebagaimana dia melihat Ayah Ibumu kusiksa dalam diamnya,”


Tubuh Olena bergetar menahan amarah. Tapi wanita itu mengetahui batasannya. Ia tak bisa mengalahkan Conrad dalam kondisi seperti itu.


Lalu ia mengangkat tubuh lunglai Kaisar, tubuh lemas Orion, dan menghilang di balik gumpalan api.


“Xavier,” desis Conrad sambil merubah tubuhnya menjadi manusia.


“Y-Ya?” dengan tergagap, Xavier berbicara.


“Karena perjanjian kita sudah berlaku, Valgar akan membantumu untuk memanipulasi keadaan. Kau harus pura-pura tidak tahu kalau Kaisar adalah siluman. Dan saat Adinda menceritakannya padamu, kau juga harus berpura-pura kalau Adinda terserang gangguan jiwa,”


“Baiklah...” desis Xavier sambil menatap Valgar dengan waspada.


“Seranganmu lumayan keras. Pangeran Cyril tak akan bertahan, dan aku cukup yakin sudah menggigit leher Orion sampai hampir putus. Jadi masalahku tinggal Olena saja...” kata Conrad ke Valgar.


Valgar bertepuk tangan, “Selamat, Pangeran Conrad. Pernikahanmu sebentar lagi,”