KAISAR : The Untold Story

KAISAR : The Untold Story
Terbelenggu


Pangeran Conrad berdiri sambil menatap keluar jendela. Lagi-lagi ia sedang kesal, semua rencananya tidak ada yang berjalan lancar. Belakangan, ia mendirikan gedung yang mengarah ke barat, lalu menempati lantai 40 agar bisa melihat ke bawah.


Ke bawah, ke arah Mansion Quon yang terletak di tengah bukit Emerald City.


Valgar masuk ke ruangannya dengan wajah muram dan kening berkerut.


“Pangeran...” desis Valgar.


“Ketemu?” tanya Conrad.


“Negative,” gumam Valgar pelan.


“Kau sama tidak bergunanya dengan kedua anakmu,”


“Tampaknya aku harus mencari istri lain yang bisa melahirkan anak-anak luar biasa lagi,”


“Semua anak-anak yang kau sebut kategori ‘luar biasa’ itu tidak ada yang bisa membuatku mendekat ke Istana. Jadi kupikir percuma saja istrimu mau melahirkan belasan anak,” gumam Conrad. “Dan percuma saja mau berapa kali kau menikah, tetap saja kau yang memiliki jabatan The Greatest harus kalah taktik dengan The Wizard yang bahkan sudah meninggal,”


Valgar hanya bisa menunduk hormat. Namun dalam hatinya ia diliputi kemarahan yang luar biasa terhadap Michael yang melarikan diri. Ia berani bertaruh, pasti Michael ada bersama Valent di Kastil Velladurai.


“Bagaimana kalau-“


“Sekarang kita pakai rencanaku, Valgar,” desis Conrad sambil mengangkat tangannya memotong ucapan Valgar. “Kirimkan email undangan ke Xavier. Aku akan menyerahkan setengah aset Abizar Azzarro kepadanya sebagai mahar untuk menikahi Adinda Xavier,”


“Maaf, Yang Mulia. Kalau boleh hamba bertanya, untuk apa itu semua? Adinda Xavier tidak berguna bagi kejayaan kita,” kata Valgar.


“Kamu lupa untuk apa aku mau mengkhianati Ayah Ibuku? Kau menjanjikan pernikahan antara aku dan Agha, nyatanya dia malah kabur ke Spanyol dan setelah melahirkan anak manusia, dia malah bunuh diri. Kalian gagal total melindunginya,”


“Cinta hanya akan membuat masalah, Yang Mulia,” Valgar The Greatest berusaha meyakinkan Conrad agar mengurungkan niatnya.


“Betul. Itu yang akan kuciptakan. Pasukanku ditambah Pasukan Velladurai. Semua akan menyerang Kak Cyril. Dia tidak seperkasa itu sampai bisa menahan ribuan anak buah kita,”


“Apa hubungan Adinda Xavier dengan Pangeran Cyril?”


“Pengemis yang waktu itu kita susupi masuk ke Velladurai dan menyerang Adinda, Kak Cyril menyerangnya. Bukti kalau Adinda berharga baginya. Adinda juga tampak pada penyerangan ke kastil kemarin, dia bersama Orion,” kata Pangeran Conrad dengan tatapan kosongnya tetap menatap ke luar jendela.


Valgar tersenyum sinis, “Baik Yang Mulia. Saya akan laksanakan titah,” dan dia undur diri.


Conrad kembali menatap keluar jendela. Walau pun wajahnya tanpa ekspresi, namun matanya menatap ke arah Mansion yang kini gelap gulita dengan sedih.


“Ayah... Ibu...” desisnya, “Apa yang kulakukan? Semua sudah terlanjur...”


NGIIINGGG!!


Suara dengungan yang memekakkan telinga terdengar. Seketika Pangeran Conrad berteriak kesakitan karena dengungan itu bagaikan menyayat-nyayat kepalanya.


Ia berubah menjadi Serigala raksasa, namun detik berikutnya berubah kembali menjadi manusia, selama beberapa detik tubuhnya bagai tidak stabil karena berubah berkali-kali.


“Maafkan aku!” pekik Conrad sambil berlutut di lantai, di antara genangan darah.


Dan dengungan itu pun berhenti.


Conrad...


Perjanjian yang kita jalin berlaku seumur hidupmu.


Misi kita melenyapkan 3 Pewaris Tahta, dan merebut Istana.


Kau tidak boleh merasa berempati kepada yang sudah tiada.


Ingat...


Suara itu bergema di benaknya.


Dan Pangeran Conrad pun pingsan tersungkur di lantai setelahnya.


Di luar kamar Conrad,


Valgar menyeringai licik. Ia baru saja merapal mantra pelumpuh, ia sering gunakan mantra itu kalau keyakinan Conrad akan misi ini mulai goyah.


Belakangan, Conrad mulai banyak teringat keluarganya.


“Apakah terlalu banyak dosis Mantra jadi dia malah kebal?” tanya Valgar ke dirinya sendiri. Sampai saat ini Conrad belum sadar kalau ia berada dalam pengaruh Valgar. Yang Conrad tahu, ada sesuatu yang sedang merasuki tubuhnya, lalu menganiayanya sedemikian rupa dan membuatnya mematuhi semua perintah tanpa pamrih.


