
Diamond City
Abizar Azzarro Building.
Pria itu menghentakkan kakinya yang terbalut sepatu kulit buaya di sepanjang koridor berlantai granit putih. Dengan napas memburu dan telapak tangan yang dingin saking gugupnya, ia mencoba menenangkan dirinya sebelum bertemu dengan Sang Serigala.
Dari sela-sela pintu raksasa di depannya, pria itu bisa melihat ada genangan darah mengalir dan membasahi sepanjang koridor.
Sang Serigala sedang makan.
Makhluk di dalam itu memakan semua yang bisa ia makan untuk energinya. Biasanya si Serigala Hitam makan selama seminggu berturut-turut, setelah itu puasa makan selama setahun. Korbannya manusia dan hewan.
Dan untuk manusia, ia memilih pesakitan hukuman mati dari penjara yang dipasok dari banyak belahan dunia.
Valentino Rafael, nama si Pria yang terburu-buru menghampiri ruangan si Serigala. Dia bekerja untuk asosiasi pemerintah.
Di depan pintu, dengan wajah penuh kecemasan, kakaknya, Michael sudah menunggunya.
“Kau tidak harus melakukan ini! Pergi sana!” bisik Michael menekan Rafael.
“Aku harus masuk ke sana, minggir Michael,”
“Kau bisa mati! Dia sedang sangat marah!” desis Michael ke Rafael.
“Kita belum bisa memastikan yang dibawa Xavier benar-benar telur Olena apa tidak,”
“Conrad bisa merasakannya, itu telur Olena,”
“Bagaimana bisa?”
“Dia saudara kembarnya. Karena itu dia sangat marah,” ujar Michael cemas, “Tolong larilah Rafael, sekuat tenagamu,”
“Kalau aku tidak masuk, kau akan jadi korbannya,”
“Rafael, aku memang sudah seharusnya menghadapinya! Aku bagian dari organisasi!”
“Michael, dengar!” Rafael mendesaknya ke dinding dan berbisik, “Setelah aku masuk ke sana, kau larilah. Sejauh mungkin, bawa anak dan istrimu, tinggalkan semua alat komunikasi. Kau tahu harus lari kemana, Gabriel memiliki basecamp yang bisa menetralkan semua sinyal radiasi,”
“Rafael!”
“Aku juga titip Minerva... tahun depan dia masuk Stanford, gantikan pekerjaanku sebagai seorang ayah,” bisik Rafael.
“Astaga...” dengan berkaca-kaca Michael menatap adiknya.
"Rafael…" terdengar gumaman dari dalam pintu. Suara lembut yang dalam.
"Y-y-ya Yang Mulia…?" Rafael dengan terbata membalas panggilan yang berasal dari dalam kamar.
“Aku ingin penjelasan darimu, Rafael...” desis suara di dalam ruangan
Ckrek.
Pintu itu terbuka sedikit tanpa ada yang mendorong dari dalam.
Genangan darah mengalir keluar koridor, dan tangan wanita terjatuh dari sela-sela pintu.
Hanya tangan
Tanpa anggota tubuh lain.
"Kak?" bisik Rafael dengan wajah pucat menatap Michael. Michael hanya menatap Rafael dengan air mata berlinang. "Lari..." ia mengucapkan itu tanpa suara ke arah Michael
Michael mengangguk pelan, "Bukan ini yang kuharapkan saat pertama kali menerima tugas," desisnya.
"Kita membuat pilihan yang buruk, kau akan selamat di bawah perlindungan Cyril dan Gabriel" Rafael berusaha meyakinkan kakaknya.
Lalu dengan berat hati, Rafael masuk ke dalam setelah membuang nafas berat.
**
Tampan, anggun, namun mengerikan. Senyumannya lembut namun di binar matanya ada dendam yang sangat kentara. Nyala matanya bagai menusuk hingga sanubari lawan bicaranya.
Jantung Rafael berdetak cepat.
Ia ketakutan.
Rafael lebih baik dibentak, diomeli, atau berkelahi dan saling memaki. Paling tidak, lawannya langsung menunjukan kalau mereka adalah musuh.
Tapi yang ini…
Dibilang sekutu tapi berbahaya,
Dibilang musuh tapi mereka banyak membantu.
Dan tujuan awal Valgar Assosciation dibentuk memang untuk mengendalikan pergerakan siluman raksasa ini.
The Werewolf
The Lycan
Sang Serigala
Media massa 200 tahun lalu ramai memberitakannya dengan nama-nama itu. Sejak pertama kali Pangeran Conrad dalam wujud silumannya terlihat di tengah kota sedang memakan banyak gadis muda.
Dan sialnya…
Karena kepandaiannya dalam bernegosiasi dan ilmu sihir yang tinggi, bukannya melawan, Conrad malah menawarkan kerjasama bisnis dengan pemerintah.
Cikal Bakal Ruby Country dibentuk, adalah karena Conrad.
Dan kini, di depan Rafael…
Berdiri sosok dari 200 tahun lalu, duduk di sofa dengan santai.