Sesuatu itu menggerogoti perasaannya, semakin lama Conrad bagaikan tanpa hati, tanpa rasa kasihan.


Ia tidak tahu kalau Valgar lah selama ini biang keladinya, dalang dari semua kejadian ini.


“Sekarang, tinggal mencari Michael,” desis Valgar sambil melenggang meninggalkan koridor.


**


“Tuan, biasa berapa sendok madunya?” tanya Orion ramah.


Xavier mendekati Orion, pria itu berdiri di sebelah gadis itu sampai pinggul mereka bersentuhan.


“Benarkah kamu sepupu Valentino?” tanyanya curiga, tapi dengan wajah terpukau. Saat dilihat dari jarak sedekat itu, kecantikan Orion semakin terpancar. Apalagi rambut pendeknya memperlihatkan leher jenjangnya yang mulus, membuat Xavier menjilat bibirnya sendiri saat melihat area itu.


“Kami sudah dianggap saudara oleh orang tua Valentino, sebenarnya sih tidak ada hubungan darah, Tuan. Tapi aku butuh pekerjaan untuk biaya kuliahku,” Orion mengambil cangkir di depan Xavier, sehingga tubuh mungilnya bisa lebih mendekat ke Xavier.


“Kau cantik sekali, berbeda dari Valentino kau memiliki raut wajah campuran...apa ya? Arab dan China? Mungkin sedikit Eropa karena warna matamu orange,”


“Tuan Velladurai...” Orion menghadap Xavier sambil mengangkat tangannya, jemarinya yang putih dan lembut membersihkan debu dari bahu Xavier. “Apalah gunanya Ras, kalau ada hati di antara kita,”


“Wah... betul sekali,” desis Xavier sambil menunduk untuk lebih bisa menghirup aroma dari wangi tubuh Orion.


Dan hal itu fatal akibatnya karena saat itu Orion melepaskan Feromonnya.


Reflek, Xavier memegangi pinggul Orion dan membawanya mendekat. Senyum Orion mengembang, “Minum teh dulu ya Tuan, untuk ketenangan pikiran. Pasti tuan capek kan sudah menempuh perjalanan panjang?”


“Kau benar,” desis Xavier masih terlena.


Orion membalik tubuhnya dan sengaja menempelkan bokongnya ke area s3nsitif Xavier, sambil ia menyiapkan minum untuk Xavier.


Rangkaian tea set dari keramik berkualitas tinggi, beberapa teh seduh bermerk terkenal yang memang diracilk dengan kemampuan tinggi. Teh Assam dari India dengan susu segar dan madu yang biasa disuguhkan oleh Raja-Raja.


“Silahkan Tuan, sudah jadi,” Orion mengangkat cangkir tehnya.


“Coba, kau suapi aku,” rayu Xavier.


Orion mendekatkan pinggir cangkir itu ke bibir Xavier agar pria itu bisa menyesapnya.


Di Zafiry, teh dan kopi adalah minuman para kaum pekerja keras. Karena teh dan kopi di Zafiry termasuk yang paling mudah diolah. Justru anggur dan ragi yang sulit diracik. Pekerja manusia untuk mengolah anggur yang berkualitas sangat sedikit jumlahnya. Saat mereka menggunakan sihir untuk mempercepat fermentasi, hasilnya tidak seenak buatan manusia. Karena itu Wine menjadi minuman Para Raja di Zafiry.


Ksatria mereka sering meminum Bir, hasil fermentasi dari gandum dan gula Malt. Hal itu menjadi kegemaran mereka untuk meningkatkan stamina dan menekan rasa takut. Sihir juga digunakan agar mereka tidak mabuk saat meminum terlalu banyak.


Dan, itulah guna bulu Harimau Hitam.


Sehelai saja di cemplungkan ke 1000liter air jenis apapun, bisa berfungsi menjadi penenang pikiran. Biasa dicemplungkan ke dalam gentong-gentong Bir para Ksatria Zafiry.


Itu kalau 1000liter air.


Kalau sehelai bulu di secangkir teh...?


Sudah pasti bisa membuat...


GUBRAKK!


Tertidur tak sadarkan diri.


Xavier sukses jatuh ke karpet, dan mendengkur.


Orion terkekeh sambil berjalan ke arah telur Olena. Lalu menghubungi Gallard.


“Hey Cantik,” sapa Gallard.


“Aku mau ponsel yang ada tiga kamera di belakangnya, dong,” sahut Orion.


“Yang sekarang kau pegang lebih mahal dari itu,”


“Tapi modelnya jarang ada, aku ingininya yang kekinian,”


“Ya ampun, Putri, untuk apa sih kau punya barang kekinian, gampang disadap loh...”


“Nanti kubuat tidak bisa disadap. Ngomong-ngomong si musang sudah tidur,”


“Oke kami ke sana membawa yang seharusnya di bawa,”


“Aku tidakbisa menghubungi ponsel Valentino dan Kak Cyril. Ada apa?”


“Untuk saat ini ponsel yang bisa digunakan di basecamp hanya milikku,”


Orion langsung tahu kalau Valent dan Kaisar ada di Basecamp.


“Hey Putri...” panggil Gallard.


“Ya Gale?”


“Siapa itu Gabriel?”