Mayat termutilasi bergelimpangan di sekitarnya.
Bau anyir darah sangat menusuk, bau daging segar yang tajam, dan bau keputus-asaan yang menyesakkan.
Di atas atap, ada seseorang tanpa kepala digantung terbalik. Pangeran Conrad sedang menampung darah yang mengalir dari ujung leher yang terpotong itu ke dalam gelas kristal. Lalu menyesapnya sedikit-sedikit.
"Yang ini k0kain," gumamnya. Daging para tahanan dengan darah yang sudah tercampur nark0tika adalah makanan favoritnya.
"Yang Mulia," Rafael menunduk menghormat. Lututnya gemetaran. Bukan tidak mungkin dia suatu saat akan menjadi salah satu yang berakhir di mulut Sang Serigala.
“Apa kabarmu?” tanya Conrad sambil menyeringai ke arah Rafael.
“Tidak begitu baik, Yang Mulia,”
“Setidaknya kau mengakui kalau kerjamu payah,” desis Conrad.
Rafael hanya diam. “Kami belum bisa memastikan yang dibawa oleh Xavier benar telur Phoenix atau bukan,”
“Kau juga bilang begitu saat Kak Cyril dan Orion. Nyatanya itu memang benar mereka,” kata Conrad.
Pengemis yang saat itu ditugaskan untuk menyerang Adinda memang mengemban tugas untuk memancing kekuatan Kaisar. Ditambah, saat penyerangan ke Mansion Quon, Kaisar terbukti kebal peluru.
Lalu soal Orion, Rafael sudah tahu kalau gadis itu bagian dari Zafiry, salah satu pewaris tahta. Namun ia tidak bilang ke Conrad, bahkan tidak bilang ke Valent. Ia sebenarnya masih berharap Orion bisa bebas.
Dari sejak muda, Rafael dicekoki dengan legenda ini. Dari sejak ia direkrut asosiasi di usia 12 tahun. Saat melihat Orion, mana mungkin ia tidak tahu.
Ia juga bisa membuka bawah tanah dan tahu persis apa yang dilakukan oleh Conrad, Valgar, dan Quon.
Ketiganya sama saja, satu kelompok yang sama.
Semua mengincar harta Zafiry.
Tapi Rafael memiliki anak perempuan, dan usianya sekitar usia Orion.
Melihat Orion ia bagai teringat anak perempuannya yang tinggal terpisah dengan mantan istrinya di belahan dunia lain.
Hidup mereka masih panjang, masih banyak yang bisa digunakan untuk belajar dan bersenang-senang. Tapi Orion sudah disiksa sedemikian rupa oleh Quon.
Karena tidak bisa membebaskan Orion seorang diri, jadi Rafael memancing Valent dengan racun Hatred Orion. Berusaha memberi tahu kalau adik Kaisar ada di Mansion Quon.
Ia juga memberitahukan Valent mengenai bawah tanah, makam Raja dan Ratu Zafiry. Berusaha semaksimal mungkin bersikap seakan ia pro ke asosiasi, tapi juga cari muka ke Conrad.
Asosiasi sudah tercemar oleh Conrad.
dan Gabriel yang polos tidak tahu hal itu
Karena emas di bawah itu adalah milik Cyril. Tidak bisa digunakan oleh yang bukan berhak.
Ia dan Michael, kakaknya ingin terbebas dari semua hal memuakkan ini.
Juga mereka berdua ingin terbebas dari ayah mereka, Valentino Gary. Pemilik Valgar Assosiation yang terobsesi dengan Zafiry.
Kegemaran yang sama dengan Xavier Velladurai.
“Sebenarnya kau di pihak siapa Rafael?” tanya Conrad.
Rafael diam dalam ketegangan yang luar biasa. Darahnya langsung naik ke kepala mengakibatkan pandangannya berputar.
Ia sudah ketahuan.
“Kau berusaha mengalihkan perhatian kami saat Xavier menemukan Kaisar. Juga kau tampak tak yakin saat Quon menemukan ular besar. Sebenarnya kau sudah tahu itu adalah saudara-saudaraku,” Ujar Conrad.
“Ya, aku tahu,”
“Kau ini mengkhianati yang mana?”
Rafael menarik nafas panjang. Sebuah untaian ingatan... menari di benaknya. Anak perempuannya saat bayi, mantan istri yang sebenarnya sangat disayanginya, yang harus ia ceraikan karena pekerjaan di asosiasi semakin berbahaya.
Ia tidak ingin semua ikut menjadi korban akibat pekerjaannya.
Rafael mengangkat wajahnya dan tersenyum ke arah Pangeran Conrad.
“Kau tidak akan bisa jadi Raja, Pangeran Conrad. Pergilah ke Neraka,” kata Rafael.
Conrad kehilangan senyumnya. Lalu beranjak dan berubah menjadi serigala.
Dalam satu gigitan, ia memisah tubuh Rafael jadi dua.